Tiba-tiba Jadi Calon Istri Orang

Tiba-tiba Jadi Calon Istri Orang
Bab 78


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Satu persatu box berisi kue bikin Sira dan ibu Lena telah di masukkan kedalam mobil, begitu juga koper-koper berisi keperluan mereka bertiga.


Mobil milik Davin pun mulai di lajukan membelah jalanan ibu kota untuk menuju ke rumah ibu Lena dan Sira yang juga akan menjadi tempat tinggal Davin untuk seterusnya.


Tanpa sepengetahuan ibu Lena dan Sira, Davin diam-diam meminta sang mama untuk memberikan dua artnya untuk pindah bersama Davin dan Sira.


Bukan tanpa sebab dia melakukan itu, Davin hanya tak ingin istrinya kelelahan mengurus semuanya, dia hanya ingin Sira lebih fokus pada dirinya dan anak-anak mereka kelak. Dan untuk ibu Lena, Davin juga ingin ada yang membatu mertuanya itu membuat barang dagangan di rumah, jadi tak akan capek sendiri.


"Mereka siapa By?" tanya Sira dengan mengernyitkan dahinya kala melihat dua orang wanita dengan usia yang lebih tua darinya berdiri di teras menyambut kedatangannya.


"Oh itu Bik Ani sama Bik Siti, mereka berdua adalah art di kediaman Ardiansyah, namun mulai sekarang akan bekerja dengan kita di rumah ini." jawab Davin.


"Kenapa kamu - " kata Sira yang ingin melayangkan sebuah protes.


"Aku memang sengaja tak membicarakan ini dengan kamu, karena aku tau kamu dan ibu pasti akan menolaknya jika aku bertanya." potong Davin. "Ayo masuk." ajak Davin dengan tangan merangkul bahu sang istri.


Sira hanya bisa diam dan menerima segala keputusan Davin yang secara sepihak mempekerjakan art, mau menikah mentah-mentah pun percuma ... sudah terlanjur di sana juga.


"Wah Nak Davin, ini rumahnya besar sekali ... bagus." kata ibu Lena menatap kagum pada bangunan rumahnya saat ini.


Dia sungguh tak menyangka jika rumah sederhananya akan di sulap menjadi hunian yang megah.


"Tapi kok bisa sebesar ini?" tanya ibu Lena lagi. "Perasaan pekarangan rumah ibu hanya kecil, cuma berukuran 12,5X50 meter saja." imbuhnya.


"Davin membeli pekarangan kosong yang ada di samping dan belakang rumah Bu." jawab Davin. "Maaf kalau Davin begitu lancang, sebelumnya tak meminta pendapat ibu dulu mau model rumah seperti apa." ucap Davin.

__ADS_1


"Kenapa minta maaf, ibu malah berterimakasih sama kamu karena sudah mau merenovasi rumah ini." sahut ibu Lena.


"Apa ibu suka?" tanya Sira.


"Iya Ibu suka." sahut ibu Lena. "O iya dimana kamar Ibu?" tanyanya.


Sira yang memang sudah menata sedemikan rupa semuanya jadi tau fungsi-fungsi dari banyaknya ruangan di sana.


Istri Davin itu langsung mengajak ibunya menuju ke salah satu kamar yang letaknya tak jauh dari tangga.


Cklek


"Ini kamar Ibu." kata Sira begitu membuka pintu kamar tersebut.


"Apa ini gak terlalu bagus dan terlalu luas untuk jadi kamar Ibu?" tanya ibu Lena sambil berjalan masuk dan matanya memindahi setiap sudut kamar, ada sebuah ranjang king size, juga lemari yang bisa di bilang cukup besar, terus ada televisi, sofa dan juga di lengkapi dengan fasilitas kamar mandi.


"Tentu saja tidak Ibu." sahut Sira.


"Tak ada yang berlebihan Bu." sahut Davin.


"Bu, kami berdua pamit ke kamar dulu ya ... takutnya nanti para tamu sudah datang, kitanya belum siap." kata Sira. "Kalau Ibu ingin mencari kami, kamar kami berdua ada di lantai atas." sambung Sira.


❤️


"Bagaimana kalau kita coba ranjang baru dulu sebelum bersiap?" bisik Davin tepat di telinga Sira kala pria itu tiba-tiba memeluk tubuh wanitanya begitu masuk dalam kamar.


"By, jangan aneh-aneh deh." kata Sira yang berusaha menahan rasa geli yang menggelitik di lehernya saat terkena hembusan nafas dari Davin.

__ADS_1


"Aku itu gak ngajak aneh-aneh my cherry, cuma ngajak yang enak-enak saja." kilah Davin dengan tangan yang sudah bergerilya kemana-mana, apalagi dengan lidahnya yang sudah menyapu leher jenjang yang begitu menggoda untuk segera di lahapnya.


"By ... " rintih Sira dengan napas yang terengah-engah karena berusaha menahan hasrat yang kini sudah mulai terpancing.


"Iya, sebut namaku my cherry." bisik Davin di sela segala aktivitasnya.


"Dav ... Vin." lirih Sira.


Tanpa melepaskan apa yang sudah di mulainya, Davin mulai berjalan perlahan untuk mengiring tubuh Sira hingga mereka berdua telah sampai di ranjang king size yang masih baru.


Davin langsung melancarkan aksinya dengan tanpa ragu, hasrat keduanya telah bergejolak dengan menggebu sehingga apa yang seharusnya terjadi memang harus terjadi.


Pergulatan panas pun kembali terjadi dan berlangsung selama beberapa saat hingga keduanya terlah sampai pada puncak-puncak kenikmatan.


"Capek?" tanya Davin dengan tangan yang terulur untuk merapikan anak rambut yang menutupi wajah Sira.


"He'em." jawab Sura dengan di sertai anggukan kepala, setelah itu Sira memilih untuk membenamkan wajahnya di dada bidang Davin yang terekspos. Posisi mereka saat ini adalah tidur dengan saling berpelukan.


Kasihan juga sih sebenarnya kalau melihat istrinya kelelahan seperti ini, tapi ya mau bagaimana lagi ... dirinya bahkan begitu sulit untuk mengontrol dirinya sendiri agar tak menyentuh Sira, lagian juga sah-sah saja jika mengingat status hubungan mereka berdua saat ini.


"Aku mau membersihkan tubuh, kamu istirahat dulu." kata Davin.


Kalau tak mengingat akan ada tamu, mungkin Davin akan lebih memilih untuk tidur sambil mendekap erat tubuh istrinya.


Sira yang sudah tak berdaya hanya bisa mengangguki perkataan Davin, dirinya begitu merasa sangat lelah. Bagaimana tidak lelah, sebelum berangkat Davin sudah meminta jatahnya dan ini dia memintanya lagi membuat seluruh tenaga Sira begitu terkuras, belum lagi seluruh tulangnya yang terasa remuk redam.


Sira bener-bener tak menyangka jika suaminya bisa berubah menjadi seganas ini setelah mereka menikah, kalau mengingat bagaimana dulu cara mereka berpacaran yang nyaris tanpa kontak fisik yang berlebih.

__ADS_1


Davin yang sudah keluar dari kamar mandi merasa begitu kasihan melihat Sira yang sudah terlelap di atas ranjang. Tapi ya mau bagaimana lagi ... dirinya tak bisa menahan semua itu.


Mengingat akan ada acara membuat Davin dengan terpaksa harus membangunkan Sira, di gendongnya Sira hingga ke kamar mandi, balik lagi ke kamar, serta tak lupa membantu wanita tercintanya untuk bersiap.


__ADS_2