
Dinda terbangun dari tidurnya,saat itu ia melihat Irgi yang sedang berbaring di sampingnya. Irgi meletakkan kepalanya di atas tempat tidur Dinda.
Dinda meraba rambut Irgi kemudian membelai nya,ia masih tak percaya jika Irgi yang memintanya untuk menikahi dirinya.
Irgi tersadar karena sentuhan Dinda itu, kemudian menoleh ke arah Dinda.
"Mas Irgi, maaf Dinda membangunkan Mas Irgi," ucap Dinda lirih.
Irgi tersenyum.
"Tidak apa, oh iya Dinda, mas Irgi punya berita baik untuk kamu," ucap Irgi.
"Berita apa Mas?" tanya Dinda.
"Mas Irgi sudah bicara pada daddy tentang pernikahan kita," ucap Irgi.
Dinda mencebikkan bibirnya.
"Mas, apa mas yakin ingin menikahi Dinda, pasti mas Irgi melakukan itu karena mas Irgi kasihan kan sama Dinda?" tanya Dinda dengan setitik bulir bening menetes di pipinya.
"Dinda, mas Irgi sayang sama kamu itu tulus,mas akan lakukan apapun untuk kebahagiaan kamu.Meski benih cinta itu belum tumbuh,tapi Mas berjanji akan jadi suami yang baik untuk kamu. Kamu percaya kan pada mas ?" tanya Irgi sambil menatap yakin ke arah Dinda.
Mendengar itu, air mata Dinda tumpah ruah tak mampu dibendung.
"Dinda percaya kok mas," ucap Dinda.
"Lalu apa lagi yang kamu pikirkan?" tanya Irgi.
"Hiks hiks terima kasih Mas, terima kasih atas kebaikan yang sudah mas Irgi berikan untuk Dinda," ucap Dinda sambil menangis.
"Iya Dinda, tapi kamu harus janji untuk selalu bersemangat menjalani pengobatan kamu dan gak boleh menyerah begitu saja," pinta Irgi.
"Iya Mas," jawab Dinda dengan suara parau karena menahan tangisnya.
"Sudah sekarang jangan nangis lagi, kamu kan sebentar lagi mau jadi calon pengantin," tutur Irgi.
Irgi meraih mangkok di atas nakas kemudian menyuapi Dinda.
__ADS_1
"Kamu harus makan yang banyak biar cepat sehat kembali," ucap Irgi sambil menyuapi Dinda.
Dinda makan dengan penuh semangat saat itu.
Saat yang bersamaan Nessa mendengar pembicaraan antara Irgi dan Dinda.
"Irgi ingin menikahi Dinda? Secapat itu," gumam Nessa.
***
Keluarga Leon kembali berkumpul di ruang keluarga
"Daddy sengaja mengundang kalian kemari untuk membicarakan tentang hubungan Irgi dan Dinda," ucap Leon ketika semua anggota keluarganya sudah berkumpul.
"Hubungan Irgi dan Dinda?"tanya Sheon dan Nathan secara bersamaan.
"Iya, Irgi memutuskan pertunangannya dengan Karen dan memilih menikahi Dinda," ucap Leon
Seketika mereka semua syok mendengar kabar tersebut.
"Irgi ingin menikahi Dinda?"tanya Sheon lagi.
Mendengar hal itu,Nessa merasa terpanggil untuk berkata terus terang di hadapan keluarganya.
"Sebenarnya Irgi gak cinta sama Dinda, daddy, Dinda lah yang punya perasaan khusus terhadap Irgi. Karena ingin Dinda semangat menjalani pengobatannya, maka Irgi sampai mau mengorbankan perasaannya," tutur Nessa.
Yura dan Leon saling melempar pandangan mendengar penuturan dari Nessa.
"Benar begitu Nessa?" tanya Yura.
"Iya mommy, Nessa sendiri yang membaca surat cinta yang dituliskan oleh Dinda untuk Irgi," sahut Nessa.
Yura menghela nafas panjang sambil mengusap dadanya.
"Ya Tuhan kenapa bisa jadi seperti ini?" ucap Yura sambil mengusap dadanya.
"Karena itu, sebenarnya Daddy kurang setuju mommy. Cinta memang bisa datang setelah pernikahan, tapi bukan berarti secepat itu Irgi mengambil keputusan, bahkan dia telah memutuskan secara sepihak hubungannya dengan Karen tanpa bicara terlebih dahulu pada kita," ucap Leon.
__ADS_1
"Ehm, mommy juga bingung daddy. Karena itulah mommy minta kalian untuk datang kemari, mommy ingin minta pendapat kalian semua."
"Nathan menurut kamu bagaimana, apa kamu setuju jika Irgi dan Dinda menikah ?" tanya Yura.
Nathan tertunduk beberapa saat.
"Setuju mommy, Nathan rasa tak ada pria sebaik Irgi yang bisa mencintai dan menerima Dinda apa adanya, apalagi saat ini Dinda tengah menderita penyakit berbahaya. Nathan hanya ingin melihat kebahagiaan Dinda," jawab Nathan lirih.
"Ehm, begitu," gumam Yura.
"Kalau kamu bagaimana, Kak bagaimana pendapat kamu sebagai kakak tertua tentang rencana Irgi ?"tanya Yura pada Sheon.
"Setuju saja mommy, jika itu untuk kebaikan, benar kata Nathan, Irgi adalah pria yang bertanggung jawab, karena itulah dia pasti bisa mempertanggungjawabkan keputusannya. Biarlah Irgi memilih apa yang ingin Ia pilih, kita dukung saja," jawab Sheon.
Leon memijit pelipis nya karena kedua putranya tak ada yang sependapat dengannya.
"Lalu menurutmu Nessa?" tanya Yura.
"Nessa terserah Irgi saja mommy, Nessa gak tahu apa-apa tentang pernikahan, seperti yang dikatakan oleh kak Sheon dan Nathan, mungkin Irgi bisa bertanggung jawab atas keputusan yang sudah di ambil," jawab Nessa.
"Jadi kalian semua setuju?"tanya Leon.
"Setuju!" Sahut mereka serempak.
Leon langsung mengkerucutkan bibirnya.
"Ehm benar daddy, biar sajalah Irgi dan Dinda menikah, lagi pula Dinda itu keluarga kita, dia perempuan yang baik, untuk urusan cinta, mommy yakin mereka bisa memupuk perasaan itu seiring berjalannya waktu." Yura memberi opininya sambil mengusap punggung Leon yang terlihat kecewa.
"Ya sudah kalau semuanya sudah setuju," gumam Leon.
Mendengar ucapan Leon mereka semua saling melempar senyum.
"Kalau begitu, rapat dinyatakan selesai,ayo kita makan malam bersama,"cetus Leon sambil menggendong anak Nathan yang berada di gendongan Raisa.
"Ayo! Jarang sekali kita makan malam bersama," cetus Sheon sambil merangkul sang istri dan menuntun menuju meja makan.
Keluarga Leon terlihat menikmati makan malam bersama. Akhirnya mereka sudah sepakat untuk menyetujui rencana Irgi untuk menikahi Dinda dalam waktu dekat.
__ADS_1