The Triplek's

The Triplek's
THE TRIPLEKS-SEVENTEEN


__ADS_3

.


.


.


Ryung tiba di rumah Eunbi. Dia mengentuk pintu dan Eunbi membukanya. Seperti biasa Ryung akan menyelonong masuk ke dalam tanpa menghiraukan muka sebal Eunbi.


"Kebiasaan burukmu tidak berubah, Ryung!" tegur Eunbi.


"Ganti bajulah, ikut ke rumahku," kata Ryung setelah mendaratkan bokongnya di sofa empuk milik Eunbi.


"Mw-mwo?!" Eunbi kaget dengan ajakan Ryung.


"Palli," kata Ryung setengah tidak sabar. Eunbi melipat tangan di depan dada dan menggelengkan kepalanya.


"Aniyo," tolaknya tegas. Ryung menatapnya kesal. Gata dan Gita. menatap polos Ryung.


"Dadddaaaa!" racau Gita sambil menjulurkan tangan. Eunbi mengigit bibir bawahnya cemas.


Ryung menyeringai dan mendekatiu Gita. Sekali gerakan bayi montok itu berada di atas pangkuannya.


"Anakmu ingin ikut," tegur Ryung menyeringai melihat wajah melamun Eunbi. Mata Gata berkaca-kaca. Dia menunduk memainkan tangan mugilnya.


"Kakak,  coba lihat Mom, Nak," pinta Eunbi tapi Gata tetap menunduk. Eunbi rasa Gata cemburu dan merasa sedih hanya Gita yang dipangku Ryung. Sepertinya dia benar-benar mengira Ryung adalah ayahnya.


Ryung seolah sadar dan menepuk paha sebelah kirinya. "Dudukkan di sini dan ganti bajulah," ujar Ryung. Mau tak mau Eunbi mendudukkan Gata di pangkuan Ryung.


Gata langsung tersenyum dan Ryung menciumnya gemas.


"Ohhh bagaimana ini? Aku bisa jatuu cinta terlalu dalam padanya," jerit batin Eunbi.


"Sepertinya hobi lo berubah jadi melamun," ujar Ryung.


"Ck, aku tidak mau pergi." Eunbi bersi keras tidak akan ikut dengan Ryung.


"Wae?!" Ryung menatap jengkel Eunbi.


"Untuk apa aku ke rumahmu?" tanya Eunbi malas.


"Gua ada acara keluarga. Lagian di sana teman-teman gua juga ada."


"Aku dosenmu, bukan temanmu!" jerit Eunbi. Ryung tertawa sampai badannya terguncang.


"Dosen saat di Kampus." Eunbi menatap jengah Ryung. Dia duduk di sofa dan mengabaikan tatapan tajam Ryung.


"Kamu mau ikut Daddy?" tanya Ryung kepada Gata dan Gita. Gata dan Gita mengangguk semangat. Eunbi membulatkan mata saat dia mendengar Ryung menyebut namanya 'Daddy'.  Holly shit! Darimana dia tahu?!


"Mau bawa ke mana anakku?!" teriak Eunbi jengkel. Dia berdiri dan berkacak pinggang.


"Ke rumahku." Ryung hendak melangkah dan Eunbi menghalanginya dengan kedua tangan merentang di depannya.


"Andwe!" Eunbi menatap jengekel Ryung. Aish dia terpaksa mengalah dan,"Baiklah. Biarkan aku dan kedua anakku ganti baju."


Ryung mengangguk dan menyerahakan Gata dan Gita. Dia menunggu tiga luluh menit di bawah.  Eunbi datang dengan dress panjang sopa tapi elengan. Wajahnya ia polesi natural. Jika ada yang melihatnya ia tidak akan percaya jika ia sudah punya anak dan seorang dosen pula.


"Cantik." Hanya mampu diucapkan Ryung dalam hati.

__ADS_1


Mereka bergegas ke rumah Ryung.


***


Kediaman Jung Jungkook.


Jena POV


Baiklah gue kembali ke Korea! Senang banget gue bisa kembali ketemu sama Ray.


Gue di Paris tersiksa banget. Mana Ray gak bisa dihubungin. Cuek, neyebelin tapi ngangenin. Hehehe ngebucin lagi kan gue sama dia.


Saat ini gue sama dia lagi duduk ballrom. Suasana masih ramai. Gue sama Ray memilih memisah diri.


"Ray, kok gak bisa dihubungin selama di Bali?" tanyaku yang dibalas acuh. Untung sayang.


"Sengaja. Quality time with my brothers." Ok, sepertinya dia ingin punya waktu dengan hyung-hyungnya. Tapi akunya kapan?


"Tapi seenggaknya nomor aku, kamu jangan block," rajukku. Dia mengambil ponselnya dan memperlihatkannya. Sudah dihapus didaftar hitam.


"Kamu sayang gak sih sebenarnya,  Ray?" tanyaku sedih saat dia tidak berubah sedikitpun. Wajar kan ggue sad-sad gini.


"Apa kata cinta harus selalu diucapkan setiap waktu buat kamu tahu kalau orang itu cinta?" tanya Ray datar.


"Enggak sih tap--"


"Aku gak bisa ucapin kata-kata konyol setiap waktu." Aduh nasib dedek punya pacar dingin macam kutub utara.


"Terserah kamu," ketusku dan hendak meninggalkannya. Tangannya mengcekal tanganku.


[Tutup mata 🔞 🙉]


Cup. Bibirnya menyentuh bibirku. Lembut, manis dan sangat membuatku candu. Aku. membalasnya dan melingkarkan tangan pada lehernya.


Ray menurunkan ciumannya kepada rahanku. Aku menyisir rambutnya dengan celah-celah tanganku. Ciumannya semakin turun ke leherku.


"Ahhh Rayyy," desahku saat lidahnya menjilat daun telingaku.


"Aghhssshhh ahhh," desahku saat tangannya meremas buah dadaku yang masih dibalut gaun.


Ray terlihat semakin bernapasu saat mendengar desahanku. Aku menahan desahanku agar tidak terdengar sampai di ruang tengah.


"Rayy ahhh nan--ti addahhh yang liatthhh," desahku sambil menahan eranganku.


"Ahhh sial!" umpatnya membuatku kaget.


"Hufghhh hehehe Ray ternyata mesum," batinku ngakak.


"Perbaiki lipstik dan gaunmu," ujarnya datar. Dasar si Kunyuk! Ini juga perbuatanmu. Gue segera merapikan dan hati gue berbunga-bunga.


"Ray, Jena," panggil Echa Eonni. Untung gak ketahuan.


"Eonni, Oppa," sapaku kepada pasangan ini. Mereka terlihat mesra sekali.


"Kalian tidak mau ke bawah?" tanya Eonni. Aku menggelengkan kepala. Eonni terenyum maklum, ahhh aku padamulah Eonni.


Kini tinggal gue sama Ray. Kata orang kalau berdua itu bahaya. ada setan. Gue nunggu setan buat rasuki Ray kayak tadi. Dasar akoh otak mesum.

__ADS_1


"Ayo turun ke bawah," ajaknya.


"Kita di sini saja. Aku masih mau berduaan Ray. Aku Besoknya balik ke Paris," bujukku.


"Gak," tolaknya keras. Akhirnya gua pasrah deh. Nurut sama dia aja, daripada harus kena bentakan.


"Ohg, siapa anak kembar itu?!" tanyaku kaget saat melihat dua gadis kecil cantik dengan pipi menggemaskan.


"Sepertinya anak Eunbi Sajangnim," gumam Ray.


Kami berjalan ke sana dan Ray bilang benar anak dosennya. Gue cuma mengangguk doang.


Gue lihat Ryung Oppa dengan gadis cantik. Apa itu Eunbi Sajangnim? Wah Ryung Oppa sangat berani memang hahaha.


"Sayang, aku ingin bertemu dengan pacar Ryeong Oppa," kataku pada Ray.


Ray terlihat berpikir sebentar dan mengangguk. Di mana oh di manakah Ryeong Oppa bersama gadis yang dijodohkannya.


Oh itu dia!


Gue menarik tangan Ray dan memamerakan senyum manisku kepada kedua pasangan yang terlihat sedang rapat.


"Annyeong, kenalkan aku Jung Jena adik sepupu Ryeong Oppa yang paling cantik," ujar gue narsis dan dia ternyata sangat pemalu.


"Geun Keyra Asthon." Ternyata dia anak relasi bisnis daddy Juki dan Appa.


"Wah Keyra bukankah kita kelihata seumuran?" tanyaku antusiasi. Gue harus buat suasana mencair.


"Ak-ku kelas 11  SMA tahun ini," ujarnya. Ow dia anak SMA.


"Aku sekolah sederajat SMA, School Modeling." Dia kaget dan matanya menatapku menilai. Biarlah,  kalau orang lain sudah kutabok. Untung calon kakak ipar hehehhe.


"Bukankah kamu model?" tanyanya dan membuatku mengibaskan rambutku ke belakang. Aku tersenyum anggung dan mengangguk angkuh. Ray terlihat memutar bola mata.


"Ya ya aku itu seorang model," jawabku sambil mempertahankan senyumku.


"Wah aku sangat kagum padamu," ujarnya polos. Dia menatapku dengan tatapan kucingnya. Wajahku memanas karena merasa terpuji.


"Hahaha,  terimakasih," ujarku sedikit malu karena biasanya gue malu-maluin.


"Oppa(Ryeong), mwoige, kamu mendapat anak kucing yang sangat menggemaskan," godaku pada Ryeong Oppa. Dia hanya tersenyum tipis. Haruskah aku tinggal lebih lama di sini?


"Kita harus double date jika punya waktu luang," ajakku. Dia menganguk kaku.


"Bukankah ini sangat seru Oppa(Ryeong) kita daouble date dengan pasangan masing-masing?" Gue menyenggol perut Ryeong Oppa. Ck, kenapa dia sekaku ini?


"Ya kita akan double date." Dia memperlihatkan senyum manisnya dan terlihat Keyra salting.


"Biasakan diri untuk saling berbaur. Agar kalian bisa mengerti satu sama lain." Hahaha sejak kapa gue sebijak ini?


"Benar kata Jena. Kalian harus saling mencairakan suasana." Pacari gue setuju. Bagaima dengan kalian?


Akhirnya gue larut berbicang dengan mereka.


***


TBC

__ADS_1


Jejak,  double Up ok :)


__ADS_2