The Twins CEO

The Twins CEO
Ngidam Aneh


__ADS_3

Yura dan Leon buru-buru menghampiri rumah sakit karena mengkhawatirkan keadaan Putri mereka.


Sebelum masuk ke ruang perawatan Nessa mereka mengetuk pintu terlebih dahulu.


Tok tok


"Mommy!" panggil Nessa sambil bangkit dari pembaringan,  ketika Yura dan Leon menghampirinya


"Nessa," ucap Yura dengan sedih ketika melihat sang Putri dengan wajah yang pucat.


Yura memeluk Nessa karena terlalu mengkhawatirkannya.


"Sayang kamu tidak apa-apa Nak?" tanya Yura sambil mengusap kepalanya. 


"Mommy Sampai kaget ketika baca pesan dari Farel."


"Emang Farel kirim pesan apa Mommy?"


"Dia kirim pesannya cuman bilang mommy Nessa di rumah sakit. Terus miscall mommy berkali-kali. Pas Mommy telepon balik nggak diangkat, Mommy kesel dong."


"Hehe maaf Mom Aku panik saat itu, lagipula aku lupa mengecas handphone ku. Jadi setelah berkali-kali menghubungi Mami handphoneku justru yang mati."


"Ya lain kali kamu jangan bikin panik Mommy lagi ya Farel, beruntung Mommy nggak punya riwayat penyakit jantung loh," gerutu Yura.


"Iya Mommy, saat itu aku juga panik."


Yura kembali menoleh ke arah Nessa.


 "Kamu gak kenapa-kenapa kan  Nak?" tanya Yura.


Nessa dan Farel tersenyum.


"Ih kalian ditanya kok tersenyum, nggak lihat apa Mommy panik begini."


"Nggak usah khawatir mommy, Nessa gak apa-apa Kok."


"Nggak apa-apa gimana maksud kamu Farel?"


"Hehehe ternyata Nessa cuma ngidam kok mommy."


"Ngidam?" Leon dan Yura serempak.


"Benarkah itu sayang?" tanya Yura sambil meraba wajah Nessa.


Nessa tersenyum sambil mengangguk.


"Syukurlah, mommy ikut bahagia mendengarnya," ucap Yura sambil memeluk Nessa kembali 


Leon menghampiri Nessa kemudian memeluknya.


"Anak Daddy Sayang, sebentar lagi mau jadi calon ibu, kalau begitu Daddy ucapkan selamat untuk kamu," ucap Leon sambil mencium pipi Nessa.


"Iya daddy, tapi Nessa masih boleh manja kan sama Daddy. "


"Iya dong, kamu kan Tuan Putri kesayangan Daddy ," ucap Leon sambil mengusap kepala Nessa.


"Baiklah, kalau begitu karena kamu hamil anak pertama, Mommy akan menjaga kamu di sini sambil ."


"Iya mommy, Terima kasih ya."

__ADS_1


"Kalau begitu mommy akan hubungi saudara-saudara kamu dulu. Mereka pasti senang mendengar  berita bahagia ini."


Yura menghubungi anak-anaknya memberikan kabar gembira tentang kehamilan Nessa.


***


Seharian sudah Yura menemani Nessa.


Sudah beberapa kali Nessa disuguhkan makanan. Namun satu pun tak ada yang bisa dimakan.


Meski dibujuk, Nessa tetap saja tidak mau makan makanan yang diberikan oleh Yura.


"Ayolah sayang kamu makan."


"Nessa nggak nafsu makan mommy. Kalau masuk makanan, perut Nessa pasti terasa perih. Habis tuh sakit banget mommy."


"Iya Nak, tapi kalau kamu nggak makan, nggak baik juga untuk bayi dan diri kamu sendiri,meskipun saat ini kamu sudah diinfus."


"Assalamualaikum," tiba-tiba terdengar suara salam.


"Waalaikumsalam," jawab Farel dan Nessa secara bersamaan.


Mereka menoleh ke arah pintu.


Ada Irgi dan istrinya.  Seon dengan istri dan anak-anaknya, begitupun dengan Nathan dengan istri dan anak-anaknya. Ruangan yang tadinya sepi kini mendadak rame dan berisik.


Onty! Panggil keponakan Nessa.


"Iya Sayang," sahut Nessa ramah.


Nessa tersenyum dengan kedatangan saudara-saudaranya itu.


Satu persatu Mereka pun memberi selamat kepada Farel dan Nessa.


"Mantap juga lu Rel, baru aja kakak sindir semalam eh udah jadi aja."


"Hehehe aku memang seperti itu Kak mesti dirangsang dulu," sahut Farel.


"Farel emang kaya putri malu Kak, di sentil  sedikit saja reaksi cepat banget," sahut Nathan.


"Memang Farel punya malu?" ledek Irgi.


Lagi-lagi Farel jadi korban bully saudaranya.


Setelah berbincang-bincang dengan Farel, ketika saudara itu kembali fokus pada Nessa.


"Nessa kenapa mommy?" tanya Sheon yang melihat Nessa tampak lemah 


"Ngak mau makan, padahal mommy dan Daddy sudah berusaha melakukan segala cara biar dia makan."


"Nessa, kamu gak pengen makan sesuatu gitu?" tanya Sheon.


"Gak kak, tapi aku ngidam pengen sesuatu," jawab Nessa.


"Ngidam apa?"tanya mereka semua secara serempak.


Nessa tersenyum malu-malu kucing, membuat mereka penasaran dan heran.


"Ayo Nessa kamu ngidam apa?" tanya Yura.

__ADS_1


"Nessa malu mommy."


"Ih ngapain harus malu sih, namanya juga ngidam, ya memang aneh-aneh orang ngidam," cetus Shasa.


"Iya Nak, kamu ngidam apa?"


Mereka semua semakin penasaran melihat wajah Nessa yang tersipu.


"Nessa ngidam pingin main lato-lato  mommy,"cetus Nessa.


"Hah?  ngidam main lato-lato?"sahut mereka semua dengan kaget.


Beberapa saat kemudian mereka tertawa. Hingga membuat suasana kamar itu menjadi riuh.


Hahaha.


"Emangnya lato-lato Farel nggak cukup untuk kamu?" sahut Sheon.


Haha lagi-lagi mereka tertawa.


"Mana bisa kak. lato-lato Farel kan lembut,nggak ada talinya lagi. Jadinya nggak bisa dibunyikan. Kletok-kelok,"sahut Irgi 


Mereka kembali menertawakan Farel.


"Hahaha dijahit aja Nessa pakai benang terus kamu lambung-lambung gitu sampai berbunyi, kletok-kelok gitu" cetus Sheon.


Hahaha Suara riuh akibat gelak tawa mereka terdengar lagi di ruangan itu.


"Jangan begitu kak, gitu-gitu aku sayang loh sama lato-lato Farel. Kalau nggak ada lato-lato Farel  aku nggak bisa punya anak loh," cetus Nessa yang ikut menggoda Farel.


"Iya bener juga sih," sahut Sheon kemudian mereka kembali tertawakan wajah Farel yang terlihat kesal.


"Sayang, Ayo cariin lato-lato gih,  aku pengen main lato-lato," pinta Nessa.


"Iya sayang cari lato-lato sih gampang, tapi kalau kamu mainnya di sini, Bukannya di sini Rumah Sakit berisik tahu,"


"Nggak mau pokoknya aku nggak mau makan, sebelum kamu beliin lato-lato. Atau benar kata Kak Seon lato-lato kamu aja diikat dengan tali terus aku langsung lambung-lambungin sampai berbunyi kletok-kelok,"sahut Nisa dengan wajah yang cemberut.


Haha tawa mereka tiada henti hentinya.


Farel menghempas nafas kasarnya.


"Nggak kakak, nggak Adik, sama-sama nggak ada akhlaknya. Ya sudah aku cari dulu lato-latonya," cetus Farel.


"Hahaha, makanya Farel Nesa nggak usah kamu kasih lato-lato setiap malam,  jadi dia ngidamnya gak jauh-jauh dari bentuk lato-lato," cetus Irgi yang ikut tertawa.


Hahaha, mereka semakin tertawa melihat wajah Farel yang terlihat kesal.


"Dasar, kalian suka banget ngerjain si Farel," sahut  Yura 


"Ya gitu Mommy, kalau jadi si bungsu ,pasti di-bully oleh yang lebih tua," sahut Sheon.


Dengan wajah cemberut, Farel keluar dari ruangan untuk mencari lato-lato.


"Duh aneh-aneh saja ngidamnya."


Hey, hey reader tersayang. Maaf ya author suka telat up. Meski sibuk tapi author akan tetap up. Tadinya mau author tamatin. Tapi ya, sepertinya masih ada reader yang setia menunggu up nya. Thanks banget ya untuk para reader yang selalu sabar menunggu up dari author. 


Author akan berusaha memberi suguhan episode yang menghibur untuk para reader semua 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2