
💟Happy Reading💟
💟ARTHA'S💟
Hari telah berhari, kini hari pernikahan Ryeong dan Keyra. Ryeong dibalut tuxedo hitam yang membuatnya semakin gagah.
Pria itu kini berdiri di depan Altar dan menunggu sang Pengantin Wanita. Bibirnya tersenyum kepada saudara-saudaranya yang menyemangatinya.
"Kita juga bakal ada di sana," bisik Ryung kepada Eunbi. Pipi gadis itu merona merah dan mencubit pelan pinggang Ryung.
Ryung tertawa tanpa suara. Gata dan Gita sendiri duduk di pangkuannya. Terlihat seperti keluarga kecil.
"Kamu sekali lagi bicara maka aku pindah tempat duduk," ancam Eunbi yang jengkel Ryung selalu menggodanya.
Keyra memasuk altar dan berjalan di karpet merah. Gaun putih yang menjutai tubuh sintal nan langsingnya. Betapa cantiknya Keyra membuat Ryeong terpaku.
Ryeong gugup? Tentu saja karena ini pertama kalinya dia melibatkan seorang wanita dalam hidupnya.
Ia meraih tangan Keyra yang terasa dingin. Ryeong tahu jika Keyra begitu gugup yang sama dengannya. Sebagai laki-laki dia mengusap tangan Keyra dan mengenggamnya hangat.
Keyra menatap takut-takut kepada Ryeong. Merek memang tidak berintraksi seperti pasangan umumnya.
"Apa kalian siap?" tanya Pendeta.
Ryeong dan Keyra mengangguk.
"Jung Aegi Ryeong, bersediakah kamu menerima Geun Keyra sebagai istrimu dalam duka, suka dan apapun keadaanya?"
"Saya berdia," ujar Ryeong menatap. Meski dia tidak mengenal gadis di depannya secara mendalam tetapi baginya hari ia meminta Keyra sebagai istrinya, ia berjanji mencintai istrinya dan menjaganya.
Keyra dilanda gugup. Dia menatap Ryeong di balik selendang putih yang menutupi wajahnya.
"Geun Keyra bersediakah kamu menerima Jung Aegi Ryeong menjadi suamimu dalam duka, suka, dan apapun keadaanya?"
"Saya bersedia."
__ADS_1
"Kamu bisa memasangkan cincin kepada istrimu dan menciumnya."
Ryeong dan Keyra bertukar cincin dan Ryeong membuka selendang putih yang menutupi wajah cantik istrinya.
Dia memajukan wajahnya. Keyra menutup matanya dan mengenggam erat tangan Ryeong. Ini kali pertamanya dia disentuh.
Cup.
Plok-plok. Tepuk tangan gemuruh menyaksikan kedua mempelai itu.
Aeri meneteskan air mata melihat putranya menikah. Jungkook juga bahagia melihat putranya bersanding dengan gadis pilihannya dan istrinya.
Selanjutnya mereka melanjutkan resepsi pada malam harinya. Jika Ryeong berbahagia maka Ray dan Jena sedang berperang dingin.
Keduanya sama-sama saling mendiamkan. Sudah beberapa hari sejak saat itu. Ray benar-benar dingin kepada Jena dan mengabaikannya. Jena juga mengikuti saran Zeza agar tidak peduli kepada Ray dan bersikap jual mahal.
Ray tambah dingin saat melihat instagram Jena yang saling menotice dengan Ken Luis. Jena juga merasa Ray tidak mencintainya.
"Hikss bahkan selama ini aku mungkin hanya ****** di matanya," isak Jena dan berlari pergi. Dia melihat Ray bersama dengan Yunhui.
"Jena!" panggil Ulfie dan Vira. Untunglah keduanya bisa akur malam ini.
Suga mengajak mereka bergabung di meja teman-temannya berada.
"Ray," panggil Bomgyu.
"Hm?" gumam Ray.
"Ayolah, Man. Jena memang wanita yang agresif. Ini sudah 5 hari, lo juga tahu Zeza yang merencanakannya," ujar Bomgyu tentu setelah kepergian Yunhui.
"Iya, Ray. Lo liat, Ryung dengan kekasihnya dan Ryeong sedang duduk di plaminan bersama istrinya. Tahulah cewek lo lagi sedih. Cuma dia yang pergi dari pesta ini," timpal Suga.
"Benar kata Oppa, bahkan Jena hanya mencintaimu sejak dulu. Wajar saja dia cemburu jika gadis lain terang-terangan mengatakan akan menikah denganmu," ujar Ulfie sedikit jengkel.
"Oppa, Jena orangnya lembut kok. Dia tidak suka dibentak, Oppa." Vira ikut membujuk Ray.
__ADS_1
Yeonjun menatap Ray mengangguk. Sekali tegukan alkhol Ray tandas. Dia meninggalkan meja dan mencari Jena.
***
"Hiksss hikss," isak Jena berada di kamar Ray. Ray membuka pintu kamarnya dan menguncinya.
Dia memeluk Jena dari belakang. Isak tangis Jena semakin keras.
"Hikss kamu bohong hikss katanya cinta hikss," isak Jena.
"Aku mencintaimu," lirih Ray.
"Kamu membentakku hikss," kata Jena parau. Ray membalikkan badan Jena dan semakin memeluknya erat.
"Maaf," lirih Ray.
"Hikss hikss huwaaa," tangis Jena pecah. Tangannya memeluk erat Ray.
Ray merenggakan pelukannya saat tangis Jena reda, walau isaknya sering terdengar.
"Kamu juga keterlaluan, menjambak rambut orang itu gak baik," ujar Ray.
"Kamu kan tahu aku gak suka," ujar Jena membuat Ray mengangguk dan mengusap sisa air matanya.
"Maaf ya, Sayang ngatain kamu terlihat ******. Kamu sangat jauh dari kata itu, maaf dan beribu maaf," lirih Ray dengan wajah menyesal. Jena tersenyum dan mengangguk memaafakan Ray. Semudah itu? Itulah cinta, memaafkan kesalahaan orang yang dicintainya walau kadang ucapan itu bagai belati.
"Perbaiki make upmu, dan kita cepat-cepat turun ke bawah," ujar Ray dan berdehem. Penampilan Jena sangat seksi dan cantik sekali. Gaun hitam yang membalut tubuh sintalnya dengan belahan dada terlihat.
"Wae?" tanya Jena teyapi tetap menurut memperbaiki make upnya.
"Sebelum kita mendului Ryeong malam pertama. Tidak lucu dia yang menikah kita yang malam pertama," ujar Ray datar. Jena terbahak dan memeluk Ray sekali lagi dengan eratnya. Ray membalas peluka Jena tidak kalah eratnya. Sungguh ia mencintai Jena.
***
TBC
__ADS_1
Part 28 hayoo malam pertamanya Ryeong-Keyra 😆😆😆gimana malam pertama keduanya pada saat ini pertama kalinya bagi kedua mememplai wanita itu? 😂😂😅😅
Jejaknya :)