The Twins CEO

The Twins CEO
Kumpul Keluarga


__ADS_3

Kehidupan sederhana. Namun, bahagia dirasakan oleh Nessa dan juga Farel karena tinggal di sebuah ruko dua lantai yang tak terlalu luas.


Meski mereka sama-sama sibuk dengan pekerjaannya. Namun keduanya tetap meluangkan waktu bersama.Dan setiap seminggu sekali semua anggota keluarga Leon akan berkumpul di rumah orang tua mereka.


Kebetulan hari ini di rumah Irgi diadakan acara selamatan 7 bulan kehamilan Sarah sekaligus acara pindahan rumah baru mereka.


Setelah rangkaian acara selesai, mereka kembali berkumpul bersama untuk berbincang sejenak.


Farel dan Nesaa duduk diantara para saudara-saudaranya yang sedang bersenda gurau. 


Sementara Yura dan Leon sibuk bermain dengan cucu-cucu mereka.


"Nessa, sudah ada tanda-tanda hamil?" tanya Sheon.


"Belum ada kak," sahut Nessa.


"Wah kalau gitu kalah dong sama Irgi sama Nathan juga. Mungkin Farel kebanyakan teori makanya nggak jadi-jadi," cetus Sheon.


"Ih apaan sih Kak. Belum dikasih aja," sahut Nessa membela Farel.


"Haha, bercanda kok, jangan diambil hati ya Rel," sahut Sheon ketika melihat perubahan wajah pada Farel.


"Iya gak usah dengerin Kak Sheon, dia orangnya emang rese," sahut Irgi.


"Aku salut loh sama kamu Gi, bisa bikin anak kembar gitu. Padahal aku berharap bisa punya anak kembar dari dulu tapi gak jadi-jadi," sahut Sheon.


"Boleh minta resepnya nggak Gi, biar bisa hamil anak kembar?" tanya Shasa.


"Hah Kakak masih mau punya anak kembar ?sudah punya 3 anak," dengus Nessa.


"Nggak apalah banyak anak banyak rezeki, cetus Shasa." Iya kan Sayang?"tanya Shasa pada Sheon.


"Iya, bahkan tahun depan rencananya kami mau program punya anak lagi," sahut Sheon.


"Kalau mau punya anak kembar Kak Shasa dibawa ke kantor aja Kak. Lihat tuh si Irgi, istrinya dibawa ke kantor setiap hari, di mana-mana mereka cetak anak makanya bisa jadi dua sekaligus," sahut Nessa.


"Oh gitu ya Gi?" tanya Seoun sambil tertawa kecil.


"Iya dong," sahut Irgi sambil tersenyum.


"Ya udah nanti kamu ikut aku ke kantor saja setiap hari Sayang, kita cetak anak di kantor dan di rumah biar bisa dapat anak kembar," sahut Sheon.


"Kalau aku ikut kamu ke kantor Siapa yang jaga anak-anak Mas, paling anak-anak juga ikut ke kantor. Ngak jadi juga bikin anaknya," dengus Shasa.


"Iya juga sih, malah bikin repot nanti haha," sahut Sheon.


"Sudah lah Kak, kakak sudah berumur, mana bisa tanding sama si Irgi," sahut Nathan sambil tertawa.


"Sembarangan kamu! umur tiga puluhan itu lagi jago-jagonya loh. seperti puber kedua," sahut Sheon.


"Iya, bang jago," celetuk Nessa dan Nathan bersama.


Mereka semua bercanda dan tertawa bersama, setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing.


***


Nessa berada di dalam mobil dalam perjalanan pulang,perasaan saat itu tak enak.


"Rel, berhenti dong."


"Kenapa Sayang?"tanya Farel.


"Ngak tau aku mual saja, pengen muntah."


Nessa buru-buru turun dari mobil dan muntah di saat itu juga.


"Kamu masuk angin kali?" ucap Farel sambil memijat tengkuk Nessa.


"Iya, aku gak makan tadi saat acara, "


"Yah sudah mau makan apa?"


"Ngak Rel, aku mual, yuk kita pulang saja."


"Iya, nanti di rumah aku pijitin."


"Ngak ah, kamu kalau memijit, memijitnya belum selesai sudah minta upah duluan," dengus Nessa.


"Hehe, gak kuat sayang."


"Kamu gak sayang aku Rel," cetus Nessa sambil mencebir.


"Siapa bilang gak Sayang. Sayang kok."


"Awas saja kalau malam ini kamu gangguin aku," ancam Nessa.


"Iya, jangan salah kan aku dong, salahin Joni yang ngak mau tidur kalau ada di samping kamu," sahut Farel sambil nyengir.

__ADS_1


Nessa mengerucutkan bibirnya,tak ingin berdebat dengan suaminya.


Tiba di rumah Nessa memutuskan untuk langsung tidur setelah mengganti pakaiannya. karena terlalu letih ia jadi tak sadar dengan apa yang terjadi setelah matanya terpejam.


***


Nessa terbangun dari tidurnya karena merasakan perutnya yang berbunyi. Beberapa hari ini Nessa memang berasa tak nafsu makan.


"Aduh perutku lapar," guman Nessa sambil bangkit menghidupkan lampu tidurnya.


Nessa kaget ketika melihat tubuhnya yang polos tanpa selembar benangpun.


"Ih dasar Farel, bisa-bisanya aku tak sadar telah di perkosa olehnya."


Nessa memungut pakaiannya yang tergeletak di atas lantai.


Setelah mengenakan pakaian, Nessa ke kamar mandi untuk bersih-bersih.


"Aduh perut ku lapar sekali," guman Nessa sambil mengusap perutnya


Nessa melirik sinis ke arah suaminya yang tengah tertidur pulas."Aku bangunkan saja Farel untuk bikin nasi goreng, siapa suruh dia meniduri ku tanpa sepengetahuan ku," guman Nessa.


Nessa merangkak di atas tempat tidur.


"Farel! Farel!" ucap Nessa sambil menepuk pipi Farel.Namun tak sedikitpun Farel bergerak.


"Ih kalau sudah tidur gitu deh,susah banget di banguninnya."


"Farel! Bangun dong!"teriak Nessa dengan nada yang sedikit tinggi.


Farel terkejut, seketika ia tersadar dari tidurnya.


"Ada apa Sayang?" tanya Farel.


"Aku lapar, pengen makan nasi goreng Rel."


"Apa pengen makan martabak ?" farel melirik ke arah jam dinding.


"Nasi goreng Farel! Jauh banget, martabak sama nasi goreng!"dengus Nessa.


Farel mengucek-ngucek matanya.


"Tapi ini pukul tiga pagi sayang, apa masih ada yang jual?" tanya Farel sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


Karena ngantuk dan lelah setelah pertarungan tanpa perlawanan. Fungsi pendengaran Farel jadi berkurang, dimana otak dan telinganya tidak sinkron saat itu.


"Ehm, iya sayang. Aku bikinin,apa saja yang penting kamu makan ya." 


Farel langsung bangkit kemudian langsung berjalan sempoyongan menuju pintu.


"Farel! Mau kemana?!"tanya Nessa.


"Mau ke dapur lah, bikinin kamu nasi goreng !"


"Iya, tapi pakai dulu celana kamu! Apa kata dunia jika kamu keluar dari kamar itu tanpa sehelai benang pun? Mana belalainya bergelantungan lagi," dengus Nessa.


Farel menoleh ke arah bawah.


"Eh iya, lupa," cetus Farel sambil tersenyum nyengir.


"Ih dasar! Belum tua sudah pikun!" Dengus Nessa.


"Habis ngantuk Yang, baru setengah jam tidur."


"Hah baru setengah jam? Emang dari tadi kamu ngapain sampai belum tidur?"


"Biasalah Yang, aku kan gak puas kalau mainnya satu ronde," sahut Farel.


Nessa membelalakkan bola matanya.


"Pantesan tubuhku sakit," dengus Nessa.


Farel memunguti celananya kemudian membersihkan diri di kamar mandi.


Setelah itu Farel dan Nessa menuju ke dapur untuk memasak nasi goreng.


Berkali-kali Farel menguap karena merasa begitu mengantuk.


Farel membongkar kulkas untuk mencari bahan-bahan yang digunakan.


Sementara Nessa duduk di meja makan yang ada di dapur sambil mengamati Farel.


Dengan cepat tangan Farel meracik bumbu dan memotong sayuran, setelah itu ia menumis bumbunya.


Aroma harum menyebar di seluruh ruangan tersebut membuat Nisa berselera untuk makan. Suara dentingan spatula memecah kesunyian malam.


"Sudah selesai sayang,"  ucap Farel sambil menyajikan sepiring nasi di atas meja.

__ADS_1


Farel menyuapkan nasi goreng tersebut ke mulut Nisa.


"Enak nggak Sayang?" tanya Farel.


"Enak Sayang, selain pinter bikin anak kamu juga pintar masak celetuk Nessa. "


"Iya, sudah sering bikin, tapi belum jadi-jadi juga."


"Kalau ngumpul di keluarga aku jadi minder, si Irgi, Nathan dan Kak Sheon langsung jadi, sementara aku sudah 3 bulan menikah belum juga jadi," tutur Farel.


"Sabar dong sayang, mungkin bukan di kamunya yang salah, aku kan akhir-akhir ini sibuk," cetus Nessa sambil mengunyah nasi gorengnya.


"Iya, Sayang."


baru setengah piring makan nasi goreng itu Nisa kembali mual.


Segera saja Ia berlari ke kamar mandi untuk muntah.


kali ini Nisa muntah begitu banyak hingga tubuhnya lemas, Farel pun sempat panik karena melihat wajah Nessa yang menjadi pucat.


"Sayang, kita ke rumah sakit sekarang."


"Aku nggak apa-apa Rel, cuma mual saja."


"Aku telepon mommy saja ya, Aku khawatir terjadi sesuatu pada kamu."


"Nggak usah Rel aku nggak papa, lagi pula kasihan mommy, pasti dia sedang beristirahat."


"Kalau begitu kita ke rumah sakit sekarang aku nggak mau terjadi sesuatu pada kamu!"


karena tak ingin berdebat Nisa menuruti keinginan Farel. Setelah mengganti pakaiannya keduanya pergi ke rumah sakit.


Nessa langsung diperiksa oleh dokter. karena tubuh Nessa yang lemah, dokter menyarankan untuk opname.


Sebenarnya ada kecurigaan dalam diri Nessa. setelah berada di ruang perawatan.


Pagi harinya Nessa diperiksa, oleh seorang dokter kandungan, atas permintaan Nessa sendiri.


Dokter sudah selesai memeriksa keadaan Nessa dokter menghampiri Farel.


"Selamat ya pak, istri anda hamil delapan Minggu," ucap dokter tersebut.


"Hamil?! Alhamdulillah," ucap Farel.


"Terima kasih dokter," ucap Farel.


"Sama-sama Pak, oh ya untuk sementara istrinya harus banyak istirahat ya," ucap Dokter.


"Baik Dokter. Tapi berhubung suami istri masih bisa kan dokter?" tanya Farel.


Bukan main malunya Nessa mendengar pertanyaan Farel tersebut.


"Aman pak,asal hati-hati ya," ucap dokter .


"Iya dok, saya selalu hati-hati kok. "


"Kalau begitu saya permisi,"ucap dokter.


"Iya dok, terima kasih dok."


setelah kepergian dokter Farel menghampiri Nessa.


Wajah Nessa begitu cemberut melihat Farel.


"Aman Yang," ucap Farel sambil menaik turunkan alisnya.


"Ih, apaan sih kamu Farel! bikin malu saja," dengus Nessa sambil membuang wajahnya.


"Ya, aku cuma tanya Yang, gitu saja marah."


Nessa tetap cemberut sambil membuang wajahnya.


"Nggak usah marah gitu dong sayang kita lagi berbahagia karena Sebentar lagi kita akan punya anak," ucapan rel sambil mencium kening Nessa dengan lekat.


"Biar aku juga bahagia akhirnya aku bisa merasakan jadi wanita yang sempurna karena bisa mengandung seorang anak."


"Aku juga bahagia, Terima kasih Nessa, kau sudah membuat hidupku begitu berarti, Aku sungguh merasa bahagia selama menjalani pernikahan denganmu. Aku sungguh-sungguh beruntung mendapatkan istri sepertimu," uca Farel dengan bola mata berembun sambil menatap Nessa.


"Tapi aku galak Rel," cetus Nessa.


"Nggak apalah seperti apapun kamu kamu adalah wanita yang sempurna di mata aku," ucap Farel sambil mencium telapak tangan Nessa.


Sepasang suami istri itu pun saling melempar senyum bahagia.


Bersambung dulu gengs. Maaf author up lama, karena mikirin alurnya. Author gak mau kasih konflik yang berat untuk mereka, biar saja mereka bahagia.


Semoga kita semua juga di anugerah kebahagiaan dari Tuhan yang maha esa di beri kesehatan dan keselamatan untuk diri dan keluarga kita. Aamiin.

__ADS_1


__ADS_2