The Twins CEO

The Twins CEO
Nessa Diculik


__ADS_3

"Apa?! Kamu mengancam Irgi?!" tanya tuan Charles.


"Aduh Karen, kalau ternyata Irgi lebih memilih adiknya bagaimana?!Padahal setelah pernikahan kalian, daddy mau ada proyek besar yang melibatkan tuan Leon, semuanya bisa kacau  kalau rencana pernikahan kalian dibatalkan," dengus tuan Charles.


"Tapi daddy, aku kesel banget sama Irgi, karena dia lebih mementingkan adiknya itu!"


"Aduh kamu bagaimana sih, harus kamu itu bisa kontrol emosi kamu! Kalau Irgi ternyata malah memilih adiknya bagaimana, adiknya kan lagi sakit! Paling bentar lagi juga mati!"


"Habis aku kesel Daddy, Aku rasa Irgi tuh gak cinta sama aku!" Bentak Caroline.


"Karen! Bagaimana dia bisa cinta sama kamu, kalau sikap kamu seperti itu, seharusnya kamu bisa tunjukkan simpati kamu terhadap keluarganya, bukan malah menunjukkan sikap egois kamu," bujuk tuan Charles dengan nada suara yang merendah.


"Jadi aku harus bagaimana Daddy, aku gak mau kehilangan Irgi, jujur aku sudah jatuh cinta padanya, karena itulah ketika melihat dia berpelukan dengan adiknya aku tuh cemburu banget dan gak bisa menahan emosi ku."


"Kalau sama adiknya aja, Irgi bisa romantis, sama aku biasa saja! Aku seperti bukan tunangannya.Gak ada romantis sama sekali," dengus Karen dengan bibir yang manyun.


"Sudahlah kamu minta maaf saja sama Irgi, sebelum dia memberitahu sifat asli kamu pada keluarganya. Keluarga mereka itu kompak, jika salah satu anggota keluarga ada yang tersakiti, maka mereka semua akan ikut andil. Daddy gak mau karena pertunangan kamu dan Irgi  putus tuan, bisnis daddy dan tuan Leon juga bermasalah."


"Iya aku juga gak rela, tunangan ku ambil oleh si Dinda yang jelek dan penyakitan itu."


"Sudah kalau begitu tenangkan diri kamu dulu, agar kamu bisa berpikir positif," saran tuan Charles.


"Iya baiklah."


***


Melihat Stefan  keluar dari ruangan Nessa dengan emosi, Farel menjadi curiga. 


Ia mendekati Stefan dan bersembunyi di balik dinding untuk mendengarkan pembicaraan Stefan pada sambungan teleponnya.


Meski tak mendengar dengan jelas, tapi Farel menduga ada rencana jahat yang ingin dilakukan oleh Stefan terhadap Nessa.


Karena saat itu, Stefan terlihat begitu kesal, ia pun menyebut tunangan dan skenario.


Farel coba merekam tapi, ia justru tak membawa handphonenya.


Setelah Stefan selesai bicara di sambungan teleponnya.Farel kembali secara diam-diam.


Selama ini Farel curiga jika Stefan lah dalang dari peristiwa pengeroyokan tersebut.


Bahkan setelah itu, Farel sering mendapat ancaman dari berbagai nomor yang tak dikenalnya. Ancaman tersebut berupa melarang Farel untuk mendekati Nessa. Dan terakhir ia diminta untuk resign dari perusahaan AX company.


Tapi Farel tak menggubris ancam tersebut, ia memang tak memberitahu pada siapapun, karena ia yakin jika orang yang mengancamnya adalah Stefan.


***

__ADS_1


'Apa yang harus kulakukan?Jika aku katakan ini pada Nona Nessa dan tuan Sheon, aku tak punya cukup bukti,' Batin Farel.


"Tapi aku harus berhati-hati. Stefan bisa mencelakai nona Nessa kapan saja," gumam Farel sambil melangkah dengan begitu cepat.


Kebetulan saat itu ia melihat Nessa keluar dari ruangannya.


"Nona anda mau kemana?"tanya Farel.


"Mau ke rumah sakit, nanti setelah jam makan siang berakhir saya akan kembali," jawab Nessa.


"Ehm, Nona boleh saya ikut mengantar Nona?"tanya Farel.


"Iya boleh," sahut Nessa tanpa pikir panjang.


Farel dan Nessa berjalan melewati koridor, dan ternyata Stefan masih menunggu di salah satu koridor, ia bersembunyi di sudut dinding yang membatasi antara koridor.


Setibanya di lobby, ternyata supir pribadi Nessa sudah menunggu. Selama ini Leon telah mengendorkan penjagaan terhadap Nessa, karena Stefan sendiri yang meminta, agar saat mereka berduaan tak merasa sungkan terhadap para bodyguard Nessa yang selalu mengawasi.


Sebagai orang yang tak bisa mengontrol emosional, Stefan selalu merasa tidak tenang jika keinginan tersebut tak terpenuhi.


Saat ini, ia begitu menginginkan Nessa dan ia rela melakukan apa saja untuk mewujudkan keinginan itu.


Stefan tersenyum menyeringai ketika melihat Farel yang ikut di dalam mobil Nessa 


"Bagus, ini baru namanya, sekali mengayuh dua tiga pulau terlampaui.Haha."


Baru beberapa menit berjalan, tiba-tiba terdengar suara ban pecah.


Seketika mobil yang membawa Nessa dan Farel goyang.


"Ada apa ini pak?"tanya Nessa yang merasa kaget karena tiba-tiba terdengar bunyi ban yang meletus.


"Bannya bocor Non, sepertinya ada sesuatu sebentar ya bapak lihat dulu," ucap sang sopir sambil keluar dari mobil.


Sang sopir keluar dari mobil itu kemudian memeriksa ban depan yang tiba saja meledak.


Kondisi jalan raya saat itu tidak terlalu ramai, karena mereka masih berada di kawasan perkantoran, dan ketika siang hari seperti ini jalanan itu memang selalu sepi.


Hanya ada beberapa motor dan mobil yang melintas.


"Nona sebaiknya anda jangan keluar, tetaplah berada di dalam mobil," ucap Farel.


Karena sudah curiga Farel langsung mengeluarkan handphonenya dan menghubungi seseorang.


Baru saja telepon itu diangkat ,Nessa sudah berteriak karena ada dua orang yang coba membobol pintu mobil.

__ADS_1


Dan ada seorang lagi yang membekap mulut pak sopir, hingga pria itu pingsan dan tergeletak di lantai.


 Farel menyentuh tombol speaker agar, apa yang terjadi di dalam mobil terdengar oleh si penerima telepon.


"Apa-apaan ini?! siapa kalian? kenapa kalian ingin membobol mobilku?!"tanya Nessa dengan panik.


Sementara seorang lagi menarik Farel dari dalam mobil dan langsung menghajarnya.


Farel sempat melawan, namun duel itu tak berimbang karena ia harus melawan dua orang sekaligus.


Sementara Nisa sudah menjerit ketakutan, Farel juga tak tahu bagaimana nasib sama sopir.


Iya berusaha untuk meladeni dua pria yang memukulnya.


Pikiran Farel masih tertuju dengan Neesa yang berusaha menjaga pintu agar tak terbuka.


Namun, sindikat itu sepertinya sudah profesional.


Pintu mobil berhasil dibobol dan sebuah mobil menghimpit mobil Nessa.


"Lepa…!"teriakan terhenti.


Bahkan Nessa tak sempat melanjutkan teriakannya, ketika salah seorang mereka menyemprotkan sesuatu di hidung Nessa.


Nessa langsung tak sadarkan diri, sebuah mobil datang menghampirinya dan langsung membawa Nessa pergi.


Setelah mobil berhasil pergi membawa Nessa yang tak sadarkan diri, salah seorang pria yang berduel dengan Farel , mengakhiri duelnya dengan menusukkan pisau ke perut Farel.


"Akh!" Ringis Farel.


Setelah berhasil menancapkan pisau ke perut Farel, pria itu bergegas pergi dengan motornya.


Penjahat itu berhasil kabur.


Farel menyentuh perutnya yang mengeluarkan cairan merah.


Mungkin karena tergesa-gesa pisau yang ditancapkan pria itu hanya melukai bagian luar perut Farel.


Setelah kepergian Nessa, barulah beberapa mobil datang.


Sambil menahan rasa sakit akibat luka di bagian perutnya, Farel berjalan menghampiri mobil itu.


"Nona Nessa dalam bahaya, kita kejar mobil itu!" 


"Baik tuan!"

__ADS_1


Mobil melaju membuntuti mobil yang membawa Nessa.


Bersambung dulu gengs jangan lupa dukungannya ya.


__ADS_2