The Triplek's

The Triplek's
THE TRIPLEKS-THREE


__ADS_3

******* : @Kim_Aretha


"Hacim!" suara bersin-bersin memenuhi kamar nuangsa biru langit itu.


Tissu sudah berserakah di lantai. Hidungnya memerah. Sesekali ia menggaruk hidung mancungnya.


"Haccimmmm  ... hacimmm, Hikss Eomma!" rengeknya.


Hana menyodorkan coklat panas kepada putrinya. Gadis itu menerimanya dengan mata berkaca-kaca.


"Eomma," rengeknya.


"Aigoo, kamu kenapa main hujan-hujan sih, Nak? Kamu jadi sakit begini, tunggu Appa pulang kita ke rumah sakit," ujar Hana membelai surai putrinya.


Jena memeluk Hana, dia manja dua kali lipat ketika sakit. Badannya juga panas. Seperti kata Ray, bahwa hujan membuatmu sakit. Jena aja yang ngeyel kebanyakan baca novel ******* jadi mengada-gada juga buat romantisan. Padahal eskpekstasi tidak seindah realita.


"Eomma hacimm." Hana mencium ubun-ubun Jena.


Cklek. Jhope masuk ke dalam kamar putrinya karena pulang-pulang istri tercinta tidak menyambutnya.


Dugaannya benar jika istrinya di sini. Jhope menghampiri mereka dan melihat putrinya merentangkan tangan.


Jhope tersenyum dan melebarkan tangannya juga. Ia menarik putrinya ke dalam pelukannya.


"Appa hikss Jena sakit," adunya.


"Cup cup ... Kamu habis main hujan-hujan, Nak. Appa selalu melarangmu," ujar Jhope membelai surai hitam Jena.


"Tapi Jena suka Appa," kata Jena sambil mengadahkan kepala menatap Jhope.


Jhope mengangguk saja."Appa mandi dulu, kamu siap-siap kita ke rumah sakit," ujar Jhope.


"Appa, aku tidak mau makan obat, apalagi disuntik," ujar Jena.


"Iya," jawab Jhope asal.


Hana menatap suaminya kesal. Jhope tertawa dan mencium Hana cepat.


"Eomma ke kamar dulu. Pakai pakaian hangat sayang," kata Hana.


***


Di lain tempat Ulfie sahabat Jena menatap kesal pria di hadapannya. Hufgghh kenapa terus sial jika bertemu dengan kedua pria di hadapannya.

__ADS_1


"Aishh ini kan Adeknya Echa Eonni," batin Ulfie.


"Apa lo naksir sama teman gua? Lu selalu nabrak dia. Lu pura-pura 'kan?" tanya Yoongi memicingkan mata sipitnya.


Ulfie terbelalak. Dia mendengus keras. Dia tidak mencintai Ray. Sok tahu sekali pria pucat itu.


"Ck, sok tau, Jena bisa menggorokku jika menyukai calon pacarnya," batin Ulfie menggerutu.


"Dengar ya tuan Pucat, gue gak suka sama teman lo,  apalagi caper buat nabrak dia," kata Ulfie marah.


"Mana mau lu ngaku," ujar Yoongi meremehkan Ulfie.


"Arghhh! Di mana-mana kalau gue ketemu kalian tuh sial mulu," gerutu Ulfie.


Dia pergi dengan wajah marahnya. Hari ini Jena tidak masuk sekolah karena sakit. Ulfie berniat menjenguknya.


Kepergian Ulfie dengan wajah marahnya membuat Yoongi tersenyum tipis. Ray menatapnya datar dan menonjok kecil bahu sahabatnya.


"Felling love, eoh?" ejeknya.


"Love first sight," ujar Yoongi.


Cinta pandangan pertama? Ray menggelengkan kepala. Apa itu benar? Karena Jena juga mengatakan jatuh cinta pertama kali saat melihat Ray.


Skip. Ray dan Yoongi masuk ke dalam. Mereka meletakkan minuman dan makanan yang dibelinya.


"Akhirnya kalian datang. gue kira gua bakal mati kepalaran," sindir Yeonjun.


"Bacok lu, tadi ada problem sedikit," ujar Yoongi.


Mereka mulai menikmati makanan dan minuman mereka. Seperri gal umumnya mereka akan main game bersama.


***


.


.


"Dadda daa," racau tidak jelas anak usia lima tahun itu.


Rambutnya yang kucir kuda bergerak-gerik akibat tubuhnya terus meronta.


"Sayang," ujar seorang wanita bernama Eunbi.

__ADS_1


Dia mengangkat anaknya ke pangkuannya. Pria di depannya sudah jengkel bukan main.


"Daa ddaaa," racaunya lucu. Tangannya terulur meminta pria di hadapannya.


Eunbi meringis,  untung pria itu tidak paham racauan anaknya.


Sejak tadi baby montoknya itu memanggil Ryung "Daddy". Bisa-bisa anak itu mengamuk.


Ryung melihat Eunbi kesusahan karena di dalam gendongannya ada anak usia lima tahun juga terlelap sambil minum susu formula.


"Ekhm, jadi kamu yang di utus Bu Yeri ke sini?" tanya Eunbi mencoba mencairkan suasana. Meski ia sangat kesal pada pria di hadapannya.


"Tidak usah basa-basi," ketus Ryung membuat Eunbi mencoba sabar.


"Baiklah, aku juga tidak mau mengobrol lama denganmu," ketus Eunbi.


Ryung menatap mengejek Eunbi. Pria ini tahu membuat Eunbi naik pitam.


"Daa daaa," racau anaknya yang mulai berkaca-kaca.


"Sssttt adek kan pintar. Masa Gita mau nangis,  Sayang. Sebentar,  Mommy tidurkan kakak dulu ke kamar," ujar Eunbi meninggalkan putrinya bersama Ryung.


Moon Gita anak kembar Eunbi menatap Ryung polos. Ryung melihat tatapan Gita menahan diri untuk mengabaikannya.


"Ddaa ddaaa," Racaunya.


Ryung mendekat dan mengangkat Gita ke pangkuannya. Dia mencium gemas pipi gembul Gita.


"Cupp cupp  ... pipimu sangat empuk," ujar Ryung gemas.


Gita bertepuk tangan. Ryung larut bermain dengan Gita sampai Eunbi yang sudah membuat Gata tidur datang.


Hatinya tersentuh melihat di depannya. Eunbi tahu jika Gita dan Gata pasti merindukan sosok ayah.


Eunbi datang membuat Ryung ingin melepaskan Gita tapi bayi itu malah memeluk lehernya erat.


"Aku mohon, biarkan dia seperti itu," ujar Eunbi lembut.


Ryung melihat tatapan Eunbi yang memohon. Tubuhnya bergerak sendiri. Dia mengangguk dan menepuk-nepuk pelan pantat Gita.


"Apa hanya perasaanku, sepertinya anak ini merindukan sosok ayah. Ke mana suami Eunbi Sajangnim? Apa sibuk keluar kota, ini sudah malam tapi dia belum pulang. Di sini juga tidak ada satupun foto mereka," batin Ryung.


TBC

__ADS_1


Vote


__ADS_2