The Triplek's

The Triplek's
THE TRIPLEKS-THIRTEEN


__ADS_3

💟Happy Reading💟


Ray-Jena


.


.


Paris terkenal dengan simbol menara Eiffel. Tempat romantis untuk berbulan madu, tetapi tidak untuk seorang gadis yang tiba tiga jam lalu. Baginya Paris sebagai tempat pelarian dari rasa sakitnya.


Bukan beristirahat, dia malah keluar dengan mantel coklatnya. Membiarkan udara menembus kulitnya. Netranya menatal sekelilingnya. Orang-orang di sekitarnya berlalu lalang.


Dari sini dia bisa melihat keindahan Paris. Netra coklatnya bagai pecahan beling. Retak-retak menahan butir kristal yang sebentar lagi membelai pipinya yang bak polesan.


"Hiksss hiksss." Malam yang penuh dengan bintang itu menjadi saksi bisu betapa sakitnya perasaan gadis ini.


Satu meter darinya berdiri seorang laki-laki tinggi. Wajahnya yang bak Dewa Yunani terlihat letih. Sinar rembulan menerpa wajahnya.


Perlahan tungkainya bergerak dengan tempo pelan. Kedua tangannya berada di sakunya. Wajah datar itu menatap objek alasannya menginjak negara romantis ini.


Tiga langkah dari gadis bersurai coklat terang itu,  dia berhenti. Siuletnya ditangkap sempurna oleh netra sang Gadis.


Dagunya terangkat pelan. Menatap tidak percaya sosok di depannya. Dia semakin menangis karena merasa ini adalah ilusi.


"Beraninya kamu ke sini dengan air mata sialanmu." Dingin, suara bassnya terdengar dingin seperti biasa. Tapi, mampu menusuk hingga hati terdalam seorang Jung Jena.


"Ray hiks," lirihnya. Hanya pria itu yang selalu berucap pedas kepadanya tapi sayangnya pria itu jugalah pemicu detak jantungnya.


Perlahan dia berdiri. Mendekat dan merasakan napas satu sama lain. Tangannya terulur menyentuh pipi pria itu.


"Ini nyata," ujarnya setengah percaya.


"Apa yang ada di otakmu?" tanya Ray sambil menunjuk-nunjuk jidat Jena. Mendorongnya kecil-kecil.


Jena tersenyum dan semakin menangis. Secepat mungkin tubuh semampainya menubruk tubuh Ray. Melilitkan kedua tangannya pada pinggang pria itu.


"Hiksss kenapa hikss kenapa? Kamu datang saat aku ingin tenang, sevenarnya siapa Hamanya aku atau kamu hikss?" Ray tersenyum tipis dan memeluk Jena erat.

__ADS_1


Ray tidak bisa meyangkal jila hatinya mencolos mendengar jika Jena pergi karena dirinya.


Ray menyerah dengan perasaan yang mencoba ia sangkal. Dia jatuh pada tangan Hamanya.


Jena menarik dirinya dan tersenyum manis. Ray ikut tersenyum dan Jena merasa jantungnya meledak.


Ray memiringkan wajahnya dan hanya lima senti dari wajah Jena. Tangan Jena mengcengkram kuat baju Ray. Dia semakin menggila dengan posisi intim ini.


"Kita tidak perlu beradaptasi lagi atau PDKT," bisik Ray yang membuat Jena waswas dan merasa hatinya akan terluka kembali. Dia menejamkan mata takut.


"Karena  ... aku lebih suka kita pacaran." Jena membuka matanya cepat dan terbalalak.


Cup.


Ray meciumnya! Bolehkan Jena merasa dia bagai di surga? Love in Paris! Itulah pikir Jena.


Jena membalas ciuman Ray dan hujan tiba-tiba turun membuat Jena tersenyum disela-sela ciumannya. Inilah adegan di ******* yang ia idamkan tapi sayangnya Ray bukanlah seperti pemeran utama novel yang punya sikap romantis.


Pria itu malah menyudahi ciumannya dan menarik Jena pergi.


"Ayo kita pulang, hujan bisa membuatmu sakit," kata Ray membuat Jena terpaksa ikut berlari dengannya. Genggaman Ray begitu erat. Mereka menerobos hujan.


Di pagi buta ini Ryung terbangun karena tangisan dari Gata. Dia menyerit saat wanita di dekatnya masih terlelap.


"Eunbi," panggilnya sambil menggoyangkan badan Eunbi. Eunbi menggeliat pelan. Dia mengucek matanya dan--


"AAAAA!" Eunbi berteriak histeris melihat Ryung baring di sampingnya tanpa mengenakan baju atasannya.


Eunbi cepat-cepat mengecek bajunya. Ada-huffgghh aman. Dia memukul Ryung bantal membuat pria itu membuka mata kesal.


"Anak kamu menangis," kesal Ryung.  Eunbi segera turun dari kasur dan melihat Gata. Dia mengambil dok putrinya dan Gata terlelap kembali.


Eunbi menatap tajam ke arah kasurnya. Pria yang terlelap dengan damainya di sana membuat dia merasa naik pitam.


"Ryung!" panggil Eunbi marah. Dia menggocang tubuh Ryung. Ryung menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


"RYUNG!" teriak Eunbi keras. Ryung membuka selimutnya dan menatap Eunbi kesal.

__ADS_1


"Apa?!" tanyanya galak. Hey, Bung! Kamu yang salah kamu yang marah, benar-benar nih anaknya om Juki.


Eunbi melototkan matanya. Dia berkacak pinggang. Tangannya meraih bantal dan membabi buta Ryung.


"Asihhhh!" Ryung terpaksa bangkit. Rambut acakannya dengan memakai boxer membuat Eunbi melonggo. Dia tidak peduli lagi yang sekarang dia sangat kesal dengan Ryung.


"Besok kamu garus bersihkan sampah-sampah di lapangan sepak bola! Bersihkan perpusatakaan! Menulis 100 lembar perminta maaf atas masalah kamu kemarin!" kata Eunbi bertuntung membuat Ryung melipatkan tangan di depan dada.


Dengan gerakan satu tangan dia menutup mulutnya yang malah mengantuk. Eunbi tentu kesal dan melempar Ryung bantal.


"Dasar menyebalkan!" ketusnya.


"Sudah? Besok gua kerjain biarin gua tidur, gua capek," ujar Ryung dengan mata sayunya. Dia sangat mengantuk.


Eunbi membiarkan Ryung kembali berbaring di atas kasurnya. "Apa dia balapan tadi malam? Terlihat kelelahan sekali," gumam Eunbi.


Ini masih subuh dan Ryung membuat kantuknya lenyap. Eunbi ingin beranjak dari sana tapi tarikan keras membuatnya jatuh di atas tubuh kekar Ryung.


"Mau ke mana sih Lo? Tidur aja lagi," ujar Ryung.


Tuk!


"Awwww!" ringis Ryung saat kepalanya dipukul Eunbi. Ryung memicingkan mata menatap Eunbi yang malah tertawa melihatnya kesakitan.


"Dosen laknat," ejek Ryung.


"Murid bandel," ejek Eunbi balik.


Ryung menjepit pipi Eunbi membuat wanita itu memukul dadanya kuat. Ryung melepaskan tangannya dan memegang dadanya.


"Badan gua sakit," kata Ryung membuat Eunbi menatap dada Ryung. Wajah Eunbi memanas, dia terburu-buru ingin bangkit tapi Ryung menahannya.


"Istirahat aja, gua masih ngantuk," ujar Ryung dan meletakkan kepala Eunbi di atas dadanya. Eunbi mengigit bibir bawahnya merasa jantungnya menggila.


"Jatungku," batinnya. Ryung dengan seenak jidatnya terlelap dengan damai.


TBC

__ADS_1


Sorry late post :)


Ada kegiatan tadi, dan mohon jejaknya :)


__ADS_2