
Selamat pagi, yang gak follow jahat. Nikmati karya orang itu setidaknya follow.
.
.
Sejuknya pagi membuat wanita itu semakin merapatkan tubuhnya kepada suaminya.
"Enghh dingin banget," gumamnya. Suaminya membuka kelopak matanya walau terlihat masih enggang.
"Hem, ngantuk parah," gumam suaminya. Tangannya mengelus rambut istrinya.
"Hangetin badan yuka, Sayang." Jena membuka mata dan mengangguk. "Pelan-pelan duli, aku baru rasain sakitnya," gumam Jena yang merasa bawahnya berdenyut.
Ray mengangguk dan menindih istrinya. Mereka mengawali pagi dengan berbagi kehangatan. Sebut saja mereka morning ****.
Ray mencium istrinya sampai membawa istrinya pada kenikmatan tiada tara.
Setelah mereka bercinta, keduanya memutuskan mandi bersama. Ray dan Jena akan berangkat ke Paris hari ini.
.
.
.
Keyra POV
Pagi ini kami memasak seperti biasa. Di dapur ada aku, Mommy, Eonni Echa dan juga Aunty Hana. Kami memasak ramai-ramai.
Pengantin baru sepertinya masih kelalahan hahahhh. Kami mengobrol di sela kegiatan kami.
"Mommy," panggil seorang anak kecil menarik celanaku. Aku menunduk dan melihat Avy bersama pasukan kecil lainnya. Yang aku maksud adalah Ey, Gata dan Gita. Ah aku tidak sabar anakku lahir ke dunia.
"Ada apa, Sayang?" tanyaku padanya.
"Kami ingin minum susu," ujarnya. Baiklah sepertinya mereka lapar.
"Kalian duduk di sana dulu." Tunjukku pada sofa dan mereka menurut.
"Susu buat siapa, Ra?" tanya Echa padaku.
"Ini buat pasukan kecil, " jawabku yang dianggukinya. Tiba-tiba suamiku datang dan memelukku tanpa malu di sini banyak orang. Aku bisa merasakan pipiku memerah.
__ADS_1
"Lepasin, aku lagi masak." Dia semakin mengeratkan pelukannya.
"Buatkan aku coklat panas." Aku menganggukinya dan dia mengelus perutku. Ryeong memang suka sekali mengelus perutku.
"Jangan beraktivitas berat-berat, kamu gak boleh kecapean," ujarnya yang selalu ia ucapkan saat aku beraktivitas.
"Ini gak berat," ujarku. Aku menyerahkan coklat panasnya dan berjalan ke sofa.
Pasukan kecil itu menyambutku dengan wajah antusiasi. Mereka menyerbu susu milik mereka.
Setelah masakan selesai di tata, aku kembali ke kamar dan mandi. Baru setelahnya aku turun dan ruang makan sudah ramai.
"Jadi kamu akan berangkat hari ini, Ray?" tanya Daddy kepada Ray.
"Iya, Dad. Kami akan berangkat ke Paris." Mommy memberi selembar roti isi selai storobery kepada daddy.
Baru saja aku ingin melakukan hal yang sama suamiku malah menyodorkan roti kepadaku. Aku tersenyum dan menerimanya.
"Makan yang banyak biar anak kita dan kamu sehat," ujarnya.
"Aku akan makan banyak, maka kamu harus kerja keras hehehe." Dia mengacak rambutku.
Ternyata Jena dan Ray ingin bulan madu ke Paris dan berangkat hari ini. Mereka juga berencana mengambil libur panjang karena ingin mengelili dunia. Wah indah sekali perjalanan mereka. Tapi memang sih harusnya mereka mengambil libur panjang, pasalnya Jena dan Ray pernah LDR-an dan punya waktu yang sama-sama sibuk.
Aku selalu mandapat banyak cinta dari suamiku. Dia sosok pekerja keras dan terlalu malas bangun jika hari minggu. Aku menyebutnya kebo karena dia tidak mau beranjak sama sekali dari kasur.
Hidup bertahun-tahun bersamanya membuatku tahu, apa ia suka dan tidak ia suka. Ryeong itu suka dengam wanita penurut dan aku termasuk, hehehe.
Yang paling Ryeong gak suka adalah ketika dia ngomong aku gak liat dia. Ketika dia ngomong harus ditatap. Dia gak tau tiap aku tatap dia aku baper. Satu hal lagi, ini rahasia hehehe, Ryeong itu ternyata mesum akut.
Kami menantikan buah hati kami lahir ke dunia, memanggil kami dengan sebutan mommy dan daddy. Rasanya hari tak sabar untuk aku nanti.
Minggu depan aku wisudah. Aku sudah mengambil keputusan bulat. Aku memilih jadi istri dan ibu rumah tangga saja.
Menyambut suamiku kala ia pulang kerja dan memantau perkembangan anak-anakku kelak.
Aku ingin jadi waktu dan tempat berharga untuk mereka karena mereka alasanku menemukan kebahagiaanku. Ini perjalanan kisah cintaku dengan salah Triplek's bernama Jung Aegi Ryeong.
***
Mereka baru saja mengantar Ray dan Jena ke Bandara. Sementara Ryung dan Eunbi tidak ikut.
Ryung masih sakit dan Eunbi hamil besar, tidak bisa duduk terlalu lama. Begitupun dengan Keyra yang tidak ikut, tetapi setelah suaminya kembali, dia ikut ke kantor.
__ADS_1
"Daddy," panggil Gata dan Gita di dekat pintu takut masuk ke dalam kamar Ryung.
"Sini, Sayang," panggil Ryung. Mereka berdua berlari dan naik ke kasur empuk Ryung. Mereka duduk di dekat Ryung dan menatap polos Ryung.
Eunbi melihat kedua putrinya ikut beragubung. Mereka terlihat seperti kelurga kecil.
"Daddy sakit?" tanya Gata cemas.
"Daddy baik-baik saja." Ryung kagum melihat keduanya tumbuh dengan baik dan sangat cantik. Dia tahu berkat istrinya.
"Daddy, kata Mommy, Daddy pelgi kelja. Jadi, Daddy lama pulangnya," ujar Gita.
"Iya, Nak. Maafkan Daddy lama pulangnya," ujar Ryung yang diangguki keduanya.
"Belalti Daddy banyak uang." Ucapan keduanya membuat mata Eunbi melotot.
"Kata Mommy Gata sama Gita gak boleh nakal, gak boleh nangis kalena Daddy cali uang buat Gata sama Gita," ujar Gita polos. Ryung tertawa dan memberi ciuman pada keduanya.
"Tentu, Daddy punya banyak uang. Daddy cari uang buat kalian," ujar Ryung membuat keduanya bertepuk tangan bahagia.
"Beli kami uang Dad, kami pengin beli es klim," ujar Gata. Gita mengangguk membenarkan. Eunbi semakin tidak enak.
"Sayang jangan gitu, gak boleh," tegur Eunbi membuat kedua anaknya berhenti tersenyum. Mereka menunduk.
"Daddy gak usah beli kami uang. Daddy pulang aja kami senang," ujar Gata membuat hati Ryung terhenyuh. Eunbi merasa matanya memanas. Dia mendongak menahan air matanya.
Ryung menepuk pahanya meminylta keduanya untuk duduk di pangkuannya. Gata dan Gita duduk di sana dan mencium pipi Ryung. Tangis Eunbi pecah, dia membekap mulutnya.
Eunbi kalah, selama ini dia berusaha mengatakan bahwa anaknya baik-baik saja tanpa seorang ayah. Ryung merasa matanya juga berkaca-kaca.
"Daddy kerja buat kalian. Daddy ingin kedua putri Daddy selalu manja dengan Dadddy. Apapun yang kalian ingin, Daddy akan berusaha ngasih." Senyum Gata dan Gita terbit. Mereka memeluk Ryung erat dan menumpahkan tangis rindunya. Ryung merasa pipinya basah. Dia mengusapnya dan menepuk punggung kedua anaknya.
"By," panggil Ryung saat tubuh Eunbi masih bergetar. Eunbi menoleh dan ikut memeluk Ryung.
"Hiksss ... hiksss."
Akhirnya mereka melepas rindu yang membelenggu perasaan mereka. Ryung merasa menemukan tujuan hidupnya kembali. Ketiga wanita yang memeluknya sangat berharga.
TBC
ARTHA's💕
Tidak terasa kita hampir mencapai puncak cerita :) terimakasih sejauh ini mengikuti ceritaku :)
__ADS_1