The Twins CEO

The Twins CEO
Jodoh Pasti Bersatu


__ADS_3

Nessa dan Irgi menghampiri kantor Nathan.


"Selamat siang Mbak, Pak nathannya ada?"tanya Nessa pada sekretarisnya Nathan.


"Oh sebentar ya mbak,"


Sekretaris itu melapor pada Nathan dalam sambungan teleponnya.


Setelah beberapa saat Nessa dan Irgi dipersilakan masuk ke ruangan Nathan.


Nathan tersenyum melihat dua orang masuk ke dalam ruangannya.


"Hai ada apa nih, hingga dua kembaranku datang menghampiriku?" tanya Nathan dengan nada bercanda.


Nessa dan Irgi tersenyum ke arah Nathan.


Setelah berbasa-basi sebentar Irgi langsung menyampaikan maksud kedatangannya.


"Apa transplantasi sumsum tulang belakang?" tanya Nathan sedikit kaget dengan penuturan Irgi.


"Iya Than, aku rasa hanya kamu yang bisa mendonor sumsum tulang belakang untuk Dinda, sel kanker di tubuh Dinda berkembang sangat cepat, karena itu lah untuk menghindari kerusakan organ dalamnya sesegera mungkin kita harus melakukan donor sumsum tulang belakang."


Nathan menatap serius ke arah kedua saudaranya itu.


"Aku harap kamu bersedia dan mendonorkan sumsum tulang belakang kamu," imbuhnya lagi.


"Iya aku siap, menjadi pendonor sumsum tulang belakang untuk Dinda,"ucapkan dengan bola mata yang berkaca-kaca.


"Kalau begitu terima kasih Tan, selain butuh sumsum tulang belakang, Dinda juga butuh support dari kita semua," tukas Irgi.


"Iya aku mengerti kok, Maaf aku kurang perhatian pada Dinda, dan aku berterima kasih pada kamu yang telah menjaga Dinda selama dia sakit," ucap Nathan.


"Nggak apa Tan, aku tahu masalah perusahaan yang kamu hadapi saat ini menguras energi dan tenaga kamu, belum lagi kamu memiliki anak dan istri yang juga butuh waktu bersama kamu."


"Iya Gi, Terima kasih atas pengertiannya," ucap Nathan.


"Baiklah jika kamu setuju, nanti kita rundingkan lag bersama anggota keluarga lainnya. Nanti malam datanglah ke rumah, kami juga mengundang Kak Sheon dan Kak Sasa untuk membicarakan mengenai penyakit Dinda."


"Iya aku akan hadir kok," sahut Nathan.


"Baiklah kalau begitu kami berdua permisi dulu," ucap IG sambil beranjak.


 Irgi dan Nessa keluar dari kantor Nathan dan langsung menuju parkiran mobil.


****


"Kita ke mana lagi Nes?" tanya Irgi.


"Kamu antar aku ke kantor, tapi sebelum itu aku mau melihat keadaan Farel dulu di rumah sakit," ucap Nessa dengan serius.

__ADS_1


Mendengar itu Irgi langsung mengulum senyumnya.


"Ih kenapa kamu tersenyum seperti itu sih?" tanya Nessa yang merasa risih.


"Enggak aku heran saja, ada ya atasan seperti kamu yang begitu peduli sama asistennya," cetus Irgi sambil tersenyum menggoda Nessa.


"Ya iyalah, Farel itu sudah mengorbankan dirinya demi menyelamatkan aku, jadi nggak ada salahnya lah kalau aku beri perhatian sedikit kepadanya," sahut Nessa sedikit nyolot untuk cari pembenaran.


"Nggak usah sedikit, banyak juga nggak apa-apa, toh saat ini kan kamu sudah jomblo," cetus  Irgi sambil mengedipkan sebelah matanya, ia pun kembali mengulum senyumnya.


"Ih Irgi apa-apaan sih kamu, maksud kamu itu apa sih?" Dengus Nessa.


Irgi kemudian menoleh kembali ke arah Nessa dan kembali tersenyum.


"Ih ditanya malah senyum-senyum!"


"Senyum aja kenapa nggak boleh ?"tanya Irgi sambil tersenyum lagi.


Mereka hening beberapa saat, kemudian ia menoleh ke arah Nessa dan tersenyum lagi.


Melihat Irgi yang seperti itu Nessa seperti dipermainkan.


"Kamu kenapa sih kalau lihat aku senyum-senyum sendiri!"


"Senyum aja, kenapa nggak boleh?" ledek Irgi lagi.


"Nggak ada apa-apa,"cetus Irgi kembali tersenyum.


" Cepat katakan! Kenapa kamu senyum-senyum gitu, kamu pasti ngeledek aku ya?! tanya Nessa sambil mencubit semakin kuat.


"Aduh sakit Ness!" Teriak Irgi  tapi masih dengan tersenyum.


"Cepat katakan!  kalau nggak, aku nggak akan lepas cubitin aku nih!"


Bukannya meringis kesakitan Irgi malah makin ketawa.


Haha 


Itu membuat Nessa semakin kesal.


"Cepat katakan, kamu kenapa senyum-senyum kalau lihat aku?!"tanya Nessa sambil mencubit lebih kuat.


"Aduh!"


Karena sudah tidak tahan dengan rasa sakit akibat cubitan Nessa, Irgi akhirnya menyerah.


"Iya Nes ampun, ya lepasin dulu baru aku kasih tahu!"


Nessa melepaskan cubitan Irgi.

__ADS_1


"Buruan kasih tahu!" tanya Nessa sambil menyilang lengannya ke bagian dada.


"Sebenarnya gak ada apa-apa, aku tertawa saja mendengar alasan kamu menjenguk Farel,"


"Ih Memangnya kenapa? bener kok alasan aku," cetus Nessa 


"Nggak bener ah, kamu mau jenguk Farel karena kamu kangen kan sama dia, Ayo ngaku Ness," ceruk  Irgi sambil mencolek dagu Nessa.


Nessa kembali menundukkan wajahnya.


"Kok tahu sih?" Akhirnya Nessa mengaku.


"Ya taulah! Kamu itu sebenarnya suka sama Farel kan? Makannya kamu gak respect sama Stefan" tembak Irgi langsung.


"Hm, kok kamu tau sih Gi, aku kan gak pernah curhat sama kamu, emang keliatan ya?" tanya Nessa.


"Ya keliatan lah! dari sikap kamu terhadapnya, ya meski aku jarang melihat kalian berduaan,tapi setiap kali membicarakan tentang Farel, ekspresi kamu berubah banget tau gak!"


"Ehm, aku jadi malu Gi! " Cetus Nessa.


"Kenapa harus malu, bukannya Farel juga suka sama kamu?!"


"Ih kok kamu tahu sih Gi? Kan aku gak pernah cerita juga," cetus Nessa.


"Ya taulah,saudara kembar itu perasaan lebih peka," sahut Irgi.


"Iya Gi, Farel pernah kok nyatain perasaan waktu dia gak sadar gitu."


"Terus hubungan kalian bagaimana?!"


"Ya gak tau, biarin saja lah berjalan apa adanya," sahut Nessa.


"Ku rasa Farel butuh mental kuat untuk menyatakan perasaannya terhadap kamu Ness."


"Iya aku juga butuh mental yang kuat jika Farel menyatakan cinta secara langsung."


"Loh kenapa?"tanya Irgi sambil menyernyitkan dahinya.


"Aku malu kalau harus bilang iya," ucap Nessa sambil menutup wajah dengan menggunakan telapak tangan.


"Ya udah kalau malu, gak usah di terima" pungkas Irgi.


"Ih kok gitu sih? Bukannya bantuin cari jalan keluar" Dengus Nessa.


"Ya Udahlah gak usah dipikirkan, jalani aja, toh kalau sudah jodoh, pasti bertemu kan?" 


"Hooh," sahut Nessa sambil tersenyum.


bersambung dulu gengs. Terima kasih telah membaca karya receh dari author.

__ADS_1


__ADS_2