
Mia,Marco dan Pak Hadi sudah berusaha membujuk Jasmine untuk menemani Vincent.Pak Hadi bahkan berusaha memberikan penjelasan,namun Jasen adalah alasan Jasmine untuk menolak,dia memang masih harus mengurus Jasen. Mereka harus menerima alasan itu dan tidak bisa berbuat apa-apa.
Dan yang terjadi adalah sang penolong yaitu orang tua Jasmine datang dengan membawa baju dan keperluan Jasmine ke rumah sakit agar Jasmine bisa menemani Vincent. Orang tua Jasmine juga menawarkan diri untuk menjaga Jasen sampai Vincent keluar dari rumah sakit.
Pak Robert secara langsung memberikan izin tidak masuk kerja kepada Jasmine agar dia bisa fokus menjaga Vincent.Akhirnya semua mendapatkan solusinya dan Jasmine tidak ada alasan lagi untuk menolak.
"Jasen,kamu lihat sendiri paman Vincent sedang sakit,dia butuh orang untuk menemaninya. Kakek menyuruh mommy untuk menemani paman Vincent disini supaya paman Vincent bisa segera sembuh.
Kakek dan nenek akan menjaga Jasen,sehingga mommy bisa tenang menjaga paman Vincent. Jasen hari ini ikut kakek pulang ya? Jasen mau paman Vincent cepat sembuh kan?". Kata ayah Jasmine yang mencoba menjelaskan kepada Jasen.
"Baik kakek". Balas Jasen.
"Tapi Pa Ma,Jasen sebentar lagi akan ujian akhir semester. Jasmine harus menemani Jasen belajar". Kata Jasmine.
"Serahkan kepada mama,kamu pikir mama papa kamu buta huruf?". Kata ibunya Jasmine.
"Mommy,Jasen akan belajar yang rajin. Semua pelajaran sudah Jasen hafal dan Jasen juga pintar matematika. Mommy disini jaga paman Vincent dengan baik,supaya pipa nya bisa segera di cabut". Kata Jasen.
"Hahaha...cucuku memang pintar dan pengertian,Jasmine kamu harus banyak belajar dari Jasen". Kata ayah Jasmine.
"Baiklah,Jasen sudah berkata begitu,saya akan ikut kemauan kalian". Kata Jasmine.
"Ini sudah malam,saya harus membawa Jasen pulang. Besok dia masih harus sekolah". Kata ayah Jasmine.
"Eh,sebaiknya kita juga pulang. Biarkan Pak Vincent istirahat". Kata Pak Hadi.
"Baiklah". Ucap Mia dan Marco.
"Vincent,kamu harus banyak istirahat,makan dan minum yang banyak. Semoga lekas sembuh. Paman pulang dulu,besok paman akan datang lagi menjenguk kamu". Kata ayah Jasmine.
"Baik paman dan tante. Terimakasih banyak atas bantuan kalian.Hati-hati di jalan". Kata Vincent.
"Paman,Jasen pulang dulu ya? Besok Jasen datang lagi". Kata Jasen.
"Jasen sini sebentar,ada yang ingin paman katakan". Ucap Vincent.
"Paman ingin mengatakan apa?". Tanya Jasen.
"Terimakasih banyak Jasen".Bisik Vincent di telinga Jasen.
"Sama-sama". Balas Jasen.
"Pak Vincent,kalau begitu kami juga pamit". Kata Mia.
"Semoga lekas sembuh Pak Vincent". Kata Marco.
"Semoga lekas sembuh dan banyak istirahat Pak Vincent,jika kamu bosan berbincanglah dengan Jasmine. Jangan membaca buku terus". Kata Pak Hadi.
"Baiklah,saya mengerti. Terimakasih atas perhatian kalian semua,hati-hati di jalan". Kata Vincent.
Mereka akhirnya pulang dan Jasmine tinggal disana untuk menemani Vincent. Jasmine merapikan meja dan kursi serta barang lainnya termasuk buku-buku Vincent yang ada disana. Jasmine memegang dan melihat satu persatu buku tersebut,membuat dia hampir meneteskan air mata. Sampai segitunya Vincent berusaha ingin menjadi ayah yang baik,padahal menurut Jasmine jika apa yang dilakukan Vincent sudah cukup baik.
"Jasmine...Jasmine...kenapa dengamu? Kenapa kamu terdiam disana?". Tanya Vincent.
"Eh,tidak apa-apa. Apa yang kamu perlukan,silakan panggil saya". Kata Jasmine.
"Kenapa kamu memasukkan buku-buku itu di laci? Saya masih mau membacanya". Kata Vincent.
"Ini sudah malam,bukan saatnya kamu baca buku. Tidurlah". Kata Jasmine.
"Saya tidak bisa tidur". Kata Vincent.
"Apa kamu lapar? Mau saya siapkan sesuatu untuk kamu?". Tanya Jasmine.
"Ehmm...saya memang sedikit lapar". Kata Vincent.
"Eh,baiklah.Saya akan memanaskan bubur ayam ini untukmu". Kata Jasmine.
"Saya bosan makan bubur,saya ingin fast food". Ucap Vincent.
"Kamu tidak boleh makan sembarangan,saya akan bertanya kepada dokter besok,apa yang boleh dan yang tidak boleh dimakan. Untuk sementara,kamu makan bubur ini saja". Terang Jasmine.
"Hmmm...baiklah. Apa kalian yang membawa bubur itu?". Tanya Vincent.
"Benar,kita tidak sempat memasak,terpaksa kita membelinya dari luar. Tapi bubur ayam ini sangat enak. Cobalah". Kata Jasmine.
"Baiklah". Kata Vincent.
"Ini sudah saya panaskan,saya akan memberikan air hangat untukmu". Kata Jasmine.
"Ternyata memang lebih enak ada yang menemani,saya merasa sangat di perhatikan. Terimakasih Jasmine". Kata Vincent.
"Makanlah pelan-pelan. Apakah semalam kamu sendirian juga?". Tanya Jasmine.
"Benar,tapi saya tidak masalah dengan itu". Kata Vincent.
"Kenapa kamu membaca buku-buku itu?". Tanya Jasmine.
"Kamulah yang paling tau alasannya Jasmine". Kata Vincent.
"Saya sudah bilang sebelumnya,jangan terlalu keras dengan dirimu". Kata Jasmine.
"Kerja keras tidak akan menghianati hasil,saya mau memantaskan diri untuk kamu dan Jasen". Kata Vincent.
"Kamu tidak pantas,masuk rumah sakit saja tidak mau memberitahukan kami". Kata Jasmine.
"Itu karena...". Kata Vincent.
"Karena takut kita khawatir? Lebih baik kamu memberitahukan kami dari pada kami yang harus panik mencari tau sendiri kabarmu". Kata Jasmine.
"Maafkan saya,lain kali saya tidak akan mengulanginya lagi". Kata Vincent.
"Baiklah,sekarang makan sampai habis". Kata Jasmine.
Jasmine memastikan Vincent makan sampai habis dan memberikan nya minum. Kemudian suster mengetuk pintu dan masuk ke ruangan untuk mengganti obat infus yang sudah habis.
"Selamat malam,maaf mengganggu istirahatnya. Saya akan mengganti obat infusnya. Apakah ada keluhan Pak Vincent?". Tanya suster.
"Tidak ada suster". Jawab Vincent.
"Bisa makan dan tidur?". Tanya susternya lagi.
"Saya baru saja selesai makan,saya tidak bisa tidur". Kata Vincent.
"Cobalah tutup mata dan tidur. Anda harus banyak istirahat. Baiklah,obatnya sudah saya ganti". Kata Suster.
"Terimakasih suster". Kata Vincent.
"Hari ini sepertinya anda lebih bersemangat dari kemarin,apa karena istri mu hari ini menemani anda disini?". Tanya suster.
"Eh,sus bukan...aku bukan istrinya". Kata Jasmine.
"Oh,masih pacaran? Kalian pasangan yang serasi.Ya sudah,temanin pacar anda dengan baik,dia butuh dukungan dari orang tercinta. Saya permisi dulu,selamat malam". Kata suster.
__ADS_1
"Tapi...".Ucap Jasmine belum sempat melanjutkan pembicaraannya,suster sudah keluar dari ruangan.
"Pasangan yang serasi?memang iya. Hahaha". Kata Vincent.
"Kamu di ejek malah senang,manusia aneh". Ucap Jasmine.
"Itu sebuah pujian untuk kita". Kata Vincent.
"Saya akan membereskan semua ini,kamu istirahatlah". Kata Jasmine.
Sembari Jasmine membereskan mangkok dan cangkir,Vincent hanya menatap Jasmine dengan senyum. Karena terlalu serius,Jasmine tidak menyadarinya. Setelah selesai dia baru menyadari Vincent sedang menatapnya.
"Kamu kenapa Vincent?". Tanya Jasmine.
"Tidak apa-apa". Ucap Vincent sambil tersenyum.
"Maksud saya kenapa kamu menatapku begitu? Ada yang salah denganku?". Tanya Jasmine.
"Tidak ada". Kata Vincent.
"Ya sudah kalau tidak ada,berhenti menatap aku". Kata Jasmine.
"Tidak bisa". Kata Vincent.
"Apa maksudmu tidak bisa?". Kata Jasmine.
"Jasmine,aku boleh melihat kamu lebih dekat? Kemarilah,duduk disini". Kata Vincent.
"Tidak mau". Kata Jasmine.
"Kamu disini menemani pasien,tapi kamu menolak permintaan pasien". Kata Vincent.
"Kamu ini...". Kata Jasmine lalu berjalan mendekat dan duduk di sebelah Vincent.
"Bagus sekali,saya bisa melihat kamu sedekat ini tanpa orang lain,hanya kita berdua". Kata Vincent.
Kemudian sebelah tangan Vincent memegang tangan Jasmine dengan erat. Sontak membuat Jasmine terkejut,dia baru saja ingin berteriak kepada Vincent tapi kemudian menyadari bahwa tangan Vincent terasa panas.
"Vincent,tanganmu panas sekali. Apa kamu demam lagi? Saya akan memanggil suster". Kata Jasmine.
"Jangan Jasmine,tidak apa-apa. Saya sudah mulai mengantuk,boleh kan saya tidur sambil memegang tanganmu?". Tanya Vincent.
Jasmine mau menolak tapi melihat Vincent yang sudah mulai tertidur,dia lalu membiarkan Vincent memegang tangannya. Sesekali dia juga memegang kepala Vincent untuk memastikan suhu badannya tidak terlalu tinggi.
Untuk pertama kali Jasmine melihat sendiri wajah polos Vincent yang sedang tidur. Masih tertidur pulas sambil memengang tangan Jasmine membuat Jasmine tidak bisa bergerak kemana-mana. Akhirnya Jasmine pun tertidur disamping Vincent.
Pagi hari datang,Vincent bangun duluan melihat Jasmine tertidur di sampingnya membuat Vincent tersenyum sendiri. Karena gerakan Vincent membuat Jasmine akhirnya terbangun.
"Eh,kamu sudah bangun?". Tanya Jasmine.
"Maaf,aku membangunkan kamu Jasmine". Kata Vincent.
"Tidak apa-apa,apa kamu butuh sesuatu?". Tanya Jasmine.
"Saya ingin ke toilet". Kata Vincent.
"Aku akan mengantar kamu ke toilet". Kata Jasmine.
"Jangan cuma mengantar,temanin aku di toilet juga dong". Kata Vincent.
"Kamu mau saya pukul?". Tanya Jasmine sambil menatap sinis Vincent.
"Hehe,bercanda. Galak sekali". Kata Vincent.
Setelah mengantar Vincent ke toilet,dia menunggu Vincent di luar dan mengantar Vincent kembali ke tempat tidur. Namun Vincent malah meminta permintaan yang lain yang tidak bisa di tolak oleh Jasmine.
"Apa? Dasar pasien gila,kamu tidak boleh mandi". Kata Jasmine.
"Tapi aku merasa gerah. Atau kamu bantu aku lap badan saja". Kata Vincent.
"Eh,tapi kamu kan bisa lap sendiri". Kata Jasmine.
"Sudah kuduga kamu akan menolak. Untuk apa ada kamu disini jika semuanya aku lakukan sendiri". Kata Vincent.
Dengan kesal Vincent mau mengambil handuk dan membawa ember berisi air panas,namun Jasmine menawarkan diri untuk membantu.
"Eh,saya yang ambilkan untukmu.Kamu disini saja". Kata Jasmine.
"Baiklah".Kata Vincent.
"Ini semuanya sudah saya siapkan.Silakan lap badanmu,saya akan kesana". Kata Jasmine yang berbalik badan berjalan jauh dari Vincent.
"Sungguh tidak pengertian,orang sakit di suruh ngelap badan sendiri". Ngoceh Vincent.
"Bisa kan sendiri? Katanya kamu bisa semuanya sendiri".Kata Jasmine.
"Aduh...aduh...".Ucap Vincent.
"Ada apa Vincent?". Tanya Jasmine.
"Tanganku sakit". Jawab Vincent.
"Memangnya apa yang membuat kamu sakit?". Tanya Jasmine.
"Jarum infusnya". Kata Vincent.
"Haizzz ya sudah sini biar aku saja yang membantu kamu". Kata Jasmine.
"Nah,harusnya dari tadi. Aku kan tidak perlu kesakitan". Kata Vincent.
"Buka bajumu". Kata Jasmine.
"Boleh bantu aku bukakan baju?". Tanya Vincent.
"Oh,yakin mau aku yang buka kan bajumu juga?". Kata Jasmine sambil memandang Vincent dengan tatapan tajam.
"Eh,ya aku buka sendiri". Kata Vincent.
Setelah Vincent membuka bajunya,terlihat lah badan Vincent yang atletis,tubuh sedikit berotot dengan bahu dan pundak yang lebar. Bisa dikatakan bentuk tubuh ideal untuk seorang pria. Tapi itu semua tidak membuat jantung Jasmine berdebar. Jasmine hanya melakukan tugasnya,membasuh handuk di air hangat dan menyeka dengan pelahan ke badan Vincent.
"Gimana rasanya? Sudah lebih nyaman?". Tanya Jasmine.
"Ehm..jantungku berdebar dengan kencang". Kata Vincent.
"Kalau jantungmu tidak berdebar ya mati". Kata Jasmine.
"Maksud saya,saat kamu menyeka tubuhku,jantungku tiba-tiba berdetak dengan kencang". Kata Vincent.
"Mungkin kamu harus memeriksa jantungmu juga,takutnya bermasalah". Kata Jasmine.
"Memangnya kamu tidak berdebar saat menyentuh ku?".Tanya Vincent.
"Tidak". Kata Jasmine.
__ADS_1
"Haizz...saya sedikit kecewa,padahal tubuhku sangat ideal untuk seorang pria. Tapi ada yang tidak berdebar melihatnya". Terang Vincent.
"Apakah kamu sedang berpikir hal yang negatif?". Tanya Jasmine.
"Eh,tidak. Bukan itu maksud saya. Sudahlah lupakan saja". Kata Vincent.
"Jika kamu berani berpikir hal negatif,saya akan membelah otakmu dengan pisau dapur". Kata Jasmine.
"Astaga,ternyata saya jatuh cinta dengan seorang psikopat". Kata Vincent.
"Selamat pagi". Seorang dokter dengan suster masuk ke dalam ruangan.
"Pagi dokter". Jawab Jasmine dan Vincent.
"Gimana keadaan kamu pagi ini?Apakah semalam bisa tidur?". Tanya dokter.
"Bisa dok,lebih bisa tidur dari pada hari sebelumnya". Jawab Vincent.
"Itu karena ada support system disini,benarkan?". Kata dokter.
"Iya dok,apa saya sudah di perbolehkan pulang hari ini?". Tanya Vincent.
"Kemungkinan belum bisa. Saya masih harus mengambil sampel darah dan urine untuk memastikan kondisi kamu". Kata dokter.
"Pak dokter,maaf saya izin bertanya,apa saja yang boleh dan tidak boleh dia makan?". Tanya Jasmine.
"Hindari makanan pedas,keras, dan berminyak,selebihnya aman untuk di konsumsi".Kata dokter.
"Baiklah,Terimakasih dokter". Kata Jasmine.
"Sama-sama. Vincent,saya akan memeriksa sebentar keadaanmu sekarang". Kata dokter.
"Silakan dok". Ucap Vincent.
"Dokter,semalam tangan dan kepalanya panas. Dia demam tinggi". Jelas Jasmine.
"Penyakit tipes memang mempunyai gejala demam yang tinggi. Terimakasih sudah merawat dan melaporkan kondisinya. Saya akan mencatatnya". Kata dokter.
"Ternyata kamu diam-diam mengamatiku di saat saya sedang tidur". Ejek Vincent.
"Kamu harus berterimakasih kepadanya. Pacarmu ini sangat pengertian. Pria yang ganteng memang untuk wanita yang cantik,kalian berdua sangatlah serasi. Kamu harus lekas sembuh". Kata dokter.
"Bukan dok...". Ucap Jasmine.
"Terimakasih dok". Kata Vincent.
"Kalau begitu saya permisi dulu,siang ini saya akan mengambil sample darah dan urine,persiapkan dirimu". Jelas dokter.
"Baik dok". Balas Vincent.
Setelah dokter meninggalkan ruangan beberapa menit kemudian,datang suster mengantarkan sarapan untuk para pasien. Dan Jasmine yang menerima dan mempersiapkan semuanya untuk Vincent.
"Nah,sarapan kamu bihun kuah,bukan bubur lagi". Kata Jasmine.
"Baguslah,Jasmine kamu mau sarapan apa? Pesan saja di kantin". Kata Vincent.
"Kamu tidak perlu mempedulikan aku,makan saja sarapanmu". Kata Jasmine.
"Aku ingin kita makan bareng". Ucap Vincent.
"Kenapa permintaan kamu aneh-aneh". Kata Jasmine.
"Permintaan pasien harus di turuti". Kata Vincent.
"Lagi-lagi dia menggunakan posisi pasien untuk meminta yang aneh-aneh". Kata Jasmine.
"Saya tidak minta yang aneh-aneh. Saya cuma ingin di temanin makan". Kata Vincent.
"Ya sudah saya duduk disini melihat kamu makan". Kata Jasmine.
"Sungguh tidak asik,saya mau kita makan berdua bersama-sama. Kamu malah liatin aku makan". Kata Vincent.
"Baiklah,saya makan roti saja. Kamu makan sarapanmu". Kata Jasmine.
"Oke". Ucap Vincent.
"Selamat pagi Jasmine. Vincent gimana keadaanmu?". Tanya Pak Robert yang datang menjenguk Vincent.
"Pagi Pa,saya sudah membaik". Kata Vincent.
"Apanya membaik,kata dokter dia masih harus melakukan pemeriksaan sekali lagi untuk lebih memastikan". Jelas Jasmine.
"Terimakasih banyak Jasmine sudah bersedia menemani Vincent disini". Kata Pak Robert.
"Tidak masalah Pak Robert". Kata Jasmine.
"Disini bukan kantor,kamu tidak perlu memanggil saya Pak Robert. Saya lebih senang kamu memanggilku paman". Kata Pak Robert.
"Baik paman,tidak perlu berterimakasih. Saya hanya sedikit membantu". Kata Jasmine.
"Tidak Pa,Jasmine sangat menjaga saya. Dia yang membantuku ke toilet,membereskan barang-barangku,menyiapkan makanan dan membantu aku mengelap badan". Terang Vincent.
"Jasmine membantu kamu mengelap badan?". Tanya Pak Robert.
"Eh,sebenarnya saya hanya bantu membasuh dan menyeka badannya,karena Vincent mengeluh sakit melakukan sendiri".Jelas Jasmine.
"Saya sangat senang sekali mendengarnya Jasmine. Kamu memang sangat baik dan perhatian". Kata Pak Robert.
"Saya hanya melakukan tugasku". Kata Jasmine.
"Jasmine juga membantu mengecek suhu tubuhku,dia sangat khawatir saat saya demam tinggi". Lanjut Vincent.
"Oh ya? Baguslah. Bagaimana saya harus mengucapkan terimakasih Jasmine?". Kata Pak Robert.
"Eh,paman jangan terlalu sungkan. Vincent terlalu melebih-melebihkan". Kata Jasmine.
"Haha...Jasmine,saya meliburkan kamu di kantor. Saya sangat berharap kamu menemani Vincent sampai dia sembuh. Kamu tidak keberatan kan?". Tanya Pak Robert.
"Paman,bagaimana kerjaan ku di kantor nanti? karyawan lain akan bercerita tentang aku".Kata Jasmine.
"Kamu tidak usah khawatir tentang kerjaan.Karyawan lain tidak tau mengenai Vincent masuk rumah sakit,mereka pasti hanya berpikir kamu mengambil cuti. Yang tau hanya Mia,Marco dan Pak Hadi". Terang Pak Robert.
"Hmmm...baiklah paman,saya mengerti". Kata Jasmine.
"Saya harus kembali ke kantor,nanti saya akan datang menjenguk lagi.Oh ya Jasmine,saya ada membawakan beberapa makanan untuk sarapan,jangan lupa dimakan". Kata Pak Robert.
"Paman,saya baru saja makan roti,kenapa membawakan begitu banyak makanan?". Tanya Jasmine.
"Saya tidak tau kamu suka makan apa,jadi saya beli lebih banyak varian,kamu boleh memilih mana yang kamu suka. Jangan makan roti,makan saja yang saya bawakan untukmu". Kata Pak Robert.
"Tapi ini sudah terlalu banyak". Kata Jasmine.
"Tidak apa-apa,bagilah dengan Vincent. Dia mungkin bosan dengan makanan rumah sakit". Kata Pak Robert.
__ADS_1
"Baiklah paman". Kata Jasmine.
Akhirnya Pak Robert meninggalkan mereka berdua di rumah sakit karena harus segera masuk ke kantor. Apa kisah selanjutnya diantara Jasmine dan Vincent?