Tiba-tiba Jadi Calon Istri Orang

Tiba-tiba Jadi Calon Istri Orang
Bab 60


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Davin yang berada di tempat acara begitu merasa sangat gugup dan gelisah, bulir-bulir bening menetes dari keningnya sehingga harus membuat pemuda itu menyekanya beberapa kali.


Melihat sang putra tak tenang, membuat mama Dinar berjalan untuk menghampirinya.


"Mau kemana ma?" tanya papa Diki saat melihat istri tercintanya bangun dari duduk.


"Mau ke Davin pa." jawab mama Dinar. "Tengok putramu, terlihat sekali jika gugup." sambungnya.


Papa Diki pun menuruti apa yang di katakan sang istri, beliau bisa melihat jika putra bungsunya menggerak-gerakkan kakinya berulang kali karena gugup.


"Ya sudah sana, tenangkan putra kita ... nanti bisa-bisa dia salah lagi ngucapin kalimat akad sangking groginya." kata papa Diki yang di angguki oleh mama Dinar.


Mama Dinar yang saat ini mengenakan pakaian setelah kebaya berjalan dengan anggunnya, umur wanita itu sama sekali tak mengurangi kadar kecantikannya.


Dengan pelan mama Dinar menyentuh pundak kanan Davin dari belakang sehingga Davin pun sontak langsung menoleh.


"Ma." lirih Davin.


"Apa apa sayang? kamu terlihat gelisah." tanya mama Dinar dengan lembut.


"Aku ... Aku gugup banget ma." jawab Davin sejujur-jujurnya.


"Kamu harus tenang jika tidak mau salah mengucapkan kalimat akad nanti." kata mama Dinar. "Coba tarik napas yang dalam dari hidung dan hembuskan perlahan mengunakan mulut." mama Dinar pun akhirnya memberikan saran pada sang putra.


Davin pun mengikuti instruksi dari sang mama dan melakukannya beberapa kali.


"Bagaimana?" tanya mama Dinar.


"Masih ma, tapi sudah sedikit lebih baik." jawab Davin.

__ADS_1


"Dav." panggil Damar yang datang menghampiri Davin bersama Tyas juga Riko.


Mereka yang melihat mama Dinar berusaha menenangkan Davin pun, ikut bergabung agar putra kedua keluarga Ardiansyah itu tak terlalu nervous.


"Santai bos, jangan gugup gitu." kata Riko.


"Kalau kamu gugup, nanti salah loh ngucapin kalimat ijab kabulnya." kata Damar.


"Ck, kakak dulu juga gitu." kata Davin yang langsung membuat Damar kicep, dulu pemuda itu tak jauh dari seperti yang Davin rasakan saat ini.


"Bayangin aja kalau setelah ini bisa belah duren Dav." celetuk Tyas yang memang kalau ngomong kadang suka ceplas-ceplos sehingga membuat kedua pria sekaligus mama Dinar tersenyum, kecuali Davin yang masih saja terlihat tegang.


Suara sang MC acara membuat Davin dan yang lainnya langsung menoleh. Semua pandangan mata tiba-tiba tertuju pada satu titik dimana sang mempelai wanita yang baru saja masuk bersama sang ibu dan Ami di sebelah kanan dan kirinya, sedangkan Beni berjalan di belakang ketiga wanita cantik itu.


"Kedip Dav, gak-gak kalau bakal ngilang." bisik Damar tepat di telinga Davin saat adiknya itu begitu terpesona dengan kecantikan calon istrinya.


Sira memang terlihat begitu cantik dan anggun dengan kebaya modern warna putih yang membalut tubuh rampingnya, riasan yang begitu natural ... membuat kecantikannya semakin terpancar.


"Awas iler netes bos." kata Riko yang langsung membuat Davin menatap tajam padanya.


"Santai bos ... canda, biar gak tegang-tegang amat." kata Riko lagi.


"Ingat Dav, jangan lupa baca basmalah." kata mama Dinar sebelum pergi kembali ke tempatnya meniggalkan Davin.


Dari sejak masuk hingga duduk di samping Davin, Sira sama sekali tak sanggup untuk menegakan kepalanya, gadis itu sedari tadi hanya menunduk saja.


Karena kedua mempelai sudah ada di sana, saksi juga sudah menepati tempatnya, acara pun langsung di mulai karena pihak dari Kantor Urusan Agama harus menikahkan calon pengantin yang lain.


Tamu di acara ijab kabul pagi ini tak terlalu banyak, karena hanya di hadiri dari para sahabat dekat mama keluarga Ardiansyah juga para tetangga Sira.


Tangis Sira sudah tak dapat di bendung saat pihak dari KUA mengatakan bahwa walinya di wakilkan padanya untuk menikahkan mereka, karena entah dimana atau Sira saat ini, masih hidupkah atau sudah mati sama sekali tak ada yang tahu.

__ADS_1


Sedih, itu yang Sira rasakan. Jauh di lubuk hatinya sangat menantikan kehadiran sang ayah dalam momen sakral ini. Momen yang tak akan bisa terulang lagi karena hanya akan terjadi satu kali dalam hidupnya.


Ibu Lena yang sudah duduk bersama besannya pun juga menangis, beliau seakan merasakan apa yang di rasakan oleh sang putri.


"Kamu jahat mas, kamu akan mendapatkan balasan yang setimpal atas setiap tetes air mata yang telah di keluarkan oleh putriku." kata ibu Lena dalam hati. "Aku bersumpah ... dimanapun kamu saat ini, kamu tak akan mendapatkan sebuah kebahagian." katanya lagi dengan hati yang bergemuruh.


Ami yang melihat tangan ibu Lena mengepal atas pangkuan dengan tatapan mata yang sendu memandang Sira pun berinisiatif untuk menggenggam tangan ibu dari sahabatnya dan membuat ibu Lena langsung menoleh. Ami pun menampilkan sebuah senyuman yang membuat ibu Lena pun ikut tersenyum.


Ami dan Beni yang berteman dengan sira sudah lama pun sedikit banyak mengetahui kisah sedih yang dialami sahabatnya itu.


❤️


Kalimat Al Fatihah, istighfar serta dua kalimat syahadat telah di ucapkan. Kini tinggal kalimat ijab dan kabul yang akan segera di ucapkan.


"Saudara Davin Brian Ardiansyah bin Diki Ardiansyah."


"Ya saya."


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Davin Brian Ardiansyah bin Diki Ardiansyah dengan Asira Davira Ciara binti Heru Irawan dengan mas kawin seperangkat alat solat dan satu set perhiasan seberat 103 gram juga uang tunai sebesar 1,3 milyar di bayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Asira Davira Ciara binti Heru Irawan dengan mas kawin tersebut, di bayar tunai."


Dengan satu tarikan nafas, akhirnya kalimat sakral itupun terucap dari bibir Davin dengan begitu lantangnya lantangnya hingga kalimat sah pun meluncur dari mulut para saksi.


"Alhamdulillah." semua pun langsung mengucapakan kalimat hamdalah.


Untuk pertama kalinya, Sira meraih tangan Davin untuk di salami dan diciumnya sebagai tanda baktinya sebagai seorang istri.


Davin pun juga mengucapkan do'a pertama kalinya dan meniupnya di embun-embun kepala Sira, baru setelah itu di kecupnya dalam-dalam kening wanita halalnya itu.


Hingga satu persatu prosesi pun dilakukan dan berjalan dengan sangat lancar meskipun harus di warnai dengan mengharu biru, apalagi saat prosesi sungkeman yang kedua mempelai lakukan pada orangtua mereka.

__ADS_1


__ADS_2