
Air bergemericik di dalam bathtub seiring gerakan kedua insan yang bergerak tak beraturan itu.
Kedua kaki Sarah sengaja di letakkan di dua sisi bathtub agar sang suami bisa lebih leluasa menggerakkan pinggulnya mendorong dan menarik menghujami bagian bawah tubuhnya dengan benda tumpul milik suaminya.
Uh… suara lengkuhan terdengar keluar dari mulut Irgi, karena inilah pertama kalinya ia merasakan sensasi bercinta di suasana yang berbeda selain di atas ranjang.
Sarah terlentang dengan kelopak mata yang merem melek, sesekali ia menjambak rambut Irgi dan menggigitnya bagian pundak Irgi ketika di buat oleh kenikmatan tiada tara
Setelah cukup lama berada diatas tubuh istrinya, Irgi meminta Sarah membalikan posisi tubuhnya, hingga bagian bokong menghadap ke arah Irgi.
Tanpa menunggu waktu Irgi menancapkan kembali senjata tumpul miliknya dan mendorong hingga mentok.
Akh! Mas Irgi! Sarah mende*sah kemudian menggigit bibir bagian bawahnya sementara matanya terus merem melek menikmati serangan brutal dari sang suami.
Tubuh Sarah berguncang hebat setelah mendapatkan serangan dari belakang, tubuh mereka berlumur keringat meski berada di dalam genangan air saat malam hari.
Irgi terus menggerakkan pinggulnya sementara Sarah tak henti-hentinya melengkuh.
Setelah dua puluh menit gerakan Irgi mulai melambat, Sarah memejamkan matanya karena merasakan ada sesuatu ledakan besar yang menghujami rahimnya.
Bola matanya semakin sayu ketika hentakan terakhir Irgi terasa menyemburkan lahar hangat di rahimnya.
Tubuh Sarah ambuk, dengan nafas yang ngos-ngosan. Diikuti tubuh Irgi yang juga tumbang di atas tubuhnya.
Keduanya pun mengatur napas yang ngos-ngosan.
"Aduh mas Irgi, jangan ditindih bisa hancur remuk tubuh Sarah," ucap Sarah sambil mendorong tubuh Irgi ke samping.
"Haha tadi aja di tindih dan guncang-guncang nggak remuk-remuk," ejek Irgi.
"Ish, apa-apaan sih," dengan Sarah sambil menyandarkan tubuhnya di bathtub.
Sementara Irgi tersenyum mesum ke arahnya.
"Sudah ya mas Irgi, Sarah cape," cetus Sarah sambil mengatur nafasnya.
Irgi membetulkan posisi, ia menarik Sarah dan menggantikan posisi Sarah yang bersandar bathtub.
Kali ini Sarah yang bersandar pada tubuh Irgi. Keduanya masih mengatur nafas mereka yang tersengal.
Sarah meletakkan dadanya di ceruk leher Irgi sambil menikmati belaian lembut dari suaminya.
"Capek ya?" tanya Irgi seraya membelai rambut panjang Sarah.
"Iya Mas capek," jawab Sarah dengan nafas yang terengah-engah
" Mau dipijitin?*tanya Irgi.
"Enggak lah ,aku tahu kamu juga capek kan mas ?"
"Nggak capek lah ,satu ronde lagi masih sanggup kok."
Nafas Sarah kembali memburu mendengar ucapan Irgi itu.
"Ampun Mas, serah nggak sanggup lagi," rengek Sarah.
"Tubuhku rasanya mau hancur," ucap Sarah.
"Haha, Ya sudah kalau gitu cepat selesaikan mandinya setelah itu beristirahat," ucap Irgi.
__ADS_1
"Ya mas tapi aku capek sekali, pengennya tidur aja," ucap Sarah dengan manja.
"Iya sini biar Mas yang bersihkan tubuh kamu."
Irgi kemudian mengambil sabun cair dan menuangnya di atas spon, kemudian ia membersihkan bagian tubuh Sarah dari bagian rambut sampai bagian ujung kaki, bahkan sampai bagian intim dari tubuh istrinya.
Setelah itu giliran dirinya yang bersih-bersih dengan sabun. Setelah itu mereka membilas tubuh mereka dengan air hangat yang mengalir.
Karena terlalu lelah, Sarah hampir tertidur di dalam bathtub yang masih dialiri air.
"Sarah sudah selesai ayo kita kembali ke kamar," ucap Irgi sambil memakaikan bathrobe ke tubuh Sarah.
Karena terlalu lelah Sarah sampai tak mampu mengangkat kelopak matanya.
"Digendong saja Mas aku kok ngantuk banget, Aku lelah sekali hari ini," ucap Sarah dengan mata yang sedikit terpejam.
"Ya sudah kalau gitu."
Kemudian Irgi menggendong Sarah menuju tempat tidur.
Setelah meletakkan Sarah di tempat tidur ,Irgi membiarkan Sarah tertidur dengan masih mengenakan bathrobenya.
Setelah meletakkan istrinya di atas tempat tidur, kemudian Irgi memakai boxer. Setelah itu ia langsung kembali ke tempat tidur dan langsung tertidur.
Malam itu adalah malam yang sangat indah juga melelahkan bagi pengantin baru itu..
Irgi merentangkan tangannya di perut Sarah membalikkan tubuhnya kemudian membalas pelukan Irgi untuk mencari kehangatan.
Sepasang suami istri itu pun tidur saling berpelukan.
***
Pagi hari yang cerah tak seperti wajah Nessa yang berkabut.
"Farel kemana sih, kok semakin hari semakin jarang saja menghubungiku," dengus Nessa sambil masukkan kembali handphonenya ke dalam tas.
Kemudian Nessa keluar dari kamar. Baru saja menutup pintu kamar, Ia mendapat telepon dari seseorang, yang tak lain adalah Farel.
"Halo selamat pagi cantikku," ucap Farel ketika Nessa mengangkat telepon darinya.
Bukannya membalas sapaan Farel Nessa hanya diam.
"Loh kok cuma diam, Kenapa sih?* tanya Farel.
"Masih ingat juga kamu hubungi aku Aku pikir kamu sudah lupa," dengus Nessa.
"Masih ingat dong Sayang, aku nggak akan lupa tadi malam aku ketiduran karena terlalu lelah," ucap Farel.
"Ya sudah kalau begitu nanti sore kamu jemput aku ya."
"Nanti sore? tapi aku nggak bisa Sayang."
"Tuh kan kalau diminta ketemu kamu pasti nggak bisa, emang kamu sibuk apa sih, atau kamu sibuk dengan cewek lain," tuduh Nessa karena cemburu.
"Enggak aku lagi sibuk aja, nggak bisa kemana-mana."
"Oh begitu ya, ya sudah kalau gitu, kita putus saja."
"Eh jangan sayang, kalau putus sia-sia dong pengorbanan Aku selama ini," ucap Farel.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu. Nanti sore aku tunggu kamu jemput aku titik, kalau nggak kita putus."
"Iya aku jemput kamu, tapi jangan marah ya."
"Yah aku tunggu nanti sore," ucap Nessa sambil tersenyum.
Selama seminggu tidak bertemu Farel, Nesaa merasa begitu rindu, hingga ia harus memaksa Farel untuk bertemu dengannya.
Setelah menutup teleponnya, Nessa kembali memasukkan handphone tersebut ke dalam tasnya.
Ketika membalikkan tubuhnya, lagi-lagi ia mendapati pemandangan yang membuatnya semakin ngenes.
***
Setelah malam itu, kehidupan rumah tangga Irgi dan Sarah tak lagi canggung.
Bahkan pagi ini mereka menjalankan shalat subuh bersama, setelah itu Sarah mempersiapkan pakaian yang akan digunakan oleh sang suami.
"Mas kamu mau pakai baju yang mana?" tanya Sarah.
"Yang mana saja," sahut Irgi yang baru keluar dari kamar mandi.
"Kalau begitu yang ini saja mas. Aku suka banget sama biru dongker," ucap Sarah.
"Iya yang itu saja."
Irgi menghampiri meja riasnya kemudian memakai handbody dan deodorant.
"Sini Mas biar aku bantu kamu pakai kemeja dan dasi," ucap Sarah.
Sambil tersenyum Irgi mendekati Sarah.
Kemudian Sarah membantu Irgi mengenakan kemeja.
'Enak ya punya istri pakai baju dipakaikan," ucap Irgi sambil tersenyum menatap Sarah.
"Iya dong, kata Umi seorang istri itu harus bisa memanjakan suami, karena tak hanya wanita yang perlu dimanja tapi pria juga,"sahut Sarah.
"Pantesan aja setelah pulang pesantren berubah 180 derajat, jadi lebih agresif gitu,"cetus Irgi sambil tersenyum menatap Sarah.
"Ih mas gak usah diungkit lagi ya, Aku kan jadi malu," dengus Sarah dengan wajah yang merona karena malu.
"Ngapain malu, mulai sekarang nggak boleh malu ya sama suami sendiri," sahut Irgi.
"Iya, aku nggak akan malu kok. Oh iya Mas aku bosan di rumah sendirian boleh nggak aku ikut Mas Irgi ke kantor?"
"Boleh saja," jawab Irgi.
"Asik, Terima kasih ya Mas."
"Iya, yuk kita turun sarapan dulu setelah itu kamu ikut Mas Irgi ke kantor."
"Ayo," sahut Sarah sambil menggandeng tangan Irgi
Sarah dan Irgi keluar dari kamar itu dengan bergandengan mesra membuat iri seseorang yang ada di belakang mereka.
"Duh perasaan kemarin mereka jauh-jauhan, kenapa sekarang sepertinya lengket sekali, bikin iri saja," gumam Nessa.
" ehm Farel kapan ya kita bisa mesra-mesraan seperti mereka," dengus Nessa sambil menghentakkan kakinya karena iri melihat saudara yang terlihat bahagia dengan pasangannya.
__ADS_1
Bersambung dulu gengs.
.