The Twins CEO

The Twins CEO
Ritual Malam Pertama


__ADS_3

Mobil Irgi berhenti di halaman parkir rumahnya.


"Sarah, kamu masuk saja dulu, Mas harus kembali ke kantor dan sepertinya akan pulang malam."


"Iya Mas," jawab Sarah.


Sarah turun dari mobil sambil menarik koper, berjalan  menuju pintu rumah.


Rumah itu terasa begitu sepi karena para penghuninya sibuk dengan urusan masing-masing.


Hanya ada beberapa orang asisten rumah tangga saja yang menyapa sarah saat itu.


***


Setibanya di kamar, Sarah membongkar isi lemari yang menyimpan pakaian Dinda. 


Ia mencari-cari pakai tidur yang seksi, yang tak pernah ia miliki.


Sarah menghempaskan nafas panjang ketika melihat deretan pakai mini dan hampir transparan berjejer di lemari gantungan.


"Apa aku harus mengenakan ini?" gumam Sarah sambil menarik gaun seksi yang berwarna merah itu.


Sarah menyisihkan gaun tersebut untuk ia kenakan malam nanti. Sebuah gaun tidur berwarna merah yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih.


***


Makan malam dinikmati Sarah dengan seorang diri, tapi Sarah bisa memakluminya, Ia juga tahu jika keluarganya adalah orang-orang yang sibuk.


Setelah mengisi perut, Sarah kembali ke kamar kemudian membersihkan diri untuk mempersiapkan malam pertamanya.


Selesai mandi Sarah  meraih gaun yang sudah di sisihkan di salah satu gantungan pakaian.


Belum apa-apaan jantungnya sudah berdegup kencang.


Perasaan malu dan was-was menghampiri dirinya, hingga selama beberapa saat Sarah terpaku menatap gaun yang ada di hadapannya.


"Pakai gak ya," gumam Sarah.


***


Waktu menunjukkan pukul 07.00 malam dan Irgi masih berada di perjalanan setelah mengecek kondisi pabrik barunya.


Ia dan Nesaa berada dalam satu mobil.


"Kamu nggak jemput Sarah pulang ?tanya Nessa yang memulai obrolan mereka.


"Udah tadi sore."


"Kok aku perhatikan, kalian bukannya semakin mesra, tapi semakin menjauh."


"Ya mau bagaimana lagi, Sarah itu masih kekanak-kanakan, mungkin saja dia belum bisa menerima aku sebagai suaminya."


"Terus kamu biarin gitu?* tanya Nessa.


"Ya mau gimana, daripada dipaksa. Aku jadi nya serba salah. Sebenarnya seorang suami itu wajib menggauli istrinya dan justru berdosa jika tak melakukan," ucap Irgi sambil memijat kepalanya


Nessa hanya tersenyum.


"Sebenarnya harusnya Sarah tau tau tentang kewajibannya sebagai seorang istri, tapi ya gitulah," ucap Irgi.


Nessa kembali tersenyum.


"Kamu kenapa dari tadi senyum-senyum sendiri sih?" dengus Irgi.


"Kamu curhat sama aku, ya mana aku tahu Gi, aku kan belum pernah nikah," sahut Nessa.


"Habis aku gak tahu harus curhat sama siapa lagi," dengus Irgi.


"Kamu dan Farel bagaimana? "tanya Irgi.


"Aku nggak tahu, kayaknya beberapa hari ini Farel menghindari ku. Setiap aku ajak bertemu atau video call, Farel nggak pernah mau ada aja alasannya," ucap Nessa.

__ADS_1


Nessa kemudian menarik nafas panjang.


"Sepertinya Farel udah bosen kali ya sama aku," cetus Nessa 


"Farel sibuk kali, kan nggak mudah cari uang satu miliar."


"Iya juga sih, Tapi kalau nggak sempat bertemu, paling nggak video call gitu. Setiap kali diajak video call,nggak mau kan aku curiga," dengus Nessa.


"Kenapa kamu nggak cari tahu aja, orang suruhan Daddy kan banyak."


"Nggak ah males. Kalau kayak gini Aku nggak semangat. Mending putus aja lah," cetus Nessa dengan nada kecewa.


"Yakin kamu mau putus?"


" Habis mau gimana lagi, Farel sudah berubah sejak sebulan yang lalu. Mungkin dia sudah menyerah dengan  tantangan yang diberikan oleh daddy. Iya  juga sih aku nggak bisa maksa orang. Mungkin belum jodoh kali," ucapnya Nessa dengan lirih.


"Ya sudah Itu terserah kamu, Tapi menurut aku kamu cari tahu dulu kenapa Farel berubah. Siapa tahu dia memang benar-benar sibuk, dan gak sempat video call sama kamu."


"Nggak tahu lah, Aku males mikir."


"Ya sudah jangan dipikirin jalanin aja. Kalau sudah jodoh biar menghindar seperti apapun, tetap akan ketemu kok."


"Yah kamu benar juga. Saat ini aku coba untuk ikhlas mungkin Farel bukan jodohku kali. Aku juga kasihan jika harus memaksanya mencari uang 1M. Daddy juga sebenarnya keterlaluan, minta mahar 1 m, tapi Farel di blacklist di perusahaan seluruh Indonesia."


"Ya kita nggak tahu lah maksud daddy, sebenarnya apa. Namanya orang tua Pasti ia ingin yang terbaik untuk anaknya, meskipun cara yang dia lakukan dinilai salah."


"Hooh, coba iklas saja."


Keduanya pun kembali hening karena memikirkan pasangan masing-masing.


***


Irgi dan Nesaa tiba pukul 08.00 malam, karena sebelumnya mereka sudah makan malam, jadi setibanya di rumah mereka langsung kembali ke kamar masing-masing.


Irgi membuka pintu kamarnya, biasanya Sarah memang tak pernah mengunci pintu, terkecuali Irgi sudah masuk ke dalam kamar.


Kreak pintu terbuka dan Irgi di kagetkan dengan penampilan Sarah yang mengenakan gaun minimalis.


"Sudah pulang mas?" tanya Sarah berbasa-basi.


"Iya sudah pulang," jawab Irgi dengan gugup.


Sarah menundukkan wajahnya sambil mencoba menutupi bagian dada nya yang sedikit terbuka karena dilihat oleh Irgi.


Beberapa saat keduanya pun hening.


"Kamu sudah makan?"  tanya Irgi berbasa-basi.


"Sudah Mas," jawab Sarah.


"Ya sudah aku mau mandi dulu," ucap Irgi.


"Iya silahkan saja."


Sarah melepas ikatan rambutnya, kemudian ia mengenakan wewangian lembut pewarna bibir dan sedikit bedak agar terlihat lebih cantik, setelah itu ia membiarkan rambutnya tergerai hingga menutupi bagian dadanya.


Perasaan nervous tak mampu ditutupi oleh Sarah, jantungnya sedari tadi tak henti-hentinya berdetak dengan kencang.


Kuat berbaring di salah satu sisi tempat tidur, Kemudian berbaring menunggu Irgi menghampirinya.


Sambil menunggu Irgi, Sarah menatap ke atas langit-langit rumahnya sambil memintal tali bantal guling, menunggu sang suami dengan harap-harap cemas.


Entah apa yang dilakukan Irgi di dalam kamar mandi, hingga 20 menit berlalu ia belum juga keluar.


Perasaan resah menggelayuti hati Sarah, ia masih bimbang dan gundah gulana.


Satu sisi sarah takut berdosa, sementara sisi lainnya ia belum siap menjalani kewajibannya itu.


Crack… Sarah mendengar pintu kamar mandi yang terbuka.


Jantung Sarah semakin berdetak kencang, seketika tangan yang menjadi dingin. Sarah coba mengatur nafas agar menjadi rileks.

__ADS_1


Ia pun mengintip Irgi yang kini berada di depan meja rias sedang mengenakan deodoran.


Jantung Sarah berdetak semakin kencang tak kalah Irgi menghampirinya hanya dengan handuk sepinggang.


Irgi melemparkan senyum, sambil naik ke atas tempat tidur, dengan hanya menggunakan handuk sepinggang dan rambut yang sedikit basah.


Sarah membalas senyuman itu sambil menelan salivanya. Dia berusaha bersikap semanis mungkin meskipun jantungnya tak berhenti berdetak dengan kencang.


Tiba-tiba saja irgi berbaring di sampingnya menatapnya dengan senyuman yang begitu manis.


Kemudian Irgi  memeluknya dan mencium ceruk leher Sarah kemudian mengocoknya berkali-kali.


Aroma lembut maskulin yang tercium dari tubuh Irgi, menyeruak di indra penciuman Sarah hingga menggetarkan saraf-saraf halus di tubuhnya.


Irgi menciumnya leher dan dada Sarah sambil meraba seluruh tubuh Sarah.


Sarah menahan nafas sejenak, saat ciuman Irgi berpindah di bagian bibirnya.


Bibir itu begitu lembut dan kenyang, membuat Sarah tergerak untuk membalas pagutan bibir Irgi.


Sarah mencoba mengikuti irama permainan Irgi, ia coba membalas panutan bibir dari suaminya.


Hasrat keduanya pun mulai terbakar, Irgi melepas pagutan bibirnya kemudian berbisik di telinga Sarah.


"Sarah kamu sudah siap kan?"tanya Irgi.


"Iya Mas," jawab secara singkat.


Irgi tersenyum sambil menarik gaun tipis yang menutupi tubuh istrinya.


Sarah menutup mata karena begitu malu karena tubuhnya dilihat secara langsung oleh Irgi.


Setelah melepas seluruh penutup tubuh istrinya, Irgi mulai melakukan pemanasan dengan menghisap dan mere*mas salah satu bukit kembar milik Sarah.


Sensasi yang tak biasa Sarah rasakan, perlahan hasratnya pun mulai terbakar gairah.


***


Sarah mulai menikmati panutan bibir Irgi  sembari merentangkan kedua kakinya agar sang suami bisa leluasa menjalankan tugasnya.


Setelah keduanya bugil, Irgi pun menjalankan tugasnya sebagai seorang suami.


Sarah menggigit bibirnya ketika merasakan benda tumpul yang mendesak memaksa  ke dalam inti tubuhnya.


Rasa sakit dan nikmat bercampur baur, hingga Sarah  meneteskan air mata, ia pun  mencoba untuk tak berteriak karena rasa sakit tersebut.


Satu hentakan keras Irgi akhirnya mampu merobek kesucian milik Sarah.


Saat itu sarah menangis haru dalam kukungan tubuh Irgi, permainan pun kembali dilanjutkan. Perasaan sakit yang sarah rasakan saat pertama kali, perlahan berubah menjadi sensasi nikmat yang menjalar ke seluruh tubuhnya.


Permainan Irgi yang lembut, membuat Sarah begitu menikmati penyatuan mereka.


Tanpa sadar tangannya memeluk tubuh Irgi sambil membalas pagutan bibir suaminya.


Setengah jam telah berlalu dan kedua insan itu masih menikmati penyatuan mereka, suara lenguhan dan desa*han terdengar lirih, seiring ranjang merek yang bergoyang mengikuti gerakan mereka.


45 menit berlalu pertahanan Irgi akhirnya kandas juga, satu hentakan terakhirnya berhasil membuat Sarah melenguh panjang, ketika merasakan tembakan lahar hangat ke dalam rahimnya, sesuatu yang tak pernah ia bayangkan akan senikmat ini.


Setelah selesai menembakkan benih di rahim istrinya, Irgi memeluk Sarah dengan penuh kasih sayang.


Diusapnya keringat yang menetes di sekujur tubuh Istri nya itu.


"Terima kasih Sarah," bisik Irgi mesra sambil mencium pipi Sarah.


"Sama-sama Mas," jawab Sarah sambil tersenyum.


Irgi merebahkan tubuhnya di samping Sarah, ia menarik Sarah ke dalam pelukannya, kemudian irgi di mencium pucuk kepala sang istri berkali kali.


Sementara Sarah membenamkan wajahnya pada ceruk leher Irgi yang berkeringat. Perasaan bahagia dan tenang menyelimuti hatinya. kini ia tak lagi merasa bersalah terhadap sang suami. Justru Sarah merasa bahagia karena sudah dihadiahi sensasi kenikmatan yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya oleh airgi.


Setelah tubuh keduanya mendingin, mereka sepakat untuk berendam di dalam bathtub. Di dalam bathtub pertarungan ronde kedua pun kembali terjadi.

__ADS_1


Hehe bersambung dulu ya gengs.


__ADS_2