The Secret Flowers Sender

The Secret Flowers Sender
Orang tua Vincent


__ADS_3

Hari ini adalah hari ketiga mereka mengikut pelajaran audit. Seperti biasanya mereka belajar dengan penuh semangat. Dan kali ini mereka hampir menyelesaikan audit di bagian accounting,yang nantinya akan sampai pada bagian tax accounting atau bagian pajak,kemudian disusul ke devisi marketing.


"Hari ini kita sudah masuk dalam audit dana kas kasir dan tahap cek faktur. Ini adalah tahap terakhir dalam audit accounting.Setelah selesai kita akan segera audit bagian tax. Semoga semuanya masih bersemangat". Kata Kevin ketua tim audit.


"Tentu saja kita masih semangat. Mari kita selesaikan audit kita". Kata Pak Hadi.


"Siap Pak". Jawab mereka serentak.


Kali ini ada sesuatu yang berbeda dari sikap Kevin. Tidak seperti biasanya dia selalu diam-diam curi pandang terhadap Jasmine lalu tersenyum,hari ini Kevin si ketua tim audit tersebut bersikap agak dingin dan cuek.


Bukan hanya Jasmine yang merasakan tetapi juga Pak Hadi,Marco dan Mia. Dan pada saat jam makan siang. Mereka semua tidak sabar bergosip di kantin.


"Eh,kalian merasa tidak,jika Pak Kevin hari ini bersikap lebih dingin?". Tanya Marco.


"Ehmm..iya,kamu juga merasa begitu ya?Gawat..apa gara-gara nomor telepon yang aku kasih ke dia bukan nomor telepon Jasmine?". Kata Mia.


"Saya lebih suka dia bersikap seperti ini". Ucap Jasmine.


"Ya,saya setuju. Bukankah lebih baik dia menjaga jarak dengan Jasmine". Kata Pak Hadi.


"Tapi kan,kelihatan sekali dia suka sama Jasmine,masa dalam sehari bisa berubah drastis?". Kata Marco.


"Ya,bisa-bisa saja. Ehemm Jasmine,kamu minum apa itu?". Tanya Pak Hadi.


"Oh ini Pak,jus mentimun". Jawab Jasmine.


"Di stand mana kamu memesannya? Boleh pesankan satu untukku?". Tanya Pak Hadi.


"Tentu Pak,di stand ujung sana. Saya pergi ambilkan untuk Pak Hadi". Kata Jasmine.


"Maaf merepotkan kamu Jasmine". Kata Pak Hadi.


"Tidak apa-apa Pak,kalian lanjutkan makan,tidak perlu menungguku". Kata Jasmine.


"Ok Jas,sepertinya saya mau juga". Kata Mia.


"Baiklah,saya bawakan kalian masing-masing satu gelas. Tunggu ya". Kata Jasmine.


"Terimakasih Jasmine". Teriak mereka.


Setelah Jasmine pergi,Pak Hadi mengatakan sesuatu kepada Mia dan Marco yang membuat mereka berdua bertepuk tangan.


"Ada satu hal yang mau saya katakan kepada kalian". Kata Pak Hadi.


"Apa itu Pak?". Jawab Marco dan Mia serentak.


"Kalian tau kenapa Pak Kevin menjauhi Jasmine?". Tanya Pak Hadi.


"Pasti karena nomor yang saya kasih ke dia bukanlah nomor Jasmine". Kata Mia.


"Bukan karena itu,yang paling benar adalah karena Pak Kevin sudah mengetahui bahwa Jasmine adalah wanita yang disukai oleh Pak Vincent". Terang Pak Hadi.


"Apa? Dari mana Pak Kevin tau?". Tanya Marco.


"Karena dia mendengar percakapan aku dengan Pak Vincent". Jawab Pak Hadi.


"Maksudnya?". Tanya Mia.


"Kalian ingat kan kemarin di saat kalian mau ke kebun bunga di belakang,saya tidak ikut.Saya bilang akan memberikan laporan kepada Pak Vincent. Saya sengaja menelepon di dalam ruangan yang ada para tim audit mereka termasuk Pak Kevin. Dan setelah memberikan laporan,Pak Vincent bertanya tentang Jasmine,apakah Jasmine baik-baik saja? Dan di saat itu saya menjawab dengan suara keras agar di dengar oleh mereka".Jelas Pak Hadi.


"Apa yang Pak Hadi katakan?". Tanya Marco.


"Aku menjawab “Tenang saja Pak Vincent,Jasmine baik-baik saja disini. Saya akan menjaganya untukmu” Dan membuat mereka yang mendengar merasa terkejut". Terang Pak Hadi.


"Wuahhh..Pak Hadi memang mantap". Kata Marco.


"Dan kemudian datanglah Pak Kevin menanyakan tentang apa hubungannya Pak Vincent dengan Jasmine?". Kata Pak Hadi.


"Saya yakin Pak Hadi pasti menjawab bahwa Jasmine adalah orang yang disukai oleh Pak Vincent". Kata Mia.


"Salah,lebih dari itu. Saya mengatakan bahwa Jasmine adalah calon istri Pak Vincent". Kata Pak Hadi.


"Kita sangat beruntung punya atasan seperti Pak Hadi. Saya merasa terharu Pak". Kata Mia.


"Hmmm...seharusnya kalian bertepuk tangan untuk saya". Ejek Pak Hadi.


"Hidup Pak Hadi!!". Teriak Marco.


"Hidup!!". Lanjut Mia.


"Apanya yang hidup?". Tanya Jasmine.


"Eh,ini...eh...". Mia terbata-bata.


"Mia membantu saya menghidupkan handphone saya yang terkena air". Kata Pak Hadi.


"Oh ternyata begitu,ini minumannya,satu untuk Pak Hadi,satu untuk Mia,satu untuk Marco". Kata Jasmine.


"Terimakasih Jasmine". Ucap mereka serentak.


"Sama-sama". Kata Jasmine.


Mereka akhirnya menyelesaikan makan siang mereka dan menyempatkan waktu mengunjungi ibu pekerja di kebun bunga belakang. Kali ini mereka membawakan sedikit cemilan untuk semua pekerja yang ada disana.


"Selamat siang Ibu,kami datang lagi". Kata Jasmine.


"Nona Jasmine,nona Mia dan tuan Marco. Kalian sudah selesai makan siang?". Tanya ibu pekerja.


"Sudah ibu". Jawab mereka serentak.


"Ibu,tidak perlu memanggil kita dengan sebutan nona dan tuan". Kata Marco.


"Benar Bu,sebut saja nama kita". Kata Mia.

__ADS_1


"Ibu,lain kali panggil saya Jasmine saja ya?". Kata Jasmine.


"Baiklah,eh...bapak ini siapa?". Tanya ibu pekerja.


"Salam kenal ibu,nama saya Hadi. Panggil saja saya Hadi". Kata Pak Hadi.


"Dia adalah manajer kita,Pak Hadi". Kata Mia.


"Oh,Pak manajer?salam kenal". Kata Ibu pekerja.


"Jangan terlalu sungkan,di dalam kantor aku atasan mereka. Di luar kita seperti teman. Ibu juga panggil saya Hadi saja". Kata Pak Hadi.


"Baiklah kalau begitu". Kata ibu pekerja.


"Oh ya ibu,ini kami ada bawakan beberapa cemilan dan minuman segar untuk ibu dan pekerja lain". Kata Jasmine.


"Kenapa repot sekali,tidak perlu membawa makanan untuk kami. Disini kami juga dikasih makan siang yang layak dari perusahaan". Terang ibu pekerja.


"Ibu,ini hanya sekedar cemilan. Terima ya Bu". Kata Jasmine.


"Baiklah kalau begitu,lain kali tidak usah membawa makanan lagi". Kata ibu pekerja.


"Lain kali sepertinya kita harus berkumpul bersama pekerja lain dan makan bersama". Kata Marco.


"Setuju". Lanjut Mia.


"Ide bagus". Kata Pak Hadi.


"Baiklah,pasti pekerja disini akan senang sekali". Kata ibu pekerja.


"Disini sangat indah terawat,siapapun yang ada disini pasti betah lama-lama". Kata Pak Hadi.


"Kita hanya menjalankan tugas,kita pekerja disini sudah menganggap kebun ini seperti rumah kedua kita". Jelas ibu pekerja.


"Pantas saja dirawat dengan penuh cinta kasih". Kata Mia.


"Oh ya,saya mendengar kabar bahwa Pak Bos akan segera pulang dalam waktu dekat ini".Kata Ibu pekerja.


"Pak bos akan segera pulang?". Tanya Pak Hadi.


"Benar,pekerja kebun disini ada beberapa orang yang di kirim kerumah Pak Bos untuk membersihkan dan merapikan halaman rumah dan kolam ikan kesayangan Pak Bos". Terang ibu pekerja.


"Mertua Jasmine akan segera pulang". Ejek Marco.


"Marco jaga mulutnya". Kata Jasmine.


"Opsss". Ucap Marco.


"Apakah Pak Bos akan datang ke kantor ini juga? Saya sama sekali tidak pernah melihat wajah bos kita". Kata Pak Hadi.


"Mungkin dia pulang untuk melihat calon menantunya. Ya kan Jasmine?".Kata Mia.


"Mia...jangan bertanya soal itu,saya tidak tau". Jawab Jasmine.


"Apakah ibu pernah melihat langsung wajah Pak Bos dan Bu Bos?". Tanya Pak Hadi.


"Saya sangat percaya itu. Tidak heran jika perusahaan yang mereka kelola semuanya berkembang. Pentingnya punya bos yang baik,bisa memperlakukan karyawan dengan pantas". Kata Pak Hadi.


"Benar,ketika kalian sudah melihat Pak bos dan Bu bos,kalian akan lebih mengagumi mereka". Kata ibu pekerja.


"Saya harap kita punya kesempatan bisa bertemu sengan beliau". Kata Pak Hadi.


"Hmmm...ini sudah saatnya kita kembali bekerja Pak. Kita permisi dulu ya Bu". Kata Jasmine.


"Baiklah,semoga hari kalian menyenangkan". Jawab ibu pekerja.


Setelah kembali bekerja,mereka akhirnya menyelesaikan audit di bagian accounting. Dan kini mereka akan menuju ke tax accounting untuk audit. Disana tentu mereka akan bertemu dengan Steven yang menjabat sebagai manajer akuntansi perpajakan.


"Ini bakalan seru,mantan istri audit pekerjaan mantan suami". Kata Marco.


"Kecilkan suaramu,Jasmine akan marah jika mendengarnya". Kata Mia.


"Aku sudah dengar semuanya,dan aku memang sangat marah". Kata Jasmine.


"Tuh kan,apa saya bilang". Ketus Mia.


"Eh,maaf Jasmine. Jangan marah dong,nanti saya traktir deh".Ucap Marco.


"Tidak akan aku maafkan". Tegas Jasmine.


"Idihhh...hari ini Jasmine sensitif sekali. Ya udah kamu mau apa supaya aku bisa di maafkan?". Tanya Marco.


"Ehmmm....bawakan semua data ini ke ruangan tax accounting. Sini Mia punya kamu biar Marco yang bawa". Kata Jasmine sambil meletakkan dua kotak penuh data di tangan Marco.


"Ini namanya balas dendam yang berkedok memanfaatin tenagaku". Kata Marco.


"Hmmm...siapa suruh kamu gibah tentang aku". Kata Jasmine.


"Eh,aku kan becanda". Kata Marco.


"Oh,jadi kamu tidak bersedia menerima hukuman?". Tanya Jasmine.


"Eh iya,aku bersedia. Ini kan aku angkat. Dasar...". Ucap Marco.


Sesampainya di ruangan tax accounting,mereka disambut oleh Steven yang sudah tau mereka akan datang audit. Kevin si ketua tim audit pun menanyakan sejumlah pertanyaan kepada Steven yang dijawab baik oleh Steven.


"Mia,coba kamu kasih tau yang mana sekertaris Steven yang berselingkuh dengannya?". Tanya Marco sambil berbisik.


"Hmm...saya perhatikan tidak ada Lidya si selingkuhan Steven disini". Jawab Mia sambil membisikkan kepada Marco.


"Masa tidak ada? Coba kamu perhatikan baik-baik. Atau jangan-jangan kamu sudah lupa wajahnya?".Kata Marco yang mencoba menegaskan kepada Mia.


"Tidak mungkin,saya masih ingat wajah wanita rubah itu,tapi memang tidak ada disini". Kata Mia.

__ADS_1


"Sudah tidak perlu dicari lagi,wanita itu tidak bekerja disini lagi. Dia sudah resign". Nimbrung Jasmine.


"Eh..Hehe...Jasmine,kamu dengar ternyata". Kata Mia.


"Kalian berdua sudah puas dengan pernyataan saya?". Tanya Jasmine kepada Mia dan Marco.


"Puas". Jawab mereka serentak.


"Kalian disini untuk audit bukan untuk bergosip. Hmm... mau aku kasih hukuman untuk kalian berdua?". Tanya Jasmine.


"Ti...tidak perlu...kami harus segera melakukan audit". Kata Marco.


"Baguslah". Ucap Jasmine.


"Lain kali jangan ajak aku gibah lagi ya Marco". Kata Mia yang kesal.


"Iya Mia. Saya kan tidak tau ternyata Jasmine kedengaran". Bisik Marco.


Steven yang sambil menjelaskan kepada Kevin,sesekali menoleh untuk melihat Jasmine. Namum tatapan Steven hanya di balas sinis oleh Jasmine. Setelah sampai waktunya pulang. Ketua Kevin mengatakan bahwa audit akan dilanjutkan besok,dan semuanya sudah boleh pulang.


Jasmine,Mia,Marco,Pak Hadi dan team lain siap-siap akan keluar dari ruangan tax accounting. Namum terdengar suara Steven yang mengatakan sesuatu kepada Jasmine sehingga membuat yang lain seketika terbengong.


"Jasmine,tunggu sebentar. Ada sesuatu yang mau saya katakan". Teriak Steven.


"Hmm...kalian duluan saja,nanti saya menyusul". Kata Jasmine kepada teman-temannya.


"Baiklah". Ucap lainnya.


"Ada apa Steven? Katakan dengan cepat. Bus kita sedang menunggu". Kata Jasmine.


"Ehm...Jasmine,bentar lagi papa kamu ulang tahun,apakah saya boleh ikut hadir merayakan ulang tahunnya?". Tanya Steven.


"Dia bukan lagi ayah mertuamu. Kamu tidak perlu repot-repot. Akan saya sampaikan niat baik mu kepadanya". Tegas Jasmine.


"Jasmine,aku hanya hadir untuk meramaikan suasana,saya tidak akan mengacaukan acara". Kata Steven.


"Saya yakin tanpa kamu acara akan tetap ramai. Dengan adanya kehadiran kamu yang membuat suasana jadi kacau". Terang Jasmine.


"Jasmine saya mohon". Kata Steven.


"Saya rasa perkataan saya sudah sangat jelas. Jika tidak ada pertanyaan lain,saya mau kembali ke bus. Permisi". Kata Jasmine.


Steven sama sekali tidak di kasih celah sedikitpun untuk masuk kedalam keluarga Jasmine. Walaupun orang tua dan keluarga Jasmine pasti akan menerima kedatangan Steven,tapi tidak untuk Jasmine. Dia sebisa mungkin menyingkirkan Steven dari kehidupannya dan keluarganya.


Pada saat malam hari,Jasmine mendapatkan telepon dari kakaknya Jimmy. Jasmine segera mengangkatnya.


"Jasmine,saya berencana merayakan ulang tahun papa di hall sebuah restoran". Kata kakak pertama.


"Saya setuju,bagaimana dengan kakak kedua?". Tanya Jasmine.


"Dia juga sangat setuju. Mengingat bahwa tahun ini papa sudah memasuki umur enam puluh tahun. Kita buat ulang tahunnya lebih menarik tahun ini". Terang kakak kedua.


"Baiklah,apa saja yang perlu disiapkan?". Kata Jasmine.


"Semuanya sudah saya urus. Kita punya event organiser,jadi kita tidak perlu terlalu repot.Serahkan saja kepada mereka". Kata kakak pertama.


"Begini juga baik. Jika ada perlu sesuatu,katakan saja". Kata Jasmine.


"Kamu boleh mengundang teman kerjamu nanti untuk ikut meramaikan suasana". Kata kakak pertama.


"Baiklah kak,saya akan mengundang mereka". Kata Jasmine.


"Oh ya,kamu boleh undang Steven juga". Kata kakak pertama.


"Duh kak,ngapain?". Ujar Jasmine.


"Ya kan dia mantan suami kamu,ayah dari Jasen". Kata kakak pertama.


"Dia tidak ada hubungan lagi dengan keluarga kita. Hanya status sebagai ayah Jasen saja". Kata Jasmine.


"Ehmm...Jasmine,berbesar hati lah,walaupun memang dia pernah salah kepada kamu. Ini adalah ulang tahun papa. Sekalian agar Jasen bisa bertemu dengan ayahnya. Kamu undang saja,terserah Steven mau datang atau tidak". Terang kakak pertama.


"Jika di undang,dia pasti akan datang. Dia sudah bertanya tadi,saya suruh dia tidak usah datang. Masa sekarang suruh saya undang dia lagi? Gak mau ah...kakak aja yang undang dia". Kata Jasmine.


"Kamu ini benar-benar. Baiklah,Steven biarkan saya saja yang undang". Kata kakak pertama.


"Oke". Ucap Jasmine.


Keesokan harinya,di dalam kantin kantor,Jasmine mengambil kesempatan mengundang Mia,Marco dan Pak Hadi ke acara ulang tahun ayahnya yang bertepatan di hari Minggu.


"Teman-teman,hari minggu ini papa saya ulang tahun,kita mengadakan acara ulang tahunnya di hotel Mermaid In lantai delapan grand ball room. Kalian datang ya?Oh ya,kami tidak menerima pemberian dalam bentuk apapun,jadi kalian tidak usah memberikan hadiah atau apapun. Cukup datang saja memberikan doa". Terang Jasmine.


"Baiklah Jasmine,jam berapa?". Tanya Marco.


"Jam dua siang sampai selesai. Pak Hadi datang juga ya?". Kata Jasmine.


"Saya pasti akan datang". Kata Pak Hadi.


"Tolong ajak keluarga kalian juga". Kata Jasmine.


"Jas,kamu tidak undang Steven?". Tanya Mia.


"Sebenarnya aku tidak setuju undang dia,tapi kakak pertama saya memaksa,jadi saya suruh kakak saya aja yang undang". Jelas Jasmine.


"Mia,seharusnya pertanyaan kamu,apakah ada undang Pak Vincent atau tidak?". Ucap Pak Hadi.


"Iya,kamu tidak undang Pak Vincent?". Tanya Marco.


"Eh,tidak. Please jangan ada yang memberitahukan dia. Saya hanya mengundang teman yang dekat dengan saya". Kata Jasmine.


"Ehmmm...baiklah,tapi Pak Vincent calon ayah dari Jasen,masa tidak di undang? Sungguh keterlaluan kamu Jasmine". Kata Pak Hadi.


"Pak Hadi...".Kata Jasmine.

__ADS_1


"Ehm..oke oke saya diam". Kata Pak Hadi.


Jasmine benar-benar tidak mengundang Vincent,dia hanya mengundang sebagaian teman nya yang sudah dia anggap dekat dengannya. Kira-kira bakalan seru atau tidak acara ulang tahun ayahnya Jasmine?


__ADS_2