The Triplek's

The Triplek's
THE TRIPLEKS-FIFTY


__ADS_3

Kicauan burung mulai terdengar menggelitik indra pendengar. Awan tampak mendung menutupi matahari. Seorang pria mengeratkan pelukannya.


Wanita yang berada di dalam pelukannya sudah bangun sejak tadi. Dia hanya memandang wajah pria di hadapannya. Begitu tenang dan polos, berbanding balik jika dia membuka matanya.


"Ryung," panggil Eunbi yang merasa sudah cukup memberi waktu pria itu tidur. Dia tahu Ryung paling malas bangun. Pria itu bahkan saat SMA tak jauh alasannya masuk telat karena kesiangan.


"Ryung." Eunbi kembali mengguncang bahu Ryung.


"Argh, aku ngantuk, By." Ryung melepas pelukannya dan membelakangi Eunbi. Dia ingin tidur. Eunbi menggelengkan kepalanya. Eunbi memeluk Ryung dari belakang membuat pria itu tersenyum dalam tidurnya.


"Mommy!" panggil Gata.


"Aku mau mandi terus pake gaun!"


"Aku juga Mommy,  gaun mirip princess!"


Eunbi terbalalak mengingat obrolannya dengan keluarga Ryung.


"Omo! Ryung ihhh bangun hari ini kita nikah!" pekik Eunbi membuat Ryung tertawa. Dia menarik Eunbi hingga jatuh di atas dadanya.


"Kamu sabar dulu, kita mandi terus datang ke tempat spesial kita," ujar Ryung membuat Eunbi kepo. Eunbi mengangguk dan berjalan ke kamar mandi.


"Kamu mandi di kamar mandi dapur," ujar Eunbi.


"Hm, handuknya mana?" tanya Ryung sambil bangkit dan mengusap rambutnya yang acak-acakan. Sebenarnya Ryung betelanjang dada, Eunbi tidak terlalu canggung karena memang sejak dulu jika Ryung menginap di sini, dengan sikap seenak jidatnya pria itu membuka bajunya karena alasannya tidak bisa tidur jika pake baju.


"Daddy!" Ryung berjalan ke arah anaknya dan menurunkan mereka berdua di ayunan. Gata dan Gita berlari keluar.


"Mommy Gata sama Gita mau mandi!" pekiknya. Eunbi baru saja menarik knop pintu kamar mandi mengurungkan niatnya.


"Iya, ay--"


"Kamu mandi saja. Sayang ayo mandi sama Daddy!" ajak Ryung membuat keduanya melompat senang. Mereka mengambil handuk kecil cilnya dan juga peralatan mandi lainnya.


"Ayo Daddy!" ajak mereka. Eunbi hanya menggelengkan kepala. Mereka segera keluar dan berjalannke kamar mandi.


"Daddy,  mandinya di kamar Gata aja. Di dapur gak ada kolamnya," ujar Gata. "Iya Dad, jadi gak bisa main busa," tambah Gita.


"Luas gak kolamnya, Sayang?" tanya Ryung karena ia tahu maksud anaknya itu bathup malah disebut kolam.


"Luas  ...." Gata memperagakan tangannya menggambarkan luas kolamnya.


"Ayo," ujar Ryung. Mereka berjalan ke kamar Gata dan Gita.


Mereka sekarang mandi bersama. Ryung memberi banyak busa sementara kedua anaknya menciptatkan air ka arahnya.


"Gata sama Gita senang gak mandi sama Daddy?" tanya Ryung.


"Senang, Dad. Kita mau mandi bareng terus sama Daddy," ujar Gita.


"Kalau Dedek lahir, kita bisa mandi bareng!" pekik Gata.


"Sama Mommy juga!" ujar Gita kembali. Terlihat bahagia sekali.


Ryung tertawa dan mulai menanggapi celoteh polos anaknya. Ryung merasa baru kemarin dia bertemu anaknya dan hari ini dia melihat perubahan anaknya. Mereka tidak cedel lagi, berbeda dengan pernikahan Ray tiga bulan yang lalu.


"Daddy kapan kita naik pesawat?" tanya Gata saat itu dia mengatakan pada Ryung begitu penasaran dengan pesawat, Ryung berjanji membawanya ke sana.


"Suatu hari nanti, Sayang. Tunggu Dedeknya boleh berpergian, kita jalan-jalan ke Indonesia."


"Indonesia?" tanya keduanya serentak.


"Em, di sana ada Bali. Nanti Daddy bawa kalian ke sana, sejuk banget. Kita bisa main pasir, ombak, dan juga bangun istana lasir. Bisa naik mobilan air," ujar Ryung membuat keduanya semangat.

__ADS_1


"Ryung!" Ryung menajamkan telinganya mendengar suara Eunbi.


"Sssttttt." Kedua anaknya membekap mulut. Mereka bertiga tertawa jahil tanpa suara.


"Ryung! Tok-tok! Kamu di dalam 'kan?" Eunbi mengetuk pintu kamar mandi anaknya.


"Ih Ryung jangan bercanda deh," ujar Eunbi mulai kesal.


"Ryung!" Eunbi memukul keras pintu. "Gata, Gita jawab Mommy, Nak!" kata Eunbi mulai jengkel.


"Ssyuutttt, gak boleh bersuara," bisik Ryung membuat kedua anaknya mengacungkan jempol.


"Ryung kalau kamu gak jawab, kita gak usah nik--"


"Aku di dalam!" Ryung langsung berteriak keras membuat Eunbi menahan tawanya.


"Jahil banget sih," omel Eunbi. "Kapan kamu keluar, udah satu jam lebih kamu di dalam kamar mandi sama anak-anak. Kamu niat nikah gak sih?"


Eunbi tentu saja mengomel, setelah mandi, dia bingung harus ngapain. Lalu, ada tamu perias yang dikirim Jena untuknya, katanya itu Emi yang meriasnya dulu.


Echa juga memberikan gaun pernikahan kepada Eunbi. Jangan lupa jas Ryung juga, yang membuat Eunbi terheran adalah gaun yang diberikan Echa sangat cantik sekali sesuai impiannya.


"Di mana Echa tahu?" benak Eunbi.


Kemungkinan hanya satu orang-Ryung. Hanya pria itu tempat dia mengatakan semua keinginannya. Bibirnya tersenyum bahagia.


Dia bahkan tidak menyangka jika minggu lalu pantas saja pria itu memakasanya melakukan ukuran di butik Echa. Jangan lupa garis bawahi pemaksaan saat melakukan foto, yang ia kira hanya foto biasa. Walau ia juga sempat bingun karena dia menggunakan gaun putih cantik ala prawed ternyata memang prawed.


Ryung itu gak suka basa-basi. Orangnya juga gak terlalu pintar mendeskripsikan dirinya. Bagi Ryung, jika harus dilakukan dia akan melakukannya tanpa kata a atau b.


Ryung punya caranya sendiri yang membuat kita menebak salah jalan pikirannya. Nyatanya dia bahkan tahu cara membuat kita terkejut karena kejutan tidak terduganya.


Sama halnya yang dialami Eunbi, dilamar dadakan, nikah dadakan. Semua serba dadakan. Jika saja dia ingin berpikir logis semua tidak masuk akal. Tapi, pria itu memang mengatakan rencananya sejak awal.


Dia juga mengira kesibukan pria itu karena pekerjaan nyatanya dia sibuk mempersiapkan pernikahannya.


Dan kembali ke waktu sekarang, di mana bulan telah berlalu hingga dia kini mengenakan gaun oengantin terbaik dan tercantik. Wajahnya di make up natural dengan gaun putihnya.


Wajahnya masih dihiasi senyuman saat dia harua berkacak pinggang di depan kamar mandi.


"Kamu mandinya lama bang--" Eunbi terdiam. Rambut basah, hingga perut abs Ryung membuatnya sulit bernapas.


Jika Eunbi terpaku, maka Ryung lebih terpaku. Eunbi dengan dress putih dan mahkota miliknya, sangat cantik. Ryung berusaha mentralkan degup jantungnya.


"Kamu cantik," ujar Ryung membuat Eunbi gugup. Bahkan aroma sabun pria itu tercium jelas.


"Ka--kamu ganti baju dulu," ujar Eunbi membuat Ryung mengangguk. Matanya tak pernah lepas memandangnya.


"Gata, Gita, kamu ke kamar Mommy, Nak. Bawa celana dalam kamu." Gata dan Gita mengangguk dan berlari ke kamar Eunbi.


Eunbi menyusul keduanya dengan susah payah. Dia harus menganakan flatshoe demi kemanan kehamilannya.


Jas Ryung ia letakkan di atas kasur Gata dan Gita. Dia pergi setelahnya.


***


Di sinilah mereka berada, di sebuah ruangan yang telah disulap mewah sekali. Walau tamu yang datang hanya teman dekat dan keluarga.


Mereka melangsungkan pernikahnya secara sederhana. Untuk resepsinya sendiri mereka tunda sampai Eunbi lahiran.


"Jung Aeghi Ryung, bersediakah engkau menikah dengan Han Eunbi?Menjadikannya sebagai istrimu dan berjanji hidup bersama dalam. keadan suka dan duka. Hanya maut yang memisahkan."


"Ya, saya bersedia."

__ADS_1


Kemudian Eunbi pun melakukan hal yang sama, bersedia menjadikan Ryung sebagai suaminya dalam keadaan apapun. Ucapan mereka bukan hanya sebuah kata karena tekad mereka begitu kuat dalam hati.


Ryung mencium bibir Eunbi membuat semua bertepuk tangan. Ryung dan Eunbi tersenyum bahagia. Gata dan Gita memakai gaun yang sama ikut tersenyum melihat kedua orang tuany bahagia.


"Lempar bunganya!" teriak Bomgyu membuat mereka bersorak bahagia.


"Eonni lempar!" teriak Jena. Jena dan Ray kembali ke Seoul dan menunda keliling dunianya sebagai negara karena mendadak Ryung ingin menikah tanpa ada peringatan sebelumnya.


Ray berdecak sebal acara bulan madunnya dengan istrinya dikacakan. Tapi dia juga bahagia melihat hyungnya menikah.


Di sini penuh dengan keluarga Ryung. Bahkan Jia, Ey, dan Avy ikut bersorak.


"Ck, aku tidak mau melemparnya," kata Ryung mendapat decak sebal dari teman-temannya.


"Yakk Oppa! Lempar bunga itu harus dilakukan!" kesal Jena.


"Benar! Dia pengantin pertama yang tidak mau melempar bunganya," tambah Ulfie kesal. Yoongi tertawa melihat istrinya kesal dan jangan lupakan Ul yang tidur lelap di dalam dekapan sang ayah.


"Ryung," tegur Eunbi.


"Ryung kamu ini, lempar," tegur Aeri.


Pesta perniakahan di alatar dihadiai dengan decak sebal kelaurga mereka. Eunbi sejak tadi tertawa melihat kelakuan konyol ptia yang baru saja bertatus suaminya.


"Tenang  ... tenang  ... aku akan melempar bunganya," ujar Ryung membuat mereka bernapas lega.


Bukan berbalik, Ryung malah menatap penuh arti kepada seseorang. Dia melempark ka arah Levin.


Hap!


Bunga pengantin mendarat di paha Levin. Pria itu berdecak sebal dan melemparnya kembali ke arah Ryung.


"Kagak usah balikin ke gua, lo kagak liat bini gua di sini?" Keluarga mereka berdecak dan tertawa geli.


"Jangan lemparin gua, sialan lo." Levin berdecak kesal. Ryung melemparnya asal dan jatuh pada Levin kembali.


"Gua bilang jangan lempar ke arah gua!" Levin semakin kesal dan membuang bunga itu asal.


"Bunga datang kepada lo sendiri. Hahaha akhirnya lo gak bakal jadi bujang lapuk," ujar Ryung yang membuat pendeta ikut tertawa. Anak Jung Jungkook yang satu  itu memang nakal sekali.


"Pulang yuk! Kita party!" teriak Yeonjun membuat mereka bersorak senang.


Mereka kembali ke rumah Jungkook. Rumahnya memang sudah disulap seperti pesta. Pesta khusus untuk keluarga mereka.


Eunbi dan Ryung dudu di kursi, sementara Bomgyu melai melakukan aksi DJ-nya.


Yang lain ikut berjoget, dan banyak kegiatan lainnya. Bahkan pasukan anak-anak ikut berjoget.


Eunbi semakin tersenyum lebar. Tidak terasa matanya memanas. Dia memeluk Ryung erat. Hormon kehamilannya membuat ia cengeng.


"Terima kasih atas pestanya dan juga menjadikanku sebagai istrimu," ujar Eunbi serak.


"Jangan berterimakasih sebab mendapatkanmu sebagai istriku adalah anugrah terindah yang Tuhan berikan untukku." Ryung mengusap lembut air mata istrinya dan menciumnya lembut.


"Dasar pengantin baru kalau mau mesum di kamar!" Eunbi merasa pipinya memerah malu sementara Ryung menanggapi dengan santai.


"Gak tahan gua, jadi gak kenal tempat," ujar Ryung mendapat cubitan dari Eunbi. Tawa mereka pecah.


"Ok kita party DJ karena Ryung dan Eunbi sudah menikah! Lets goooooo!" teriak Bomgyu.


"Yuhuuuuu!"


Para orang tua hanya tertawa melihat kelakuan mereka. Abnormal but felling happy.

__ADS_1


TBC


Jejak :)


__ADS_2