The Secret Flowers Sender

The Secret Flowers Sender
Fakta yang terungkap


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana ayahnya Jasmine berulang tahun yang ke enam puluh. Mereka merayakan ulang tahun ayahnya di sebuah gedung mewah berada di dalam hotel Mermaid In di Grand Ballroom lantai delapan.


Acara di mulai pukul dua siang,namum baru jam satu siang sudah banyak tamu berdatangan. Ayah Jasmine dengan setelan jas berwarna silver terlihat tampan dan gagah. Sedangkan ibunya memakai dress berwarna pink. Kedua kakak Jasmine,yakni Jimmy,Jerry dan anggota keluarga lain yang cowok termasuk Jasen memakai jas setelan hitam. Sedangkan istri dari Jimmy dan Jerry beserta Jasmine memakai dress berwarna hijau tosca.


Mereka sekeluarga terlihat sangat menawan. Penerimaan tamu pun di mulai,semua tamu undangan yang datang bersalaman dengan ayah dan ibu nya Jasmine. Sedangkan Jimmy,Jerry dan Jasmine menyambut tamu yang datang.


"Selamat ulang tahun Pa,Ehm...paman". Ucap Steven yang sudah datang.


"Terimakasih Steven,silakan masuk". Kata ayahnya Jasmine.


"Selamat ulang tahun Pak besan,mungkin sudah tidak pantas saya menyebut seperti itu,tapi saya belum terbiasa. Maafkan aku". Kata ayahnya Steven yang juga ikut menghadiri.


"Tidak apa-apa besan,kita pernah menjadi keluarga. Jangan terlalu sungkan,silakan masuk". Sambut ayahnya Jasmine.


"Selamat ulang tahun,semoga panjang umur dan sehat selalu". Ucap ibunya Steven.


"Terimakasih,silakan masuk". Balas ayahnya Jasmine.


"Jasmine,mantan mertua dan mantan suami kamu sudah datang,sambutlah mereka". Kata kakak pertama.


"Hmm...kakak saja yang sambut mereka,kan kakak yang undang mereka". Jawab Jasmine.


"Jasmine,lupa ya kata papa? Kamu harus menyambut mereka. Bagaimanapun juga,kamu dan mereka pernah menjadi keluarga. Jangan pasang muka tidak senang,jangan merusak suasana". Kakak pertama menasihati Jasmine.


"Baiklah kak,hmmm...saya mengerti". Kata Jasmine.


"Baguslah,bawa Jasen menemui mereka". Kata kakak pertama.


"Jasen,sini ayo kita ketemu dengan daddy dan kakek nenek". Ajak Jasmine.


"Baik mommy". Jawab Jasen.


Walaupun Jasmine memang merasa berat harus bertemu dengan mereka,dia terpaksa melakukannya karena tidak mau merusak suasana. Terlihat Jasen juga merasa terpaksa mengikuti perintah Jasmine untuk bertemu dengan Steven dan keluarganya.


"Selamat datang paman dan tante,Terimakasih sudah datang". Sambut Jasmine.


"Jasmine,apa kabar kamu?". Tanya ayahnya Steven.


"Jasmine,bisakah panggil saya mama seperti dulu kamu memanggil saya?". Kata ibunya Steven.


"Saya baik paman,maaf tante. Saya tidak bisa memanggil mama lagi kepada anda,tapi anak saya tetap panggil kalian kakek dan nenek". Terang Jasmine.


"Jasmine,kamu masih marah dengan kita?". Tanya ibunya Steven.


"Tidak tante,jangan berpikir begitu. Kalian tetap lah orang yang saya hormati sampai kapanpun". Kata Jasmine.


"Baguslah kalau begitu". Kata ibunya Steven.


"Jasen,ayo panggil kakek,nenek dan daddy". Ucap Jasmine.


"Kakek,nenek,daddy apa kabar?". Salam Jasen.


"Baik sayang,Jasen sudah semakin besar. Sini nak,kakek dan nenek ingin memelukmu". Kata ayahnya Steven.


Jasen menuju ayah dan ibu Steven yang dia panggil kakek dan nenek lalu memeluk mereka. Sementara Steven hanya terdiam melihat orang tuanya sendiri betapa merasa kehilangan cucu dan menantunya.


"Daddy,apa kabar?". Tanya Jasen.


"Eh,baik sayang. Sini daddy peluk". Kata Steven.


"Kalau begitu,Jasen disini dulu menemani kakek dan nenek,mommy harus menyambut tamu". Kata Jasmine.


"Baik mommy". Ucap Jasen.


"Saya permisi dulu". Kata Jasmine lalu meninggalkan Jasen kepada keluarga Steven.


Marco dan Mia sudah datang,mereka juga disambut oleh Jasmine dan mempersilahkan mereka duduk di tempat mereka.


"Selamat datang ya Marco dan keluarga,Mia dan keluarga. Ini adalah meja kalian,duduk lah disini. Kalian ingin minum apa? Bisa langsung sampaikan kepada waitres nya. Saya harus menyambut tamu yang lain,nanti saya kembali lagi oke?". Terang Jasmine.


"Kamu cantik sekali Jasmine,dimana Jasen?". Tanya Mia.


"Jasen ada bersama Steven dan orang tuanya. Mereka duduk disana". Kata Jasmine sambil menunjuk meja Steven yang berada di seberang meja Mia.


"Jasmine pergilah menyambut tamu,lihatlah tamu ayah mu banyak sekali. Kamu akan sangat sibuk". Kata Marco.


"Ya begitulah,oke lah saya permisi dulu". Kata Jasmine.


Jasmine meninggalkan mereka dan terus menyambut tamu yang berdatangan. Pak Hadi dan istrinya juga sudah sampai disana. Mereka disambut Jasmine dan mengarahkan untuk duduk di sebelah meja Mia dan Marco.


"Pak Hadi dan Bu Yenny selamat datang. Terimakasih sudah menghadiri,silakan duduk di sini. Marco dan Mia ada di sebelah meja kalian". Kata Jasmine.


"Kamu cantik sekali Jasmine,saya tidak melihat anakmu,dimana dia?". Tanya Bu Yenny.


"Dia di seberang meja kalian bersama daddy dan kakek neneknya". Kata Jasmine.


"Oh,baguslah". Kata Bu Yenny.


"Jasmine,apa kamu tidak canggung bertemu mantan mertua?". Tanya Pak Hadi.


"Hmmm....tidak sama sekali,saya merasa lebih seperti bertemu orang lain". Jawab Jasmine.


"Kenapa kamu bertanya seperti ini kepada Jasmine?". Tanya Bu Yenny kepada Pak Hadi.


"Maaf,saya hanya penasaran saja". Kata Pak Hadi.


"Tidak apa-apa, kalau begitu saya tinggal dulu ya Pak Hadi dan Bu Yenny". Kata Jasmine.


"Silakan". Jawab keduanya.


Akhirnya Jasmine kembali menyambut tamu lainnya,lalu dia di panggil oleh kakak pertamanya.


"Jasmine,kamu kedepan sebentar. Papa ingin bicara padamu". Kata Jimmy kakak pertamanya.


"Ada apa?". Tanya Jasmine.


"Keluar lah dulu dan kamu akan tau". Kata kakak pertama.


Jasmine segera keluar menuju tempat ayahnya,lalu ayahnya memperkenalkan dia dengan seseorang.


"Jasmine kesini sebentar".Kata ayahnya.


"Iya Pa,ada apa?". Tanya Jasmine.


"Perkenalkan ini adalah teman papa,paman Robert dan ini adalah istrinya tante Catherine". Terang ayahnya.


"Halo,Jasmine. Saya sudah pernah melihat kamu,namum waktu itu kamu masih kecil". Kata teman ayahnya.


"Paman Robert yang sering papa ceritakan itu ya? Paman juga sering mengirim hadiah untuk papa dan Jasmine,Terimakasih ya paman. Salam kenal saya Jasmine. Salam kenal tante,saya Jasmine". Sambut Jasmine.


"Kamu suka dengan barang pemberian paman?". Tanya Pak Robert.


"Tentu saja suka.Paman juga sering mengirimkan obat herbal untuk papa. Terimakasih banyak paman, berkat obat herbal yang paman kirim,papa jadi lebih sehat waktu pemulihan operasi". Jelas Jasmine.


"Sama-sama Jasmine,karena saya tidak ada disini waktu ayahmu masuk rumah sakit,jadi saya tidak bisa mengunjunginya. Saya hanya bisa mengirimkan obat herbal dari luar negeri".Terang Pak Robert.


"Kamu sudah sangat pengertian,walaupun kamu sangat sibuk,masih sempat memikirkan aku".Kata ayahnya Jasmine.


"Tidak apa-apa,kita sudah teman lama". Kata Pak Robert.

__ADS_1


"Salam kenal Jasmine,kamu memang cantik seperti yang dikatakan anakku". Kata Bu Catherine.


"Anak tante? Siapa? Apa anak tante kenal dengan saya?". Tanya Jasmine.


"Itu anak saya". Kata Bu Catherine yang menunjuk ke arah anaknya yang berjalan menuju mereka.


"Apa?Itu anak tante?". Tanya Jasmine yang seluruh tubuhnya lemas dan kaku.


"Iya benar,kalian sudah saling kenal bukan?". Tanya Bu Catherine.


"Jasmine,kamu kenal anak paman Robert dan tante Catherine?". Tanya ayahnya Jasmine.


"Jasmine,kamu kenapa?". Tanya ibunya Jasmine.


"Itu dia anakku datang". Kata Pak Robert.


"Halo paman dan tante. Selamat ulang tahun ya paman,semoga panjang umur dan sehat selalu. Salam kenal,saya Vincent. Anak Pak Robert dan Bu Catherine". Kata Vincent.


"Kamu Vincent temannya Jasmine?". Tanya ayahnya Jasmine.


"Iya paman". Jawab Vincent.


"Jasmine,kenapa kamu diam. Sambut temanmu". Kata ibunya Jasmine.


"Halo Jasmine,hari ini kamu cantik sekali". Kata Vincent.


"Sepertinya Jasmine masih syok dan tidak menyangka kalau Vincent adalah anakku. Padahal mereka sudah saling kenal dari SMA".Kata Pak Robert.


"Robert,ternyata ini anakmu Vincent yang pernah kita jodohkan?".Tanya ayahnya Jasmine.


"Benar,namum sungguh disayangkan Jasmine menolak perjodohan itu".Kata Pak Robert.


"Jasmine,halo..kamu baik-baik saja kan?". Tanya Vincent.


"Eh,silakan masuk paman,tante dan Vincent. Saya akan mengantar kalian ke meja kalian". Kata Jasmine.


"Tidak perlu Jasmine,saya dan orang tua saya akan duduk semeja dengan Pak Hadi. Saya yang akan membawa mereka kesana. Kamu silakan menyambut tamu yang lain". Kata Vincent.


"Benar Jasmine,kita bisa masuk sendiri. Kamu silakan sambut tamu yang lain". Kata Bu Catherine.


"Eh...baiklah". Jawab Jasmine.


"Jasmine,itu Vincent yang Jasen bicarakan? Apa benar dia orangnya?". Tanya ayahnya Jasmine.


"Benar Pa". Jasmine menjawab dengan lemas.


"Kamu tidak tau kalau teman mu Vincent adalah anak dari teman papa?". Tanya ibunya Jasmine.


"Tidak Ma". Jawab Jasmine.


"Ternyata kamu sudah mengenal anaknya Robert dari dulu,dunia ini memang sempit.Hehe...akhirnya saya bisa melihat anaknya Robert hari ini,dia memang sangat ganteng dan berwibawa".Ucap ayahnya Jasmine.


"Jasmine,kamu kenapa? Apa kamu tidak enak badan? Mukamu pucat". Tanya ibunya Jasmine.


"Jangan khawatir,Jasmine hanya syok". Lanjut ayahnya.


"Duduklah sebentar disini,biar kedua kakakmu yang menyambut tamu". Kata ibunya.


Jasmine masih lemas dan kaku,dunia ini seperti sedang mempermainkannya. Jasmine tidak habis mikir bagaimana bisa anak Pak Robert adalah Vincent. Jasmine seperti dihantam oleh bom kenyataan yang membuat dia merasa ingin hilang dari dunia ini.


"Pak Hadi,apakah tempat ini kosong?boleh saya duduk disini?". Tanya Vincent.


"Hah..Pak Vincent ada disini,silakan duduk.Ternyata Jasmine mengundang anda juga". Kata Pak Hadi.


"Tidak,saya tidak di undang,orang tua saya yang di undang oleh ayahnya Jasmine.Saya hanya di ajak oleh orang tua saya". Kata Vincent.


"Orang tua saya dan orang tua Jasmine adalah teman baik".Kata Vincent.


"Eh,mereka adalah....". Ucap Pak Hadi.


"Perkenalkan ini adalah orang tua saya. Pak Robert dan Bu Catherine". Vincent memperkenalkan orang tuanya.


"Pak Robert dan Bu Cathrine selamat datang. Saya Hadi dan ini istri saya Yenny.Saya tidak tau Pak Robert,maafkan aku.Senang bisa bertemu langsung dengan Bapak dan Ibu". Kata Pak Hadi.


"Tidak apa-apa,salam kenal. Pak Hadi adalah....". Kata Pak Robert.


"Oh,Pak Hadi adalah manajer accounting di perusahaan ku,dia adalah manajer Jasmine". Terang Vincent.


"Senang bisa bertemu dengan kamu Pak Hadi". Kata Pak Robert.


"Jangan panggil saya Pak Hadi,panggil saja nama saya Pak, anda adalah bos kami". Kata Pak Hadi.


"Tidak apa-apa saya panggil Pak,saya banyak mendengar tentang anda dari Vincent". Kata Pak Robert.


"Semoga bukan hal yang negatif yang Pak Vincent ceritakan". Kata Pak Hadi.


"Bagaimana saya bisa menceritakan hal negatif tentang anda Pak Hadi,kamu sudah banyak membantuku dan perusahaan". Kata Vincent.


"Benar sekali,Terimakasih ada Pak Hadi di perusahaan kami". Kata Pak Robert.


"Pak Robert terlalu memuji, saya hanya melakukan kewajiban saya". Kata Pak Hadi.


"Salam kenal Pak Robert dan Bu Cathrine,senang bisa bertemu dengan kalian".Kata Bu Yenny istinya Pak Hadi.


"Salam kenal juga,silakan duduk. Kita disini untuk acara pesta,tidak perlu terlalu formal". Balas Bu Cathrine.


"Oh ya,saya panggilkan Mia dan Marco. Mereka ada di meja sebelah". Kata Pak Hadi.


"Baiklah,panggilkan mereka juga agar bisa berkenalan dengan semuanya". Kata Vincent.


"Mia,Marco kalian kesini sebentar". Kata Pak Hadi.


"Ada apa Pak?". Tanya Marco.


"Mia,Marco,ini adalah Pak Robert dan Bu Cathrine, mereka adalah orang tua Pak Vincent,bos kalian". Terang Pak Hadi.


"Apa? Orang tuanya Pak Vincent? Tapi bagaimana bisa....".Tanya Mia.


"Mia,berikan salam terlebih dahulu, nanti baru bertanya". Kata Pak Hadi.


"Eh,maaf. Salam kenal Pak Robert dan Bu Cathrine,saya Mia". Ucap Mia.


"Dia adalah staf dari head accounting,team nya Jasmine dan dia adalah teman baik Jasmine". Terang Vincent.


"Salam kenal Mia". Kata Pak Robert dan Bu Cathrine.


"Saya Marco,salam kenal Pak Robert dan Bu Cathrine,senang bertemu dengan kalian". Lanjut Marco.


"Salam kenal Marco". Kata Pak Robert dan Bu Cathrine.


"Marco adalah sekertaris dari Pak Hadi,dia juga teman baik Jasmine". Kata Vincent.


"Senang sekali bisa bertemu dengan kalian,Jasmine pasti bahagia punya manajer dan teman seperti kalian". Kata Pak Robert.


"Terimakasih Pak". Ucap Mia dan Marco.


"Paman Vincent....".Teriak Jasen yang berlari menuju Vincent dan memeluknya.


"Halo Jasen ganteng,ternyata kamu disini".Kata Vincent.

__ADS_1


"Jasen kamu...,maaf anak saya....". Ucap Steven.


"Tidak apa-apa,saya dan Jasen saling kenal". Kata Vincent.


"Pak Robert,bapak ada disini...". Kata Steven.


"Kamu Steven ya? Maaf karyawanku banyak sekali,saya kadang bisa lupa". Kata Pak Robert.


"Benar Pak,Hmm....bapak kenal dengan....". Kata Steven.


"Saya dan papa Jasmine adalah teman baik,dia yang mengundangku di acara ulang tahunnya. Kalau kamu?". Tanya Pak Robert.


"Aku...keluargaku dan keluarga Jasmine saling kenal". Jawab Steven.


Fakta yang tidak dapat dihindar,walaupun Steven tidak memberitahukan yang sebenarnya,disana ada Pak Hadi,Mia,Marco juga Vincent yang mengetahui siapa Steven sebenarnya. Itu adalah pertama kalinya Steven dan Vincent bertemu.


Pak Robert adalah bos dari Steven,sedangkan Vincent anaknya Pak Robert adalah bos dari Jasmine mantan istrinya. Steven sudah mengetahui dengan jelas sekarang. Namun yang tidak disangka oleh Steven adalah anaknya Jasen malah begitu dekat dengan Vincent. Hal itu yang mengundang kecurigaan Steven.


"Jasen,yuk kembali ke meja kita". Ajak Steven.


"Tidak mau". Kata Jasen.


"Jasen,kakek dan nenek sudah menunggu disana". Kata Steven.


"Saya disini saja bersama paman Vincent". Jawab Jasen.


"Jasen,mana boleh begitu. Jangan menganggu orang". Kata Steven.


"Tidak masalah,biarkan Jasen disini saja. Saya akan menjaganya". Kata Vincent.


"Hmmm...tapi...sebaiknya dia ikut dengan saya saja". Kata Steven.


"Dia aman disini,kamu tenang saja. Saya akan menjaga Jasen,biarkan dia disini". Tegas Vincent.


"Jasen,daddy tanya kamu sekali lagi,apakah kamu mau disini atau ikut bersama daddy?". Tanya Steven.


"Jasen mau disini saja daddy". Jawab Jasen.


"Jasen,nanti mommy marah loh sama Jasen". Ucap Steven.


"Jasmine tidak akan marah kalau Jasen bersama saya". Lanjut Vincent.


"Vincent,kenapa anak Steven mau bersama kamu?".Tanya Pak Robert.


"Anak ini namanya Jasen,dia adalah anak Jasmine". Jawab Vincent.


"Ternyata dia adalah anak Jasmine,dan Steven kamu adalah ayahnya?". Tanya Pak Robert.


"Benar Pak,dia anak saya dan Jasmine dia....". Balas Steven.


"Jasmine adalah mantan istrinya". Ucap Vincent.


Suasana jadi begitu menegangkan karena Jasen,disini Steven dan Vincent sama-sama kekeh ingin mengambil Jasen. Pak Hadi,Mia dan Marco hanya bisa membisu menyaksikan semuanya. Sementara Jasmine masih sibuk menjamu tamu undangan.


"Halo Jasen,saya adalah teman kakekmu. Panggil saya saja kakek Robert. Saya mau tanya,Jasen mau duduk bersama daddy atau paman Vincent?". Tanya Pak Robert.


"Jasen mau disini bersama paman Vincent". Ucap Jasen.


"Dengarkan? Steven maaf,kalau begitu kamu silakan kembali ke mejamu.Saya yang akan bertanggung jawab jika Jasmine marah". Kata Pak Robert.


"Tapi Pak Robert...". Steven tidak terima.


"Anak kecil tidak bisa dipaksa,kamu ingin dia menangis disini? Kita disini bukan orang asing, bahkan ada Pak Hadi,Mia dan Marco juga. Kamu tenang saja,ikuti kata-kataku. Setelah Jasen sudah tenang, kita akan kembalikan dia kepadamu". Terang Pak Robert.


"Baiklah Pak Robert,saya titipkan Jasen kepada kalian,maaf merepotkanmu Pak Vincent". Kata Steven.


"Tidak masalah". Jawab Vincent.


Steven akhirnya kembali ke tempatnya dengan perasaan jengkel dan terpaksa. Dia bahkan tidak bisa mempertahankan anaknya sendiri dari orang lain. Dengan perasaan menyesal dia terpaksa membiarkan Jasen yang lebih memilih bersama Vincent.


"Pa,Ma,apa aku ini bukan ayah yang baik?". Steven bertanya kepada ayah dan ibunya.


"Kenapa kamu bertanya begitu? Mana Jasen?". Tanya ibunya Steven.


"Anakku bahkan lebih memilih duduk dengan orang lain daripada saya ayahnya sendiri". Kata Steven.


"Kamu memang ayah yang buruk,kenapa kamu baru bertanya sekarang? Dari mulai kamu berselingkuh dengan sekertarismu,kamu sudah menjadi ayah dan suami yang buruk. Dan sekarang kamu menyesal sudah terlambat, ini adalah akibat dari perbuatan kamu sendiri,sampai anakmu juga tidak mau bersama denganmu". Jelas ayahnya Steven.


"Papa,kenapa menyakiti perasaan Steven? Dia sudah sangat menderita sekarang". Kata ibunya Steven.


"Saya hanya menjelaskan betapa buruknya dia menjadi seorang ayah. Gagal menjadi suami, sekarang gagal lagi menjadi seorang ayah. Dia juga membuat kita menjauh dari cucu kita sendiri".Terang ayahnya Steven.


"Sudah Pa". Ucap ibunya Steven.


Hati Steven hancur tercabik-cabik,dia hanya terdiam mengiyakan kebenaran yang di katakan ayahnya.


Apalagi melihat Jasen ketawa begitu ceria bersama Vincent,hati Steven semakin sakit seperti ditusuk dengan pisau.


Vincent dan Jasen semakin akrab. Melihat kedekatan keduanya,membuat siapapun merasa bahagia. Apalagi sekarang Jasen selangkah lebih dekat dengan orang tuanya Vincent.


"Mia,pemandangan apa ini? Saya seperti melihat sinetron keluarga yang bahagia". Kata Marco.


"Benar,indah sekali pemandangan ini. Seandainya Jasmine dulu mengiyakan perjodohan yang di rencanakan kedua orang tuanya,pasti sekarang Jasmine dan Vincent sudah menikah dan mempunyai anak seusia Jasen". Terang Mia.


"Apa yang kamu katakan Mia,saya tidak mengerti". Kata Marco.


"Saya juga tidak mengerti Mia,coba kamu jelaskan". Kata Pak Hadi.


"Pak Hadi kenapa kamu disini? Kan seharusnya kamu duduk disana bersama Pak Vincent". Kata Mia.


"Kalian lihat betapa bahagianya Jasen,dia seperti mendapatkan sebuah keluarga baru yang harmonis,saya tidak mau menganggu mereka. Bahkan orang tua Pak Vincent juga sangat menyukai Jasen". Kata Pak Hadi.


"Hmmm...benar sekali,tapi apa yang kamu katakan tadi Mia?". Tanya Marco lagi.


"Ada pepatah mengatakan “****Jodoh tidak akan kemana,bahkan kita berlari sejauh mungkin,jika dia jodoh kita,dia akan kembali” ". Ucap Mia.


"Mia,apa yang sebenarnya mau kamu katakan?". Tanya Pak Hadi.


"Baiklah saya akan memberitahukan satu hal kepada kalian,jauh sebelum Jasmine mengenal Steven, ayah Jasmine dan temannya yaitu Pak Robert ingin menjodohkan anak mereka. Di saat itu, Jasmine begitu galau dan ketakutan ketika dia mau di jodohkan. Jasmine kemudian menolak perjodohan tersebut,padahal orang yang akan dijodohkan dengan Jasmine adalah Pak Vincent. Karena menghargai keputusan Jasmine,ayahnya dan Pak Robert membatalkan perjodohan tersebut. Dan ketika Pak Vincent pulang dari luar negeri,Jasmine sudah menikah dengan Steven dan mempunyai anak,tapi takdir berkata lain sampai Jasmine dan Steven bercerai. Setelah perceraian Jasmine dan Steven,Pak Vincent baru berani muncul untuk mengejar Jasmine". Terang Mia.


"Saya mengerti sekarang,ternyata Pak Vincent memang benar-benar mencintai Jasmine dari mulai SMA,bahkan dia menghargai keputusan Jasmine menolak perjodohan dan rela melihat Jasmine menikah dengan orang lain,dia hanya bisa diam dan terus mengirim bunga".Lanjut Marco.


"Ternyata dari awal memang jodoh Jasmine adalah Pak Vincent,bukan Steven".Kata Pak Hadi.


"Benarkan kata ku,jodoh tidak kemana.Walaupun Jasmine sudah menikah dengan Steven,pada akhirnya dia tetap akan kembali menjadi milik Pak Vincent". Ucap Mia.


"Tapi sepertinya Jasmine sudah menutup diri dalam hal asmara. Kasihan Pak Vincent,kita harus membantunya". Kata Marco.


"Memang bukan hal yang mudah bagi Pak Vincent untuk mendapatkan hati Jasmine,karena luka yang Jasmine alami,dia akan lebih susah untuk di dekati,apalagi untuk kembali berumah tangga". Jelas Pak Hadi.


"Tapi kita punya penolong yang kuat yang bisa mempersatukan Jasmine dan Vincent".Kata Mia.


"Siapa?". Tanya Marco.


"Jasen,hanya dia yang bisa menyatukan mereka berdua". Kata Pak Hadi.


"Benar,Jasen lah orang yang saya maksud". Kata Mia.


Padahal mereka sedang bergosip,namum MC telah mengumumkan bahwa acara akan segera di mulai. Terlihat Jasmine sedang menuju ke meja Steven untuk mencari Jasen,lalu bagaimana reaksi Jasmine nanti melihat Jasen tidak ada bersama Steven tapi malah ada di meja Vincent?

__ADS_1


__ADS_2