
Malam semakin pekat, tamu-tamu sudah berpulangan. Keyra dan Ryeong kembali ke rumah kediaman Jung.
"Sebaiknya kalian istirahat, pasti capek sekali," ujar Jeneni kepada cucunya.
"Baiklah, Halmoni," ujar Ryeong. Dia melirik istrinya yang duduk di sampingnya.
Ryeong berdiri membuat Keyra menatapnya. Keyra ikut berdiri dan pamit. Mereka berjalan dengan langkah gontai ke kamar Ryeong.
Sepanjang perjalan ke kamar mereka sama-sama diam. Keyra sesungguhnya kesusahan dengan gaunnya tetapi Ryeong juga sedikit kaku untuk membantunya.
"Aku tidak yakin Hyung membobolnya malam ini," gumam Ryung yang didengar semua keluarganya.
"Jung Aeghi Ryung!" teriak Aeri dan menatap melotot anaknya. Ryung meringgis dan membentu tangan 'v'.
"Sebaiknya kita tidur semua. Ryung, kamu sudah mengantar Eunbi pulang?" tanya Jungkook yang menyelamatkannya dari omelan sang Ibu.
"Iya, Dad. Ak--"
"Tentu dia akan mengantarnya pulang, Uncel. Setidaknya dia punya nilai plus setelah tidak sopan dengan Eunbi Sajangnim selama ini," timpal Yoongi membuat Ryung menatapnya tajam.
"Ck, dia juga tidak sopan," kata Ryung kesal dan menunjuk Yoongi.
"Ajaran darimu," ujar Yoongi cuek. Teman-temannya mengangguk setuju. Ryung semakin terpojok dan untungnya Jena membelanya.
"Setidaknya Oppq sangat baik," ujar Jena membela Ryung. Jena mengedipkan mata kepada Ryung membuat pria badboy itu tertawa renyah.
Hana menggeleng melihat kelakuan putrinya. "Jena, ayo kita pulang," ajak Hana membuat Jena tidak rela beranjak dari sisi Ray. Mereka baru baikan dan rasanya waktu mereka sedikit.
"Apa kamu tidak ingin menginap? Kamar banyak yang kosong," ujar Aeri karena rumahnya memang sudah didekor ulang dengan menambah banyak kamar.
"Tidak, besok kami harus menghadari beberapa pertemuan juga. Jena ... ayo, Sayang," ajak Hana membuat bibir Jena mengerucut. Dia melepas rangkulan tangannya pada Ray secara tidak rela.
Jhope mengetik ngecup kepala putrinya dengan sayang. Dia tahu jika Jena masih ingin bersama Ray.
"Biarkan dia menginap jika dia tidak mau pulang," ujar Rudiger mepihat cucunya yang semakin menekuk wajahnya.
"Aaaaa Haraboji!" jerit Jena bahagia dan memeluk Rudiger. Hana dan Jhope mengangguk membiarkan saja.
Perlahan mereka semua kembali ke rumah masing-masing menyisahkan Ryung dan Ray berada di teras pembatas kaca tempat mereka sering bersama.
"Ray, menurutmu apa yang akan dilakukan, Hyung?" tanya Ryung mengundang kekehan Ray.
"Tentu dia menikmati malam pertamanya," ujar Ray. Dia sejujurnya tidak yakin, Ryeong pria kaku untuk urusan wanita.
"Ekhm, tidak baik membiacarakanku," ujar Ryeong membuat kedua adiknya kaget.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Ryung keget. Ryeong duduk di dekat Ray. Wajahnya terlihat frustrasi.
"Kamu meninggalkan istrimu di kamarmu sendirian?" Anggukan Ryeong membuat Ryung dan Ray menganga tidak percaya.
"Hyung ...."
"Aku tidak benar-benar meninggalkannya. Aku butuh mandi dan dia juga mau mandi, aku habis dari kamarmu mandi. Lagian dia pasti butuh beradaptasi," ujar Ryeong.
"Arasso," ujar Ray.
"Jika aku menikah dengan Eunbi maka aku tidak perlu keluar gara-gara mau mandi, sebaiknya mandi bersama saja. Beradaptasi, eoh? Kamu memang buruk soal wanita Hyung, buat dia beradaptasi di bawahmu," ujar Ryung membuat Ryeong melemparnya bantal. Ryung tergelak bersama Ray.
"Otakmu sangat mesum," kesal Ryeong.
"Lalu kenapa ke mari sehabis mandi, Hyung? Ini bukan pelarian kan?" tanyw Ray memicing membuat Ryeong gugup.
"Wah jangan-jangan Hyung tidak tahu cara memulainya? Mari kita menonton bokep," ajak Ryung membuat Ray tergelak kembali tetapi membuat wajah Ryeong datar.
"Ck, biarpun aku tidak pernah membuka paha wanita manapun selama ini, aku tahu caranya," ujarnya kesal membuat kedua adiknya gencar menggodanya.
"Uri Hyung akan memulainya," goda Ray.
"Eoh, sepertinya malam panas," timpal Ryung.
__ADS_1
Ryeong menatap Ryung kesal." Aku tidak tahu cara menghadapi sikap Keyra. Dia sangat pemalu dan selalu menunduk. Apa dia takut padaku? Apa aku jelek?" tanya Ryeong membuat Ryung menatapnya serius.
"Hyung, aku rasa dia memang gadis pemalu dan menunduk, aku rasa dia melakukan itu bukan karena wajahmu tetapi dia mungkin takut dan minder," papar Ryung.
"Aku kembali ke kamar," ujar Ryeong membuat kedua adiknya menekuk lengannya ke atas membentuk "Hwaiting".
Ryeong tersenyum dan semakin lebar mendengar kembarannya.
"Hyung, Happy wedding."
"Hyung, Happy wedding."
Ryeong memeluk kedua adiknya dengan perasaan haru. Rasanya baru kemarin mereka membuat kedua orang tuanya menjaganya begitu ketat, sekarang dia beralih. menjaga seorang gadis yang. menjadi istrinya.
***
Di sebuah kamar mewah seorang gadis memakai piyama hitam dengan tali satu. Dia menggerai rambut panjangnya dan berjalan ke kasur.
"Hufggghh," desahnya pelan. Dia. membaringkan tubuhnya baru saja dan pintu terbuka.
Dia menatap pria yang menjadi suaminya terlihat fresh. Sepertinya dia baru saja mandi di kamar lain. Keyra tahu dia menggunakan kamar mandi begitu lama karena rasa gugupnya.
Ryeong mengunci pintu kamarnya dan berjalan ke kasurnya. Keyra membelakangi suaminya dengan jantung berdetak kencang.
Keyra bisa merasakan pergerakan di kasur empuk tempatnya berbaring. Walau tidak melihat dia yakin suaminya sudah berbaring.
"Keyra," panggil suaminya begitu lembut. Keyra memejamkan mata dan sibuk mengontrol detak jantungnya.
"Barbaliklah ke sini," ujar Ryeong sambil menatap punggung istrinya.
Keyra berbalik dengan takut. Dia menatap manik mata Ryeong. yang hitam menatap netranya.
Dia tidak menduga tangan besar dan hangat Ryeong menangkup wajahnya. Keyra ingin menunduk tetapi tatapan lembut suaminya menghipnotis netranya untuk menatap wajah suaminya tanpa berpaling.
"Kamu punya pacar?" tanya Ryeong membuat Keyra menggelengkan kepala.
Ryeong mendekatkan dirinya kepada Keyra hingga jarak mereka semakin menipis. Keyra menahan napasnya.
"Kamu tahu, janji kita di Altar adalah janji suci. Aku akan mengenalmu dan begitupun sebaliknya. Jangan pernah sungkan padaku," ujar Ryeong membuat Keyra mengedipkan mata beberapa kali.
"Ak--" "Aku tahu ini asing untuk. kita berdua. Pernikahan tanpa cinta? Cinta akan tumbuh seiring berjapannya waktu, cinta akan tumbuh karena terbiasa bersama," ujar Ryeong.
Keyra tidak tahu sosok Ryeong ternyata sangat penyanyang. Yang ia tahu pria di depannta workaholic, tegas dan bersikap andil. Keyra bahkan takut setrlah mengstalking Ryeong pria itu tidak terlibat pada perempuan manapun walau dia sangat digilai.
"Kita mulai bersama-sama," ujar Ryung membuat Keyra mengangguk.
"Bolehkah aku jadikan kamu milikku seutuhnya?" tanya Ryeong embuat Keyra gugup bukan main. Pipi gadis itu bahkan merona merah. Dia tahu keinginan Ryeong.
Tatapan Ryeong semakin intes. Keyra tanpa sadar membasahi bibirnya. Ryeong semakin tergoda, tetapi dia ingin meminta persetujuan gadisnya.
"Iya," lirih Keyra malu. Ryeong tersenyum dan mengecup kening istrinya lama. Keyra memejamkan. matanya.
Ciuman Ryeong semakin turun, dia mengecup seluruh permukaan eajah istrinya. Hingga dia mencium bibi merekah merah itu.
Ryeong semakin ******* bibir Keyra. Ternyata pantas saja kedua adiknya itu gila selangkang wanita, ternyata senikmat ini.
Entah bagaimana kini Ryeong di atas Keyra. Tangannya tidak tinggal diam. Perlahan mengelus punggung istrinya.
Ryeong memasukkan tangannya di balik pinya satin Keyra dengan membuat Keyra merasa perutnya digelitiki.
"Enghhhh," desah Keyra saat Ryeong meremas dadanya yang masih dibungkus bra.
Ciuman Ryeong semakin turun hingga dia membuat kiss mark di leher putih istrinya. Ciumannya kini berada di atas dada Keyra.
Ryeong menarik baju Keyra. menyisahkan bra milik Keyra. Keyra mengangkat punggungnya saat Ryeong berusaha membuka pengait branya.
Wajah Ryeong terlihat kagum saat melihat bukit kembar milik istrinya. Keyra sangat memanas melihat tatapan Ryeong. Dia merasa ada aliran listrik menyengat tubuhnya.
"Ahhh uhhh," desah Keyra saat Ryeong mengulum panyudara dan sebelah tangannya memainkan panyudaranya. Niple Keyra semakin keras saat Ryung memipinnya dan menghisapnya.
__ADS_1
Lidah Ryeong membuat Keyra mengcengkram rambut suaminya. Dia merasa akan meledak, tetapi menikmati sentuhan suaminya juga.
"Ahhh," desah Keyra.
Ryeong menurunkan tangannya mengelus bagian ****** istrinya. Keyra mengigit bibirnya menahan perasaan aneh yang baru ia rasakan.
Ryeong menarik diri dan membuka bajunya. Mata Keyra betkabut gairah, Ryeong tahu istrinya sudah terangsang. Bawah Keyra sangat basah dan hangat.
Reyong hanya menyisahkan boxer miliknya dan dia menarik celan Keyra. CD keyra pun ikut dibukanya hingga istrinya benar-benar full *****.
"Ryeong," panggil Keyra lirih saat suaminya menatap tubuhnya begitu intes. Keyra merasa tatapan Ryeong menggelitinya.
"Ahhh," racaunya saat Ryung menindihnya kembali. Keyra bisa merasakan keras milik Ryeong menekan intinya.
"Ryeonghhhh ahhh," desah Keyra saat Ryeong memasukkan jarinya je dalam pusat miliknya. Tubuh Keyra terasa bergetar saat suaminya menyentuh klitorisnya.
Wajahnya ke kanan-kiri saat merasa hampir meledak. Ryeong semakin menambah pompa tanganya saat merasa istrinya hampir mencapai puncaknya.
Crotttt 💦
Keyra merasa tubuhnya lemas. Dia mendekap tubuh Ryeong. Ryeong menurunkan wajahnya dan membuka paha istrinya. Tanpa rasa jijik Ryeong menjilati ******** Keyra.
Keyra memejamkan mata dan mengcengkram kuat seprai kamar mereka.
"Ahhh hughh ahhh," desah Keyra dan kembali lagi dia meledak kibat lidah Ryeong.
Ryeong merasa juniornya semakin menengang. Dia membuka boxernya membuat pipi Keyra semakin merona malu.
Ryeong memasuki Keyra secara perlahan. Ringisan Keyra membuat hatinya tidak tega.
"Ini akan sedikit sakit," ujarnya membuat istrinya mengangguk. Keyra mengcengkram kuat bahu Ryeong saat Ryeong mendorong miliknya masuk.
Ryeong merasa ****** Keyra sangat sempit dan dia berusaha menembus salaput darah milik Keyra.
"Sssakit," rintih Keyra dan sudut matanya berair. Ryeong mencium bibir Keyra untuk mengalihkan rasa sakit Keyra.
"Akhhhh!" Sekali hentakan Ryeong menerobos masuk. Dia berdiam diri agar Keyra bisa beradaptasi di bawahnya seperti ucapan Ryung.
"Masih sakit?" tanya Ryeong membelai wajah istrinya. Keyra mengangguk.
"Rasanya sesak," ujar istrinya polos. Ryeong tertawa. Keyra terpaku melihat wajha suaminya semakin tampan saat tertawa.
"Aku mulai bergerak," kata Ryeong membuat Keyra meringis kembali.
Rasa sakit yang dirasakan Keyra perkahan terganti dengan rasa nikmat. Dia. mendesahkan nama suaminya. Ryeong pun sama. menyebut nama istrinya saat dia merasakan kenikmatan tiada tara.
Ini yang pertama untuk keduanya. Ryeong semakin menggoyangkan pinggulnya saat Keyra semakin menjepitnya.
"Ahhhh," desah Keyra. Dia tidak tahu yang ia rasakan. Dia ingin pipis lagi.
"Ahhh Ryeong ahhh aku ahh ingin pipis," racaunya.
"Keluarlah," racau Ryeong.
Keyra merasa akan meledak. Dia dan Ryeong sama-sama meledak. Biasa ia rasakan ****** suaminya memenuhi rahimnya.
****** 💦💦💦
Tubuh Ryeong ambruk di atas tubuh polos istrinya. Dia membiarkan sisa kenikmatan yang ia rasakan bersama istrinya.
Ryeong menarik diri dan berbaring di samping Ryeong. Dia tahu satu ronde saja akan membuat tubuh istrinya terasa remuk.
"Tidur," lirih Ryeong dan memeluk istrinya. Keyra dengan ragu membalas pelukan suaminya. Bibirnya tersenyum. Pernikahannya tak seburuk yang ia bayangkan.
Ryeong mengecup kepala istrinya. Tangannya menarik selimut menutupi tubuh polos mereka. Tangannya mengelus punggung Keyra.
"Semoga aku bisa membahagikanmu, my Wife. Aku akan berusaha membuatmu selalu nyaman, bahagia dan terlindungi," gumam Ryeong yang didengar Keyra. Keyra belum tidur hanya memejamkan mata. Dia merasa matanya memanas mendengar ucapan suaminya.
"Aku akan berbakti padamu sebagai seoranga istri. Aku berharap pernikahan kita berhasil dan apa secepat ini mencintaimu? Benar kata orang, kamu sosok yang memikat," batin Keyra sambil menenggelamkan kepalanya lebih dalam dada bidang suaminya. Mencari kehangatan yang hanya Ryeong bisa memberikannya.
__ADS_1
TBC 🔙
Jejak :)