The Twins CEO

The Twins CEO
Malu


__ADS_3

Nessa memutar dirinya di depan cermin.


Kebaya putih dengan sanggul modern itu membuatnya tampak begitu cantik.


Nessa tersenyum dengan raut wajah yang begitu bahagia, kemudian ia kembali duduk di meja rias.


"Duh calon pengantin dari tadi senyum-senyum sendiri," ucap Sasha sang kakak ipar.


"Iya, saya perhatikan dari tadi Nona Nessa tersenyum terus, setiap beberapa menit sekali selalu memutar tubuhnya di depan cermin rias," ucap MUA yang merias Nessa.


Nessa kembali tersenyum mendengar pembicaraan kedua orang itu.


"Emang apa sih yang kamu pikirkan, dari tadi kok kakak lihat kamu tersenyum terus?" tanya Shasa.


"Aku nggak mikirin apa-apa kak , aku hanya merasa bahagia. Akhirnya aku bisa menikah dengan pria yang begitu aku cintai," ucap Nessa.


Hm, Nessa kembali tersenyum seraya menakup  dua telapak tangan di pipinya.


"Hm, memang begitulah perasaan seorang pengantin ketika mereka menikah dengan seseorang yang mereka cintai," sahut Shasa.


"Iya Kak bahkan aku deg-degan, rasakan saja tanganku sampai dingin begini," ucap Nessa sambil menggenggam tangan Shasha.


'Iya, kakak ngerti kok. Dulu juga kakak begitu," ucap Shasha.


"Shasa!" tiba-tiba Yura datang menghampiri kamar Nessa.


"Iya ada apa mommy?"


"Sha, kamu temani Sheon untuk menyambut kedatangan calon pengantin pria ya."


"Iya mommy," jawab Sasha.


"Nessa kakak ke bawah dulu ya, sebentar lagi calon suami kamu tiba."


"Iya Kak," sahut Nessa.


Yura tersenyum sambil mendaratkan bokongnya di samping Nessa yang tengah dirias oleh MUA.


"Anak mommy cantik sekali,"ucap Yura sambil menatap Nessa dengan tatapan yang berembun.


"Mommy juga cantik," cetus Nessa.


Ketika sedang mengobrol mereka mendengar iring-iringan pengantin tiba di kediaman mereka.


"Itu calon mempelai prianya sudah datang. Ayo cepat selesai riasannya," perintah Yura.


"Iya Nyonya, bagaimana mau cepat selesai, sejak tadi nona Nessa gak bisa diam," ucap MUA tersebut.


"Iya ayo mbak! Cepat sediki,." perintah Nessa.


MUA itu pun segera menyelesaikan tugasnya untuk merias Nessa.


***


Di dalam kamar Irgi masih masih menemani Sarah yang sedang mabuk karena ngidam.


"Sarah, calon pengantin prianya sudah datang.Mas keluar dulu ya."


"Iya Mas, maaf ya , Sarah gak bisa mendampingi mas Irgi di akad nikah mbak Nessa," ucap Sarah.


"Iya gak apa-apa Sayang."


***


Di luar rumah  kedatangan pengantin pria disambut dengan prosesi  adat dan tradisi setelah selesai , akad nikah pun segera terlaksana.


Farel kini berhadapan Irgi diantara dua saksi dan seorang penghulu.


Farel dan Irgi saling berjabat tangan.


"Bagaimana akad nikahnya sudah siap?" tanya penghulu.


"Siap," ucap Farel.


"Kalau begitu akad nikah akan segera dilaksanakan. Silakan di mulai saja," ucap penghulu.


"Saudara Farel saya nikah dan kawinkan kamu dengan saudara kandung saya yang bernama Nessa Khalisa Amira putri binti Leon Sebastian dengan mas kawin satu set perhiasan emas di bayar tunai," ucap Irgi.


"Saya terima nikah dan kawinnya,Nessa klalisa Amira Putri binti Leon sebastian dengan mas kawin satu set perhiasan emas di bayar tunai," sambut Farel.


Keadaan pun hening beberapa detik.


"Bagaimana para saksi sah?" tanya para penghulu.


"Sah," ucap para Saksi.


"Alhamdulillah sekarang Nessa dan Farel kini resmi menjadi suami istri," ucap penghulu.


***


Di dalam kamar Nessa dan Yura tersenyum haru hingga meneteskan air mata mendengar ijab Qabul tersebut berjalan sukses.


"Selamat ya Nessa, kini kamu sudah resmi menjadi istri Farel, mommy doakan semoga kalian berbahagia sampai kakek nenek," ucap Yura sambil memeluk haru  putrinya.


"Iya mommy terima kasih," balas Nessa sambil menghapus air matanya karena haru dan begitu bahagia.


Yura mencium pipi putrinya, perasaan bahagia sekaligus haru menghampirinya. 


Putri satu-satunya kini sudah menjadi milik orang lain. Namun seperti itulah orang tua, bagaimanapun, ia juga merasa bahagia melihat sang putri bahagia.


Setelah akad nikah, Farel datang menghampiri Nessa ke kamar.


Tok tok..

__ADS_1


 Farel mengetuk pintu kamar yang terbuka.


Nessa yang tengah memeluk Yura langsung menoleh.


"Farel!"


Nessa pun bangkit.


Farel berjalan menghampiri Nessa kemudian memeluknya.


"Nessa, sekarang kita sudah resmi jadi pasangan suami istri,aku bahagia sekali," bisik Farel dengan bola mata yang berbinar.


'Iya Farel, aku juga bahagia," balas Nessa.


Keduanya mulai mengurai pelukannya.


Farel merana6 wajah Nessa dengan bola mata yang berbinar kemudian mencium keningnya.


Keduanya pun saling melempar senyum bahagia.


Farel menghampiri Yura yang berdiri di samping Nessa.


"Terima kasih mommy, karena telah merestui pernikahan kami," ucap Farel sambil mencium punggung tangan Yura, kemudian ia memeluk Yura.


"Iya Farel, mommy harap kamu bisa membahagiakan Nessa dan menjaganya,sayangi Nessa seperti kami yang menyayanginya," ucap Yura.


"Iya mommy,saya janji tak akan mengecewakan mommy," ucap Farel.


"Iya mommy percaya."


Keduanya pun saling mengurai pelukan.


"Ayo kita kembali ke pelaminan,kita pasti sudah ditunggu," ajak Yura.


"Ayo istri ku," ucap Farel sambil menggandeng tangan Nessa.


Keduanya pun berjalan saling bergandengan tangan menuju pelaminan.


"Sayang, kamu cantik sekali dengan kebaya itu,aku jadi gemes," bisik Farel ketika mereka berjalan menuju pelaminan kecil.


"Kamu juga ganteng dengan jas beskap itu, bikin aku makin cinta," balas Nessa 


"Ih gemes, udah gak sabar pingin icip-icip," bisik Farel dengan senyum mesumnya.


"Tunggu nanti malam ya Sayang," bisik Nessa.


"Ah lama, nanti setelah akad nikah saja ya, aku sudah gak sabar nih," bisik Farel.


"Ih nanti saja, malam nanti sekalian malam pertama," sahut Nessa sewot.


"Kelamaan sayang, nanti sambil menunggu resepsi, kita kan bisa istirahat sebentar, gak lama kok," bisik Farel.


"Farel! Nessa," kalian ributin soal apa sih?"tanya Yura yang heran melihat keduanya terlihat berdebat.


"Kamu sih ah, syukur mommy gak dengar omongan kita," dengus Nessa sambil memukul pundak Farel.


"Ih namanya juga usaha, Yang.


Setelah tiba di pelaminan acara dilanjutkan kembali. Mulai dari sungkeman dan beberapa tradisi adat.


Pada pukul sebelas siang, segala prosesi akad nikah sudah selesai dengan demikian acara untuk pagi itu juga sudah selesai, kini mereka hanya menunggu saat resepsi pada pukul empat sore nanti di sebuah gedung.


Setelah keadaan rumah kembali sepi Yura menghampiri Nessa dan Farel yang tengah ngobrol bersama saudaranya.


"Nessa, Farel sebaiknya kalian istirahat terlebih dahulu. Siapkan tenaga kalian untuk resepsi, kalian harus berdiri selama tiga jam dengan tamu undangan yang mencapai tiga ribu orang," ucap Yura.


"Iya mommy," sahut Farel sambil tersenyum. Ia memang sudah menunggu saat-saat ini.


"Ayo Sayang kita istirahat dulu," ajak Farel.


"Sebentar dong, aku lagi mau ngobrol sama kakak ipar ku," bisik Nessa.


"Nanti saja ngobrolnya, Sayang. Kita istirahat dulu," bisik Farel.


"Iya sudah Nessa suamimu mau istirahat, sana ajak dia istirahat saja," sahut Raisa yang melihat keduanya berdebat.


"Ehm tapi kan?"


"Sudah pergi sana! Kamu mau suamimu itu ileran?" cetus Sasha.


Farel tersenyum, melihat kakak-kakak ipar itu mendukungnya.


"Ya sudah deh,aku istirahat di kamar ya Kak," ucap Nessa 


"Iya harus istirahat ya,biar nanti sorenya seger," cetus Sheon sambil menaik turunkan alisnya  ikut menggoda Nessa.


Nessa sebenarnya malu jika harus ke kamar sementara saudaranya itu masih berkumpul.Namun Nessa juga tak bisa menolak ke ingina farel karena dia juga penasaran seperti apa hubungan suami istri yang membuat Sarah dan Irgi tergila-gila.


Nessa dan Farel langsung menuju kamar mereka.


***


Jantung Nessa berdetak kencang, karena ini pertama kalinya ia dan Farel berada satu ruangan tertutup.


Nessa duduk diatas tempat tidur dengan wajah yang tertunduk karena malu.


Setibanya di kamar, Farel langsung menutup pintunya dengan rapat kemudian menguncinya dengan kunci ganda.


Setelah itu ia menghampiri Nessa dan duduk di sebelahnya.


Nessa mencoba melepaskan aksesorisnya yang menghias di rambutnya satu persatu.


"Sini sayang aku bantuin," ucap Farel yang sudah tak sabar.

__ADS_1


Farel mencabut aksesoris yang menghias di sanggul Nessa satu persatu, ternyata butuh kehati-hatian dalam melepaskan konde tersebut dari rambut Nessa.


Butuh waktu setidaknya lima belas menit untuk membuat konde itu terlepas dari rambut Nessa.


Setelah konde itu terlepas dari  rambut Nessa, seketika rambut Nessa terurai dengan Indah, membuat wajah tampak semakin cantik.


Farel tersenyum dengan wajah yang berbinar-binar.


Dirabanya wajah cantik sang istri yang kini tersenyum menatapnya.


"Aku benar-benar gak nyangka Sayang bisa memiliki wanita secantik dan sebaik Kamu," ucap Farel dengan bola mata yang berembun.


"Farel kamu jangan seperti itu, aku jadi malu," cetus Nessa sambil tersipu.


Farel kemudian mengangkat wajah Nessa yang tertunduk itu kemudian mencium bibirnya dengan lembut sementara tangannya merayap melepaskan kancing kebaya Nessa.


Setelah semua kancing terlepas dengan segera Farel menyibak kebaya Nessa dan melepaskan dari tubuh Nessa, sementara bibir mereka masih saling bertaut dan ciuman Farel semakin dalam.


Farel merebahkan tubuh Nessa diatas tempat tidur, kemudian ia melepas pangutan bibirnya. 


Ciuman Farel turun dari bibir secara perlahan hingga ke leher.


Nessa menggelinjang ketika merasakan sensasi hangat dan geli akibat hembusan nafas farel yang menyapu permukaan kulitnya.


Farel berhenti di ceruk leher Nessa, kemudian ia menyesap permukaan kulit Nessa sambil menghirup aroma tubuh sang istri.


Sentuhan farel begitu memabukkan Nessa, maklum saja itulah pertama kalinya mereka melakukannya


Tangan Farel mulai mengusap dan mere*mas salah satu bukit kembar Nessa.


Sementara bibirnya menghisap dengan lembut salah satu dari puncak bukit tersebut.


Nessa menggelinjang ketika merasakan sentuhan tersebut.


Tubuh bergerak-gerak tak beraturan.


Farel kembali berpindah tempat, kini ia menghisap bagian gundukan Nessa yang lainya.


Bola mata Nessa sampai terangkat ke atas karena begitu menikmati sentuhan tersebut.


Bahkan ia tak sadar jika sang suami telah memberi tanda kepemilikan di beberapa bagian tubuhnya yang hampir bugil itu.


Tak ingin berlama-lama membuang waktu Farel bermaksud menuntaskan hasratnya.


Dengan segera ia melepaskan penutup tubuhnya kemudian melepaskan rok yang dikenakan oleh Nessa.


Nessa menutup matanya ketika Farel menarik bagian terakhir penutup tubuhnya.


Hasratnya semakin menggila ketika melihat bentuk tubuh sang istri yang begitu Indah.


Satu kecupan mendarat di kening Nessa sebelum Farel memulai pertempuran perdana mereka.


Tubuh Nessa gemetar, perasaannya menjadi cemas dan was-was takut jika goa miliknya tidak akan muat di masuki oleh senjata milik suaminya ,setelah melihat sendiri senjata laras panjang milik Farel yang ternyata di luar dugaan..


"Farel, pelan-pelan,"ucap Nessa dengan bibir yang gemetar.


"Iya Sayang, kamu harus rileks biar gak terasa sakit," bisik Farel sambil mendorong senjata perlahan.


"Akh!" sakit Farel teriak Nessa tertahan.


"Iya untuk pertama kalinya memang sakit, kita coba sekali lagi ya," bisik Farel sambil mengusap keringat yang mulai mengalir di kening Nessa.


Farel dan Nessa mengatur nafas agar bisa rileks.


"Serangan kedua tak boleh gagal," gumam Farel,ia pun mendorong kembali senjata miliknya melewati celah-celah sempit milik istrinya.


Nessa menggigit bibirnya ketika merasakan suatu dorongan benda tumpul yang mengarah ke bagian intim tubuhnya. Siap atau tak siap, ia harus siap, bagaimanapun mereka sudah resmi menjadi suami istri dan sebagai seorang istri yang mencintai suaminya Nessa tak ingin farel kecewa.


"Tok tok tok! Farel!Nessa buka pintunya!" Tiba-tiba saja Pintu digedor dengan keras padahal baru saja senjata itu hendak menerobos dinding suci milik istrinya.


Seketika Farel panik dan mencabut senjatanya.


Tok tok tok 


"Farel! Nessa ayo siap-siap sebentar lagi kalian harus di rias kembali untuk persiapan resepsi!"


Seketika Farel dan Nessa kakang kabut mencari penutup tubuh mereka.


"Farel! Nessa !"


Akhirnya Nessa berlari menuju lemari dan bergegas memakai dress mini. Sementara Farel bergegas ke kamar mandi sambil memunguti pakaian mereka yang berserakan di lantai.


Setelah memastikan keadaan aman Nessa membuka pintunya.


"Nessa, leher kamu kenapa?"tanya Yura ketika melihat tanda di leher dan dada Nessa dipenuhi dengan jejak kepemilikan yang masih samar-samar.


Nessa hanya mampu menundukkan wajahnya yang merona karena malu.


"Wah wah ada yang mau curi star nih ye!" sahut Nathan dari arah belakang.


Haha …Tawa mereka semua.


Nessa semakin malu karena ditertawai oleh saudara-saudaranya yang memang ingin mengerjai pengantin baru tersebut.


'Ih ini semua karena Farel yang gak sabaran,' gerutu Nessa dalam hati.


Hatinya semakin dongkol ketika Yura juga ikut tersenyum seolah mengejeknya.


 


I


 

__ADS_1


__ADS_2