
❤️ Happy Reading ❤️
Petang ini, ibu Lena yang sedang sibuk menyiapkan untuk makan malamnya tiba-tiba dikejutkan sepasang tangan yang memeluk lehernya dari belakang.
"Hah." kaget ibu Lena yang merasakan sesuatu di lehernya.
"Ibu, Sira kangen." bisik Sira tepat di telinga sang ibu.
Mendengar suara sang putri membuat ibu Lena langsung buru-buru membalikan tubuhnya. Di rengkuhnya tubuh Sira dan di dekapnya dengan erat untuk meluapkan rasa rindunya. Baru beberapa hari berpisah dengan sang putri rasanya seperti sudah lama sekali.
"Kok Ibu jadi nangis kayak gini." kata Sira dengan menghapus air mata ibunya saat pelukan mereka terurai sehingga membuat Ibu Lena sedikit terkekeh mengingat dirinya yang begitu cengeng.
"Gimana kabar kalian?" tanya ibu Lena pada anak dan menantunya.
"Kamu baik Bu." jawab Davin sambil menyalami ibu mertuanya. "Ibu sendiri gimana kabarnya?" tanya Davin.
"Ibu juga baik." sahut ibu Lena. "Kalian kapan pulang? Kok kesini gak kasih kabar?" tanya ibu Lena lagi.
"Kami pulang kemarin Bu dan sengaja ... mau buat kejutan untuk Ibu." sahut Sira. "Ibu masak apa?" tanya Sira melihat ke arah wajah yang masih berada di atas kompor.
"Ibu gak tau kalau kalian mau datang, jadi cuma bikin capcai bakso sama tadi beli gorengan aja." jawab ibu Lena.
"Gak apa-apa Bu, tadi kami mampir beli makanan kok pas jalan kesini." sahut Sira yang melihat wajah Ibu Lena berubah seketika, seperti ada perasan sedih juga menyesal. "By, mendingan kamu tunggu di ruang makan aja, biar aku bantu Ibu buat siapin makan malam kita." kata Sira yang beralih pada sang suami.
Davin pun menurut dan tak lupa memberikan beberapa kantong plastik yang sedari di tenteng menggunakan tangan kirinya. Kantong plastik yang berisikan makan juga ada beberapa jenis buah dan camilan lainnya.
Hati Bu Lena merasa bahagia saat melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah putrinya, apalagi melihat Sira yang tulus melayani suaminya di meja makan. Dia hanya bisa terus memanjatkan doa untuk kebahagiaan anak serta para cucunya kelak.
❤️
__ADS_1
Kini mereka bertiga duduk bersantai di ruang tv, sebuah ruangan yang tak terlalu besar namun sangat nyaman.
Sira dan Davin saling pandang terlebih dahulu sebelum akhirnya salah satu dari mereka membuat omongan tentang rencana mereka kedepannya.
"Khem Bu." kata Davin yang berdehem terlebih dahulu sebelum berbicara lebih banyak.
"Iya." sahut ibu Lena yang langsung mengalihkan pandangannya dari televisi ke arah sang menantu. Dari gelagat yang di tunjukkan anak dan menantunya, ibu Lena sih bisa menebak jika akan ada hal penting yang akan mereka bicarakan padanya.
"Bu, rencananya kami berdua akan tinggal di sini bersama Ibu, kalau Ibu berkenan dan mengijinkan." kata Davin yang langsung membuat ibu Lena menatap ke arah sang putri.
"Apakah ibu benar Ra? Ibu lagi gak sedang berkhayal atau salah dengarkan?" tanyanya yang seakan masih tak percaya dengan apa yang dia dengar.
Dirinya memang pernah berharap jika anak dan menantunya bisa tinggal bersamanya di rumah itu, tapi jika mengingat siapa menantunya ... dari keluarga mana, membuat ibu Lena pun seketika mengubur semua harapannya.
"Iya Bu, kami berdua akan tinggal di sini sama ibu." kata Sira untuk meyakinkan ibunya.
"Ibu bahagian banget kalian mau tinggal di sini, jadi ibu tak merasa kesepian." sahut ibu Lena. "Tapi apa Nak Davin bisa tinggal di sini? rumah ini terlalu sederhana untuk Nak Davin." kata ibu Lena.
"Iya memang ada yang minta untuk di perbaiki." sahut ibu Lena. "Rumah ini juga rumah Sira, jadi terserah kalian mau diapakan." kata ibu Lena lagi.
"Baiklah kalau begitu, ibu bisa berkemas ... besok sore kita tinggal sementara di apartemen aku ya Bu, biar rumah ini biasa langsung di kerjakan renovasinya." sambungnya lagi.
"Kalau gitu ibu berkemas dulu, jadi besok bisa langsung pergi." kata ibu Lena yang langsung berdiri dari duduknya.
"Biar Sira bantu Bu." sahut Sira yang langsung ikut berdiri. "Aku bantu ibu dulu ya by." kata Sira yang di angguki oleh Davin.
Setelah ibu Lena dan Sira pergi, Davin pun langsung menghubungi asisten setianya untuk mengurus perenovasian rumah.
Sedangkan di dalam kamar ibu Lena dan Sira pun berbincang sambil mulai memasukkan satu persatu pakaian ibu Lena kedalam tas.
__ADS_1
"Kalian mau tinggal di sini sudah bilang dulu sama orangtua Davin belum?" tanya ibu Lena di sela-sela kegiatan mereka berdua.
"Sudah Bu dan mereka juga sudah ngijinin." jawab Sira tanpa mengatakan kejadian yang sejujurnya tentang sang ibu mertua yang sepertinya masih tak begitu rela.
"Syukurlah kalau begitu." sahut ibu Lena. "Ibu cuma gak mau kalau sampai kalian ada masalah sama keluarga Davin." imbuhnya lagi.
"Enggak Bu, kami sudah membicarakan ini sama mereka dan mereka juga gak ada masalah." kata Sira.
❤️
"Sudah?" tanya Davin begitu melihat sang istri keluar menghampirinya yang masih duduk di ruang tv.
"Sudah." sahut Sira. "Ayo ke kamar ... besok kerjakan." kata Sira mengajak suaminya.
Tanpa banyak kata, mereka berdua pun masuk kedalam kamar Sira.
Davin langsung berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, sedangkan Sira sendiri menyiapkan pakaian ganti untuk dirinya sendiri dan sang suami yang masih terkemas rapi di dalam koper, sengaja tak di keluarin dan di tata dalam lemar supaya besik kalau pergi tak perlu repot lagi untuk berkemas.
Cklek
"Aku sudah siapin pakaian ganti buat kamu by." kata Sira melihat Davin yang sudah keluar kamar mandi.
"Terimakasih my cherry." ucap Davin.
Sambil menunggu Sira di kamar mandi, Davin memilih untuk duduk bersandarkan headboard sambil memeriksa beberapa email pekerjaan yang masuk kiriman dari asistennya.
Sira yang keluar dari kamar mandi berbalut gaun malam berbahan satin dan bertali satu yang kecil di bagian pundaknya mampu mencuri perhatian Davin yang sedari tadi sibuk dengan gawainya, apalagi dengan warna hitam yang sangat begitu kontras dengan kulit Sira yang putih.
Tanpa kata dan tanpa berlama-lama, Davin langsung turun dan menghampiri Sira yang kini duduk di depan meja rias tanpa menghiraukan tatapan mata Davin yang sedari tadi mengawasinya.
__ADS_1
Davin langsung mengangkat tubuh Sira begitu saja dan di rebahkannya dengan hati-hati di atas ranjang.
"Sengaja mau goda aku pakai pakaian kayak gitu tanpa jubah." kata Davin. "Dasar nakal." sambungnya lagi yang langsung mulai menyerang Sira dengan berbagai buaian.