
Di aula kantor semua karyawan tampak tegang,terutama Jasmine. Padahal dia baru saja merasa lebih tenang setelah balik dari ruang CEO. Kali ini dia tidak tau lagi apa yang akan terjadi,ada karyawan yang bertanya-tanya apa yang akan terjadi,namum ada beberapa karyawan sepertinya terpesona melihat CEO mereka,termasuk Mia.
"Jasmine....Jas...itu ya CEO kita? Ternyata benar kata mereka,dia ganteng dan berwibawa". Kata Mia sambil menepuk pundak Jasmine.
"Mia,kita disini bukan untuk melihat CEO,mungkin dia akan menguji kinerja kita satu persatu disini". Kata Jasmine.
"Kalau dia CEO nya,aku gak bakalan tegang lagi. Aku akan semangat menjawab setiap pertanyaan yang dia tanya". Kata Mia.
"Hmmmm....". Jasmine menguman.
"Jas,masa kamu tidak tertarik melihat dia? Dia tampak seperti aktor dalam film action. Gantengnya....". Ucap Mia yang semakin terpesona.
Setelah beberapa kata sambutan dari direktur,kini giliran CEO mereka Pak Vincent yang akan berpidato.
"Selamat siang semuanya,perkenalkan saya Vincent. Mungkin kalian baru pertama melihat saya disini. Saya memang tidak pernah hadir di kantor. Pada kesempatan ini,saya ada disini untuk menilai kinerja kalian yang biasa di lakukan setiap tahun. Namum,saya sangat senang bertemu seseorang yang spesial disini. Ada seseorang yang sangat spesial di kehidupanku,kemudian saya minta pendapat dia mengenai kinerja karyawan disini. Dia awalnya keberatan dengan pertanyaan saya,karena baginya ini bukan wewenang dia menilai staf karena dia juga adalah karyawan biasa seperti anda. Namum setelah saya mendesak,akhirnya dia mau menjawab pertanyaanku. Dia bilang bahwa semua karyawan dari divisi manapun mempunyai potensi yang luar biasa,karena adanya karyawan yang baik,maka perusahaan ini semakin berkembang seperti yang kalian lihat. Mendengar dia sudah berkata begitu,saya juga sependapat dengannya. Maka,saya memutuskan untuk tidak perlu melakukan penilaian kinerja karyawan tahun ini. Berterimakasih lah kalian kepada Jasmine. Berkat dia,tahun ini saya akan menaikkan gaji kalian semua sebanyak dua puluh persen,dan tahun ini kalian akan mendapatkan bonus tahunan sebanyak dua kali. Terimakasih atas kerja keras kalian untuk perusahaan. Saya harap kalian akan terus bersemangat dalam bekerja. Baiklah,hari ini kalian silakan ke kantin kantor untuk memesan makanan dan minuman sesuka kalian,saya yang traktir. Saya rasa sampai disini saja yang mau saya sampaikan. Sekali lagi Terimakasih untuk semuanya". Kata Pak Vincent.
Terlihat semua karyawan disana merasa lega,senang dan bertepuk tangan untuk Pak Vincent. Namum yang mereka heran adalah orang yang spesial yang disebutkan CEO mereka adalah Jasmine. Pak Hadi,Marco dan Mia adalah orang yang paling syok mendengar kata Pak Vincent tadi.
"Jas,aku tidak salah dengar kan? Barusan Pak CEO kita bilang kamu adalah seseorang yang spesial". Kata Mia.
"(Mampus lah saya,aku harus jawab apa)Hmmm...sebenarnya begini,nanti akan saya jelaskan". Kata Jasmine.
"Tapi aku sangat senang mendengar itu Jasmine. Dan kamu membuat semua orang terhindar dari penilaian kerja yang menyeramkan. Boleh saya memeluk kamu Jasmine,kamu benar-benar dewi penolong". Ucap Mia yang sambil memeluk Jasmine dengan gemes.
"Hentikan Mia! Semua orang sedang melihat ke arah kita". Kata Jasmine.
"Mimpi buruk kita sudah berakhir,ayuk kita ke kantin. Kamu harus makan banyak Jasmine,jangan sia-siakan kebaikan pangeran tampanmu yang sudah mentraktir kita". Kata Mia.
"Apa sih Mia,sepertinya kamu salah makan obat hari ini". Kata Jasmine.
"Pokoknya mulai sekarang aku berada di kapal kalian,hidup VJ Vincent Jasmine". Teriak Mia.
"Stop Mia,kecilkan suaramu". Kata Jasmine.
"Hidup VJ Vincent Jasmine!!". Lanjut Marco dari samping.
"Kalian please jangan aneh-aneh. Udah ahhh saya mau makan". Kata Jasmine.
"Kenapa Pak CEO kita yang keren ini bisa menganggap Jasmine orang spesial?". Tanya Marco kepada Mia.
"Tidak tau juga,Jasmine akan cerita nanti". Kata Mia.
Semua karyawan menuju ke kantin saat waktu makan siang. Mereka semua mendapat makan siang gratis yang di traktir oleh Pak Vincent.Beberapa karyawan ada yang berpapasan dengan Jasmine dan mengucapkan terima kasih kepada Jasmine sambil tersenyum. Ada beberapa yang mengucapkan selamat kepada Jasmine sambil cengar-cengir. Karena ucapan Vincent di aula, Jasmine menjadi sangat populer di kantor. Tingkah teman kantornya membuatnya merasa tidak nyaman.
Jasmine dan Mia serta Marco duduk di meja yang sama di kantin itu. Kemudian Pak Vincent CEO mereka datang bersama Pak Hadi berjalan menuju meja mereka.Semua orang terkagum melihat pemandangan itu,namum jantung Jasmine serasa mau copot. Dia takut Vincent akan bertingkah lagi.
"Boleh kita duduk disini?". Tanya CEO Vincent.
"Tentu saja Pak,silakan duduk. Mia...geser". Kata Marco.
"Oh... ya,silakan duduk disini Pak". Mia menawarkan tempat duduknya.
"Marco,Mia. Stop..(tolong jangan duduk di sebelahku)". Ucap Jasmine.
"Kamu tidak keberatan kan saya duduk disini?". Vincent bertanya kepada Jasmine.
"Hmmm...silakan Pak". Jawab Jasmine.
"Terimakasih". Kata Vincent.
"Kita jarang sekali bisa makan bareng di kantin ini,Terimakasih treat nya Pak Vincent". Kata Pak Hadi.
"Sama-sama". Kata Vincent.
"Terimakasih Pak Vincent,kita juga harus berterimakasih kepada Jasmine juga. Benarkan Mia?". Kata Marco.
"Hehe..tentu saja. Terimakasih Pak Vincent,Terimakasih Jasmine". Kata Mia.
"Mia...Marco...(Jasmine menendang kaki mereka berdua) tidak perlu berterimakasih,saya tidak melakukan apa-apa,semua karena Pak Vincent pengertian". Kata Jasmine.
Semuanya tersenyum tersipu malu,kecuali Jasmine yang kelihatan kesal. Tatapannya kepada Vincent seolah ingin menelan Vincent hidup-hidup. Setelah selesai makan,dia menuju ruangan direktur,dia mencari Vincent disana karena memang di kantornya ruangan CEO belum dirapikan,jadi untuk sementara Vincent menempati ruangan direktur.
__ADS_1
"Pak Vincent". Ucap Jasmine.
"Ada apa Jasmine?". Tanya Vincent.
"Bukankah kita sudah sepakat kalau tidak boleh ada yang tau bahwa kita saling kenal? Tapi kenapa kamu mengatakannya di aula? Tatapan semua karyawan disini menjadi aneh saat melihatku". Kata Jasmine.
"Saya pikir kamu datang untuk berterimakasih,ternyata untuk komplain. Hahahaha". Kata Vincent.
"Ini tidak lucu sama sekali,kamu bertujuan untuk memalukan saya?". Tanya Jasmine.
"Nona Jasmine dengar ya,yang saya katakan di aula itu sebuah pujian untukmu bukan hinaan". Kata Vincent.
"Lebih baik kan tidak ada yang tau kita saling kenal". Kata Jasmine.
"Jadi maksudmu kita diam-diam saja berhubungan?". Tanya Vincent.
"Bukan begitu,kita tidak ada hubungan lain,hanya sebatas CEO dan karyawan". Kata Jasmine.
"Ya ya,hanya sebatas CEO dan karyawan untuk sekarang. Kedepannya mungkin akan berubah". Ucap Vincent.
"Pak tolong jangan mempersulit saya". Kata Jasmine.
"Saya memudahkan anda,bukan mempersulit". Kata Vincent.
"Aduh gimana saya harus jelasannya agar kamu mengerti. Sudah lah,next tolong bapak anggap saya karyawan seperti yang lain,jangan membuat karyawan lain berpikir aneh-aneh tentang kita". Kata Jasmine.
"Mereka tidak berpikir aneh-aneh,yang saya liat sepertinya mereka juga mendukung". Ejek Vincent.
"Intinya saya tidak mau orang berpikiran negatif tentang kita". Kata Jasmine.
"Hanya kamu yang negatif disini,mereka kelihatan sangat positif". Ujar Vincent.
"Hmmm...sepertinya kamu tidak mengerti, ya sudahlah. Saya akan pikirkan kalimat yang tepat agar kamu bisa paham". Kata Jasmine.
"Ok ok,pikirkan dulu kalimat yang cocok agar saya bisa paham maksudmu. Setelah selesai pikir,jangan lupa temui aku lagi ya". Kata Vincent.
"Saya permisi". Jawab Jasmine dengan kesal.
Didalam ruangan accountingnya,terlihat Mia,Marco dan Pak Hadi menunggu nya untuk memberi penjelasan.
"Kalian ada apa melihatku seperti ini?". Tanya Jasmine.
"Kami sedang menunggu penjelasanmu,kamu baru saja masuk ruangan direktur untuk bertemu Pak CEO,apa hubungan kalian sudah....?". Tanya Pak Hadi.
"Tidak... bukan begitu". Kata Jasmine.
"Sepertinya Jasmine panik Pak Hadi,dia menyembunyikan sesuatu dari kita". Kompor Marco.
"Benar sebenarnya apa yang terjadi Jasmine?". Tanya Mia.
"Sebelum kamu masuk keruangan bertemu CEO,kamu sempat ketakutan dan memohon kepada saya karena takut dipecat,tapi nyatanya CEO kita sendiri yang mengaku bahwa kamu adalah orang spesial. Saya jadi bingung". Kata Pak Hadi.
"Benar,kita juga bingung". Ucap Staf yang lain yang juga ikut nimbrung.
"Astaga...kalian ini,saya harus menjelaskan dari mana,saya sendiri juga bingung". Kata Jasmine.
"Jelaskan dari awal kamu masuk ruangan direktur dan bertemu CEO". Marco memaksa.
"Hmmm...baiklah.Awalnya saya pikir saya akan di pecat karena melakukan kesalahan,makanya saya minta bantuan Pak Hadi. Tapi saran Pak Hadi agar saya masuk duluan. Saya sama sekali tidak tau CEO kita adalah Pak Vincent. Dia adalah teman SMA saya,tapi dia hanya sekelas dengan saya selama satu tahun. Karena dia murid pindahan dari luar negeri dan dia sama sekali tidak pandai bergaul, sehingga tidak ada yang mau berteman dengannya kecuali saya. Saya pernah membantunya saat dia di bully,mungkin itu maksudnya jika saya orang spesial untuknya". Jasmine memberi penjelasan.
"Oh begitu,tapi bukankah seharusnya Pak Vincent menyebut kamu adalah pahlawan jika memang kamu pernah menolongnya. Dia menyebut kata orang yang spesial,itu mempunyai arti yang lebih dalam". Kata Pak Hadi.
"Apa hanya itu? Hmmm...Sepertinya masih ada yang belum kamu katakan Jasmine". Kata Marco.
"Tidak ada". Ucap Jasmine.
Semua mata memandangnya dengan sinis seolah memaksa dia untuk mengatakan semuanya dengan jujur. Jasmine memang bukanlah pemeran yang baik,sehingga apapun perasaannya akan terlihat jelas di mata orang lain.
"Kenapa kalian melihatku seolah aku berutang sama kalian?". Tanya Jasmine.
"Jasmine,kamu memang masih berutang fakta. Kamu tidak bisa menyembunyikan mimik wajahmu yang kelihatan menyimpan rahasia". Kata Mia.
__ADS_1
"Sudah sudah,kita jangan memaksa Jasmine. Mungkin ada sesuatu yang tidak bisa dia ungkapan. Saya akan langsung tanyakan saja kepada Pak Vincent". Kata Pak Hadi.
"Baik...baik...tolong Pak Hadi jangan bertanya apapun kepadanya. Saya akan bicara jujur. Hmmm... Saya juga baru tau jika selama ini yang mengirimkan bunga untukku adalah Pak Vincent. Dia mengirim bunga karena saya pernah bilang kepadanya waktu SMA kalau saya sangat menyukai bunga". Terang Jasmine.
"Jadi...selama ini,ternyata Pak Vincent adalah orang kita cari. Hmmm..sampai kita mencurigai Pak Hadi".Kata Mia.
"Maaf Pak Hadi,saya jadi malu pernah curiga kepada bapak". Kata Jasmine.
"Tidak perlu minta maaf lagi. Sekarang semua sudah terbukti. Ternyata Pak Vincent diam-diam menyukai kamu dari SMA sampai sekarang. Sungguh luar biasa". Kata Pak Hadi.
"Benar,harusnya dia juga tau kalau Jasmine sudah menikah dan punya anak. Tapi dia tetap mengirim bunga untuk Jasmine tanpa menganggu kehidupan Jasmine. Saya sangat salut kepada Pak Vincent". Kata Marco.
"Dia adalah laki-laki yang punya prinsip. Saya sangat yakin Pak Vincent adalah orang yang setia". Kata Pak Hadi.
"Aku semakin ngefans dengan Pak Vincent". Kata Mia.
"Tolong jangan berekspektasi terlalu tinggi tentang hubungan kita. Dulu saya dan dia adalah teman,sekarang saya dan dia hanya bos dan karyawan. Saya mohon kalian tetap melihat kita hanya sebatas CEO dan karyawan". Kata Jasmine.
"Untuk sekarang kita anggap aja seperti itu,kita tidak tau kedepannya akan seperti apa". Kata Pak Hadi.
"Baiklah Jasmine,yang terpenting adalah sidang perceraianmu dulu. Setelah semuanya selesai,jangan salahkan aku jika aku berlayar di kapal kalian". Kata Marco.
"Saya juga sependapat dengan Marco". Kata Mia.
"Marco...Mia...,kalian yang paling mengenal saya,kalian harusnya mendukung apapun keputusan saya". Kata Jasmine.
"Baiklah,kalian berdua jangan mengejek Jasmine terus. Dia akan merasa terbebani. Kalau begitu saya akan balik ke ruangan saya dulu. Hidup...VJ...". Goda Pak Hadi.
"Astaga Pak Hadi". Ucap Jasmine.
Semuanya ketawa dan ceria seperti biasanya. Jasmine masih harus berjuang mempertahankan hak asuh anaknya. Dia tidak mau terlalu peduli dengan Pak Vincent CEO nya tersebut.
Malam hari pun tiba,Jasmine makan malam bersama keluarganya. Dia masih tinggal di rumah orang tuanya sesuai janjinya sampai sidang keputusan selesai. Jasen kecil yang nyaman tinggal di rumah kakek dan neneknya sampai melupakan bahwa dia punya seorang ayah.
Jasen sudah tidak pernah bertanya perihal ayahnya. Dia hanya sibuk bermain dengan kakek dan neneknya. Karena tidak peduli akan keberadaan ayahnya membuat Jasmine semakin tenang. Namum ayahnya Jasmine merasa khawatir.
"Kakek saya sudah siap makan,ayo kita main".Ajak Jasen.
"Jasen,kamu sudah kerjakan PR belum?". Tanya Jasmine.
"Sudah mommy". Jawab Jasen.
"Jasen sangat pintar,bahkan ujian nya semua mendapat nilai A. Biarkan dia bermain sebentar dengan kakeknya. Setelah Jasen capek dan tertidur,papa mu akan membawanya masuk ke kamar". Terang ibunya.
"Baiklah Ma". Kata Jasmine.
"Jasmine,kamu sekarang tambah kurus. Lebih banyak makan agar selalu sehat". Kata ayah.
"Saya sehat-sehat saja,papa tidak perlu khawatir. Jasmine bisa menjaga diri dengan baik". Kata Jasmine.
"Kamu seperti orang yang banyak pikiran. Apakah karena urusan perceraian? Atau kerjaan kantor?". Tanya ayahnya.
"Tidak Pa,Jasmine tidak banyak pikiran". Kata Jasmine.
"Jasmine,saya papamu. Saya tau bagaimana kondisi anakku". Kata ayahnya.
"Serius Pa,tidak ada banyak pikiran. Hanya perasan papa saja yang terlalu khawatir dengan saya". Kata Jasmine.
"Baguslah kalau tidak ada. Jika ada apa-apa,harus ceritakan ke papa". Kata ayahnya.
"Baik Pa". Ucap Jasmine.
"Kamu pergi tidurlah dulu,Jasen biar papa yang urus". Kata ayah.
"Terimakasih Pa,Jasmine memang sudah mengantuk. Jasmine duluan ya Pa,Ma. Jasen mommy tidur duluan ya?". Kata Jasmine.
"Ok mommy".Jawab Jasen.
Hari itu terasa amat panjang dan melelahkan. Membuat Jasmine ingin segera beristirahat agar besok bisa kembali beraktivitas. Dia berharap besok akan lebih baik lagi dari hari ini. Apakah yang akan terjadi di kehidupan Jasmine selanjutnya?
.
__ADS_1