The Triplek's

The Triplek's
THE TRIPLEKS-FORTY FIVE


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Hari bersejarah untuk kedua pasangan yang sejak tadi merasa debaran jantungnya menggila.


Jena dan Ray tampil memukai di hari pernikahan mereka. Seperti saat ini, Jena tengah dirias oleh perias pengantin terkenal dari London bernama Emi Camerel. Prias yang bayarannya sangat mahal tetapi hasilnya memang sangat memukau.


Riasan naturan di wajah Jena membuat Emi berdecak kagum melihat hasil coretannya.


...


...


...


...


(Make up Jena by Emi Camerel)


Jena mamatung menatap bayangannya di cermin. Dia bukan pertama kalinya menyentuh alat make up. Bahkan make up setiap hari ia kenakan. Tapi, hari ini, ia memakai make up ala pernikahan.


"Aku merasa cantik," ujar Jena tanpa sadar. Dia seolah kagum dengan dirinya sendiri.


"Kau pengantin tercantik, Jena. Aku hanya tahu jika kamu model papan atas tetapi tidak pernah aku sangka kamu secantik ini," ujar Emi.


"Kau terlalu berlebihan, Emi." Jena tersenyum malu. Emi pamit undur diri hingga Jena dijemput oleh Ayahnya.


"Jena, ayo kita berangkat, Nak."


"Appa, terimakasih." JHope mencium kening Jena dan mengangguk.


Mereka mulai berjalan dan menghampiri Hana yang tak kalah cantiknya.


.


.


.


Jena POV


Gue merasa degdegkan banget guys. Apalagi hari ini pernikahan gua sama Ray. Tapi, gua senang banget.


Sekarang kami menuju Altar. Kini gue merasakan namanya berjalan di atas karpet merah dengan jutaan pasang mata memandang kepada gue.


Bahkan bliz kamera yang gua hadapi selama ini, tak bisa membuat gue beekedip melihat pria di atas altar dengan penampilan yang memukau juga.


Wajah datarnya yang sering ia tujukan kini diganti raut wajah bahagia. Dia tampan, sangat tampan. Gue gak bosan mengatakan Ray itu tampan.


Dalam hitung menit lagi, status gue akan berubah. Hidup gue akan berubah. Gue bukan Jena yang singel lagi, tapi gua akan berubah jadi Jena yang sudah berstatus menikah.


Gue meremas tangan appa yang mengenggam tangan gue. Tatapan bahagia eomma, dan juga semua undangan.


Hingga tangan gue di serahkan pada lelaki yang menjulurkan tangannya ke arah gue. Meraih tangan gue begitu lembut.


Pendeta mulai saat menanyai kami. Acara sedang berlangsung dan degupan jantung gue rasanya nyaris lompat dari tempatnya.


Tatapan Ray begitu intes dan lembut. Membuat gue betah menatap matanya.


"Jung Aeghie Ray bersediakah engkau menikah dengan Jung Jena. Menerima dia sebagai istrimu dalam suka dan duka. Dalam bahagia dan derita, hidup semati bersama."


"Ya, saya bersedia."

__ADS_1


"Jung Jena bersediakah engkau menikah dengan Jung Aeghie Ray. Menerima dia sebagai suamimu dalam suka dan duka. Dalam bahagia dan derita, hidup semati bersama."


"Ya, saya bersedia."


Suara tepuk tangan meriah terdengar. Membuat senyum kami berdua terbit. Kami seperti ingin nenunjukkan pada dunia, bahwa kami bahagia.


"Ray kamu bisa menciumnya agar sah."


Ray menyibakkan kain putih menutupi wajah gue. Dia mencium bibir gua lembut. Kebahagiaan keluarga Jung semakin besar.


Gue merasa mata gue memanas. Gue termat bahagia sampai sulit menggambarkan kebahagiaan gue.


.


.


.


Author POV


Semua orang mendambakan sebuah pernihakahan sekali dalam hidup. Apalagi dengan wanita yang dicintainya. Ray beberapa kali berucap syukur kepada Tuhan.


Sekarang meraka sah menjadi suami-istri. Hingga dia kemudian melempar bunga.


Bunga yang dilempar mereka berdua membuat suasana menjadi heboh. Jena dan Ray sama-sama berbalik.


"1  ... 2  ... 3 ...!" Jena dan Ray menghitung dengan semangat.


Brak!


Bunga itu jatuh pada seseorang yang sejak tadi diam. Membuat dia menjadi pusat perhatian. Mata Ray terpaku menatap satu objek yang menganggam bunganya.


Gadis itu tak percaya mendapat sebuket bunga pengantin yang kononnya jika di dapat maka ia akan menikah dalam waktu dekat.


Tak jauh dariny Se Yeung melempar senyum yang dibalas Eunbi.


"Apakah Eunbinim akan menikah dengan Se Yeung Oppa?" bisik Ulfie kepada Vira.


"Aku merasa begitu." Suga merangkul pundak istrinya."Tidak, aku rasa dia akan menikah dengan pria arah jam 3."


Sontak Vira dan Ulfie menoleh ke arah jam tiga. Mereka terbalalak melihat pria yang duduk di sana dengan jas hitamnya.


"Dia," gumam Vira yang diangguki suaminya.


Setelah acara itu mereka kembali ke Hotel. Mereka akan bersiap untuk acara nanti malam. Resepsi mereka digelar di sebuah hotel gedung bintang lima.


Sebelum Jena dan Ray memasuki kamar yang sama. Ray menarik Jena ke sebuah sofa dan mengecup kening istrinya lama. Jena memejamkan mata menikmati sensasi yang diberikan suaminya.


...


...


"Istriku sangat cantik sekali." Jena tersenyum merekah saat dipuji sang suami. Belum genap sehari, Jena bisa melihat sikap romantis Ray yang jarang ditunjukkan padanya.


"Ray jangan menggodaku. Tunggu saja malamnya agar kita bisa tergaja sepanjang malam," ujar Jena blakblakan.


"Hahaha dasar. Iya nanti malam kita bertempur sampai pagi." Jena terkikik mendengarnya. Dia mengecup bibir Ray singkat.


"Agresif banget sih," ujar Ray tapi mengelus pipi Jena.

__ADS_1


"Sama suami juga,  hehehe. Aku masih gak percaya sudah jadi istri kamu. Baru rasanya kemarin kamu nolak aku, sekarang sudah sah aja," ujar Jena mengingat Ray marah-marah kepadanya.


"Jangan mengingat yang dulu, kita sekarang berada pada lembar baru dalam kehidupan kita. Aku akan jadi suami yang baik buat kamu dan jadi ayah yang hebat untuk anak-anak kita kelak nanti."


Ray berjongkok dan mengenggam tangan Jena. "Sayang, mohon bimbing aku jadi istri yang baik buat kamu dan jadi ibu yang baik untuk anak kita kelak," ujar Jena yang diangguki suami tampannya.


"Iya," ujar Ray sambil tersenyum."Mau berapa anak?" tanya Ray lagi.


Jena tampak berpikir dengan wajah bahagianya. Matanya tak pernah lepas memandang suaminya. "Aku mau punya anak banyak," ujarnya yang disambut wajah geli Ray.


"He'em, banyak?" tanya Ray tertawa pelan. "Banyak," ujar Jena membuat mereka sama-sama tergelak.


"Sekarang waktunya mandi. Aku mandi di kamar sebelah, Sayang. Sebentar lagi resepsi kita dimulai." Ray mengecup bibir Jena singkat dan keluar dari kamar.


Jena kembali dihiasi dengan dengan cantik. Kali ini make upnya dibuat terlihat menantang dan menggoda. Bibir merah menyala itu membuat pria menatapnya lapar.


...


...


(PS : Fokus ke make upnya)


Jena yang seksi dan Jena yang terkenal begitu liar di kalangan pria. Sayangnya meski begitu tak banyak yang tahu bahwa Jena masih segel. Dilihat dari luar, dia memang menamlilkan cover seolah berpengalaman, tapi yah dia sama sekali belum melakukannya.


Jena kini dibalut gaun putih yang menjuntai lantai. Tidak lupa mahkota kecil nan indah bak seorang ratu kerjaan Inggris.


...


...


"Wow istri Ray sangat cantik," goda Echa yang masuk ke dalam kamar sepupunya. Jena tersenyum lebar.


"Eonni apakah aku cantik?" Echa mengangguk mantap. Jena memang cantik, bahkan dia seperti melihat Ratu Vektoria Inggris.


"Beruntung Ray memilikimu," ujar Echa kepada Jena.


"Aku lebih beruntung," ujar Jena membuat Echa tertawa. Jena benar-benar bucin.


"Sekarang jika sudah bersiap, bergegaslah turun," ujar Echa. Jena mengangguk.


Setelah kepergian Echa, Ray membuka pintu membuat dia terperanggah menatap kecantikan sosok gadis yang beberapa jam lalu menjadi istrinya.


"You so beautifull my wife," ujar Ray membuat Jena tersenyum malu-malu. Tingkahnya membuat Ray gemas. Ray memeluk Jena yang dibalas gadis itu secara tidak sungkan.


"You so handsome my Husband," balas Jena.


"Ayo kita ke bawah," ajak Ray kepada istrinya. Jena bergelajut manja di tangan Ray. Mereka melewati tangga yang dihiasi karpet merah hingga mereka melewati jutaan pasang mata.


Keduanya tak pernah memudarkan senyuman. Semua berdecak kagum melihat model kelas atas bersanding dengan Jaksa Korea yang terkenal itu.


"Aku begitu gugup, tapi aku suka debaran jantungku saat ini," lirih Jena.


"Ini hari paling membahagiakan untuk kita sayang," balas Ray.


TBC


Jejak dan silakan komentar yang membangun dan mendongkrak semangat Author karena respsinya ada di part selanjutnya.


Tentu epep selanjutnya yang kalian tunggu 😅

__ADS_1


Di mana pertemuan spesial antara Ryung dengan Eunbi 😋😋😋😋


__ADS_2