The Triplek's

The Triplek's
THE TRIPLEKS-ELEVAN


__ADS_3

💟Happy Reading💟


Jena-Ray


.


.


Saat ini, Jungkook dan juga Ray berada di ruang kerja Jungkook. Tanpa mereka sadari, Jena yang mati penasaran dengan ucapan Jungkook di meja makan, masuk diam-diam ke sini.


Dia menutup mulutnya agar tidak bersuara. Mengintip di cela meja. Dia melihat wajah serius pamannya.


"Ray, Daddy senang kamu dengan saudaramu satu universitas. Tapi, Daddy ingin kamu pindah," ujar Jungkook.


Deg. Jena memengang dadanya kuat. Pindah? Otak Jena tidak mampu mencerna dengan baik.


"Pindah?" tanya Ray.


"Ya kamu sebaiknya pergi ke Spayol atau Prancis melanjutkan studymu di sana." Jena menggelengkan kepala.


"Aku akan pindah, Dad. Tapi, aku butuh alasan kepindahanku," kata Ray tenang.


"Jena. Daddy tahu sepupumu mencintaimu dan ucapanmu bisa menyakitinya. Jika begini terus, sebaiknya kamu pindah agar Jena bisa melupakanmu," ujar Jungkook.


"Baiklah," ujar Ray setuju. Jen menatap kecewa Ray. Inikah beradaptasi yang pria itu janjikan? Jena mengusap air matanya.


"Kamu tidak perlu pergi, Ray. Biar aku yang pergi," batin Jena.

__ADS_1


***


Jena segera pulang ke rumahnya. Menghampiri Jhope dan Hana.


"Appa, Eomma, " panggil Jena.


"Ya, Nak," jawan Hana sambil membelai surai Jena.


Dengan menahan tangis, Jena akan mengutarakan ajuannya.


"Aku ingin pergi ke Paris," ujar Jena membuat kedua orang tuanya kaget.


"Sayang kamu ada masalah?" tanya Hana khawatir. Bahkan saat liburan semester anaknya memilih di sini karena Ray,  tapi sekarang anaknya mau ke Paris.


"Kamu ada pemotretan di sana, Nak?" tanya Jhope dan Jena menggelngkan kepala.


Hana menatap suaminya Bingung. Satu sisi dia ingin anaknya di sini. Walau dia sering berpergian tapi di sini banyak keluarga mereka.


"Sayang bagaimana kalau di Prancis atau Spanyol, LA? Di sana ada keluarga kita," ujar Hana. Jena menggelngkan kepala menolak.


"Aku ingin mandiri di sana," ujar Jena. Jhope tersenyum dan mengangguk saat melihat mata Jena berkaca-kaca.


"Selalu tepat makannya, dan kabari Appa dan Eomma, eoh?" Jena mengangguk dan setetes air matanya lolos.


Jhope merengkuh putrinya. Jena semakin terisak dan Hana mengusap punggung Jena.


"Aku ingin berangkat malam ini," ujar Jena.

__ADS_1


"Sayang kenapa bukan besok biar sekalian pamit," ujar Hana.


"Jebbalyo," mohon Jena.


Akhirnya Jena dibantu packing oleh Hana. Jhope mengurus keberangKatan putrinya.


"Ayo kita berangkat," ajak Jhope. Jena mengangguk dan mereka peegi ke Bandara.


Setelah menempuh hampir dua jam mereka tiba di Bandara. Hana memeluk Jena erat. Dia menangis.


"Eomma sayang sama kamu, Nak. Jaga diri di sana," pesan Hana.


"Ne, Eomma." Jena mengangguk dan beralih memeluk Jhope.


"Apapun yang kamu rasakan itu bukan kesalahan, Nak. Kamu butuh waktu sejenak, jika dia jodohmu pasti kalian akan ditakdirkan bersama," bisik Jhope. Jena menangis kencang, Jhope sangat tahu dirinya.


"Hikss hikss Appa," isak Jena.


Merasa baikan, Jena melambaikan tangan dan menarik kopernya. Dia tersenyum melihat kedua orang tuanya saling merangkul.


"Selamat tinggal Korea. Selamat tinggal, Ray. Aku pergi bukan karena tidak mencintaimu melainkan ini karena aku sangat mencintaimu," lirih Hana. Dia menghilang.


"Ayo sayang kita pulang, dia kuat sepertimu," hibur Jhope. Hana mengangguk dan meninggalkan bandara.


TBC


Jejak :)

__ADS_1


Lagi Review ulang semua. makasih banyak sudah vote dan komentar.


__ADS_2