
Happy Reading dan Sider mohon menjauh :)
.
.
Ballroom rumah kediaman keluarga besar Ashton company. Mereka mengadakan syukuran atas projek yang berhasil dikerjakannya.
Sekaligus mereka mengundang kerabat yang lama tidak berjumpa di Seoul.
"Keyra, kenapa di kamar, Nak?" tanya In Sook; ibu Keyra.
"Mom aku malu," ujar Keyra. In Sook tahu betapa pemalu putrinya. Bahkan Keyra sering kali jadi bahan obrolan oleh teman-teman In Sook. Mereka begitu penasaran dengan Keyra.
"Ayolah, Nak. Menyapa sebentar saja." Keyra mengangguk. Dia mengekori ibunya. Setibanya di bawah dia disambut begitu banyak tamu.
Keyra mendadak keringatan. Dia gugup dan menunduk.
"Keyra, kamu duduk di sana, Sayang. Momny ambilkan kamu kue dan minuman atau mau hidangan lain?" tanya In Sook.
"Aniyo, Mom. Aku bisa memintanya pada pelayan," ujar Keyra. In Sook mengangguk dan pamit menemui suaminya-Peter Ashton.
Keyra risih dipandangi. Dia beranjak dari kursinya dan berjalan menunduk.
Bruk!
"Im sorry," ujar Keyra dan mengulang ucapannya,"Mianheyo."
"Ye, apa Anda baik-baik saja? Mianhe, Saya tidak memperhatikan langkah saya dengan baik."
Keyra menatap pria di depannya kaget. Dia hanya bisa mengangguk. Waktu seakan berhenti.
"Benarkah ini Jung Aegi Ryeong?" batin Keyra. Ryeong menunduk dan mengucapkan maaf sekali lagi dan berlalu.
Dia mendapat telepon jika Ryung dapat masalah lagi.
"Aishh lagi. Dia membuat masalah," rutuk Ryeong.
***
Di tempat remang-remang seorang laki-laki duduk di atas tanah. Wajahnya babak belur, di sekitar ada lima pria bertubuh kekar tidak sadarkan diri.
Dia meringis menyentuh sudut bibirnya. Matanya berdeyut. Dia meludah ke samping. Asin, sepertinya mulutnya robek.
Ryung POV
Preman itu kini tidak berdaya. Gua tahu pasti suruhan Dohun . Pria itu tidak berhentinya mencari masalah.
Satu-satunya yang bisa gua lakukan adalah menelepon hyung. Gua manusia jadi sakit juga kalau kena tonjokan.
__ADS_1
"RYUNG!" Ah akhirnya dia datang.
"Hyung! awww," ringis gua. Lupa kalau bibir gua sakit.
"Ryung!" Dia mendekat dan memeriksa wajah gua. Hyung membuat gua merasa seperti anak kecil.
"Mwoige?" tanya frustrasi.
"C'mone, Brother! Selain Hyung, uri chinguya." Gua malah mendapat pukulan di belakang kepala gua.
Plak!
"Aishhh appayoo," kataku menatapnya.
"Kalau tahu sakit kenapa juga Berantem? Kamu tidak bisa pulang ke rumah dengan keadaan babak belur," ujar Hyung.
.
.
Setelah Ryeong dan Ryung pergi dari sana, mereka ke Apartemen Ryeong.
Tapi mobil Jungkook terparkir di sana membuat Ryung menghela napas berat.
"Otokke?" tanya Ryung menatap putus asa Ryeong. Ryeong menatap kasihan adikknya.
"Nado molla," ujar Ryeong.
"Opso. Jika mereka tidak sibuk pasti di sana aku tidak sendiri." Ryeong memejamkan mata.
"Gua pinjam mobil lo. Besok gua balikin," ujar Ryung. Ryeong manatap Ryeong waswas.
"Mau balapan?" tanya Ryeong memicing.
"Yak Hyung. Otokke? Bahkan awww wajahku sakit," kesal Ryung.
"Arasso, pergilah." Ryeong keluar dari mobil. Ryung menancap gas cepat.
"Ke mana dia dengan wajah babak belurnya?" gumam Ryeong.
***
Tok-Tok.
"Yeeee! Tunggu sebentar. Sia--" Wanita itu membulatkan mata saat melihat tamunya.
Dia membuka pintunya dan di sinilah mereka. Duduk di atas sofa berwarna merah maron dengan motif bunga.
"Melihat lukamu sepertinya kamu menyebabkan masalah lagi," gumam wanita itu. Tangannya sibuk mengobati wajah tampan pria itu.
__ADS_1
"Yakk gua babak belur bukan karena penyebab masalah. Tapi Seakiya itu, ashhhit berani MENG--AWWWWKHH!" Pria itu berteriak kesakitan saat wanita yang mengenakan piyama tipis itu menekan kuat luka di bibirnya.
"Eunbi Sajangnim lakukanlah dengan baik. Apa lo mau bunuh gua, eoh?"
Memang benar jika Ryung memilih rumah Eunbi sebagai tempatnya berlindung.
"Mulutmu memang harus robek lebih dalam lagi. Kamu tidak tahu berbicara kasar di rumah orang tidak sopan." Eunbi menatap Ryung tidak habis pikir. Bisa-bisanya dia datang dan menorobos masuk.
Tanpa 'Anyyeong' atau membubgkuk laki-laki ini langsung mengatakan,"Sajangnim cepat ambil P3K dan obati luka gua. Gua hampi sekarat."
Luar biasa sekali caranya bertamu. Ryung sangat pintar membuat Eunbi naik pitam. Baik di sekolah, kampus dan rumahnya.
"Terserah gua. Seakiya ... seakiya ... seakiya," ujar Ryung. Eunbi menganga tidak percaya. Laki-laki ini semakin dilarang malah mengucapkannya berkali-kali.
"Yakkk!" teriak Eunbi kesal.
"Gua tidak perlu panggil lo di sini Sajangnim. Jangan latang gua ngomong sea--"
"Huwaaaaaa Mammaaama." Eunbi langsung pergi mendengar tangisan Gita. Dia meninggalkannya di ruang makan bersama Gata.
Beralaskan karpet kedua putrinya duduk di sana. Mau naik kreta, kretanya rusak.
Tanpa Eunbi sadari Ryung mengekorinya. Ryung bersandar di dinding dan melipat tangan di depan dada.
Eunbi membersihkan tangan Gita. Dia menyeka sisa bubur di pipi dan mulut putrinya.
Gata dan Gita bersemangat makan setelah melihat Eunbi. Melihat Eunbi memperhatikan kedua putrinya membuat Ryung bertanya-tanya di benaknya.
"Setiap gua datang ke sini, suaminya tidak pernah muncul. Sebenarnya ada apa? Apa suaminya pergi perjalan bisnis?" batin Ryung.
Netranya menatap tangan Eunbi. Tidak ada cincin. Tapi di sekolahnya pada tahu jika Eunbi sudah menikah dan memiliki anak. Mwo?! Bahkan di jarinya tidak ada cincin.
"Apa Eunbi hamil di luar nikah atau ... dia bercerai dengan suaminya?" Ryung menatap penasaran Eunbi sampai suara Gita memanggilnya.
"Daddddaaa ddaaa!" racaunya.
"Kenapa dia selalu bilang 'Dadda'? Ah dada! Apa dia ingin minum susu. Sajangnim harusnya memberi asi kepada putrinya," batin Ryung.
Ryung menghampiri mereka. Dia ikut duduk di dekat Eunbi. Gata dan Gita menatapnya polos.
Eunbi memejamkan maya cemas. Semoga Ryung tidak tahu jika anaknya memanggilnya 'Daddy'.
"Eunbi lo gimana sih, anak lo meracau terus 'Daddada daa'apa lo malu karena gua di sini?" tanya Ryung meniru suara Gita memanggilnya.
"M-mwo?!" Eunbi begitu gugup. Tidak ada yang mejamin Ryung tidak mengamuk.
"Dia ingin dada. Tentu hal ini adalah dadamu," ujar Ryung gamblang. Eunbi membulatkan matanya.
"Yakkkk! Ryung MESUMMMM!" teriak Eunbi dengan wajah seperti kepiting rebus. Ryung tergelak dan dengan polosnya bayi kembar iru ikut tertawa.
__ADS_1
TBC
Jejak :)