The Triplek's

The Triplek's
THE TRIPLEKS-SIX


__ADS_3

Happy Reading


.


.


Panas matahari tidak melunturkan semangat pria yang melangkah masuk di sebuah Universitas terbaik di Seoul yaitu, Universitas Wesslad PJ.


Mata mereka menyusuri kridor kampus dengan pandan dan ekspresi berbeda-beda.


Mereka menarik perhatian kampus apalagi Triplek's. Wajah tampannya dengan sahabatnya membuat mereka jadi titik fokus.


Setelah mendaftarkan berkas mereka,  tentu mereka berpisah. Beda jurusan.


Ryung POV


Gua lagi di kampus yang sama dengan nuna.  Saat ini gua lagi cari ruangan buat menyetor berkas gua.


Jangan tunggu adegan 'bruk'soalnya gua mulus sampai duduk di ruangan ini bersama pria tua.


"Jadi kamu Jung Agie Ryung?" tanyanya yang ternyata bernama Qiao Xue, keturunan cina.


"Benar, Xue Sajangnim." Matanya menelanjangi berkas-berkas gua. Gua tidak khawatir, nilai gua bagus.


"Nilaimu bagus, siswa berprestasi pula tapi sayang sekali kelakuanmu mines. Kasihan Dosen baru, harus mendapat mahasiswa nakal," gumannya yang gua denger.


Jadi di sini ada Dosen baru. Gua jadi keingat Eunbi Sajangnim. dia juga guru baru di sekolahku dulu.


"Kamu bisa ke kelasmu sekarang." Gua mengangguk patuh. Yes gua jadi mahasiswa.


Oke gua ke kelas baru gua. Gua ambil jurusan kedokteran. Enggak tau kenapa gua mau-maunya mabil jurusan kedokteran . Kemarin, Daddy nawarin perusahaan tapi cuma Hyung yang minat.


Kalau Ray gua denger dia ambil jurusan hukum. Cita-citanya jadi jaksa. Gua sebenarnya mau satu profesi dengan Ray. Mau jadi pengacara atau polisi tapi gimana,  gua malah sering di kejar polisi.

__ADS_1


Saat gua tiba di kelas Docte Class C,  di situ gua jingkad-jangkrik.


Gua pintar tapi di kelas C alasannya karena sikap gua. Saat gua masuk heboh kelas gua.


Gua cepat akrab dan mereka milih gua jadi ketua kelas. Asyik teman baru gua dan kelas baru gua, not bad. Lumayanlah.


"Cek 1 2 3  .... Kalian harus tahu! Kita wajib penuh dengan persatuan. Satu masalah masalah kita semua! Setujuuuu?!" Gua naik di atas. meja dosen sambil menggulung buku gua dan teriak-teriak seperti pemimpin demo.


"SETUJUUUUUUU!" Buset suaranya kencang amat. Wajah cewek-cewek di kelas gue cuma masem liat  gua.


"Ekhm!" Deheman itu membuat gua. menoleh dan melihatny melotot.


1


2


3


"YESSSS! KITA SEKELAS!" teriak dua curut itu. Siapalagi kalau bukan Yeonjun dan Boemgyu.


Nyanyian Memenuhi kelas, hingga suara deheman membuat gua tidak menoleh. Gua malah melambaikan tangan memintanya masuk.


"Ekhm!"


Teman-teman gua pada duduk rapi bener. Cuma yang masih berdiri di atas meja. Gua menoleh dan DIA! Ngapain ke kampus?!


"Ngapain lu ke kampus?" tanya gua buat teman gua pada menganga tidak percaya.


"Kamu yang sopan ngomongnya. Saya Dosen di sini." Dosen? Apa ini yang dibilang Mr. Xue jika ada Dosen baru. Sialnya nih cewek.


Hap! Gua lompat dan menatap dia tajam. Badannya cuma sampai dagu gua doang.


"Jangan buat ulah di hari pertama kamu di kampus," tegurnya. Gua malah mendekat sama dia.

__ADS_1


"Jadi kalau hari kedua dan seterusnya boleh?" tanya gua dan tersenyum devil. Gua kemabali ke bangku gua.


"Deg  ... deg deg degg, sialan kau Ryung!" batin Eunbi.


"Jadi sebelumnya saya akan memperkenalkan diri kepada kalian semua." Eunbi mulai memperkenalkan diri dan mengatakan banyak hal mengenai kampus.


***


Seorang gadis duduk dengan wajah menunduk di depan medua orang tuanya.


.


.


Aku adalah Geun Keyra. Keturunan London-Korea. Aku gadis pemalu dan penurut. Aku tidak suka menyusahkan orang di sekitarku.


"Keyra, Mom dan Dad memberitahumu dari sekarang. Supaya kamu bisa bersiap-siap dam berfikir jernih. Mom tidak melakukan ini karena tidak sayang lagi. Mom tahu kamu sering Mom dan Dad tinggal karena perjalan bisnis." Kenapa Mom memyampaikan ini?  Aku bahkan tidak masalah.


Aku menatap wajah ayah dan ibuku. Mereka tersenyum lembut.


"Daddy menjodohkanmu dengan anak client Daddy. Bukan karena bisnis, Nak. Kami berencana saja," ucap Daddy membuatku tidak tahu harus bilang apa. Tahun ini aku baru naik kelas 11.


"Kami tidak menihkanmu sekarang,  Sayang tapi hanya memberitahumu dulu."


"Siapa namanya Mom?" Aku hanya bisa menurut, aku juga tidak punya pacar.


"Jung Aegi Ryeong." Nama itu terdengar familier sekali.


"Dia baru masuk universitas tahun ini," ujar Mom membuatku mengangguk.


"Jadi apa kamu menerimanya, Nak?" Aku memandang kedua orang tuaku dan tersenyum. Aku tahu Mom dan Dad melakulan yang terbaik untukku.


"Apa yang aku lakukan jika saatnya aku bertemu dengannya? Seperi apa dia?" batinku memikirkan sosok Ryeong.

__ADS_1


TBC


Jejaknya sayang :)


__ADS_2