
❤️ Happy Reading ❤️
Malam ini, papa Diki dan mama Dinar akan pergi ke rumah ibu Lena untuk melamar putrinya yang akan di jadikan menantu keluarga Ardiansyah.
Rencana ini pun sudah di ketahui oleh ibu Lena, tapi sebelum itu Davin memang lebih dahulu menyampaikan maksud hatinya untuk membawa hubungan dirinya dan Sira ke tahap yang lebih serius lagi dan tentu saja langsung diterima dengan senang hati oleh ibu dari Sira.
Walaupun tamunya hanya orangtua Davin saja, namun ibu Lena sudah begitu bersemangat untuk menyiapkan berbagai makanan guna menjamu calon besannya.
Setelah pulang dari toko, tanpa beristirahat terlebih dahulu ... ibu Lena langsung menuju ke dapur dan berkutat dengan segala alat perangnya.
Mulai dari membuat kue, hingga makanan utama dibuatnya sendiri menggunakan kedua tangannya dengan perasan suka cita, bahkan senyumannya tak pernah surut dan terus mengembang.
Davin dan Sira sore ini pun pulang bersama, sejak mengetahui dan mengungkapkan perasan masing-masing, Davin tak mengijinkan Sira untuk berangkat serta pulang sendiri meskipun masih harus secara sembunyi-sembunyi dari yang lain.
"Mau mampir untuk beli kue atau makanan dulu gak?" tanya Davin saat di perjalanan.
"Gak usahlah Dav, lagian juga buat apa." sahut Sira.
"Ya buat untuk nanti malam." kata Davin.
"Ibu sudah memasak untuk itu." kata Sira.
"Harusnya kamu minta sama ibu buat gak usah repot-repot masak, kita bisa beli aja takutnya nanti ibu malah kecapaian." kata Davin yang penuh perhatian dengan calon ibu mertuanya sehingga membuat Sira langsung mengalihkan pandangannya yang dari tadi menghadap ke depan menjadi menghadap ke arah Davin, senyum tipis pun juga langsung mengembang dari bibirnya.
"Terimakasih ya sudah begitu perhatian sama ibu, aku juga udah bilang seperti yang kamu katakan sama ibu, tapi ibu tetap kekeh ingin menyiapkan makanan untuk calon besannya sendiri." kata Sira memegang sebelah tangan Davin yang tak memegang setir.
Cup
Davin langsung membawa tangan itu terus ke atas sampai ke bibirnya dan langsung menciumnya dengan lembut.
"Ibu kamu juga akan jadi ibu aku, jadi sudah sewajarnya jika aku perhatian sama beliau." kata Davin yang membuat hati Sira menghangat karena tak hanya dirinya namun Davin juga menerima ibunya dengan baik.
__ADS_1
"Mampir Dav." tawar Sira saat mobil Davin telah sampai di halaman rumah Sira.
"Aku langsung pulang aja, kalau nanti mampir bisa-bisa aku kemalaman kesini sama mama, papa." kata Davin.
"Ya udah kalau gitu hati-hati ya." kata Sira lagi.
"Iya, tunggu aku datang nanti malam ya ... " kata Davin dengan tangan yang mengelus pipi Sira mengunakan telapak tangannya.
"He'em." sahut Sira sambil menganggukkan kepalanya. "Aku masuk dulu." kata Sira lagi dan langsung keluar dari mobil tersebut.
❤️
Setelah mengantar Sira pulang, Davin langsung pulang ke kediaman keluarga Ardiansyah dengan pesanan bahagia, senyumnya terus mengembang di sepanjang jalan.
Kalau ada orang yang melihatnya pasti akan mengatakan kalau dirinya sudah gila, namun dia akui kalau dia mengakui sudah gila ... gila karena Sira.
"Sudah pulang Dav?" tanya mama Dinar saat melihat putra bungsunya.
"Ya seperti yang Mama lihat." sahut Davin. "Davin langsung ke kamar ya Ma, mau bersih-bersih." pamit Davin.
Davin langsung bergegas masuk kedalam kamarnya dan langsung membersihkan diri, tapi betapa kagetnya dia saat keluar dari kamar mandi sudah ada sosok yang dia hindari sedang duduk di ranjang miliknya dengan santai, apalagi saat ini Davin hanya mengenakan handuk sebatas pinggangnya untuk menutupi pusat tubuhnya bagian bawah serta handuk kecil yang dia pakai untuk menggosok rambutnya yang basah.
"Ngapain kamu di sini?" tanya Davin dengan tatapan tajam. "Keluar! Gak sopan masuk kamar orang lain dengan seenaknya." kata Davin lagi dengan ketus.
"Heh, jangan marah-marah." kata Cika dengan santai dan mulai berdiri dari duduknya. Berjalan perlahan menuju ke arah Davin berada.
"Keluar kamu, aku gak mau tejadi salah paham lagi dengan saudaraku." kata Davin.
"Davin, Davin ... aku kesini cuma mau bilang agar kamu mempertimbangkan lagi rencana kamu untuk bertunangan dengan gadis itu." kata Cika. "Dia sama sekali tak pantas bersanding sama kamu, .kalian tak sepadan." katanya lagi.
"Terus siapa yang menurutmu pantas untukku?" tanya Davin. "Kamu, heh." sambungnya lagi dengan tersenyum remeh. "Cika ... Cika ... asal kamu tau Sira itu jauh lebih baik dari pada kamu." ujarnya. "Kamu itu wanita yang sudah bersuami, tak sepantasnya kamu datang ke kamar pria lain." imbuhnya.
__ADS_1
"Aku tak perduli." kata Cika. "Kamukan tau kalau aku itu cinta sama kamu, jadi tinggalkan Sira maka aku juga akan meninggalkan Damar." katanya lagi.
"Gila kamu!" kata Davin dengan sarkas. "Keluar kamu dari kamar aku." kata Davin dengan dingin.
"Davin ... " panggil Cika dengan tangan yang hendak memegang tubuh Davin, namun sebelum sampai menyentuh sudah di tepis dengan kasar oleh Davin.
"Keluar atau aku seret!" ancam Davin.
Cika pun langsung menghentakkan kakinya dengan kesal sebelum benar-benar keluar.
Untung saja Davin sudah memasang kamera di kamarnya, jadi satu bukti lagi sudah di dapatkan.
❤️
"Dam, Nak ayo siap-siap ... kita akan pergi ke rumah Sira, ajak istrimu sekalian." kata mama Dinar saat melihat putra sulungnya pulang.
"Aku sama Cika gak ikut Ma, aku capek banget, pengen langsung rebahan." sahut Damar.
"Tapi ... " kata mama Dinar.
"Sudah biarkan saja Ma, kasihan putra kamu." potong papa Diki yang tak ingin terlalu memaksa Damar.
Lagian juga papa Diki tak ingin semuanya kacau jika Damar dan Cika ikut, karena kedua orang itu terlalu sinis bila ada Davin dan Sira
"Ma, Pa, aku ke kamar dulu." pamit Damar yang di angguki oleh kedua paruh baya itu.
Setelah Damar pergi, mama Dinar kembali memeriksa beberapa bawaan yang akan di pakai sebagai buah tangan saat kerumah Sira.
"Ma, Pa." sapa Davin yang sudah turun dengan mengenakan pakaian kasual.
"Kamu sudah siap Dav?" tanya papa yang di angguki oleh Davin. "Kalau gitu kita langsung berangkat saja, biar gak kemalaman." kata papa Diki lagi.
__ADS_1
Mereka bertiga pergi menggunakan satu mobil dengan di supiri oleh supir papa Diki.
Semua barang pun juga sudah di masukkan semuanya ke dalam mobil tanpa ada satupun yang tertinggal.