The Triplek's

The Triplek's
THE TRIPLEKS-TWENTY TWO


__ADS_3

💟Happy Reading💟


.


.


"Keyra!" panggil seorang perempuan berambut sebahu. Dia menatap perempuan yang mengenakan kaos putih kebesaran di tubuh mugilnya.


"Eonni!" jerit Keyra bahagia. Dia. memeluk Nera dengan kuat.


"Bagaimana perjalananmu, Eonni?" tanya Keyra antusiasi. Nera adalah sepupu jauh Keyra tetapi begitu akrab dengannya.


Nera duduk dan tersenyum sambil merenggakkan ototnya yang kaku.


"Luar biasa," ujar Nera.


"Aku tahu, Eonni. Lalu, kenapa tiba-tiba datang. Eonni kan suka sekali Paris," ujar Keyra.


Nera menatap Keyra penuh."Ada problem di sana. Kamu tahu sepupu dari calon suamimu menyingkirkan posisiku. Dia memang model yang cantik, tetapi ini seperti bukan keadilan," ujar Nera sedih.


"Eonni  ...." Keyra tidak tahu herus menghibur bagaimana Nera. Dia tahu Jung Jena bukan lawan yang mudah. Meski Jena terkenal kaya, tetapi Keyra begitu yakin jika gadis seusianya itu tidak pernah menggunakan kekuasaan untuk bersaing. Murni karena bakat dan kecantikannya.


"Eonni sangat cantik. Eonni bekerja saja di Korea, Keyra sendiri di sini. Mom dan Dad akan kembali ke London."


"Tentu. Orang tuamu kembali setelah pernikahanmu dengan Mr. Reyong."


Keyra mengangguk lesu. Dia tidak pernah tahu sifat Ryeong yang sesungguhnya.


***

__ADS_1


"You will kill me!" teriak seorang gadis dengan angkuhnya.


Gadis di depannya mengibaskan rambut angkuh. Siapa yang bisa. menebak sikap angkuh penuh pesona itu? Dia adalah Jung Jena.


"Aku peringati sekali lagi. Jung Aeghie Ray itu milikku, berhenti berkhayal untuk memilikinya."


Jena kembali memberikan perhitungan pada model yang satu sekolah dengannya.


"Ray," sapa Jena kepada Ray.


"Apakah sekarang bisa kembali?" tanya Ray sambil menyodorkan jus kepada Jena. Jena menerimanya dan menyeruputnya.


Ken menatap keduanya dengan pandangan tidak terbaca. Hingga Jena dan Ray menghilang karena keduanya akan kembali ke Korea.


Seminggu lagi pernikahan Ryeong dan Keyra. Namun, karena kepentingan mendesak Ray dan Ryeong berada di Paris.


"Semoga perjalananmu ke Korea selamat," seringai Ken.


"Selamat siang, Ken Luis." Ken menatap pria itu datar. Untuk apa Jung Aegi Ryeong menghampirinya di saat harusnya pria itu di Korea.


"Ya?" tanya Ken sambil menurunkan kaca jendela mobilnya. Meski dia tidak bisa langsung menatap netra hitam Ryeong di balik kaca mata hitam pria itu.


"Baca baik-baik itu." Ryeong melemparkan kertas di dada Ken. Dia memasukkan kepalanya ke dalam mobil sedikit.


"Perlu kau tahu Ken Luis. Jung Aeghie Ray itu adikku." Ryeong menyeringai melihat wajah pucat Ken. Mungkin Ken tidak menyangka jika ia bisa sedingin itu.


Ryeong menepuk pelan pundak Ken. Dia berjalan menjauh dan mengendarai mobilnya sendiri.


Ryeong menekan tomblo di erphonenya.

__ADS_1


"Halo, Hyung." Terdengar suara serak bangun tidur Ryung.


"Aku punya tugas untukmu, Ryung."


"Tugas apa, Hyung?" tanya Ryung heran.


"Peringati suruhan yang dikirim Ken Luis untuk mengintai kegiatan Jena." Bagaimana bisa Ryeong tahu? Tentu karena dia lebih dulu punya mata-mata untuk Jena dan Ken.


***


Seorang pria mengenakan Hoodie merah dengan rambut biru miliknya.  Kini dia memilih warna biru kembali.


Matanya memancar sorot senang. Celana hitam sobek-sobek membungkus kaki panjangnya.


"Ryung, mau ke mana kamu?" tanya Aeri.


"Mom, aku ingin keluar sebentar." Ryung mencium pipi Aeri cepat dan berlari.


Aeri menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ryung.


"Mereka bertiga tidak ada yang beres. Putra-putraku harus keluar rumah bahkan Ryeong yang sebentar lagi menikah malah berkeliaran." Aeri mulai mengomel membuat Echa tertawa dan menghampiri ibunya.


"Mom, biarkan saja mereka keluar. Setelah pulang, aku akan membantu Mommy memberi mereka hukuman." Aeri tertawa dan mengangguk.


"Avy uga, Mom," ujar Avy cendel di dalam gendongan Echa.


"Eughh Avy juga, Sayang?" Echa mencium pipi putrinya saat gadis kecil itu mengangguk.


TBC

__ADS_1


Jejak :v


__ADS_2