
Happy Reading :)
Siang ini matahari begitu terik menyengat kulit. Dia seakan melahap habis kulit remaja-remaja yang sedari tadi berlarian tiada arah.
Sorak-sorakan terdengar membara bak matahari. Pinggir lapangan penuh. Tim chiliders tak hentinya menyoraki idola mereka.
"Prok-prok ... Swee AclS!" teriak ketua childers.
"Give R!"
Prok-prok, tepuk tangan serta rambut-rambut berwarna warni ditangan mereka digerakkan seperti morse.
"Give Y!"
"Give E!"
"Give O!"
"Give N!"
"Give G!"
"Give Best kapten Ryeong!" soraknnya membuat suasana semakin riuh.
"Awhhhh semangat! Aaaaa semangat!"
Sorakan mereka memenuhi lapangan. Terlihat remaja laki-laki yang memakai baju punggung nomor 3 itu mengacak rambutnya.
"Yoongi!" teriak Ryeong.
Yoongi yang mengerti kode Ryeong, memutar bolanya. Dia melompat lawannya dan menderibel bolanya cepat. Tangganya melempar bola kepada Ryeong.
Ryeong dengan sengit menerimanya. Melakukan Tree point dan bola berputar mengikuti bibir ring. Membuat penonton takjub sekaligus cemas. Jika masuk berarti Tim mereka menang.
Sementara Childers terus berteriak.
Dug!
Bola masuk dan memantul. Semua pendukung dari tim yang mengenakan baju merah bersorak bahagia.
Ryeong mengembuskan napas. Terlihat dadanya naik-turun. Bajunya melekat sempurna di dadanya karena keringat. Hingga absnya terlihat samar-samar.
Kaum hawa tentu meneguk ludah melihatnya. Mereka menatap kagum Ryeong. Melihat Tim idola mereka bersorak bahagia.
Ryeong mengacak rambutnya yang basah karena keringat. Dia memeperbaiki head bandnnya dan melempar senyum manis kepada Timnya.
"Aaaa tampannya calon suamiku!"
__ADS_1
"Aaaa manisnya!"
"Laki gue!"
"Gak usah halu! Dia punya gue, kampungan banget lo semua, mendingan ke laut aja. Gak level," ujar seorang gadis dengan wajah sinisnya.
Sontak semua menoleh dengan kesal. Mereka ingin melawan tapi mereka tahu siapa gadis itu. Cucu pemilik sekolah ini.
Melihat Ryeong berjalan ke arah tasnya, dia mendekat.
"Ryeong, ini buat lo," ujarnya menyerahkan sebotol minuman dan handuk kecil berwarna putih.
"Cuma dia aja, Sherri? Kita enggak?" tanya Yeonjun menarin turunkan alisnya kepada gadis bernama Sherri Patel. Gadis keturunan Inggris-Korea itu balik menatapnya acuh.
Baru saja Ryeong ingin menerimanya tapi tanhannya refleks menangkap botol yang melayang ke arahnya. Dia menatap pelakunya yang memasang wajah datar.
"Lo butuh air, gak usah ambil air dari wanita tidak jelas," ujarnya sakras tapi terlihat santai sekali wajahnya.
Sherri menatap laki-laki itu kesal. What the ****, Ray! Andai kau bukan adik dari laki-laki yang disukainya dia akan mengumpat.
"Apa maksud lo?! Gue hanya memberinya minum dan Ryeong apa itu salah?" tanya Sherri tersinggung.
Ryeong menghela napas. Dia menatap Ray yang mengedikkan bahu sedangkan Sherri tentu wanita itu sudah memasang wajah tersinggungnya.
"Sherri gomawo tapi lo gak usah repot-repot buat ngadih gua air," ujar Ryeong sambil tersenyum tipis.
Dia pergi bersama Timnya. Ryeong and the gang menganti baju. Mereka memutuskan ke kantin.
"Di mana Ryung? Kenapa tidak ikut?" tanya Ryeong.
Melihat Ray menghela napas, Ryeong tahu adiknya pasti membuat onar lagi.
***
Di tempat ini, seorang laki-laki mengangkst satu kakinya sambil digoyang-goyangkan. Badannya bahkan di sandarkan di sofa.
Terlihat seorang wanita menatapnya jengah. Dia melihat buku di hadapannya dari nomor 12-89 nama laki-laki di depannyalah tercatat.
Jung Aegie Ryung.
Yah nama yang membuat wanita di depannya jengah tak harus tahu memberinya hukuman apa.
"Kamu membuat onar kembali Ryung! Apa yang kamu pikirkan berkelahi dengan juniormu sendiri. Apa kamu ingin menujukkan bahwa kamu kakak kelas dan punya kekuasaan, eoh?!" tanya wanita itu marah.
"Lagi ... lagi ... Ibu hanya mongoceh. Berikan saja aku hukuman," ujarnya kesal. Dia menggosok telinganya tanda protes mendegar ocehan gurunya sendiri.
Wanita itu mengaga tidak percaya. Matanya menyipit, bibirnya mengatup rapat. Dadanya naik turun menahan emosi.
__ADS_1
"Hufffhhh sabar ... sabar ... ingat bahwa guru bisa dipenjara walau menyakiti seujung kuku murid saja tapi kenapa guru tidak bisa menuntut murid yang membuat naik pitam setiap hari?! Ck!" Dia berusaha memperingati dirinya sendiri.
Han Eunbi adalah guru BK di sekolah Bitar Scholl. Seorang gadis berusia 20 tahun, sangat mudah bukan? Anak akselerasi jadi cepat tamat.
"Kamu memang harus dihukum," ucap Eunbi tegas.
"Ya ya ya ... katakanlah," ujar Ryung malas.
Eunbi menatap Ryung dengan pandangan tidak terbaca. Lihatlah penampilannya, acak-acakan dan errr yah sedikit seksi karena rambut birunya itu tidak tertata rapi tapi malah terlihat keren. Oughh-sadarlah dia anak nakal.
Tiba-tiba Eunbi tersenyum misterius. Ryung menatapnya memicing. Gurunya ini guru BK sejak kelas 2.
Dan ini guru BK yang ke-15 di sekolah ini. Semua mundur karena sikap Ryung tapi wanita ini bertahan.
Ryung juga kesal kepada guru BKnya yang berbeda dengan guru BK sebelumnya. Bukan soal fisiknya. Wanita ini punya pipi yang sedikit berisi. Matanya sedikit bulat dan jangan lupa bibir bawahnya yang tebal. Apalagi bibir itu terlihat kemerah-merahan.
Tapi Ryung tentu tidak bernapsu karena dia tahu jika wanita di depannya memiliki dua anak kembar. Tapi siapa sangka sebenarnya Eunbi seorang gadis. Mereka hanya tahu latar belakang Eunbi tapi tidak tahu kehidupan gadis itu yang sebenarnya.
"Orang tuamu harus dipanggil ke sini."
Ryung menatap Eunbi tajam. Dia melihat wajah Eunbi yang terlihat senang. Ryung menyeringai. Dia tidak akan kalah, dia mendial nomor Jungkook.
Eunbi mengumpat dalam hati bahkan Ryung dengan santai memanggil orang tuanya.
"Kamu tidak tahu, Eoh? Kedua orang tua EL akan dipanggil juga ke sini," ketus Eunbi.
"Apa aku takut, Bu? Tentu tidak, hahaha," ujar Ryung santai.
Ubun-ubun Eunbi terasa panas. Jika ini komik maka wajahnya sudah mengembul dan telinganya sudah mengeluarkan asap.
"Turunkan kakimu, Jung Aegie Ryung!" bentak Eunbi.
Ryung tertawa dalam hati,"Jangan bermain-main denganku Miss. Han."
Eunbi merasa kepalanya berdenyut. Urusan rumahnya juga banyak ditambah pemuda di depannya banyak tingkah.
"Ya Tuhan, jauhkanlah aku dari pria seperti Ryung," ujarnya dalam hati.
Cklek.
Pintu terbuka, Eunbi berdiri dan tersenyum sopan. Mempersilakan mereka semua masuk, sementara Ryung santai sekali duduk.
Aeri dan Jungkook menatap datar Ryung.
TBC
Tinggalkan jejak :)
__ADS_1
Masih permulaan 😂 next part akan ada Hamanya Ray 😂upsss