The Twins CEO

The Twins CEO
Ungkapan Kedua


__ADS_3

"Apa maksud kamu?" tanya Leon sambil mengernyitkan keningnya menatap ke arah Farel.


"Saya benar-benar mencintai Putri anda Tuan, saya sadar jika saya tak memiliki apa-apa untuk putri anda, tapi berilah saya kesempatan untuk membuktikan kepada anda, jika saya benar-benar mencintainya.Saya berjanji akan membahagiakan putri anda," ucap Farel lirih. Namun masih terdengar oleh Leon.


Leon bergeming mendengar pernyataan dari Farel.


"Saya rela melakukan apapun untuk mendapatkan restu dari anda,"  lanjut Farel ketika melihat Leon yang terlihat ragu.


"Apa kau bilang? Kau ingin aku merestuimu menjalin hubungan dengan putri ku?" tanya Leon.


"Iya Tuan," jawab Farel tegas.


"Kau tahu, seorang laki-laki akan melakukan apa saja untuk mendapatkan wanita yang dicintainya, Namun, ketika ia sudah mendapatkan wanita itu, ada banyak laki-laki yang melupakan janjinya. Aku tak ingin putri ku hanya diberi janji-janji palsu, setelah mendapatkan putriku dan semua miliknya, kau akan mencampakkan putri begitu saja! Benar kan Farel?!" tanya Leon sambil menatap lekat ke arah Farel.


"Tidak Tuan, jika saja Tuan memberi kesempatan kepada saya, saya bersumpah akan menjaga nona Nessa dengan segenap jiwa saya. Saya benar-benar mencintainya dengan tulus, bukan karena harta," ungkap Farel.


Farel memberanikan diri untuk menatap Leon secara langsung.


"Aku sudah trauma, Stefan juga bilang pada ku jika dia akan menjaga Nessa, menyayangi Nessa, bahkan akan melakukan apapun demi membahagiakan Nessa,tapi apa buktinya?! Dia justru hampir mencelakakan putri ku!"


"Tuan, saya berjanji akan menjaga nona Nessa, silahkan tuan lakukan apapun terhadap saya jika sampai saya menyakiti Nessa," ucap Farel.


Leon kembali menatap ke arah Farel, Farel menatap Leon semakin lekat mencoba menyelami arti tatapan Leon terhadapnya.


Huft! 


Leon menghempaskan nafas panjang.


"Maaf Farel, kau bukan kriteria menantu idaman ku,.Kembalilah, saat ini aku memaafkanmu atas kelancangan mu ini," usir Leon secara halus..


"Tapi Tuan, saya bersumpah saya mencintai nona Nessa, berilah kesempatan bagi saya! Saya mohon tuan," ucap Farel.


"Sudahlah Farel, kali ini aku tak akan marah, sebaiknya Kau lupakan perasaanmu terhadap putriku, kau sudah kuberi jabatan yang tinggi di kantornya, Apa itu masih kurang?" tanya Leon.


"Maaf tuan, saya rasa masalah ini 


tak ada hubungan dengan jabatan yang Anda berikan pada saya,"ucap Farel.


Leon menatap ke arah Farel sambil memijit pelipis nya.


"Baiklah, jika kau menganggap semua ini tak ada hubungan dengan jabatanmu sekarang ini, bagaimana kalau aku tarik kembali jabatan mu, dan kau juga aku pecat!" 


"Tak hanya itu, aku blacklist nama mu di perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia, dengan demikian kau tak akan bisa masuk menjadi karyawan di perusahaan manapun," ucap Leon sambil menatap tajam ke arah Farel.


Farel menundukkan wajahnya.


"Kau pilih mana Farel, tetap mendekati Nessa, tapi karirmu hancur atau kau jauhi Nessa dan bersikap biasa terhadapnya,akan ku kembali jabatan mu?" tanya Leon.


Farel tertunduk.


"Saya akan tetap memperjuangkan cinta saya Tuan," ucap Farel sambil mendongakkan kepalanya menatap Leon.


Leon tersenyum tipis.

__ADS_1


"Kalau begitu, silahkan bereskan barang-barang mu! Kau aku pecat sekarang juga!"


Sedih terasa di hati farel, karena harus meninggalkan pekerjaannya. Namun, ia tak ingin Leon menganggap jika cintanya pada Nessa hanya karena harta yang dimiliki oleh Nessa 


"Kalau begitu terima kasih atas kepercayaannya selama ini Tuan," ucap Farel sedih  sambil beranjak meninggalkan ruangan Leon.


Leon menatap ke arah punggung Farel yang meninggalkan ruangannya.


***


Setelah berbicara kepada Leon.


Farel kembali ke kantornya, baru beberapa jam yang lalu ia dilantik sebagai Direktur keuangan di perusahaan Nessa.


Namun sekarang keadaan berbalik 360 derajat, saat ini Farel Sudah dipecat oleh Leon sendiri.


Dengan berat hati ia harus meninggalkan pekerjaannya demi perjuangan mendapatkan cinta Nessa.


Nessa menghampiri ruangan Farel, dilihatnya Farel yang tengah membereskan barang-barangnya.


"Boleh aku masuk?" tanya Nessa di depan pintu.


Dengan langkah yang gontai Nessa menghampiri Farel 


Farel melirik  ke arah Nessa kemudian tersenyum manis.


Tak seperti Nessa yang menatap iba kepadanya.


"Farel aku dengar kau sudah dipecat oleh Daddy, tak hanya itu bahkan namamu sudah di blacklist daddy, hingga kau tak bisa bekerja di perusahaan manapun di Indonesia, apa itu benar?" tanya Nessa.


Nessa ikut tersenyum ketika Farel menyebut namanya tanpa ada embel-embel kehormatan.


"Kenapa kau nekat melakukan itu? Aku pikir kau tidak akan berani melakukannya?" tanya Nessa lagi.


Farel kembali tersenyum menatap wajah Nessa.


"Cepat atau lambat, aku pasti juga akan mengatakan hal itu  pada tuan Leon, tapi aku tak menyesal mengatakan itu. Dia memberiku dua pilihan, di pecat dan di blacklist atau tetap bekerja di kantor dengan jabatan ku saat ini tapi aku aku harus menjauhimu," ucap Farel.


"Dan kau memilih dipecat dan di blacklist ?"terkena Nessa.


Farel meraih tangan Nessa kemudian mencium punggung tangannya.


"Aku tak akan menyerahkan Nessa, aku tetap akan memperjuangkan cinta ku pada mu, tak peduli seberapa besar penolakan daddy mu terhadap ku," ucap Farel dengan bola mata yang berembun.


Nessa menatap lekat ke arah Farel. Nessa melihat kesungguhan Farel yang terpancar dari wajah tampannya.


"Selamat berjuang Farel," ucap Nessa sambil mengangkat tangannya.


"Tentu," balas Farel sambil tersenyum.


Keduanya saling melempar senyum dan tertawa kecil.


"Aku harus pergi sekarang, jika butuh sesuatu telpon saja aku," ucap Farel.

__ADS_1


"Pasti," balas Nessa.


Haha, mereka pun tertawa.


Nessa tersenyum sambil memiringkan kepalanya menatap Farel.


"Kenapa?"tanya Farel.


"Baru kali ini aku melihat ada orang yang dipecat dan di blacklist,tapi masih bisa tertawa bahagia," ucap Nessa yang heran melihat Farel.


"Untuk apa bersedih jika kau ada bersamaku," ucap Farel sambil tersenyum serta menatap Nessa dengan tatapan lembut penuh cinta.


Nessa kembali menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang merona.


"Lalu apa rencanamu selanjutnya Farel?" tanya Nessa.


"Berjuang, untuk bisa melakukan sesuatu yang bisa membanggakan, agar aku bisa pantas menjadi pendampingmu," ucap Farel.


Ehm Nessa mengangkat kedua bahunya.


"Semangat!"cetus Nessa sambil tersenyum 


"Berarti kau mendukungku?" tanya Farel ketika melihat respon Nessa yang memberinya support.


"Iya kenapa?"


"Kalau begitu, kau maukan terima cinta ku?"tanya Farel.


"Ehm, gimana ya. Kau berjuang dulu,baru aku jawab," cetus Nessa.


"Ayolah Nessa, katakan pada ku jika kau juga punya perasaan yang sama terhadapku kan?"tanya Farel tersenyum sambil menggenggam tangan Nessa.


"Ehm bisa iya, bisa gak."


"Ayolah tuan putri, setidaknya jika aku tahu kau punya perasaan yang sama terhadap ku. aku akan semakin gigih. Karena aku merasa cinta ku tak bertepuk sebelah tangan, katakan Nessa jika kau juga punya perasaan yang sama terhadap ku?" tanya Farel.


"Ehm, apa kau tak bisa melihatnya sendiri?"tanya Nessa.


"Iya aku melihatnya,tapi aku ingin mendengar secara langsung dari mu," cetus Farel.


Nessa tersenyum dan mengangguk.


"Apa itu artinya 'Iya'?" tanya Farel.


Farel tersenyum sumringah.


"Apakah itu artinya kau menerima cintaku?" tanya Farel sambil menggenggam kedua tangan Nessa.


Jantung Farel berdebar-debar menunggu jawaban dari Nessa.


Nessa tersenyum,"Iya Farel," jawab Nessa.


"Akh! Terima kasih sayang," ucap Farel sambil mengecup punggung tangan Nessa berkali-kali.

__ADS_1


Keduanya pun saling melempar senyum bahagia penuh cinta.


Bersambung dulu gengs jangan lupa dukungannya ya seikhlasnya saja terima kasih.


__ADS_2