The Triplek's

The Triplek's
THE TRIPLEKS-THIRTY FIVE


__ADS_3

~Sebenarnya lukaku terlalu dalam.


Tak ada yang mampu keluar dari bibir wanita itu kecuali isak tangis terluka. Dia merasa gagal sebagai orang tua. Gadis--ah ternyata wanita di depannya sebagai bukti bahwa putranya telah memberi luka kepadanya dan juga wanita itu.


"Hikss maafkan dia, Nak. Mommy sangat kecewa kepadanya. Mommy tidak memintamu untuk kembali kepadanya bahkan memaafkannya secepat hikss mungkin." Aeri mengenggam erat tangan Eunbi yang sama terisak dengannya.


Gata dan Gita diambil oleh Echa dan V. Mereka berada di Korea sekarang. Kejadian ini tidak dapat ditutupi oleh Eunbi saat Aeri datang tiba-tiba.


"Mom hikss ak--aku hikss--" Aeri membawa Eunbi kedalam pelukannya, sedangkan suaminya meminta info selengkapnya tentang Eunbi dan juga Ryung.


Jungkook tidak bisa menutupi juga rasa kecewanya kepada Ryung. Bahkan tangannya gatal untuk memberi bogem mentah kepada putranya.


"Hikss hikss se--sebenarnya kenapa hiks bisa, Nak?" tanya Aeri sesegukkan.


"Hikss hiks." Semakin Eunbi mengingatnya semakin sakit hatinya. Matanya sudah bengkak. Hidungnya memerah. Bahkan Gata dan Gita ia lupakan. Sungguh kejadian ironi itu mengguncang dunianya.


***


Bugh!


Bugh!


Bugh!


"Bangun lo, Brengsek!"


Yah, di kediaman besar Jungkook terjadi pertengkaran hebat. Ryung--pria itu sudah bebak belur.


Kerah bajunya kembali ditarik oleh Ryeong. Ini pertama kalinya Ryeong main tangan kepada adiknya, biasanya dia selalu membantu mereka. Tapi, kali ini Ryung sangat keterlaluan.


Bugh!


"Hikss hentikan," lirih Keyra takut melihat suaminya lepas kendali.


Bugh!


Seolah belum puas, datang Ray yang langsung memberinya bogem mentah kepada Ryung. Keyra semakin takut dan menangis.


Echa dan V segera turun saat kedua anaknya tidur dan juga kedua anak Eunbi.


"Ryeong! Ray!" pekik Echa. V menahan lengan istrinya saat ingin mendekat. Ray dan Ryeong dalam keadaan lepas kendali. Terlihat dari mereka memukul Ryung.


"*******! Lo keterlaluan!" bentak Ray.

__ADS_1


Ryeong kembali memberikan bogem mentah kepada Ryung tak peduli adiknya sudah terpakar di lantai.


"Hikss HENTIKAN! KAMU BISA MEMBUNUHNYA!" teriak Keyra sambil menarik suaminya.


"JANGAN IKUT CAMPUR! LEBIH BAIK DIA MATI DARIPADA HARUS JADI SUMBER KESAKITAN ORANG LAIN!"


Keyra dan yang lain kaget bukan main. Ryeong seperti bukan dirinya. Saat Ryeong ingin kembali memukul Ryung, Keyra menahannya.


"Hikss DIA SALAH, TAPI KAMU JUGA GAK BERHAK BUAT BERI DIA PELAJARAN," teriak Keyra.


"KAMU CUMA ANAK TUNGGAL YANG DIMANJA. KAMU GAK NGERTI POSISI AKU SEBAGAI KAKAK! ADEK AKU BERMASALAH! DIAM KAMU!"


Keyra melepas tangannya. Hatinya sakit saat suaminya yang biasanya bertutur lembut kepadanya mengatakan hal sekasar itu.


"Ryeong!" tegur V tegas. Dia menarik kasar Ryeong dan mendorongnya pelan ke belakang bersama Ray.


"Sebaiknya kalian istriahat." V menatap mereka datar. Ray mendengus dan pergi begitu saja. Jena menutup mulutnya agar isak tangisnya tidak terdengar.


Ray menatap Jena yang menangis. Dia mendekati kekasinya dan menarik tangan Jena pelan. Jena menurut saja.


Ryeong pergi juga ke kamarnya dengan diam. Sepertinya pria itu masih emosi.


"Bantu aku, Queen," ujar V membuat Echa mendekatinya. Dia membantu Suaminya memapah Ryung.


"Em Keyra," panggil Echa ragu. Dia tahu Keyra kecewa kepada Ryeong.


.


.


.


Ryung sudah diperiksa oleh dokter dan dia masih belum sadar. Ryeong dan Ray membuat Ryung pingsan. Pria itu sudah lelah di Club ditambah bogem mentah dari kedua saudaranya.


"Hiks," isak Echa mengobati wajah adiknya. Dia juga kecewa kepada Ryung, tetapi hatinya menolak untuk marah kepada adiknya.


"Jangan menangis, Queen." V mengusap air mata istrinya. Echa menyenggingkan senyum tipis.


V akui kondisi Ryung tak bisa dikatakan baik-baik saja. Dia iba dan kesal juga kepada Ryung. Dia sama sekali tidak ingin menghakimi Ryung, baginya Ryung masih terbilang labil. Dia tidak bisa juga mengambil kesimpulan sendiri. Pasti sudut pandang mereka berbeda.


"Biarkan dia istirahat, kita ke kamar. Nanti Ey sama Avy bangun." Echa mengangguk dan meninggalkan kamar Ryung.


***

__ADS_1


Keyra POV


Pernikahanku dengan Ryeong sudah terbilang tahunan. Aku dan dia hidup rukun dan baik-baik saja. Kadang kami punya masalah tetapi bisa selesai secepat mungkin karena dia sangat bijak.


Ryeong juga sangat lembut dalam memperlakukanku dan begitu memanjakanku. Namun, pertama kalinya dia membentakku dan mengatakanku anak manja.


Salahkah aku bermanja-manja kepada kedua orang tuaku? Sebagai anak satu-satunya kedua orang tuaku juga sangat memanjakanku.


Aku tidak sama sepertinya punya banyak saudara. Sepupu yang dekat dan sahabat-sahabat. Apa yang bisa aku lakukan saat mereka jauh. Aku juga sulit dalam bersosialisasi karena aku introvert dan pemalu.


Lantas apa dia pantas menyalahkanku? Aku mengerti dia kecewa kepada adiknya. Tapi, kondisi Ryung Oppa sudah mengenaskan. Darah berceceran di lantai dia tak hiraukan. Seolah dia akan puas jika adiknya mati saat itu juga.


Sekarang aku memilih duduk di tepi kolam. Hari sudah malam tapi suasana kediaman mertuaku sangat sepi, tak seperti biasanya yang ramai.


Aku sejak tadi tidak pernah masuk rumah. Aku takut bertemu dengan Ryeong. Dia terlihat emosi sekali.


Tiba-tiba aku merasa jaket menyampir di bahu kecilku. Aku menoleh dan mendapati iparku. Aku tidak bisa memanggilnya adik ipar karena dia lebih tua dariku.


"Sebaiknya kamu masuk. Di sini sangat dingin." Di sini memang sangat dingin. Aku bahkan baru menyadarinya. Mungkin karena aku terlalu lama melamun.


"Semua tadi lepas kendali. Kamu tahu,  di antara kami,  Ryung terlihat bungsu." Baru pertama kali aku mengobrol dengan Ray. Yang aku tahu dari Ryeong dia dingin tetapi hangat dan cerewet kepada keluarganya. Mungkin karena aku istri dari kakanya, makanya dia bersikap opening.


"Iya," cicitku tak tahu harus mengatakan apa. Kenyataannya memang Ryung terlihat seperti bungsu.


"Kamu pasti tahu kesalahannya. Andai dia mengambilnya karena memang pada kemauan pacarnya ya gak apa-apa. Tapi, dia mengambil paksa dan melakukannya secara kasar." Aku meringgis dalam hati membayangkannya. Aish kenapa malah teringat malam pertamaku dengan Ryeong. Pasti pipiku memerah dan ini sungguh memalukan terlebih Ray terkekeh pelan.


"Masuklah. Aku akan masuk ke dalam sebelum Jena turun mencariku." Ray meninggalkanku di sini dan masuk ke dalam.


Aku memainkan kakiku yang berada di kolam. Tak terasa air mataku kembali menetes. Aku merasa sendiri. Aku tak tahu harus bagaimana. Di tengah lamunanku, aku merasakan pelukan hangat dari seseorang.


Dari aromanya aku tahu. Tapi sialnya tangisku malah makin pecah.


"Ssssttt maaf, Sayang. Aku gak bermaksud buat bentak-bentak kamu dan mengucapkan kata sekasar itu."


Aku menoleh dan memeluknya erat. Aku masih saja ketakutan. Dengan memeluknya begini rasanya tenang dan nyaman.


"Jangan marah lagi." Ryeong mengangguk pelan dan menggedongku masuk ke dalam.


"Syukurlah," gumam Echa di atas balkom yang menatap kahwatir tadi kepada Keyra.


TBC


Jejak :)

__ADS_1


Kondisi Ryung gimana ya :")


Eunbi masih nangis guys :")


__ADS_2