
"Ryung! Ryung! Ryung!"
Sorak penonton saat pria memasuki arena balap dengan wajah tampannya. Dia memasang helemnya dan menatap ke samping. Tatapannya begitu tajam, lain dengan lawannya yang menatap remeh ke arahnya.
"Ready?" tanya wanita yang berdiri di tengah-tengah mereka. Bendera racing dikibarkan sang wanita siap berteriak.
"1 ... 2 ... 3 ...!"
Ternyata Suhon melakukan jump star. Dia membuat Ryung mengumpat dan menancap gasnya.
Teriakan hebo untuk keduanya terdengar meriah. Di sisi lain, Ray dan Jena berdiri di deretan para penonton. Sahabat-sahabat Ryung juga datang.
Hingga berapa lap telah habis dan Ryung mencapai garis finish. Jena baru bisa bernapas lega. Dia menghampiri Ryung.
"Oppa!" teriak Jena membuat Ryung kaget. Ryung melepas helmnya dan menghampiri Jena. Dia mendapat pelukan tiba-tiba dari Jena.
"Litle Princess, gua bau keringat," ujar Ryung.
"Oppa, Jena khawatir," ujar Jena dan menyodorkan botol air kepada sepupunya.
"Wow, baiklah sesuai perjanjian." Ryung melepas pelukan Jena dan berjalan ke arah Suhon. Dia menatapnya tajam.
"Gua kagak bakal ganggu lo atau ****** lo lagi. Tapi, kagak tau yang lain soalnya ****** lo mungkin lagi mendesah di club," ujar Suhon disambut gelak tawa teman-temannya.
Bugh!
Ryung melayangkan tinju kepada Suhon. Duhon membatu sepupunya dan melihat Ryung tajam. Dia maju dan membuat Ryung menatapnya menantan.
"Itu kenyataan," desis Dohun.
"Ryung!" tegur Ray saat hyungnya mengcengkram kerah baju Duhon.
Ryung menepis kasar tangan Ray dan tanpa kata dia pergi. Saat ini dia akan ke club.
"Ck," decak Ryung. Dia sangat emosi sekarang. Ia tahu Suhon hanya berkata omong kosong, Eunbi tidak mungkin seperti itu.
***
Eunbi POV
__ADS_1
Ugh sungguh masuk ke dalam club pertama kalinya. Aku sangat degdegakan. Meskipun begitu, aku menyanggupi permintaan Ryung. Aku harus menjelaskannya. Hubungan kami harus tetap bertahan dan butuh komunikasi gar tidak salah paham.
"Aku sangat takut," lirihku melihat lautan manusia yang melikak-likukkan tubuh mereka. Aku mengerang jijik melihat pemdangan di depanku, sepasang kekasih bericuman ganas. Baju wanita itu bahkan sudah melorot.
"Ah Ryung, kenapa juga di tempat seperti ini," desah Eunbi mulai resah. Dia semakin takut.
"Eunbi," panggil seorang laki-laki yang Eunbi tidak tahu namanya.
"Ba--Bagaimana bisa anda tahu saya?" tanya Eunbi formal.
"Ryung menunggumu di atas," ujar Pria itu. Eunbi menatapnya memicing dan mengangguk. Tanpa Eunbi sadari pria itu menyeringai.
Eunbi masuk ke dalam ruangan. Dia beru berbalik tetapi pintu dibanting keras.
Blam!
"Yakk! Hey! Bukankan!" teriak Eunbi panik dan mengetuk pintu bruntal. Dia tidak peduli tangannya sakit. Air matanya meleleh begitu saja. Dia semakin takut.
"Hikss buka!" teriak Eunbi semakin panik.
"Berhenti berteriak, itu Hany membuat tenggorkanmu sakit cantik," ujar seorang pria membuat tubuh Eunbi menengan. Dia berbalik dan terbalalak.
"Siapa kamu?!" tanya Eunbi panik.
Eunbi semakin mengedor pintu. Dia berusaha menghindar, tetapi apalah tenaganya yang tak seberapa.
Brak! Tubuh Eunbi terpental di kasur. Pria itu menindihnya dan menahan kedua tangan Eunbi di sisi kepala Eunbi.
"Hikss lepaskan!" tanya Eunbi. Bahkan penampilannya acak-acakan saat menghindari serangan pria itu.
Eunbi memejamkan mata saat pria itu perlahan medekatakan wajahnya.
"Hikss Ryung," batin Eunbi.
Brak!
Eunbi tidak merasakan apa-apa. Suara dentumangan membuat ia memejamkan mata erat.
"Dasar ******, tetapi terimakasih atas permainan seksimu. Bokongmu sangat indah dan tentu goyanganmu juga menggairahkan. Ambillah uang itu," ujar pria itu membuat Eunbi membuka matanya yang sembab. Entahlah, uang banyak berada di dekatnya, tangis Eunbi pecah menatap Ryung yang berdiri tak jauh darinya.
__ADS_1
Bugh!
Pria itu terpental sampai pingsan. Ryung menarik tangan Eunbi kasar. Pekikan sakit Eunbi tidak dihiraukannya.
Ryung membanting Eubi ke kasurnya. Saat ini mereka berada di kamar Eunbi.
"Hikss Ryung ini tidak sepeti yang kamu liat," ujar Eunbi sesegukkan.
"Dasar ******! Bagaimana bisa kamu menjajahkan tubuhmu?! Cih, sok-sok tidak mau nyatanya kamu lebih rendah dari ******!" bentak Ryung membuat tangis Eunbi pecah.
Dia butuh Ryung memeluknya. Bahkan dia hampir diperkosa dan sekarang yang ia dapat malah bentakan pria itu. Lebih parahnya ucapan Ryung benar-benar merendahkan dirinya.
"Ryung hikss," ujar Eunbi takut saat Ryung membuka bajunya. Dia menindih Eunbi.
Eunbi semakin terisak. Dia memukul dada Ryung.
"Berhenti memberontak, bukankah kamu memang suka mejajakan tubuhmu? Akan aku berikan uang, cih." Eunbi menggelengkan kepalanya.
"Berapa banyak pria yang mencicipi tubuhmu?" Pertanyaan Ryung memohok Eunbi. Eunbi semakin menangis. Bahkan Ryung mencium bibirnya kasar.
Ryung benar-benar kehilangan kendali. Dia meremas dada Eunbi keras. Eunbi memekik sakit tetapi diabaikan oleh Ryung.
Ciuman Ryung turun ke leher Eunbi. Dia merobek pasksa baju Eunbi. Tangis Eunbi pecah saat dilecehkan oleh pria yang dianggapnya pelindung.
"Hikss hentikan hikss Ryung, hikss aku masih perawan hikss," ujar Eunbi membuat Ryung menatapnya tajam.
"Selain ******, kau pembohong!" Eunbi tahu, Ryung tidak akan percaya pada rahasia yang ia simpan serapat mungkin.
Sekali tarikan, Eunbi dalam keadaan polos. Tananganya semakin terkuras. Ryung kini sama polosnya dan semua terjadi begitu saja.
"Akhh sakitt," rintih Eunbi. Ryung tidak peduli dan melakukannya kasar. Eunbi tidak menyangka mahkota yang ia jaga direnggut paksa oleh kekasihnya sendiri.
Eunbi pasrah di bawah Ryung, melawan saja dia tidak ada tenaga lagi. Ia terus menangis sampai Ryung berhenti pada dini hari.
"Hikss kenapa kamu setega ini?," isak Eunbi menutupi tubuh polosnya. Dia membelakangi Ryung. Ryung bahkan sudah terlelap. Eunbi juga tidur karena kelelahan.
Dia sangat membenci Ryung. Dia benci Ryung. Hati Eunbi hancur berkeping-keping, sejak dulu ia terus menderia. Dilimpahkan kesalahan mantan suaminya, menjaga dan merawat Gata dan Gita seorang diri. Dibuang keluarganya karena fitna mantan suaminya dan sekarang ia dilecehkan berturut-turut. Parahnya mahkotanya telah hilang. Eunbi tidak tahu lagi perasaannya seolah hilang untuk Ryung.
Esok akan menanti sebuah kesalahan yang terjadi malam ini.
__ADS_1
TBC
Jejak :)