
Jasmine pasrah saja mengikuti ada yang di suruh oleh Vincent. Sebenarnya apa yang Vincent rencanakan dia sama sekali tidak tau. Setelah mereka berdua memakai kacamata dan masker serta menggunakan jaket kulit yang baru di beli Vincent di bouquet membuat mereka berdua malah menjadi pusat perhatian.
"Vincent,sebenarnya kita mau kemana?". Tanya Jasmine.
"Ikut saja". Ucap Vincent.
"Haizz...semua orang memperhatikan kita". Kata Jasmine.
"Biarkan saja mereka,yang penting kita tidak merugikan siapapun disini". Kata Vincent.
"Kenapa kita berpakaian seperti mafia? Kan jadi mengundang perhatian". Kata Jasmine.
"Setidaknya mereka tidak bisa melihat wajah kita". Kata Vincent.
"Vincent katakan saja kita mau kemana,kenapa kita naik terus keatas?". Tanya Jasmine lagi.
"Nah...kita sampai". Kata Vincent.
"Bioskop?". Kata Jasmine.
"Yup,kira-kira mau nonton apa ya?". Tanya Vincent.
"Hmmm...kenapa kita ke bioskop?". Tanya Jasmine lagi.
"Ratuku yang terhormat,kamu mau orang lain tidak kenal kita,sekarang sudah tidak ada yang kenal kita setelah pakai masker dan kacamata. Kamu males jalan-jalan,mau nya duduk saja. Saya sudah berikan solusi yang tepat sesuai kemauan anda". Terang Vincent.
"Ehm....iya sih". Kata Jasmine.
"Tugasku selesai. Sekarang giliran kamu,katakan kita mau nonton apa? Jangan bilang terserah". Tegas Vincent.
"Apa ya? Hmmm...nonton itu saja The Secret Of Flower Sender".Kata Jasmine sambil menunjuk ke poster.
"Oke". Kata Vincent.
Vincent segera membeli tiket nonton dan mereka masuk ke dalam bioskop. Karena mereka sedang menghindari dari orang yang kenal mereka,maka mereka berdua masih memakai kacamata hitam sampai lampu bioskop di tutup.
Sudah lama sekali Jasmine tidak menonton bioskop,terakhir adalah menonton bersama Steven sebelum Jasen lahir. Dia tidak pernah membahyangkan akan menonton bioskop tapi bukan bersama suaminya melainkan teman lelaki dari SMA.
Jasmine dan Vincent sangat menikmati filmnya dari awal sampai akhir,tidak terasa film berdurasi dua setengah jam itu selesai. Mereka membiarkan orang lain keluar terlebih dahulu,barulah mereka menyusul. Setelah mereka keluar dari bioskop,Jasmine permisi untuk pergi ke toilet. Begitupun dengan Vincent.
Vincent menunggu Jasmine yang masih berada di dalam toilet,tiba-tiba seseorang yang merupakan karyawan kantor melihat Vincent.
"Pak Vincent,ini Pak Vincent ya?". Tanya seorang pria.
"Hmmm..iya". Vincent terpaksa menjawab karena tidak memungkinkan lagi untuk berbohong sudah tertangkap basah.
"Pak,saya Antoni karyawan bapak bagian marketing". Kata pria tersebut.
"Oh,sedang jalan-jalan juga?". Tanya Vincent.
"Iya Pak, Pak Vincent sedang menunggu seseorang?". Tanya Antoni.
"Hmmm...iya. Saya sedang menunggu mama saya". Jawab Vincent.
"Oh,kalau begitu duluan ya Pak". Kata Antoni.
"Baiklah". Kata Vincent.
Vincent tiba-tiba menjadi panik,kenapa sudah pakai masker dan kacamata masih saja ketahuan. Dia takut jika Jasmine juga ketahuan dan ada yang melihat mereka berdua sedang jalan bersama. Namum dia tetap menunggu Jasmine keluar.
"Vincent,kamu menunggu lama? Terlalu banyak orang di dalam sana,saya harus mengantri".Kata Jasmine.
"Tidak apa-apa Jas. Kita sekarang mau kemana?". Tanya Jasmine.
"Bentar,saya telepon Steven dulu". Kata Jasmine.
"Tidak perlu telepon dia,jika sudah selesai dia pasti akan telepon balik". Kata Vincent.
"Tapi ini sudah lumayan lama". Kata Jasmine.
"Biarkan Steven dan Jasen bertemu kangen lebih lama. Mereka berdua sudah lama tidak bertemu, kamu mau merusak pertemuan mereka?". Terang Vincent.
"Ya bukan begitu,tapi saya kira sudah cukup waktunya". Kata Jasmine.
"Jasmine,kamu bilang tidak mau menganggu hubungan mereka,biarkan saja sampai Steven menelepon baru kita jemput". Kata Vincent.
"Hmmm....". Jasmine menghela nafas,namum kata-kata Vincent menurutnya cukup masuk akal.
"Kita enaknya kemana sekarang?". Tanya Vincent lagi.
"Aku juga bingung". Ucap Jasmine.
"Oh ya,apa ada karyawan kantor yang namanya Antoni di devisi marketing?". Tanya Vincent.
"Sepertinya ada,emangnya kenapa?". Kata Jasmine.
"Eh...tadi dia menyapa saya dan mengatakan nama serta devisi. Padahal aku sudah pakai masker dan kaca mata,tapi dia masih mengenali saya. Apa saya harus memakai topi? Hmmm...bagaimana kalau kita cari topi?". Kata Vincent.
"Hah? Yang benar?". Tanya Jasmine.
"Iya,sepertinya kita kurang topi. Yuk kita pergi beli topi". Kata Vincent.
"Eh...tunggu...tunggu...tidak Vincent. Kita seperti ini sudah menjadi pusat perhatian. Kek gini saja sudah kayak mafia,apalagi ditambah topi. Kita bisa-bisa kelihatan seperti perampok bank".Jelas Jasmine.
"Itu perasaan kamu saja. Kamu pernah dengar berita CEO merampok bank? Udah jalan kita pergi cari topi". Kata Vincent.
"Eh...Vincent gini saja,kita tidak perlu cari topinya. Hmmm...bawa aku putar-putar kota saja gimana? Itu lebih baik,tidak ada yang melihat kita". Kata Jasmine.
"Kamu yakin?". Tanya Vincent.
"Yup".Ucap Jasmine.
"Tidak ada ide lain selain itu?". Tanya Vincent.
"Ada satu lagi". Kata Jasmine.
"Apa?". Tanya Vincent.
"Saya pulang naik taxi sekarang". Kata Jasmine.
"Ya udah kita keliling saja". Kata Vincent.
Karena Jasmine takut akan ada orang lain lagi yang akan mengenali mereka,maka dia memutus untuk berada di mobil sambil keliling kota. Dengan begitu dipastikan aman. Vincent kali ini mengikuti ide Jasmine.
"Hmmm...lebih tenang disini". Kata Jasmine.
"Kamu ini benar-benar.Kita seperti orang yang sedang selingkuh takut ketahuan orang lain". Kata Vincent.
"Kan sudah ku bilang lebih baik waspada daripada kita di gosipkan yang tidak-tidak".Kata Jasmine.
"Kalau kamu takut mereka gosip yang tidak-tidak,lebih bagus kita kasih tau kebenaran kalau kita memang menjalin hubungan". Kata Vincent.
"Kamu jangan sembarangan ya,kita bukan sedang menjalin hubungan sekarang. Kamu sendiri yang menawarkan untuk membantu,sekarang menyesal?". Kata Jasmine.
"Saya kan niat baik mau menjadi supir dan menemani kamu menunggu Jasen.Tapi saya sekarang merasa seperti kencan buta dengan artis terkenal dan menghindari paparazzi". Terang Vincent.
__ADS_1
"Iya maaf,saya tidak kepikiran kalau kita di seharusnya di mobil saja keliling kota". Kata Jasmine.
"Jika kita dari tadi cuma keliling kota sampai berjam-jam mungkin sekarang kita sudah sampai luar kota". Kata Vincent.
"Terus si Antoni orang marketing itu bilang apa lagi?". Tanya Jasmine.
"Dia cuma bertanya sedang menunggu siapa?".Kata Vincent.
"Lalu kamu jawab apa? Kamu jangan bilang menunggu saya". Kata Jasmine.
"Tentu saja aku bilang menunggu kamu,saya menjawab kalau saya sedang menunggu mamaku". Kata Vincent.
"Hehhhh...bagus". Kata Jasmine.
"Bukankah itu adil? Tadi kamu bilang aku papamu,jadi sekarang gantian kamu jadi mamaku". Kata Vincent.
"Heemm...ternyata kamu sedang balas dendam.Ya tidak apa-apa yang penting kamu tidak bilang datang dengan saya". Kata Jasmine.
"Kamu tidak kesal?". Tanya Vincent.
"Tentu saja tidak,Hehe jawaban kamu sudah tepat". Kata Jasmine.
"Gimana menurut kamu film yang kita nonton tadi?". Tanya Vincent.
"Ceritanya bagus".Kata Jasmine.
"Semoga kisah kita bisa seperti yang di film tadi". Kata Vincent.
"Mulai...mulai...". Ucap Jasmine.
"Tapi ceritanya sesuai dengan kisah kita,pengorbanan cowok yang setia menunggu ceweknya".Kata Vincent.
"Heh...harusnya tadi saya memilih film horor saja".Kata Jasmine.
"Ehmmm..ya sudah next time kita nonton film horor".Ucap Vincent.
"Nonton aja sendiri". Kata Jasmine.
Kemudian Steven menelepon Jasmine untuk menjemput Jasen.
"Halo Jasmine,kamu lagi dimana?". Tanya Steven.
"Bilang saja saya harus mau jemput Jasen dimana".Kata Jasmine.
"Saya ada di rumah orang tua saya sekarang". Kata Steven.
"Baiklah,aku akan menjemput Jasen disana". Kata Jasmine.
"Biarkan aku yang mengantar Jasen pulang,agar kamu tidak perlu repot". Kata Steven.
"Tidak perlu,pokoknya jangan pernah datang ke rumah aku". Kata Jasmine.
"Hmmm...ya sudah,saya menunggu kamu disini". Kata Steven.
"Ok". Ucap Jasmine lalu menutup teleponnya.
"Kita jemput Jasen dimana?". Tanya Vincent.
"Di rumah mantan mertuaku". Kata Jasmine.
"Oh di jalan apa?". Tanya Vincent.
"Vincent,aku bilang jemput di rumah mantan mertuaku". Tegas Jasmine.
"Ya iya,aku tanya nama jalannya apa?". Kata Vincent.
"Seperti di restoran tadi,saya akan menunggu kamu lebih jauh dari titik lokasi". Kata Vincent.
"Tidak bisa Vincent,lokasi rumah mertua berada tepat jalan besar.Mereka akan curiga jika saya jalan kaki bersama Jasen menuju mobilmu". Kata Jasmine.
"Kamu kasih tau saja alamatnya,saya akan berhenti satu kilometer dari lokasi. Kamu bisa naik taxi dari sana".Kata Vincent.
"Hmmmm...baiklah,alamatnya di jalan.....".Jasmine memberitahukan detail alamatnya kepada Vincent.
"Oke,kita kesana sekarang". Kata Vincent.
Setelah Vincent membawa Jasmine satu kilometer dari lokasi,dia memanggil taxi untuk Jasmine.
"Disini jaraknya satu kilometer dari tempat tujuan,kamu bisa turun disini". Kata Vincent.
"Oke,Terimakasih banyak atas tumpangnya". Kata Jasmine.
"Kamu bisa bicarakan itu nanti,panggil taxi dulu". Kata Vincent dan dia juga turun dari mobil.
"Kenapa kamu turun? Kamu sudah boleh pulang". Kata Jasmine.
"Hehe...bentar biar saya yang panggilkan taxi untukmu". Kata Vincent sambil senyum kepada Jasmine.
"Kenapa senyummu membuat perasaanku tidak enak".Kata Jasmine.
"Taxi...Pak,tolong antarkan dia ke jalan Santomas,setelah menjemput orang tolong antar dia balik kesini ya. Saya tunggu ya Pak". Kata Vincent.
"Bentar Vincent apa maksud kamu?". Tanya Jasmine.
"Sudah masuk cepat,Jasen sudah menunggu". Ucap Vincent sambil membuka pintu taxi untuk Jasmine.
Taxi segera berjalan menuju tempat tujuan. Ternyata Vincent hanya ingin Jasmine naik taxi berjarak satu kilometer. Kemudian dia sendiri yang akan mengantar Jasmine dan Jasen pulang ke rumah.
"Pak,disini saja". Kata Jasmine.
"Baik kak,saya akan menunggu kakak disini". Kata supir taxi.
"Hmmmm...baik Pak,bentar ya". Kata Jasmine.
"Siap kak". Ucap supir.
Jasmine kemudian menekan bel yang ada di depan pintu. Terlihat Steven yang membuka pintu. Dan Jasen masih belum keluar.
"Dimana Jasen?". Tanya Jasmine.
"Di dalam". Kata Steven.
"Panggilkan dia". Kata Jasmine.
"Jas,kamu tidak mau masuk dulu?". Tanya Steven.
"Tidak,kamu tidak lihat taxi sedang menunggu". Kata Jasmine.
"Mommy....mommy sudah datang". Teriak Jasen.
"Ayo Jasen kita pulang". Kata Jasmine.
"Oke". Ucap Jasen.
"Jasmine,kamu tidak mau duduk dulu di dalam sebentar. Kita sudah lama tidak melihat kamu juga". Kata mantan ayah mertua.
__ADS_1
"Tidak usah paman,taxi sudah menunggu". Jawab Jasmine.
"Bolehkah kamu panggil saya papa seperti biasa,kamu bagi kami tetaplah menantu kami". Kata mantan ayah mertua.
"Kamu tambah kurus Jasmine". Kata mantan ibu mertua.
"Hmmm...baiklah Pa,Ma,saya bawa Jasen pulang dulu. Kalian jaga kesehatan". Kata Jasmine.
"Hati-hati Jasmine". Ucap mantan mertua Jasmine.
"Jasmine...". Steven memanggil.
"Ada apa lagi Steven?". Tanya Jasmine sedikit nada tinggi.
"Biaya bulanan untuk Jasen sudah saya kirim ke rekening kamu dan uang jajan kamu juga sudah saya transfer sekalian". Kata Steven.
"Baiklah,lain kali transfer biaya untuk Jasen saja. Saya sendiri mampu biayain diri sendiri". Kata Jasmine.
"Kamu hati-hati ya di jalan". Kata Steven.
"Aku permisi". Ucap Jasmine.
"Bye daddy,kakek,nenek". Kata Jasen.
"Bye sayang". Kata Steven.
"Sudah boleh jalan Pak".Kata Jasmine kepada supir taxi.
"Baik kak". Ucap supir taxi.
"Kita langsung ke perumahan Chihoon Avenue saja Pak". Kata Jasmine.
"Maaf kak tidak bisa,saya sudah janji kepada bapak itu hanya mengantar kakak ke tempat tadi". Kata supir taxi.
"Hmmmm...baiklah". Kata Jasmine.
Sesuai arahan Vincent,Pak supir taxi mengantar Jasmine dan Jasen di titik dimana Vincent menunggu mereka.
"Ini Pak uangnya". Jasmine membayar supir taxi.
"Maaf kak,tapi bapak itu yang akan membayar argonya". Kata supir taxi.
("Astaga....mau di kantor ataupun diluar,kenapa semua orang mendegar perkataan Vincent").Ucap Jasmine dalam hati.
"Terimakasih ya Pak,ini kembaliannya diambil saja". Kata Vincent kepada supir taxi.
"Paman....". Teriak Jasen.
"Ayo kita pulang Jasen. Masuk ke mobil,paman yang akan mengantar kalian pulang".Kata Vincent.
"Ayo". Ucap Jasen.
"Kamu kurang kerjaan ya,di suruh pulang malah tungguin kita". Kata Jasmine.
"Saya orang yang bertanggung jawab,saya yang mengantar kalian pergi maka saya juga harus mengantar kalian pulang". Terang Vincent.
"Kamu ini...". Kata Jasmine.
"Jasen senang tidak bertemu daddy,kakek dan nenek?". Tanya Vincent.
"Senang,mereka memberikan aku banyak makanan dan mainan". Kata Jasen.
"Jasen,tadi daddy ada tanya tidak kita datang naik apa?". Tanya Jasmine.
"Ada...". Jawab Jasen.
"Terus Jasen jawab apa?". Kata Jasmine.
"Naik taxi". Kata Vincent.
"Hmmm...bagus. Jasen ku pintar sekali". Kata Jasmine.
"Mommy,daddy merindukan mommy". Kata Jasen.
"Oh ya,siapa bilang? Kenapa Jasen bisa bilang begitu?". Tanya Jasmine.
"Daddy sendiri yang bilang". Kata Jasen.
"Terus daddy bilang apa lagi?". Tanya Jasen.
"Hmmmm...banyak. Daddy minta maaf kepada Jasen karena kurang perhatian kepada Jasen". Jelas Jasen.
"Selain itu?". Tanya Jasmine lagi.
"Daddy ingin sekali kalau kita bisa kumpul seperti dulu dan makan bersama,ada Jasen,ada mommy dan daddy". Kata Jasen.
"Jasen,mommy dan daddy sudah tidak bisa bersama". Kata Jasmine.
"Mommy suruh Jasen tidak boleh membenci daddy,apa mommy yang benci sama daddy? Emangnya daddy salah apa?". Tanya Jasen.
"Hmmmm...mommy tidak benci. Ok Jasen,kita jangan bahas daddy lagi ya". Kata Jasmine.
"Bahas paman saja,jadi Jasen jadi tidak susun lego nya buat paman?". Vincent nimbrung.
"Oh iya,nanti pulang rumah Jasen susun ya paman". Kata Jasen.
"Siap bos Jasen". Ucap Vincent.
Setelah Vincent mengantar mereka sampai dirumah,Jasen menawarkan Vincent untuk masuk kembali ke rumah mereka. Namum karena melihat sudah seharian berada diantara mereka dan waktunya mereka istirahat,Vincent memilih untuk pulang saja.
"Paman,ayo masuk". Jasen menawarkan.
"Jasen,paman sudah capek menyetir. Paman harus pulang istirahat". Kata Jasmine.
"Benar kata mommy,sudah waktunya paman pulang istirahat,kalian juga harus istirahat". Kata Vincent.
"Jadi kapan paman datang lagi?". Tanya Jasen.
"Besok paman datang lagi ya". Kata Vincent.
"Besok?". Ucap Jasmine.
"Iya,besok saya datang lagi. Kamu tidak dengar Jasen mengundang ku?". Tanya Vincent.
"Hmmmm,Terimakasih untuk hari ini. Hati-hati di jalan". Kata Jasmine.
"Baiklah,saya pulang dulu. Besok kita jumpa lagi". Kata Vincent sambil tersenyum manis kepada Jasmine.
"Eh besok....". Ucap Jasmine.
"Bye..paman". Kata Jasen.
"Bye Jasen".Balas Vincent.
"Bye Jasmine,jangan merindukan saya ya". Kata Vincent.
__ADS_1
"Tenang saja,tidak akan". Kata Jasmine.
Akhirnya Vincent pun pulang kerumah,tidak terasa hampir seharian Vincent ada diantara Jasmine dan Jasen.Dia semakin semangat untuk berjuang mendapatkan mereka. Besok Vincent akan datang lagi,akankah ada sesuatu yang terjadi diantara Jasmine dan Vincent?