
Farel dan Nessa kembali tertunduk malu ketika MUA kembali merias mereka untuk acara resepsi pernikahan.
"Ya Allah, banyak banget stempel kamu Farel," celetuk Raisa ketika melihat beberapa jejak merah kebiruan tergambar jelas di leher Nessa.
"Iya baru ditinggal sebentar saja, adikku sudah babak belur begini, CK CK ." Celetuk Sheon Sambil tertawa kecil.
"Iya Kak, untung masih siang hari jadi taringnya gak keluar, kalau malam sudah habis Nessa dihisap darahnya oleh Farel," sahut Raisa lagi.
'Apaan sih," dengus Nessa yang sedari tadi jadi bahan pembicaraan.
MUA pun memoleskan concealer di beberapa bagian leher Nessa untuk menutupi noda merah kebiruan tersebut. Namun masih masih terlihat samar.
"Kalau keringatan jangan di lap ya Nessa, bisa-bisa concealernya tersapu kelihatan deh memar-memarnya," ucap MUA.
"Mana gaun pengantin terbuka bagian dada lagi," cetus Shasa.
"Gak lucukan pas lagi resepsi jejak-jejak kepemilikan terlihat jelas. Aw apa kata dunia!" sahut Raisa lagi.
Mereka terus menggoda Nessa dan Farel hingga kedua pengantin baru itu tersipu-sipu.
Alangkah malunya Nessa karena para saudaranya itu tak mau keluar dari kamarnya dan terus menggoda dirinya.
Begitupun Farel yang hanya bisa tertunduk sambil mengulum senyumnya.
***
Pukul tiga sore sepasang pengantin itu sudah sampai di gedung tempat diselenggarakan resepsi pernikahan mereka.
Nessa tampak cantik dengan gaun pengantin yang dirancang oleh desainer ternama.
Gaun tersebut memang terbuka bagian dadanya hingga menampakan bahu Nessa.
Beruntung kerja MUA sangat rapi sehingga jejak kepemilikan tersebut dapat ditutupi dengan baik hingga selesai acara.
Pukul tujuh malam acara resepsi selesai digelar. Keluarga Leon pun kembali berkumpul untuk acara makan malam bersama.
Masih dengan menggunakan pakaian pesta mereka menikmati makan malam dengan tenang. Mungkin karena mereka sudah lelah seharian.
Setelah selesai makan malam dan ngobrol santai sejenak, mereka kembali ke kamar masing-masing.
Nessa melangkah dengan longkai, hari ini memang hari yang membahagiakan dan melelahkan baginya.
"Aduh capek banget deh hari ini," ucap Nessa sambil melangkah menaiki anak tangga.
"Nanti biar aku yang pijitin," bisik Farel sambi tersenyum.
Di antara mereka semua, hanya wajah Farel yang masih terlihat segar dan ceria.
"Bener ya Rel, aku capek banget nih," gumam Nessa.
"Iya tenang saja," ucap Farel sambil tersenyum mesum.
Farel dan Nessa tiba di kamar.
Karena terlalu lelah, Nessa langsung menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Aduh capek banget," keluh Nessa.
"Ih sudah rebahan saja, ngasih kode ya?"tanya Farel sambil menaik turunkan alisnya
"Ngasih kode apaan. Capek tau!" dengus Nessa.
Nessa bangkit dan duduk di atas tempat tidur untuk melepas aksesorisnya.
"Biar aku bantu ya," ucap Farel sambil menarik resleting gaun Nessa.
"Nessa, anggota keluarga kamu sudah tidur kan?" tanya Farel.
"Emang kenapa?"tanya Nessa.
__ADS_1
"Aku gak mau kejadian tadi siang terulang lagi, rasa nyesek banget tau sudah tegang-tegangnya eh malah gagal,"bisik Farel.
"Haha, makanya sabar Rel."
"Aku mau mandi dulu Rel," ucap Nessa sambil melepaskan gaun pengantinnya.Begitu pun Farel yang melepaskan seluruh pakaian yang ia kenakan.
Kemudian Farel masuk ke dalam kamar mandi yang tak di kunci.
Matanya terbelalak ketika melihat tubuh Nessa yang hampir bugil di bawah guyuran air shower. Ia Segera menghampiri Nessa dari arah belakang, kemudian memeluknya.
Tubuh mereka berdua pun basah karena guyuran Shower.Farel mencium ceruk leher Nessa sambil meremas dua bukit kembar yang masih sangat kencang itu.
Senjata milik Farel berdiri tegak dengan gagah perkasa hingga bagian kepala sampai keluar dari celana boxernya.
Tangan Farel mulai bergeleria menyentuh setiap lekuk tubuh Nessa.Kemudian tubuh Nessa di balikannya. Farel segera menyambar salah satu dari dua puncak bukit dan menyesapnya. Dia menyusu seperti anak bayi yang kehausan.
Nessa melengkung panjang ketika tangan nakal Farel menyusup dan mengguncang biji kecambah milik Nessa.
"Aw Farel," lengkuh Nessa sambil bergidik karena jemari Farel semakin kuat mengguncang biji kecambah miliknya hingga membuat tubuh Nessa bergetar hebat.
Farel menarik penutup akhir Nessa itu. Bola matanya membelalak ketika melihat segitiga bermuda milik sang istri yang begitu bersih tanpa ada sehelai rumput hitam yang tumbuh.
Dengan cepat Farel melepaskan penutup akhir tubuhnya kemudian mendorong Nessa hingga bersandar pada dinding kamar mandi.
"Oh No,Farel! Jangan disini."
Nessa mendorong tubuh Farel yang hendak menghimpitnya.
"Tidak apa sayang, katanya suara gemericik air bisa membuat seseorang menjadi rileks," ucap Farel.
Kemudian ia mendaratkan kecupan di bibir Nessa menciumnya dengan lembut dan secara perlahan ciuman itu menjadi ganas ketika bibir mereka saling bertautan.
Bibir Farel sibuk mengulum bibir Nessa sementara tangannya meremas bagian bukit kembar Nessa dan yang lainya mengangkat kaki Nessa agar pangkal paha sang istri terbuka.
"Kita lakukan sekarang, rileks lah. Untuk pertama kalinya memang akan terasa sakit," gumam Farel.
"Akh!" Nessa tersentak kaget dengan bulir bening yang menetes tanpa sengaja.
Tubuhnya sedikit berguncang ketika Farel mencoba menerobos dinding suci miliknya.
"Akh!" Hentakan berikutnya membuat tubuh keduanya sama-sama bergetar. Tak kuat menahan sakit, Nessa menjerit sambil menggigit bibir Farel hingga berdarah.
Farel menghentikan gerakannya sesaat untuk menikmati sensasi hangat dan berdenyut.Begitu pun Nessa yang mengatur nafasnya karena menahan sakit pada bagian bawah tubuhnya yang terasa perih karena tersedak benda tumpul.
Setelah beberapa saat, Farel kembali bergerak maju mundur sambil mendesah sesekali.
Nessa mencengkram erat bahu Farel agar tak jatuh karena goncangan tubuhnya semakin kuat tak kala gerakan Farel semakin cepat.
"Farel pelan-pelan," ucap Nessa sambil melenguh tak kala merasakan seperti ada ledakan dahsyat yang akan menyembur rahimnya.
"Akh!" Farel berteriak tertahan seiring dengan semburan larva hangat di rahim istrinya.
Farel memeluk tubuh Nessa dan membiarkan senjatanya masih tertancap.
"Aw Farel lepaskan," ucap Nessa sambil mendorong tubuh Farel.
Farel melepaskan senjata kemudian memeluk tubuh Nessa.
"Terima kasih Sayang," ucap Farel sambil tersenyum puas, kemudian Farel mengecup keningnya dengan penuh kelembutan.
"Iya sama-sama Farel," balas Nessa
Nessa bersandar kembali pada dinding karena merasa begitu lelah.
"Selesaikan mandinya Sayang, nanti aku pijitin," ucap Farel sambil menggosok tubuh Nessa dengan busa sabun.
Nessa merasa begitu lelah hingga tubuhnya sekoyong-koyong.
Setelah tiba di tempat tidur Nessa terlentang dengan hanya menggunakan handuknya, menunggu janji Farel untuk memijitinya.
__ADS_1
"Di pijit ya Rel, aku capek banget nih," ucap Nessa.
"Iya Sayang."
Farel meraih handbody kemudian memeluk tubuh Nessa untuk memijatnya.
Pijatan Farel begitu lembut dan nyaman hingga membuat Nessa mengantuk.
Beberapa saat saja Nessa sudah tertidur lelap.
***
Baru saja terlelap Nessa sudah terbangun karena merasakan ada sesuatu yang mengganjal di bagian bawah tubuhnya.
"Farel !" teriak Nessa ketika melihat Farel sudah berada di atas tubuhnya.
"Sekali lagi sayang," ucap Farel sambil terus menggerakkan pinggulnya.
Nessa mulai menikmati permainan Farel perasaan yang semula sakit kini berganti dengan sensasi nikmat yang tiada tara, rasa ngantuk dan lelehannya pun hilang seketika.
Bola mata Nessa memutihkan dengan kepala tengadah sementara Farel terus bergerak di atas tubuhnya hingga membuat tubuh Nessa terguncang hebat.
Keringat terus menetes deras di tubuh Farel yang bergerak semakin lincah akibat permukaan kulit mereka yang licin akibat keringat. Setengah jam kemudian keduanya mencapai orgasmenya secara bersamaan.
Tubuh Farel terkulai lemah di atas tubuh Nessa dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Akh akhirnya aku bisa balas dendam, setelah seharian menahan syahwat" gumam Farel sambil merebahkan tubuhnya di samping Nessa.
"Udah ya Rel, aku juga mau tidur, capek banget hari ini," ucap Nessa sambil menarik selimutnya.
"Eh sayang, gak di bersihkan dulu?" tanya Farel.
"Kamu saja yang bersihkan," ucap Nessa sambil membuka selimutnya.
Melihat pemandangan indah itu lagi senjata Farel yang baru saja mengempis kembali tegak berdiri.
"Sayang sekali lagi?" tawar Farel.
"Gak Rel! Cepat bersihkan setelah itu tidur! Awas kamu macem-macem," dengus Nessa.
"Ya Sayang, baru juga dua ronde," dengus Farel sambil meraih tisu basah kemudian membersihkan tubuh bagian tubuh Nessa yang sudah di kotorinya.
Setelah membersihkan tubuh Nessa Farel tak bisa beristirahat dengan tenang karena si Joni masih tegak berdiri.
'Tidur Jon! Sudah malam, besok kita hajar lagi," ucap Farel sambil mengelus si Joni.
Nessa tersenyum simpul mendengar ucapan suaminya tersebut.
***
Malam semakin larut.
Nessa terbangun karena merasa ingin pipis. Dilihatnya Farel yang masih terjaga.
"Sayang, kamu kenapa gak tidur?"tanya Nessa.
"Nih si Joni belum tidur, jadi gak bisa tidur deh," jawab Farel sambil memperlihatkan si joninya yang masih berdiri tegak.
Hah, Nessa menghela nafas panjang.
Setelah keluar dari kamar mandi Nessa kembali berbaring terlentang.
"Ya sudah sayang, masukin saja. Kasihan kamu gak bisa tidur," ucap Nessa sambil merentangkan pahanya.
"Asik! Hajar lagi Joni!" seru Farel sambil bangkit menghampiri Nessa.
Pergulatan sengit itu pun terjadi dan Farel benar-benar berhasil membalaskan dendamnya.
Hehe maafkan author yang gak bisa nulis adegan hot 🙏😆
__ADS_1