
Selamat pagi Reader 🤗 selamat beraktivitas :)
.
.
.
Pernah kau merasa harus merasakan kecewa kepada seorang yang sangat kau cintai? Jika iya, begitulah sakit yang Eunbi rasakan.
Bukankah terkadang kita merasa hidup itu tidak adil? Bagaimana Eunbi harus merasakan saat ia bahkan tak punya sandaran?
Sinar mentari menyinari dunia begitu terang. Seorang pria terusik dari tidurnya. Dia membuka kelopak matanya dan menatap ke samping. Ia melihat kekasihnya masih terlelap.
Sekilas potongan yang terjadi semalaman membuat ia memijit keningnya. Dia merasa pusing.
Dia menatap tubuh polosnya dan mengingat teriakan Eunbi dan tangisnya.
"Benarkah?" gumam Ryung. Dia menyingkap selimut dan melihat noda darah di seprai. Ryung menenguk ludah kasar. Dia seolah kehilangan pinjak. Dia merusak Eunbi, orang yang ia berjanji akan menjaganya.
Perlahan kelopak mata Eunbi terbuka. Sedetik kemudian dia bersingut mundur dan menangis. Tubuhnya sangat remuk. Eunbi menatap Ryung takut, benci dan kecewa.
Ryung mendapat tatapan begitu mendadak merasa bersalah. Ia mencoba menggapai tangan Eunbi tetapi malah teriakan histeris yang ia dengar.
"Hiksss lepas! Hiksss aku benci sama kamu! Hiksss jangan sentuh aku!" Eunbi begitu histeris membuat hati Ryung terasa dihujami beribu anak panah.
"Hiksss hikss," isak Eunbi semakin terdengar keras.
"Eunbi," lirih Ryung mendekati Eunbi. Eunbi semakin bersingut mundur sampai Ryung membawanya ke dalam pelukannya.
"Hikss kenapa hikss kenapa? Hikss kenapa setega ini hiksss," isak Eunbi lemah. Dia ingin memberontak tetapi tidak ada tenaganya lagi.
"Hiks kamu jahat, hikss. Kamu merusakku hikss," isak Eunbi membuat Ryung memejamkan mata sakit. Dia tidak tahu kepan air matanya menetes. Hanya penyesalan yang ada dalam dirinya.
"Kamu boleh tampar aku. Kamu boleh bunuh aku. Kamu boleh maki-maki aku," ujar Ryung kepada Eunbi.
"Hikss aku ingin hikss putus," ujar Eunbi membuat Ryung semakin memeluknya erat.
__ADS_1
"Maaf."
Sebuah kata maaf tidak akan pernah menyembuhkan luka yang ada. Andai sebuah kata maaf semudah itu, maka orang akan berulang-ulang mengulangi kesalahannya. Ryung tahu itu, tapi seribu kalimat panjang tak akan mampu ia keluarkan untuk kesalahannya.
"Hikss tinggalkan aku Ryung," lirih Eunbi membuat Ryung terisak. Dia memeluk Eunbi erat.
"Maaf," ujarnya.
Mata Eunbi kosong dan dia mengusap air matanya menatap Ryung yang menangis. Kenapa baru sekarang?
"Kenapa baru sekarang? Hikss kemarin-kemarin hikss aku butuh kamu. Kemarin-kemarin hiks aku hikss aku bahkan takut. Hikss bahkan penjelasanku hikss kamu abaikan hikss," ujar Eunbi sakit.
Ryung menunduk tak kuasa melihat Eunbi terisak.
"Pergilah, aku ingin sendiri." Ryung mendapat tatapan memohon dari Eunbi. Pria itu mengambil boxernya dan melangkah memngut pakaiannya. Bahkan Eunbi tak ingin menatapnya lagi.
"Aku sayang sama kamu, terlepas dari sikap brengsekku, ah bahkan aku sangat brengsek untukmu," lirih Ryung sebelum pergi dari kamar Eunbi.
Tangis Eunbi pecah kembali. Ia merasa sakit dan sepi. Haruskah ia pergi?
***
Kalian pantas memaki gua. Mengatai gua brengsek dan sebagainya. Gua akui gua memang berengsek.
Tertawalah karena gua benar-benar membuat kesalahan fatal dengan merenggut mahkota Eunbi.
Gua masih terkejut dengan kenyataan jika dia perawan. Malam dia menagatakannya gua sangat emosi dan mengira dia berbohong.
Gua membuat hidup Eunbi makin berat. Entah berapa banyak wine yang gua habiskan. Gua ingin melampiaskan rasa sakit gua. Gua juga benci sama diri gua sendiri.
Gua selama ini terlalu takut untuk mengecewakan Eunbi. Gua terpancing dengan perbuatan Suhon. Dia membuat gua emosian dalam seminggu ini.
Apa yang gua khawatirkan? Gua takut gagal dalam membina rumah tangga bersama Eunbi. Kalian tahu, Ryeong dan Ray sukses dalam pekerjaan dan cita-cita mereka, lalu gua? Masih gak jelas.
Anak tauran, balapan dan yang jelas pekerjaan gak ada. Walau gua anak orang kaya tetapi gua mau usaha sendiri seperti kembaran gua.
Gua mau jadi apa? Sudah gua bilang gua gak suka sama kantoran, dan gua mau jadi aparat negara, mana bisa. Gua buronan mereka. Mau jadi jaksa seperti Ray, mana bisa. Gua malah pelaku yang terdakwa.
__ADS_1
Sungguh sialan dan itu membuat gua frustrasi. Eunbi cantik, pekerja keras dan tentu seorang dosen juga. Walau kalau bandingin gua sama dia, memang jauh. Tapi, sebagai laki-laki gua mau jadi sumber kebahagiaan Eunbi. Mencari nafka untuknya.
"Gua akan mati," gumam gua saat membayangkan Eunbi meninggalkan gua.
"Lo akan mati kalau masih lanjut minum," ujar seorang pria duduk di dekatnya. Ryung menoleh dan melihat Levin menenguk wine.
Ryung diam saja malas menanggapi. Levin tersenyum tipis.
"Lo cerita sama gua, masalah apa?" tanya Levin cuek. Ryung menerima sebatang rokok dari Levin dan menghisapnya.
"Gua ambil keperawanan pacar gua secara paksa. Itu semua gara-gara Sohon sialan." Ryung mengepalkan tangan.
"Ada masalah lo sama keperawanan cewek?" tanya Levin, karena dia tahu Ryung suka ONS tetapi masa ambil keperawanan cewek bisa sekacau ini.
"Dia cewek gua, bukan mainan gua. Gua gegabah dan gua milih mati kalau pisah sama dia." Levin takjub dengan wanitanya Ryung. Pria keras kepala dan badboy ini bisa berkomitmen ternyata.
Levin Mencob mencerna ucapan Ryung dan mengangaktkan bahu cuek. Di menenguk winenya kembali.
"Gua dulu punya pengalaman lebih parah dari lo, Man. Gua bahkan kehilangan orang yang gua sayang. Lo kasi kelonggaran waktu buat dia, karena dia pasti syok. Denger cerita lo kayaknya lo gak nyangka dia perawan," ujar Levin mendapat anggukan dari Ryung.
Ryung memutuskan bercerita kepada Levin. Levin gak neko-neko orangnya sehingga Ryung bisa leluasa bercerita.
"Saran gua lo beri waktu buat dia." Ryung mengangguk lesu.
Levin milirik Ryung lewat sudut matanya. Dia banyak hutang budi dengan bocah ini.
"Ryung, lo ikut gua ke Australia. Nambah pengalaman buat lo, selagi ngasih waktu buat cewek lo."
"Ngapain ke Australia?"
"Nanti gua kasih tahu. Setelah itu kita bereskan Suhon."
"***** lo mau bunuh?" tanya Ryung.
"Iya, lagian kerjaan gua juga. Jangan khawatir, gua sama tuh bocah ada urusan memang jadi tenang."
Ryung mengangguk setuju. Syukurlah kehadiran Levin di sini membuat dia sedikit baik.
__ADS_1
TBC
Jejak :)