The Triplek's

The Triplek's
THE TRIPLEKS-SIXTEEN


__ADS_3

💟Happy Reading💟


Seorang pria baru saja mandi dan mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk.


Tatapannya jatuh pada ponselnya yang terletak di atas kasur. Berkedip-kedip tanda sebuah telepon masuk.


Dia mengangkatnya setelah nama daddynya tertera di sana.


"Halo, Dad," sapa Ryeong.


"  ...."


"Tidak, Dad. Kami hanya empat hari di sini," ujar Ryeong.


"  ...."


"Baiklah, kami di sini baik-bak saja, Dad. Salamkan pada Aunty Zia dan Uncel Jimin, dan juga kepada si Kecil Jia," ujar Ryeong.


Dia meletakkan ponselnya. Ryeong membaringkan tubuhnya dan membuka istagram miliknya.


Saat dia menggeser-menggeser layar ponselnya tiba-tiba dia melihat saran untuk difollow.


'Keyra Aston'tangan Ryeong terulur untuk menkliknya. Tidak banyak foto di sana tapi melihat foto tidak asing di sana Membuatnya tahu jika ini adalah istgram relasi bisnis daddynya yaitu, Peter Aston.


Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Ryung langsung melompat ke atas kasur dan diikuti Ray.


"Kita pulang besok," ujar Ryeong.


"Whats wrong, Man?" tanya Ryung.


"Wae?" tanya Ray.


Ryeong menyampaikan jika Zia dan Jimin serta si kecil Jia ada di rumah mereka. Mengingat Zia dan Jimin sering ke LA bersama putri kecilnya mereka jarang memiliki waktu.


"Mendadak sekali kedatangannya," gumam Ryung. Ray mengangguk setuju.


"Aku rindu dengan Jia," ujar Ryeong.


"Nado," timpal Ryung.


Setelanya mereka mulai menjelajahi Bali. Malamnya mereka packing kembali. Besok mereka akan pulang ke Korea.


***


Skip. Ketiga pemuda tampan itu tiba di Bandara Inchon. Mereka tiba di Korea pukul 20:00. 


Ryung POV


Akhirnya gua tiba di negara kelahirn gua. Ada yang kangen gua? Ada kan ya.


Gua teringat Eunbi saat itu kan dia lagi ada masalah. Ok, gua mau sampai di rumah dulu. Katanya akan ada acara keluarga.


Capek sih tapi buat seru-seruan gua kagak ada lelah. Setibanya di rumah di sana sangat ramai. Dari teriakan anak kecil dan juga ponakan gua.


Gua langsung ambil si gembul Jia dan menciumannya dan juga mencium ponakan gua yang lain.


"Ryung, kamu bersihin diri dulu, Nak. Kamu keliatan capek," kata mom sambil mengelus wajahku. Uhhh kangen gua sama beliau.


"Mom miss you," ujar gua manja. Mom tertawa,  hahah lebay kagak nih baru dua hari di sana dan gua sudah kangen.


Gua ngacir ke kamar dan memakai baju kaos. Keluargaku terasa lengkap,  tapi tunggu siapa mereka?  batin gua bertanya-tanya melihat ada anggota keluarga lainnya.


Jika orang tua V gua tau, tapi sepasang suami sitri dengan seoranh gadis menunduk di dekatnya jadi pertanyaan buat gua.


"Ryeong," panggil mom kepada hyung saat hyung lewat di depan gua. Gua mencomot kue. Tatapan gua tidak lepas dari mereka.


"Ryeong sini duduk, Nak," ujar Aeri. Ryeong duduk di dekat Jungkook.


***


Ryeong POV


Ada apa ini? Aku kebingunan dan tetap menghampiri kedua orang tuaku. Rumahku sudah di sulat seperti pesta.


"Kenalin ini Peter Aston dan juga Ok In Sook istrinya, relasasi bisnis Daddy, " ujar daddy.


Aku tentu tahu siapa mereka, tapi tujuannya apa? Aku tersentak dengan pemikiranku sendiri. Apa jangan-jangan anak yang ingin dijodohkan Daddy padaku adalah anak dari Peter Aston?!


"Ekhm Ryeong," dehem Daddy menyadarkanku dari lamunanku. Aku tersenyum meminta maaf.

__ADS_1


"Perkenalkan Uncel, Aunty,  saya Ryeong," ujar Ryeong sambil tersenyum menawan. Peter dan In Sook membalas senyum putra Jungkook dan Aeri.


"Wah anakmu sangat tampan sekali, Jungkook," puji Peter membuat Jungkook mengibaskan tangan.


"Hahaha kamu harus tahu jika gengku selalu menurun kepada anak-anakku," canda Jungkook.


"Benar sekali, Ryeong ini sangat mirip dengan wajahmu, hanya saja matanya sedikit mirip dengan istrimu," timpal In Sook.


"Putra keduaku duplicate gabungan wajah kami sedangkan yang bungsu itu lebih mirip dengan wajah istriku," ujar Jungkook.


"Ahahah sangat senang memiliki anak kembar tiga," ujar In Sook antusiasi.


"Tidak juga, istriku harus sibuk dengan sikap nakal anak keduaku," ujar Jungkook.


"Benarkah?" tanya In Sook pada Aeri. Aeri mengangguk membenarkan.


"Ah sampai lupa memperkenalkan putriku, hahaha," ujar In Sook.


"Perkenalakan dirimu, Keyra," ujar In Sook. Gadis cantik yang sedari ditatap oleh Ryeong mengangkat wajahnya. Ryeong hanya menatapnya biasa.


"Perkenalkan saya Ryeong," ujar Ryeong sambil menjulurkan tangannya. Keyra dengan ragu menerimanya,"Keyra."


Ryeong mengangguk dan melepas jabat tangannya. Keyra kembali menunduk.


"Keyra sangat pemalu," ujar In Sook membuat pipi anaknya semakin memerah malu.


"Angkat wajahmu,  Sayang. Kamu tidak perlu malu, eoh. Bahkan kamu sangat cantik," ujar Aeri. Keyra mengangkat wajahnya pelan. Dia tersenyum tipis.


"Kalian akan kami jodohkan," ujar Jungkook membuat Ryeong menatapnya dengan ekspresi tidak terbaca. Keyra menahan napas. Dia sudah tahu, tapi rasanya sangat sulit.


Ryeong hanya mengangguk tidak bisa berkomentar apa-apa. Dia tahu keputusan daddynya tidak akan pernah salah. Jungkook tersenyum bangga kepada putranya.


"Ayo nikmati pestanya. Ryeong,  kamu ajak Keyra," ujar Aeri. Mereka meninggalkan Ryeong dan Keyra.


***


Ryeong terdiam kaku begitupun juga dengan Keyra. Ryeong tidak tahu dan dia tidak pernah pacaran. Bagaimana bisa dia mengerti seorang wanita?


Dia menoleh dan melihat Ray dan juga Ryung menatapnya. Keduanya kembarannya tersenyum tipis menyemangatinya. Betapa mereka tahu jika Ryeong tidak terbiasa dengan situasi seperti ini.


Ryeong menoleh melihat Keyra yang menunduk menatap hig helasnya. Apa lehernya tidak sakit?


Keyra mengangkat wajahnya dan mengangguk kaku. Dia ikut berdiri dan berjalan di samping Ryeong. Mereka cukup memberi jarak saat berjalan bersisian.


"Dia sangat kaku," ujar Ray.


"Kalau gua jadi, Hyung. Gua rangkul tuh cewek," komentar Ryung dan menenguk habis minumannya.


Tiba-tiba mereka dikejutkan kehadiran sahabat-sahabatnya. Di sini juga ada pacar mereka.


"Kasihan yang harus LDR-an," ejek Yeonjun kepada Ray. Ray hanya mendengus kesal.


Vita adalah pacar Yeonjun, Anin adalah pacar Bomgyu dan Bella juga ada Suga dan Vira, terkahir Ulfie dengan Yoongi.


"Andai Jena tidak bodoh,  dia pasti di sini," ujar Ulfie menyindir Ray. Dia masih kesal karena Ray, sahabatnya harus tinggal di sana sampai lulus.


"Sudah, ayo kita makan!" ajak Yoongi. Mereka mengambil beberpaa menu dan duduk melingkar.


"Hellooooooo!" sapa seseorang dan langsung memeluk erat belakang leher Ray.


Ray menoleh dan kaget,"Kapan kamu di sini?"


"Hehehe baru sampai," ujar Jena. Dia menggeser Ryung di dekat Ray dan duduk di sana.


"Capekkkk!" keluhnya sambil merenggekkan ototnya.


"Wahhh Jena jadi lo tingga di sini lagi?!" tanya Ulfie senang.


"Aniyo, cuma datang ke sini sebentar. Balik lagi ke Paris," lesunya.


"Yang penting sekarang kumpul," timpal Vira. Suga membenarkan ucapan kekasihnya.


"Eonni mana?" tanya Jena.


"Nuna dan Hyung tadi di Balrom, tau sendiri yang kasmaran jadi lengket," ujar Ryung.


"Huwaa senang banget ya,  Eonni bisa kayak dulu," cerocos Jena. Dia memeluk erat Ray. Ray hanya pasrah saja.


Ryung melihat sahabatnya asyik semua bermesraan. Dia pamit pergi dan menghampiri Aeri yang asyik mengobrol dengan yang lain.

__ADS_1


Ryung mengurungkan niatnya saat melihat Jia dan Zeza asyik bermain. Jia adalah anak Jimin dan Zia yang ternyata diculik Ah Moon. Sedangkan Zeza adalah anak dari Yuna dan Heseok. Jimin dan Zia rujuk kembali. Kisahnya sangat panjang dan keberadaan Jia yang baru ditemukan alasan mereka kembali rujuk selain karena memang cinta mereka sama kuat.


Kini,   Zia kembali hamil dan Ryung tidak sabar melihat anak Zia dan Jimin kembali.


Ok,  Ryung melihat Zeza mulai mengantuk dan dia mengangkatnya. Jia masih saja bermain.


"Halmoni,"  panggil Ryung kepada Yuna ibu Jimin.


"Ya, Nak?"


"Dia mengantuk," ujar Ryung sambio menyerahkan Zeza. Yuna ke kamar tamu di rumah Jungkook dan menidurkan putrinya di sana.


Ryung menahan lengan Aeri saat Aeri lewat.


"Mom, bolehkan aku bawa teman ke sini?" tanya Ryung.


"Loh, bukannya teman-teman kamu sudah datang, Nak?" tanya Aeri bingung.


"Ada teman lain, Mom. Tapi, dia masih mudah kok,  hanya sudah punya anak," ujar Ryung sedikit gugup membuat Aeri menatap lembut.


"Boleh dong," ujar Aeri, Ryung langsung memeluknya.


"Tapi siapa dia?" tanya Aeri sambip tersenyum. Sedetik kemudian senyumannya luntur dan mencubit perut anaknya.


"Eunbi Sajangnim  ... awww Momm appayoo!" rengek Ryung sambil mengusap perutnya.


"Kamu tuh ya,  Ryung. Yang sopan sama guru kamu, dia itu mana bisa kamu anggap teman," omel Aeri.


"Kami temanan, Mom. Im sure," ujar Ryung sambil membentuk tangannya 'v'.


"Baiklah, tapi tetap sopan padanya, eoh? Dia harus kamu hormati," pesan Aeri.


"Bagaimana jika dia bukan lagi temanku, melainkan pacar misalnya?" gumam Ryung yang didengar Aeri.


"Jika dia pacarmu sekalipun kamu harus tetap hormati dia," ujar Aeri.


"Jadi kalau aku pacaran sama dia boleh,  Mom? Mommy tidak keberatan?" tanya Ryung bertubi-tubi kepada Aeri.


"Iya, siapapun pilihanmu. Mom percaya dia pasti baik,  apalagi Mom mengenal Eunbi sejak kamu kelas dua hingga tamat, karena 'kenakalanmu' itu." Aeri menekan kata 'kenakalanmu'membuat Ryung menyengir.


"Tapi, Mom tidak percaya jika wanita sebaik. dan secantik Aeri mau denganmu yang sudah tua," ujar Aeri saat menyadari rambut Ryung sudah tidak biru melainakn putih lagi.


Ryeong terbahak saat menyadari hika dia lupa mengubah warna rambutnya. Sebagai ganti dia mencium kening Aeri.


"Mom akan tetap mengomelimu dan kamu mau durhaka dan di--"


"Dikutuk menjadi batu seperti maling kundang?" potong Ryung yang hapal kebiasaan mommynya.


Aeri mengangguk dan menatap putranya yang lebih tinggi darinya. Dia meninggalkan Ryung dan membawa kue yang diminta Jungkook.


"Wahhh melihat Mommyku sangt mugil dia seperti adikku," gumam Ryung.


Tuk!


"Awwww!" ringis Ryung dan mendapati pamannya mengetuk kepalanya.


"Dasar anak nakal, bagaimana bisa Mommy kelihatan seperti adikmu?" tanya Jhope bersedekap dada.


"Uncel lihat Mommy sangat mugil," ujarnya membuat JHope menggelengkan kepala.


"Jena di mana?" tanya Jhope.


"Anak Uncel itu benar-benar mirip besi dan Ray seperti magnet yang ketika lewat akan menarik besi itu menempel padanya," ujar Ryung membuat JHope tertawa. Dia menepuk pundak Ryung.


"Kapan kamu punya pacar?" tanya JHope dan Ryung hanya menyeringai.


"Aku pikir Uncel selalu melihatku dengan banyak wanita?" tanya Ryung membuat JHope mendengus.


Bukan rahasia bagi JHope saat melihat kelakuan Ryung. Saat itu,  dia tidak sengaja melihat Ryung keluar dari Club. Di situ dia tahu jika Ryung pemain ONS (One Night Stand).


Balapan liar dan tawuran, bisa-bisa Aeri pingsan saat tahu kelakuan Ryung diluar. Dia tahunya jika Ryung bonyok berarti berantem di kamous atau di sekolahnya.


"Ubah kenakalanmu itu, Mommymu bisa stress dan Daddymu akan murka," ujar JHope memperingati.


Ryung mengedipkan bahu. Diau menatap punggung JHope kian menjauh. Ryung menyambar kunci mobilnya dan menju rumah Eunbi. Dia akan membuat Eunbi kesal, hahaha.


TBC


Jejak :)

__ADS_1


__ADS_2