The Triplek's

The Triplek's
THE TRIPLEKS-TEN


__ADS_3

💟Happy Reading💟


Ryung-Eunbi


.


.


Eunbi menatap putrinya dan menciumnya. Dia beruntung Mr. Xue sangat baik padanya.


Eunbi memiliki kamar di dalam ruangannya dan menidurkan kedua bayi itu. Jadi aman saja, walau di ruangan ini penyelesaian masalah, di kamarnya ada kedap suara.


"Silakan masuk," ujar Eunbi saat mendengar ketukan. Sebelumnya dia mendapat laporan jika ada Mahasiswa berkelahi.


Saat delapan mahasiswa masuk ke dalam ruanhannya,  Eunbi terpaku pada satu objek yang tidak asing di wajahnya.


"Silkan duduk di sana," ujar Eunbi menunjuk sofa panjang. Mereka duduk di sana tanpa suara. Eunbi menghapal Ryung Cz tapi Mahasiswa yang diajak Ryung berkelahi tidak tahu.


"Kalian tahu, berkelahi di lingkungan Kampus itu melanggar?" tanya Eunbi dan mereka mengangguk. Ryung acuh.


"Bisakah kalian menjelaskan?" tanya Eunbi.


Ryung angkat bicara,"Yeonjun, Bomgyun, Sehun, Yoongi tidak ada kaitannya dengan ini jadi biarkan mereka pergi."


"Yak!" tegur Yeonjun kesal.


Eunbi memasang wajah datarnya dan menatap pria yang sama babak belurnya Ryung.


"Kamu sendiri, siapa namamu?"


"Dohun," ujar pemuda itu.


"Wajahnya bonyok sekali. Kenapa wajahnya sama dengan Ryung? Seperti memiliki luka baru yang mendapat double bogem?" tanya Eunbi membatin.


Eunbi tidak tahu saja jika Dohun dan Ryung berkelahi tadi malam dan itulah alasan pria itu menginap di rumahnya.


"Dia melakukan penyerangan terlbih dahulu,  Sajangnim. Tentu kami tidak skan diam saja, memberi dan menerima, itulah harusnya," ujar Rean, teman Dohun.

__ADS_1


Eunbi mengecek ponselnya dan menerima CCTV. Dia melihat Ryung memang langsung memukul Dohun saat pria itu bersantai dengan teman-temannya.


"Kalian boleh keluar kecuali Ryung dan pergi ke UKS. Saksi akan tetap kalian dapatkan," ujar Eunbi membuat Dohun menyeringai ke arah Ryung. Tangan Ryung mengepal kuat dan Eunbi melihat ada masalah besar antara kedua pemuda itu.


"Keluar." Eunbi mengulang ucapannya, hingga mereka keluar Semua. Yoongi menepuk bahu Ryung dan mendapat anggukan dari Ryung.


Ryung menahan pundak Dohun,"Pastikan gua tidak melihat lo."


Dohun menepis tangan Ryung. Dia memandang remeh Ryung,"Gua tunggu lu di arena balap nanti malam."


Dohun pergi bersama yang lainnya. Eunbi berdiri dengan cemas. Ryung menoleh kepadanya.


"Hukuman gua apa? Skorsing? Ngepel? Bersihin toilet?" tanya Ryung malas.


Eunbi menatap Ryung kecewa. Dia tidak mengerti hatinya. Eunbi menarik tangan Ryung.


"Duduklah. Aku akan mengobati lukamu," ujar Eunbi datar. Dia mencari kotak P3K.


Ryung sesekali meringis saat diobat Eunbi. Dari dekat Ryung bisa melihat wajah Eunbi. Eunbi menatap balik Ryung.


"Hus, jika kamu ingin hukuman tentu saja ada. Lebih baik kamu diam saja," ketus Eunbi.


Eunbi menyimpan kembali kotak P3Knya. Dia menatap jam dan waktunya makan siang.


Ryung menyandarkan badannya di sofa. Matanya terpejam. Eunbi memesan makanan empat porsi.


Setelah menata makan itu,  Eunbi mengguncang bahu Ryung.


"Makan," tawar Eunbi. Ryung merasa Eunbi berbeda. Dia berdehem dan meminum air.


"Eunbi keliatan seperti cewek-cewek yang naksir sama gua," batinnya.


Ryung membiarkan saja. Saat Eunbi berdiri dan masul ke dalam ruangan yang Ryung tidak tahu.


Eunbi keluar dengan kedua putrinya yang mengucek mata lucu. Terlihat wajahnya masih mengantuk.


"Mamam mm," racau Gata. Eunbi mendudukkan Gata dan Gita di sofa. Dia mengambil makanan dan menyuapi kedua putrinya.

__ADS_1


Ryung seperti biasa. Dia mulai makan dan mengomntari pesanan Eunbi.


Melihat Eunbi termenung sambil menyuapi Gata dan Gita,  Ryung mengerutkan kening.


"Tumben dia tidak marah," batin Ryung.


Setelah Ryung dan kedua bayi itu sepesai makan. Eunbi membawa Gata dan Gita ke kamar dan mulai bermain.


Eunbi baru mau makan dan Ryung menatapnya datar. Ryung merogoh kantong celananya. Eunbi melihat kotak segi empat itu.


"Kamu merokok lagi. Itu gak baik buat kesehatan kamu," ujar Eunbi.


Ryung menyimpan rokoknya dan pindah di dekat Eunbi. Dia mengambil sendok Eunbi membuat Eunbi melototkan matanya.


"Hahahaha!" Eunbi menguyah makanannya cepat.


"Yakkkk!" Eunbi sangat kesal.


"Aaa," ujar Ryung menyuapi Eunbi. Kekesalan Eunbi lenyap. Dia mematung melihat kelakuan Ryung.


Dededegg.


"Jantungku jangan berdebar terlalu keras," batin Eunbi. Takut Ryung mendengarnya.


"Buka mulut lo, tangan gua pegel," rutuk Ryung. Eunbi reflek membuka mulutnya.


"Jangan peduliin jantung lo. Sekencang apapun dia berdetak gua tidak akan mendengarnya, kecuali---" Eunbi merasa jantungnya makin menggila mendengar ucapan Ryung.


Eunbi membulatkan mata saat Ryung meletakkan kepalanya di dadanya."--Gua mendekatkan telinga gua di dada lo," ujar Ryung dan menarik kepalanya. Dia berdiri dan memasukkan tangannya satu di saku celananya. Tangan kirinya memegang jaketnya.


"Dada lu empuk,  lumyan besar," ujar Ryung dan meninggalkan Eunbi yang masih mematung. Sedetik kemudia,  setelah Ryung menutup pintu. Eunbi berteriak dengan wajah kepitingnya.


"RYUUUUUNGG MESUMMMM!" Eunbi memegan dadanya dan memejamkan mata. Emosi, marah, malu dan juga senang, percasannya campur aduk kayak es teler.


TBC


Jejak :)

__ADS_1


__ADS_2