
💟Happy Reading💟
.
.
Di dalam pesawat Jena mengirim pesan kepada Ulfie. Air Matanya tidak berhenti menetes.
To Ulfie 📱
~Fie gue pergi ke Paris. Sorry gue gak sempat pamit. Ini kepindahan sekaligus gue dari sekolah.
📲From Ulfie
~Yakkk! Beraninya lo pergi Jena ðŸ˜. Apa gara-gara, Ray?!
📱To Ulfie
Aniyo 😞 gue gak mau Ray pergi karena gue. Gue cinta sama dia ðŸ˜jagain kalau ada cewek yang berani-berani dekatin tampar 😬
📲From Ulfie
Ya, harus memang ditampar 😠. Gue mau tampar Ray!!!ðŸ˜
📱To Ulfie
Yakkk! Fieeeeeee!!! 😡😡😬😬ANDWEEE!!
Chat Jena diabaika. Ulfie yang berada di cafe bersama Yoongi berdiri.
"Antar aku ke Ray," ujar Ulfie marah. Yoongi menatap bingung pacarnya.
"Yank, kamu kenapa sih?" tanya Yoongi bingung.
"Antarkan aku pada ******** itu!" marah Ulfie. Yoongi mengangguk dan saat ini Ray di area balapan.
Ryung sedang balapan dengan Duhon sesuai tantangan pria itu di kampus.
Sesampainya di sana Ulfie disambut sorakan-sorakan menggema pendukung Ryung dan Duhon.
Ulfie mencari keberadaan Ray dan melihat pemuda itu duduk di atas mobil.
"Yakk! Ray ********!" teriak Ulfie membuat Ray menatapnya bingung. Suga dan Vira juga tersentak dengan kedatangan Ulfie. Terlibih ucapannya.
"Maksud lo apa?" tanya Ray tajam.
Yoongi menahan lengan Ulfie. Tapi Ulfie diliputi emosi. Dia mengempaskan tangan Yoongi.
Teman-teman Ray berkumpul. Mencari tahu ada apa.
"Fie kamu kenapa sih?" tanya Yoongi kesal.
PLAK!
Sontak semua mata membulat sempurna. Ulfie gadis itu menampar Ray.
Ray tersenyum mengeringan. Matanya memandang tajam Ulfie. Dipastikan pria itu sangat emosi sekali.
"Itu tamparan buat lo yang selalu nyakitin sahabat gue, Jena."
Tanpa bisa Ray cegah Ulfie melayanglkan kembali tamparan kepadanya.
"Itu buat ******** kayak lo yang selalu buat air mata sahabat gue jatuh," ujarnya dingin. Wajah Ulfie memerah marah.
"Yakk," tegur Yoongi menarik tangan Ulfie.
"LEPASIN!" Ulfie mberontak. Yoongi memeluknya erat. Air mata Ulfie jatuh.
__ADS_1
"Hikss tamparan itu tidak sebanding luka Jena. Hikss gara-gara ******** ini ...." Ulfie menunjuk Ray penuh kebencian.
"Jena pindah ke Paris. Hikss dia tidak kau Ray ke Spayol atau Prancis gara-gara dia!" teriak Jena. Yoongi terpaksa menyeret kekasihnya.
Ray memengang pipinya yang terasa perih. Tamparan Ulfie tidak main-main sakitnya.
"Jena? Paris? Bagaimana bisa gadis itu tahu. Dia dan Jungkook sepakata menyembunyikannya," batin Ray.
Dia pergi tanpa kata. Melajukan Mobilny kecepatan tinggi. Dia akan ke rumah Jena.
***
Jhope dan Hana baru saja sampai di rumah tapi melihat keponakannya di depan gerbang dengan mobilnya membuat mereka bingung.
"Ray," panggil Jena.
"Apa benar Jena ke Paris?" tanya Ray to the point. Hana kaget saat keponakannya tahu. Dia mengangguk.
"Baru saja kami mengantarnya. Rencananya besok baru kami kabari ornag rumahmu," kata Hana.
"Arghhh! Ray pamit Aunty." Ray buru-buru meninggalkan rumah Hana.
Tuuuut
"Halo, Hyung," kata Ray. Dia menelepon Ryeong.
"Ya, Ray?" Ryeong berada di ruang kerjanya.
"Urus keberangkatanku malam ini ke Paris."
"Baiklah." Ryeong tidak banyak tanya. Dia tahu dari suara Ray saja mendesak.
Ryeong mengambil kunci mobilnya dan meninggalkan Apartemennya. Setidaknya dia harus mebyiapkan keperluan adiknya. Sungguh kakak pengertian.
***
"RYUNG! RYUNG!"
Nama itu membuat sesi penontong bersorak saat pria itu mengangkat ban depan motornya.
Dia langsung mencapai garis finish. Ryung memberikan kiss jauh pada penggemarnya.
"Huuuuuuuu!"
"Ryung love you!"
"Saranghae Ryung!"
Ryung membuka helemnya. Keringat membuat rambutnya basah. Dia menoleh ke samping dan menatap mengejek lawannya.
"Cemen," ejek Ryung. Dohun mengepalkan tangan kuat. Dia meninggalkan are balap dengan emosi.
Ryung dihampir lady's dengan pakaian minim. Ryung mengangkat alisnya saat memandang temannya.
Pria itu tersenyum manis. "Ok Ladi's, sampai jumpa nanti malam. Gua butuh penghangat di ranjang gua, ok?" goda Ryung membuat mereka bergairah.
"Ray ke mana?" tanya Ryung.
"Tadi di tampar dan pergi begitu saja," ujar Sehun sambil menyodorkan botol air menieral kepada Ryung.
Ryung tertawa renyah,"Siapa wanita malang itu?"
Tentu Di menyebutnya wanita malang karena Ray tidak akan membirakannya begitu saja.
"Ulfie, pacar Yoongi," ujar Sehun.
"Uhukkk, serius lo?" tanya Ryung tidak percaya.
__ADS_1
"Lo cuma percaya sama orang tajir doang, ****," umpat Sehun.
"Hahaha." Mereka tergelak mendengar ucapan Sehun. Ryung membuka bajunya hingga memperlihatkan absnya.
Jleb. Kota-kotak bagaiakan roti sobek itu berwarna coklat dengan tetesan keringat membuat wanita menatapnya lapar.
Ryung mengambil handuk dan melap keringatnya. Dia memakai baju kaos yang disodorkan Yeonjun.
"Lo tau artinya 'dadadaaa'? Saat anak kecil mengucapkan itu dia minta dada kan?" tanyanya.
"Ck, haha yoi, Bro!" sahut Boemgyu dan terbahak.
"Dadddadda," racau Yeonjun membuat mereka tergelak.
"Kalau lu minta susu lu cukup bilang, 'Dadadddad'," timpal Suga mendapat pukulan di bahunya. Dia menatap Vira dan menyengir.
"Yakk. 'Dadddda'itu yang ucapin anak kecil?" tanya Vira kesal. Ryung mengangguk.
"Artinya dia memanggil Daddynya, cih dasar kalian otak mesum," rutuk Vira. Ryung langsung menghubungkan potongan kejadian dengan anak Eunbi. Pantas saja Eunbi marah kepadanya dan mengatainya mesum.
"Gua ada urusan sebentar," ujar Ryung dan teman-temannya mengangguk.
Ryung melajukan motornya dan bergegas ke rumah Eunbi. Ryung menyerit melihat mobil asing di matanya.
Dia masuk ke dalam dan kaget melihat pemandangan di dalam rumah itu. Pecahan beling berserakah.
Dia menatap wanita paruh baya menatap Eunbi tajam. Eunbi menangis dan duduk di lantai dengan mata sembabnya.
"Murahan sekali kamu. Jangan pernah ganggu putraku lagi. Kamu tidak pantas dengan putraku!" teriaknya marah.
"Hikss Bu, aku tidak pernah datang. Hiksss dia mendatangiku, Bu," ujar Eunbi.
"Cih, jangan panggil aku Ibu. Aku bukan mertuamu lagi dan tidak pernah sudi." Betapa kejam Ucapanny menusuk Eunbi begitu dalam.
"Kau itu ******. Jangan merangkak meminta uang pada keluargaku, bahkan keluargamu membuangmu!" ujarnya sakras.
"Hiksss aku bukan ******. Hikss demi Tuhan, hikss aku tidak pernah selingkuh," isak Eunbi.
"Dengar, anak harammu itu sama sialnya denganmu. Mengemislah di jalanan, jangan ganggu putraku!" hinanya dan meninggalkan Eunbi.
Dia berpapasang dengan Ryung yang mematung di sana. Tatapan remeh wanita itu membuat Ryung menatapnya datar.
"Cih, seleranya tinggi tapi yah beginilah ******, butuh kepuasan dan haus harta," ujarnya dan pergi.
Ryung melihat Eunbi menangis keras. Wanit itu tidak menyadari kehadirannya. Ryung sangat pintar dengan situasi tadi.
Pantas saja dia tidak pernah melihat suami Eunbi. Wanita itu bercerai dengan suaminya.
Ryung menutup pintu dan menguncinya. Dia menghampiri Eunbi. Tanpa kata dia memeluk Eunbi.
Eunbi kaget dan mengusap air matanya cepat. Dia mendorong Ryung.
"Pergi!" usirnya. Ryung tetap diam.
"PERGI Hikss! PERGI!" teriaknya.
Ryung menggedong Eunbi. Mengabaikan teriakan dan rontaan wanita itu. Sampai Eunbi jatuh tertidur.
Ryung meletakkan hati-hati Eunbi di atas kasur. Dia meliahat kedua bayi itu terlelap di box bayinya.
Ryung menghampirinya dan mengusap pelan pipi mereka.
"Daddy, apa kalian butuh sosok itu?" guman Ryung.
TBC
Jejak :)
__ADS_1
          Â