
Turun dari lantai atas Irgi dan Sarah langsung menghampiri meja makan.
Sesampainya di sana Sarah langsung menuju dapur untuk menyiapkan sendiri makan untuk suaminya.
Sementara Irgi dan Nessa duduk saling berhadapan.
"Kamu kenapa sih mukanya masih cemberut gitu?" tanya Irgi.
"Gak apa-apa, cuma iri saja sama kamu Gi," sahut Nessa.
"Iri kenapa?"
"Kamu kok mudah saja di kasih nikah, aku kok sepertinya di persulit sih."
"Ya iyalah, kamu kan anak gadis, masih syukur kamu gak dijodohkan paksa," cetus Irgi.
Tiba-tiba Sarah datang membawa nampan berisi minuman hangat.
"Ini mas Irgi," ucap Sarah sambil tersenyum manis.
Nessa menatap heran ke arah ke arah Sarah.
"Ini untuk mbak Nessa, yang cantik."
"Ih Sarah wajah kamu kok berseri-seri seperti itu sih? Kamu diapain sama Irgi semalam?" tanya Nessa dengan maksud bercanda.
"Gak diapa-apain, cuma disuntik vitamin saja dua kali," ucap Sarah dengan wajah yang merona dan tersipu malu.
Nessa kembali memanyunkan bibirnya.
"Nyesel gua nanya," ucap Nessa dengan cemberut.
"Makanya jangan suka mau tau urusan orang," sahut Irgi sambil tersenyum.
***
Setelah sarapan Irgi dan Sarah ke langsung menuju kantor.
Turun dari mobil, Sarah langsung menggandeng tangan suaminya melewati koridor.
Pemandangan itu membuat para karyawan sedikit heran. Namun tak ada yang bertanya tentang siapa sosok gadis cantik yang menggandeng tangan Irgi.
Setelah keluar dari lift mereka berjalan menuju ruang kerja Irgi.
Sherly membelalak bola matanya melihat seorang gadis dengan penampilan muslimah menggandeng tangan Irgi.
Tentu saja gadis seperti itu tak akan mau bergandengan mesra jika bukan dengan mahramnya.
"Selamat pagi pak," ucap Sherly.
"Selamat pagi," sahut Irgi sambil membuka pintu ruangannya.
'Siapa gadis itu? Adiknya pak Irgi? Atau siapa? Tapi kalau itu saudaranya kok semesra itu,' gumam Sherly.
***
Sarah duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut sementara Irgi langsung duduk di meja kebesarannya.
"Kamu mau minum Sarah?" tanya Irgi.
"Nanti saja Mas," jawab Sarah sambil membolak-balik sebuah katalog.
Beberapa lama berada di ruangan itu Sarah menjadi bosan.
"Mas Sarah boleh keluar gak sih?" tanya Sarah.
"Mau kemana?"
"Mau jajan."
"Jajan apa, nanti mas Irgi suruh orang beli kan jajanan yang kamu mau."
"Gak maulah, Sarah mau pergi sendiri. Deket sih kok," ucap Sarah.
"Yah sudah tapi gak usah jauh-jauh ya, Deket sini saja," ucap Irgi.
"Iya Mas."
"Eh, sebelum pergi sun dulu dong," cetus Irgi.
Sarah tersenyum menghampiri Irgi.
Kemudian ia mendaratkan kecupan di bibir Irgi, tapi di balas Irgi dengan ganas.
Bibir mereka pun saling bertaut.Irgi terus melu*mat bibir mungil Sarah.
"Mas udah dong ah, nanti dandanan Sarah berantakan," ucap Sarah sambil terengah-engah.
Bukannya melepaskan Irgi justru semakin jadi, hingga Sarah kesulitan bernapas.
"Mas udah dong, nanti malam saja ya," ucap Sarah sambil mendorong tubuh Irgi.
Irgi tersenyum sambil melepaskan pagutan bibirnya.
"Oke nanti malam ya," ucapnya sambil tersenyum mesum.
"Iya nanti malam, Sarah pergi dulu."
"Hati-hati."
Sarah berjalan menuju pintu lift saat itu ia berpapasan dengan wanita yang menggunakan pakaian seksi.
Wanita itu berjalan berlenggak-lenggok menuju ruangan Irgi.
"Siapa dia?" batin Sarah.
Sarah masuk ke dalam lift.
Namun hatinya serasa tak tenang setelah lift berada di lantai dasar, Sarah kembali menyentuh tombol panel Lift. Lift kembali naik ke lantai sebelumnya.
***
Irgi masih sibuk dengan pekerjaannya,saat itu ia mendengar pintu ruangannya yang dibuka sendiri, karena tak ada pemberitahuan dari Maya, Irgi mengira seseorang yang masuk itu adalah Sarah.
"Gak jadi belanjanya ?"tanya Irgi yang tengah berjongkok mencari berkas di laci paling bawah.
Ketika tubuh Irgi tegap ia kaget karena yang datang adalah Karen.
"Hai Gi," sapa Karen.
"Kamu, kok bisa masuk?"
"Sekertaris kamu gak ada di meja kerjanya."
"Apa perlu apa datang kemari?" tanya Irgi.
Karen memutar tubuhnya kemudian memeluk Irgi dari arah belakang.
"Gak ada apa-apa,Kangen saja sama kamu," ucap Karen.
Bruk! tiba-tiba Sarah datang membuka seketika bola mata Sarah membelalak seperti ingin keluar.
"Oh begini ya kelakuan mas Irgi di belakang Sarah!"
"Eh, Sarah! Kamu salah paham."Irgi langsung beranjak menghampiri Sarah yang terlihat cemburu dan Emosi.
"Jangan marah dulu Sayang, kamu dengar penjelasan mas Irgi."
Sarah melipat kedua tangannya ke dada.
__ADS_1
"Keren! Kamu kasih penjelasan pada istri saya," ucap Irgi.
"Iya Saya itu mantan tunangan Irgi, terus kamu mau apa?" tanya Karen nantangin.
Sarah kaget mendengar ucapan Karen tersebut.
"Oh ini istri kamu Gi,gak banget, body lurus-lurus aja gak ada lekukannya, kerempeng gini mana bisa bikin kamu puas," ucap Keren.
Mendengar itu seketika Sarah naik pitam.
Ia langsung menghampiri dan menarik rambut Keren.
"Kamu bilang apa hah?! Kamu tuh yang gak tau malu! Pamer aurat di depan laki orang!" ucap Sarah sambil menjambak rambut Keren dengan kuat.
"Akh Sakit!" teriak Keren sambil coba melepaskan cengkraman tangan Sarah. Namun tangan Sarah yang mungil itu ternyata cukup kuat mencengkram rambut Keren.
"Eh Sarah lepaskan," ucap Irgi coba melerai mereka.
"Kamu diam saja mas! Ini urusan perempuan!" ucap Sarah.
"Iya Sayang tapi…"
"Biar saja aku hajar dia! Berani-beraninya dia bilang aku kerempeng, belum tau dia! Udah gitu mau godain suami aku lagi!" teriak Sarah sambil menjambak rambut Keren semakin kuat.
"Akh! Lepaskan! "teriak Keren, kepalanya sampai tengafah hingga pakaian seksinya itu terbuka sedikit.
"Aku gak akan lepaskan sebelum kamu janji gak gangguin suami aku lagi!"
"Akh! Lepaskan!" teriak Keren yang merasakan kesakitan.
"Ayo janji dulu kalau kamu ngak akan pernah gangguin suami saya lagi, kalau gak saya gak akan lepaskan! " teriak Sarah.
"Sarah sayang lepasin Karen sayang, kasihan dia," bujuk Irgi.
"Oh jadi mas mau membela pelakor ini! Ya sudah akan ku lepaskan, tapi jangan harap aku mau pulang sama kamu mas! Aku balik saja ke pesantren! " ancam Sarah.
"Eh jangan Sayang," sela Irgi
Karena keributan di ruangan Irgi, beberapa karyawan menghampiri ruangan tersebut untuk melihat apa yang terjadi.
"Ada apa ini pak?" tanya salah seorang karyawan.
"Eh kamu tolong amankan wanita itu," ucap Irgi sambil nunjuk Keren.
Melihat banyak yang datang Karen pun jadi semakin malu.
"Lepasin!Iya aku gak akan ganggu suami kamu lagi!"teriak Keren dengan air mata yang menetes Karena menahan rasa sakit.
"Bagus," ucap Sarah sambil melepaskan cengkraman tangannya.
Keren merasakan sakit kepala karena jambakan Sarah.
"Awas kamu yah! Lihat saja aku akan bikin perhitungan sama kamu," ucap Keren dengan wajah yang memerah.
"Toni kamu bawa wanita itu keluar," perintah Irgi.
"Baik pak."
"Ayo Nona," ajak Toni.
Keren keluar dari ruangan itu dengan wajah yang merona karena sakit hati dan malu.
"Sarah kamu kenapa kasar begitu?"tanya Irgi.
"Biarin Mas, perempuan seperti dia mesti dihajar biar gak ngulang kesalahan," dengus Sarah.
Irgi tersenyum kemudian mencium kening Sarah.
"Tapi mas senang kamu bisa bersikap tegas."
Sarah mencebikkan bibirnya.
"Jangan-jangan kalian sudah pernah berhubungan ya?" tanya Sarah sambil mendelik.
"Terus kenapa dia sepertinya enggan melepaskan diri dari kamu mas? Dia bahkan beri bilang jika aku gak bisa memuaskan kamu?! "tanya Sarah dengan mata yang melotot ke arah Irgi.
"Mana mas tahu," sahut Irgi.
"Pasti dia tahu punya kamu enak kan mas," cetus Sarah dengan wajah polosnya.
"Hah, kamu bilang apa barusan?"tanya Irgi.
"Pasti dia tahu punya kamu enak kan Mas, makanya dia ngak mau melepaskan kamu?" ulang Sarah.
Seketika tawa Irgi pecah.
"Kamu tuh lucu ya. Emangnya punya mas Irgi enak ya? Sampai segitunya kamu perjuangkan?" tanya Irgi sambil tertawa.
"Ehm ya enak lah,makanya aku gak rela berbagi," cetus Sarah dengan bibir manyunnya.
Haha, tawa Irgi.
"Gak akan kok, tenang saja punya mas Irgi untuk kamu saja," ucap Irgi sambil merangkul Sarah untuk duduk.
"Bener ya Mas, awas saja kalau mas Irgi selingkuh,aku potong pisang mas Irgi terus aku bikin pisang goreng krispi," ucap Sarah sambil memeluk Irgi.
" Haha kamu ini ya kecil-kecil, ternyata galak, jadi ngeri mas Irgi." ucap Irgi sambil mencium pucuk kepala Sarah.
"Biarin," sahut Sarah.
"Haha, gak akan lah, kamu sudah cukup kok untuk mas Irgi," ucap Irgi sambil mencium pucuk kepala Sarah.
"Janji ya mas."
"Iya, mas gak maulah pisang mas di bikin pisang krispi," celetuk Irgi.
"Aku juga gak mau, aku sayang kok sama pisang mas Irgi," ucap Sarah sambil mengusap pisang suaminya yang berdiri tegak.
"Kamu mau ya?" tanya Irgi.
"Mau Mas," jawab Sarah sambil membuka kancing kemeja suaminya.
Setelah kancing kemeja terlepas, Irgi membaringkan Sarah dan menciumnya.
Ciuman panas terjadi di atas sofa, ketika memastikan ruangan terkunci dengan rapat mereka pun melanjutkan ronde ketiga.
***
Waktu menunjukkan pukul empat sore. Nessa baru saja keluar dari ruangannya.
Dering telepon menghentikan langkahnya.
"Dari Farel," gumam Nessa.
"Halo," sapa Nessa.
"Sayang, aku sudah di parkiran, nanti kamu hampiri aku di mobil ya," ucap Farel.
"Loh kok gitu, bisanya kamu jemput aku di ruangan aku," protes Nessa.
"Nanti kamu tahu sendiri sayang."
"Ya sudah deh, iya aku ke mobil kamu," ucap Nessa.
Nessa berjalan melewati koridor, dengan sedikit tergesa-gesa, perasaan rindu mulai menggelitiknya karena sudah lama dia tak bertemu Farel.
Tiba di parkiran Nessa menghampiri mobil Farel yang sudah menunggunya.
Farel langsung membukakan pintu mobil untuk Nessa dari dalam mobil.
__ADS_1
Setelah duduk di jok bersebelahan dengan Farel, Nessa menoleh ke arah Farel yang menggunakan masker dan topi hitam.
"Farel kenapa di dalam mobil kamu pakai masker sih?" tanya Nessa.
"Nggak apa sayang," ucap Farel sambil memutar kunci kontak mobilnya.
Mobil pun perlahan berjalan.
Nessa mengamati wajah dan juga tangan Farel. Jari-jari Farel terlihat bengkak dan memar.
"Farel luka-luka kamu belum sembuh?" tanya Nesaa.
Farel hanya diam sambil fokus menyetir.
Nessa meraba bagian jari Farel yang bengkak.
"Farel sebenarnya apa sih yang kamu sembunyikan dari aku?" tanya Nessa.
"Ngak ada Sayang," jawab Farel.
"Gak ada bagaimana, coba kamu buka masker kamu itu!"
"Aku lagi flu," Jawab Farel.
Karena kesal dengan jawaban Farel, Nessa langsung menarik masker Farel tersebut seketika bola mata Nessa membelalak dengan sempurna.
"Farel! Wajah kamu kenapa babak belur begitu? Kamu berantem?"tanya Nessa.
"Gak Sayang,aku gak berantem."
"Gak berantem,terus?"
"Pasti ada yang kamu sembunyikan dari aku kan Farel?"tanya Nessa.
Farel bergeming.
"Jawab Farel! Kamu kenapa seperti ini? Apa karena ini kamu gak mau bertemu aku?" tanya Nessa dengan bola mata yang berkaca-kaca.
"Iya Sayang," jawab Farel.
"Tapi kamu kenapa Farel, kamu berantem sama siapa? Kamu beri tahu aku biar aku tenang Farel! Siapa yang sudah membuat kamu seperti ini?"seru Nessa lagi.
Karena tak punya pilihan, Farel pun membuka dasbor mobilnya.
Ia mengeluarkan selembar selebaran.
"Aku mau ikut event gulat, karena itulah aku mengikuti program pelatihan gulat. Karena aku belum punya skill sama sekali, aku sering cedera dalam berlatih," ucap Farel.
"Tapi untuk apa kamu latihan gulat seperti ini Farel?" tanya Nessa sambil meneteskan bola matanya. Ia tak tega melihat Farel seperti itu.
"Karena aku ingin mendapatkan hadiah utamanya Nessa. Aku ingin dapat hadiah itu agar bisa segera melamar kamu, karena itu satu-satunya cara yang paling cepat untuk bisa mendapatkan uang hingga 1 miliar," ucap Farel.
Hiks hiks Nessa langsung menghambur memeluk Farel.
"Kamu nggak boleh lakuin ini lagi rel, Bagaimana jika sesuatu terjadi pada kamu. Aku nggak mau kamu kenapa-napa," ucap Nessa sambil menangis.
"Nggak akan terjadi apa-apa sama aku Nessa, saat ini aku juga butuh dukungan kamu. Setelah aku memenangkan kontes ini kita akan bisa segera menikah," ucap Farel sambil mengusap kepala Nessa.
"Enggak Rel aku yang akan meminta sendiri pada daddy, sebaiknya kamu berhenti daripada terjadi sesuatu pada kamu, Aku nggak mau kehilangan kamu Farel, aku nggak mau melihat kamu sengsara. Biar aku yang akan bicara pada daddy."
"Tidak sayang aku malu jika harus mengemis dan membawa tangan kosong untuk melamarmu, biar saja aku lanjutkan aku hanya butuh doa darimu saja,aku yakin aku bisa," sela Farel.
"Pokoknya kamu harus berhenti! Nanti malam Daddy pulang, kita akan bicarakan ini pada Daddg. Seandainya Daddy tidak menyetujuinya, kita kawin hari saja," ucap Nessa.
Farel memeluk Nessa.
"Aku mencintaimu Nessa, akan aku lakukan apa saja untuk mendapatkanmu, karena itulah biarkan aku berjuang," ucap Farel.
"Aku tahu Farel, Aku juga mencintaimu dan aku akan melakukan apa saja untuk bisa bersamamu," balas Nessa.
"Kita akan bicarakan hal ini pada daddy," ucap Nessa.
"Iya Sayang."
***
Nessa dan Farel tiba di rumah, kebetulan saat itu, Leon dan Yura tengah ngobrol bersama Sarah dan Irgi.
"Permisi!" ucap Nessa.
Leon dan Yura menoleh ke arah Nessa dan Farel.
"Farel, wajah kamu kenapa?"tanya Yura.
Farel duduk di hadapan keduanya.
Farel tersenyum
"Saya ikut latihan tinju Nyonya," jawab Farel.
"Latihan tinju?" tanya Yura kaget.
"Iya mommy, Farel latihan tinju agar bisa ikut pertandingan gulat," ucap Nessa dengan Vibra yang sedih.
"Pertandingan gulat? Emam kamu punya punya Skill disana?"tanya Yura lagi
"Gak mommy, Farel ikut pertandingan gulat itu hanya karena untuk mendapatkan hadiah uang tunai agar bisa melamar aku," ucap Nessa.
"Bagus kalau gitu, setidaknya ada usaha," jawab Leon ketus.
"Iya daddy, tapi aku gak mau terjadi sesuatu pada Farel karena ia sering mengalami cedera saat latihan, saat pertandingan nanti, tentu musuh yang dihadapi Farel akan lebih kuat. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada Farel?" tanya Nessa sambil meneteskan air matanya.
Leon menatap lekat ke arah Farel.
"Daddy tolonglah beri keringanan pada Farel, dia sudah berusaha. Hanya saja usahanya itu hampir tak mungkin, bagaimana bisa Farel melawan pegulat profesional bisa-bisanya dirinya gak selamat daddy. Nessa gak akan bisa memaafkan diri Nessa sendiri jika terjadi sesuatu pada Farel," ucap Nessa.
Farel menggenggam erat tangan Nessa.
"Iya Tuan, apa bisa saya minta keringanan. Saya dan Nessa sama-sama saling mencintai, kami mohon restuilah hubungan kami, saat ini saya hanya memiliki tabungan tiga ratus juga, sisanya akan saya bayarkan nanti," ucap Farel.
Leon menatap ke arah keduanya secara bergantian.
Nessa dan Farel tertunduk, kedua tangan mereka semakin kuat menggenggam
Leon menatap wajah Farel yang bengkak di bagian tepi matanya, hidung dan juga bibirnya. Wajah Farel yang semula tampan, sudah tak terlihat lagi, karena sebagian wajahnya mengembang dengan kulit yang berwarna biru kemerahan.
Keadaan hening beberapa saat menunggu keputusan dari Leon..
"Baiklah, kamu lulus dari ujian saya Farel," ucap Leon.
Nessa dan Farel begitu kaget mendengar penuturan dari Leon.
"Maksud Daddy?"tanya Nessa.
"Saya sengaja menguji kamu, sampai dimana usaha kamu untuk mendapatkan putri saya, ya meskipun kamu belum berhasil mengumpulkan uang tersebut, setidaknya saya melihat kesungguhan kamu," ucap Leon.
"Benarkah Daddy?"tanya Nessa hampir tak percaya.
"Iya benar, saya merestui hubungan kalian," ucap Leon.
Bukan main senangnya Nessa dan Farel.
"Terima kasih Tuan," ucap Farel sambil meneteskan air mata harunya.
"Terima kasih daddy, " ucap Nessa sambil menghambur memeluk Leon.
Yura, Irgi dan Sarah ikut berbahagia mendengar hal itu.
hehe karena dua hari gak up, author ganti dengan episode yang panjang ya ...
__ADS_1