
Mobil Farel berhenti di sebuah ruko di pinggir jalan raya. Keduanya pun turun dari mobil secara bersamaan.
"Tempat apa ini Farel?" tanya Nessa.
"Ini bengkelku, besok baru peresmiannya," ucap Farel.
"Bengkel milik kamu? kok kamu nggak pernah bilang sebelumnya?"
"Nggak apa-apa cuma mau bikin kamu surprise aja. Ayo masuk," ajak Farel sambil membuka rolling door di ruko nya.
Nessa masuk dan melihat beberapa alat-alat bengkel yang terpajang dengan rapi.
"Kamu punya bakat bengkel juga ?"tanya Nessa.
"Aku tak punya keahlian khusus, kau tahu sendiri jika aku tak bisa bekerja di kantor lagi."
"Ya maafkan Daddy karena telah menyusahkanmu," ucap Nessa.
"Tak apa, aku tak masalah dia membecklist namaku, yang terpenting dia tidak melarang aku untuk mendekatimu," sahut Farel.
"Iya tapi aku dengar Daddy memintamu untuk menyiapkan uang satu miliar sebagai mahar untuk melamarku,"
"Iya benar."
"Apa itu memberatkanmu Farel, jika itu terlalu berat kita mengalah sajalah Aku tak ingin jadi terus memberatkan kamu. Kamu tak bisa bekerja di kantor lagi, tapi ia meminta uang satu miliar, rasanya itu tak masuk akal," ucap Nessa sambil menatap Farel.
Farel tersenyum.
"Jalani aja lah yang penting kamu mau menunggu aku Nessa, karena aku tak tahu sampai berapa lama aku bisa mengumpulkan uang sebanyak itu," ucap Farel.
Nessa mengangguk.
"Iya Farel, Aku akan menunggu kamu meski 1000 tahun lamanya," ucap Nessa sambil tersenyum.
Farel tertawa kecil karena mendapat gombalan dari Nessa. Kemudian ia meraih tangan Nessa dan mencium punggung tangannya.
"Nggak akan selama itu sayang, jika sampai 1000 tahun, aku yang nggak akan tahan," ucap Farel.
"Yang jelas aku akan berusaha memenuhi setiap permintaan dari daddymu, kau tenang saja takkan lama kok."
"Iya tapi kamu jangan pakai jalan pintas ya Farel, untuk mendapatkan uang. Kamu nggak boleh bikin aku kecewa," ucap Nessa yang khawatir Farel akan melakukan segala cara untuk mendapatkan uang hingga miliar.
Nessa takut Farel nekat dan menjual obat-obat terlarang.
"Nggak sayang aku nggak berani mengambil resiko apapun."
"Janji?" tanya Nessa sambil mengangkat jari kelingkingnya.
"Janji," ucapan Farel sambil mengait jari kelingking Nessa dengan jari kelingkingnya.
__ADS_1
Keduanya pun saling melempar senyum bahagia penuh cinta.
"Farel aku nggak sempat sarapan kamu punya sesuatu nggak yang bisa aku makan?" tanya Nessa.
"Aku cuman punya mie instan kamu mau?" Tanya Farel.
"Boleh, tapi kamu yang masak ya?"
"Siap tuan putri," sahut Farel.
Farel menuntun Nessa menuju dapur. Kemudian ia membuat mie instan untuk Nessa sarapan.
Semangkok mie instan tersaji di depan mata.
"Silahkan tuan putri,"
Nessa langsung menyantap mie instan itu. Tiba-tiba dia berhenti makan karena melihat Farel yang terus saja tersenyum menatapnya.
"Kamu gak makan Rel?" tanya Nessa.
"Gak, lihat kamu saja aku sudah kenyang kok," sahut Farel sambil menatap wajah cantik Nessa.
"Ih dasar gombal." Nessa kemudian menyuapi Farel dengan mie instan.
Sesendok demi sesendok dan akhirnya habis.
"Ih katanya lihat aku sudah kenyang, buktinya mie habis juga," dengus Nessa sambil meletakkan sendok di mangkoknya.
Farel tersenyum.
"Kucing apa?" tanya Nessa.
"Kucingta kau apa adanya," cetus Farel.
"Ih garing banget."
"Sekarang giliran aku ya. Ikan, ikan apa yang bikin kesal?" tanya Nessa.
"Ikan apa ya?"gumam Farel.
"Ih kan gombal, wlek," ucap Nessa sambil menjulurkan lidahnya.
Tanpa disangka Farel langsung menyambar lidah Nessa dengan bibirnya.
Nessa sempat kaget, ia coba memberontak. Namun rasanya tak sanggup ketika Farel mulai melu*mati bibirnya.
Selama beberapa saat Nessa menikmati cumuan mesra Farel,namun dirinya tersentak seketika.
Nessa langsung menarik wajahnya. Namun kembali ditarik lagi oleh Farel.
__ADS_1
Pagutan lembut Farel membuat Nessa terhanyut, baru kali ini dicium seperti itu, sensasi begitu luar biasa memabukkan.
Bibir mereka pun berdecap decap saling *******.
Nessa kembali menarik wajahnya dan Farel kembali menarik tengkuk Nessa.
"Farel lepaskan! Aku sudah terlambat," ucap Nessa.
Farel tersenyum. Ia kemudian meraih tangan Nessa dan mencium tangannya.
"Iya Sayang, bersama dengan kamu membuat aku lupa waktu," ucap Farel.
"Aku juga, untung aku seorang CEO jadi gak akan ada yang memecat ku karena datang terlambat," sahut Nessa.
Mereka pun tertawa kecil.
"Kalau begitu ayo, aku antar kamu," ucap Farel sambil menyodorkan tangannya.
Nessa kemudian menyodorkan tangannya. Keduanya berjalan saling bergandengan tangan.
"Dunia memang terasa indah jika kita sedang jatuh cinta," guman Farel.
"Ah gak juga," cetus Nessa yang memungkiri.
Haha. Farel merangkul pundak Nessa.
Ia pun mengantar Nessa ke kantor.
Di dalam perjalanan menuju kantor, Farel tak fokus menyetir sesekali ia melirik ke arah Nessa kemudian tersenyum.
"Farel kenapa sih kok senyum-senyum seperti itu?"tanya Nessa.
"Gak apa-apa," jawab Farel.
"Sepertinya aku harus cari cara agar cepat mendapatkan uang satu miliar, aku tak ingin ada yang mendahului ku. Aku tak ingin tuan Leon keburu mencari pria lain untuk jodoh Nessa,' batin Farel.
Setelah mengantar Nessa Farel singgah ke gym.
Sambil beraktivitas dengan salah satu alat olahraga, Farel mencoba untuk berpikir keras bagaimana caranya untuk mendapatkan uang senilai satu miliar dalam waktu beberapa bulan. Karena jika hanya mengandalkan bengkel, mungkin akan butuh bertahun-tahun, sementara dirinya sudah terlalu cinta pada Nessa.
Tiba-tiba Farel melihat seseorang menempelkan brosur pada dinding kaca di Gym.
Karena penasaran Fatel pun mendekati pengumuman tersebut.
"Pertandingan gulat untuk pemula, total hadiah milyaran rupiah," bibir Farel membaca lirih.
Bola mata Farel berbinar. "Sepertinya aku harus ikut pertandingan ini," gumam Farel.
Farel kemudian tersenyum, ia langsung menghampiri alat-alat olah raga.
__ADS_1
Aku harus bisa memenangkan pertandingan itu, agar segera bisa melamar Nessa, meskipun aku tak punya skill dan pengalaman di bidang gulat, gumam Farel.