
Happy Reading :)
"Huek ... Hueekkkk ...."
"Sayang." Seorang pria bergegas menghampiri istrinya dan memijat pelan tengkuk sang istri.
"Huekkk ...." Wanita itu berkumur-kumur dan berbalik memeluk suaminya. Dia merasa badannya lemas. Wajahnya pucat pasi.
"Kamu sakit," ujar suaminya. Dia membopong istrinya ke kamar. Ia menelepon dokter untuk memeriksa keadaan istrinya.
"Aku baik-baik saja," lirih istrinya.
"Aku khawatir," ujar pria itu dengan wajah cemasnya. Dia melepas jasanya dan menggulung kemejanya setengah lengan.
Keyra tersenyum melihat suaminya begitu tampan. Jangan lupa abs suaminya, wajar kapten basket semasa SMA.
"Sebentar, Dokternya sudah datang." Ryeong meninggalkan Keyra sebelumnya dia mendaratkan sebuah kecupan di kening sang istri.
Tak lama kemudian Ryeong datang bersama seorang dokter wanita. Sedikit info jika Keyra dan Ryeong sekarang punya rumah sendiri. Rumah besar nan megah.
"Bagaimana, Dok?" tanya Ryeong cemas.
Dokter itu tersenyum."Selamat, Pak. Istri anda hamil."
Ryeong bernapas lega dan tersenyum lebar. Dia menatap Keyra dengan binar bahagia. Tanpa rasa malu, Ryeong mencium bibir istrinya singkat.
"Terimakasih, Sayang." Keyra sama senangnya dengan Ryeong. Dia mengangguk dan tersenyum manis.
"Bu Keyra jangan terlalu banyak pikiran, usahakan juga cek kandungan satu kali seminggu."
"Baik, Dok. Apa masih ada?" tanya Ryeong.
"Yah, dan usia kandungannya baru minginjak satu minggu. Usia kandungnya masih rentang, mohon jangan melakukan hubungan suami istri minimal sampai dua-tiga bulan." Mendadak wajah antusiasi Ryeong surut disuruh berpuasa. Keyra menahan tawa sementara dokter itu geli melihat ekspresi Ryeong.
"Khm, baiklah, Dok."
Ryeong mengantar dokter ke depan dan memutuskan untuk ke supermarket sebentar. Dia membeli susu hamil dan juga cemilan lainnya.
Ckleat.
"Kamu habis dari mana?" tanya Keyra saat suaminya masuk ke dalam kamar. Dia tadi keluar tapi Ryeong tidak ada.
"Habis beli ini," ujar Ryeong memgangkat kantung belanjaannya. Keyra mendekat dan berteriak kegirangan mendapat cemilan kesukaannya.
"Ahhhh makasih, Kak." Keyra memeluk Ryeong senang. Inilah Keyra memanggil Ryeong sebagai kakak karena sejak dulu dia begitu.
"Kamu tunggu sebentar, aku buatin susu dulu."
"Aku mau di bawah, Kak. Sekalian mau nonton TV," ujar Keyra mendapat rangkulan mesra dari suaminya. Mereka turun ke bawah sambil bersenda gurau.
***
Keyra POV
Saat aku menunggu suami tampanku membuatkan susu, aku menyetel chanel kesukaanku, tapi karena tidak ada yang menarik aku memutuskan menonton koleksi DVD kartunku.
Apa ada yang sama denganku? Begitu menyukai boneka Doraemon? Hehehee. Bahkan ruang santai dekat kolam itu didekor dengan tampilan Doraemon. Di kamar juga bayak Doraemon dan semua itu dilakukan suamiku karena tahu aku suka boneka yang memiliki pintu ajaib itu.
Aku beruntun tentu saja. Walau dulu aku dan dia harus mengalami masa-masa sulit, karena aku begitu canggung dengannya. Begitu sungkan sampai didiamkan.
Hihihi didiamin dengan Ryeong gak enak. Kalau malam kan rindu pengen dipeluk. Diusap-usap dan dicium. Aku suka yang dilakukan Ryeong padaku begitu manis dan lembut.
__ADS_1
Yah walau bulan-bulan kemarin kami sempat bertengkar soal Ryung Oppa. Ngomong-ngomong soal Ryung Oppa, aku khawatir dengan keadaannya.
Dia menghilang bak ditelam bumi bahkan dia memutuskan kontak. Beberapa kali aku mendapati mommy Aeri menangis.
"Melamunkan apa?" tanya suamiku tiba-tiba.
"Gak ada," elakku. Aku meraih segelas susu yang dibuatkan.
"Sini aku tiupin dulu," pintanya. Dia meniupnya dan memberiku kembali.
"Makasih," ujarku.
"Kak," panggilku.
"Hem?"
"Mommy gak dikabarin?" tanyaku.
"Oh iya, hampir lupa." Kami menelpon kedua orang tua kami. Mereka sangat bahagia.
Oh ya tadi malam Mommy memberi kabar jika minggu depan Ray akan melamar Jena. Kami senang mendengar kabarnya. Tapi, kami juga sedih mengingat kisah Ryung dan Eunbi.
.
.
.
***
"Jena bisa gak jangan kecepatan jalannya, kasian nih gue bunting *****," omel Ulfie membuat Vira memutar bola mata jengah.
"Bumil satu nih yah mulutnya minta dicabein. Jangan kasar kalau ngomong lo lagi bunting, ****," kesal Vira.
Vira dan Ulfie tidak pernah akur dan itu membuat Jena terhibur. Jena mengibaskan tangannya dan berjalan bersama kedua kakak-adik ipar itu.
"Iraga, kamu mau makan es krim, Nak?" tanya Jena kepada Iraga anak Vira dan Suga. Iraga sendiri dimabil dari nama V-ira dan Su-ga. Anak laki-laki tampan yang punya wajah imut.
"Aga idak au," ujar Iraga dengan suara cedelnya. Anak Vira masih umur satu tahun.
"Kenapa? Anak lo kok gak suka makan es krim sih?" tanya Jena kepada Vira.
"Anak gue memang gak suka es krim karena dia sudah manis." Jena tertawa sementara Ulfie mencibir.
"Sudah ah, kita ke cafe sana yok."
Mereka bertiga duduk di sana dan memesan makanan. Iraga tak hentinya berceloteh membuat mereka bertiga terhibur.
"Aunty dede apan kelual?" tanya Iraga memengan perut Ulfie. Ulfie mengusap perutnya dan tersenyum.
"Sebentar lagi, Kok."
"Iya, Sayang. Iraga gak sabar ya main sama dede?" tanya Vira kepada putranya. Iraga mengangguk semangat.
"Sebentar lagi gue lahiran."
"Iya tahu, inikan bulan." Jena ikut menimpali.
"Iraga mau dede cewek apa cowok?" tanya Vira.
"Arghhhh! **** *****, gue bilang bentar lagi gue lahiran. Ketuban gue pecah!" teriak Ulfie membuat Jena dan Vira panik.
__ADS_1
"Asw, kenapa baru bilang?!" Vira panik dan menelepon Suga. Jena sendiri meminta bantuan.
Seketika jadi hebo apalagi ini model papan atas loh, hehehe. Akhirnya mereka membawa Ulfie ke rumah sakit terdekat.
"Yoongi Oppa sudah lo telepon?" tanya Jena.
"Iya, dia otw ke sini."
Jena duduk dengan cemas bersama Vira. Hingga Yoongi datang dan ikut masuk ke dalam ruangan.
Jena mengigit bibirnya cemas.
"Argghh! Yoongi sakitttt banget *****!" Jena dan Vira meringgis mendengar teriakan Ulfie.
Yoongi memangan tangan istrinya dengan cemas. Dia merinngis mendapat umpatan mesra istrinya.
"Akhhh!"
"Tahan, Sayang." Yoongi melap peluh Ulfie.
"Enak banget kamu bilang tahan! Ini sakit **** awww!" Ulfie mencakar lengan Yoongi.
"Huffggg!
"Tarik napas, Bu. Dorong ... Tarik lagi."
"Argghhhhhhhh eokkk eokkk!"
Jena dan Vira mengembuskan napas lega. Mereka berdua meringgis melihat penampilan Yoongi yang acak-acakan. Rambutnya berantakan sepeti habis dismakdown saja.
Ulfie di pindahkan di ruangan VIP. Mereka kini berkumpul dan melihat bayi Ulfie setelah memberi ruang Ulfie menyusui anaknya.
"Ohh gemes banget," ujar Jena menatap bayi Kemerah-merahan itu. Bayi Ulfie cewek, sangat cantik.
Yoongi tak hentinya tersenyum melihat putrinya.
"Maaf, Sayang." Yoongi mengecup kening Ulfie. Dia mengerti sakit yang dirasakan istrinya tadi tidak sebanding luka cakaran di tangan dan lengannya.
"Siapa namanya?" tanya Vira sedangkan Iraga duduk menatap bayi mugil itu dengan tatapan polos.
"Min Ul Yoon."
Nama yang cantik secantik orangnya.
"Ih gemes banget, muach." Jena sangat gemas membuat Ray tersenyum tipis di dekatnya. Ray baru tiba sekarang karena kasus di kantornya cuku banyak.
"Kapan nyusulnya Jena?" goda Ulfie membuat Jena menjawabnya ceplas-ceplos.
"Nanti gua mau buat sama Ray."
"Asw, *****," umpat Vira dan Ulfie mendapat teguran dari suaminya.
Yoongi, Suga dan Ray menggelengkan kepala melihat ketiga wanita itu. Eh Jena masih ting-ting.
"Gue buatnya pas sah-sah sama, Ray." Jena terkikik geli sendiri membayangkannya sedangkan Ray tertawa.
"Blakblakan banget sih," ujar Ray sambil menarik hidung Jena. Jena tertawa lepas.
Mereka keluar setelah tante Aerum dan Daniel.
TBC
__ADS_1
Jejak :)