Tiba-tiba Jadi Calon Istri Orang

Tiba-tiba Jadi Calon Istri Orang
Bab 79


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


"Wah ini dia si tuan rumah, akhirnya keluar juga dari kandang." sindir Damar saat melihat Sira juga Davin berjalan dengan jatah yang tidak terlalu jauh dari mereka.


"Damar." tegur mama Dinar sambil setengah melotot pada putra sulungnya.


"Sudah dari tadi Ma, Pa, Kak? Maaf sudah buat lama menunggu." cicit Sira dengan perasaan tak enak karena harus membuat tamu undangan menunggu terutama keluarga sang suami.


"Kamu juga baru saja datang kok sayang." sahut mama Dinar.


"Maaf, bagaimana kalau acaranya langsung kita mulai saja, takutnya nanti para anak-anak keburu mengantuk dan tak sempat menikmati semua sajian yang ada." ujar ibu Lena pada menantu serta besannya.


"Mama setuju, nanti ngobrolnya bisa kita sambung lagi setelah acara selesai." sahut mama Dinar yang pro dengan usul sang besan.


Acara pun di mulai dengan lantunan ayat suci Al-Quran dan juga pembacaan do'a dari pemuka agama yang ada di daerah tempat tinggal mereka.


Setelah itu di lanjutkan dengan ramah taman juga makan-makan yang telah di sediakan oleh sang tuan rumah.


Semuanya disini berbaur menjadi satu, tak ada perbedaan antara si kaya yang di miskin, semuanya sama.


Hingga pada pukul setengah sepuluh malam satu persatu tamu undangan pun berpamitan yang diikuti oleh keluarga Ardiansyah, menyisakan pemilik rumah.


❤️


"Selamat pagi my wife ... my cherry." ucap Davin yang tak lupa meninggalkan jejak kecupan di bibir sang istri ketika wanita tercintanya itu baru saja membuka mata seusai tidur lelapnya.


Sira pun menampilkan senyum indahnya "Selamat pagi my hubby." ucap Sira dengan suara serak khas bangun tidur.


Betapa bahagianya, baru bangun tapi sudah di sambut dengan perlakuan yang begitu manis dan melelehkan hati dari suami tercinta.

__ADS_1


"Bangun yuk ... kita jamaah." ajak Davin dengan tangan yang menyelipkan anak rambut yang menutupi wajah ayu Sira, sedangkan tangan satunya dia gunakan untuk menopang kepalanya, karena saat ini posisinya dengan tidur miring menghadap ke arah Sira.


"He'em." sahut Sira.


Mereka berdua pun langsung merubah posisi mereka, namun ketika Sira hendak melangkah ke arah kamar mandi, tiba-tiba tubuhnya sudah melayang begitu saja karena ulah sang suami.


"By, aku bisa jalan sendiri." kata Sira dengan tangan yang melekat sempurna di leher Davin.


"E'em." gumam Davin sambil menggelengkan kepalanya yang berarti menolak apa yang di katakan Sira.


Kalau sudah seperti ini Sira lebih memilih untuk pasrah, karena mau menolak pun tak akan ada gunanya.


Sesampainya di kamar mandi mereka berdua pun mandi dengan saling membantu untuk membersihkan tubuh satu sama lain, tanpa dan aktivitas yang lainnya.


Mereka tak ingin kalau sampai kehilangan waktu subuh mereka hanya karena menuruti hawa nafsu semata.


Buk


"Mau kemana?" tanya Davin dengan tangan yang mendekap erat pinggang wanitanya.


"Aku mau turun ke bawah By, mau bikin sarapan." jawab Sira yang mengalungkan tangannya di leher Davin.


Mereka sudah selesai melakukan sholat berjamaah beberapa saat yang lalu.


"Temani aku saja." sahut Davin. "Lagian juga sudah ada art yang bisa nyiapin sarapan untuk kita semua." sambungnya.


Sira sedikit mengerutkan dahinya ketika mendengar apa yang di katakan oleh Davin, kenapa tiba-tiba suaminya melarang dirinya untuk menyiapkan sarapan padahal kemarin-kemarin di apartemen dirinya juga yang menyiapkan.


"Kalau kemarin di apartemen kita tak ada art, tapi sekarang di sini berbeda my cherry ... jadi kamu gak perlu repot-repot." terang Davin seolah tau akan apa yang di pikirkan oleh istrinya.

__ADS_1


"Huft ... kenapa harus berbeda By?" tanya Sira. "Kamu sudah tak mengijinkan aku untuk tak bekerja dan itu aku terima, tapi tolong jangan larang aku untuk melayani kamu ... memasak untuk kamu juga ibu." kata Sira. "Paling tidak buat aku berguna menjadi seorang istri." imbuhnya.


"Seorang istri itu tak harus memasak my cherry, tapi melayani suami di atas ranjang juga termasuk tugas seorang istri." kata Davin setengah berbisik tepat di telinga Sira.


Perkataan Davin sontak membuat mata Sira melotot namun dengan pipi yang bersemu merah mendengar perkataan yang baru saja terlontar dari bibir suaminya.


Namun sedetik kemudian Sira pun berdecak "Ish, kamu ini ... itu aja yang kamu pikirin, memangnya kurang apa."


"Tentu saja, tanya tak ada kata cukup untuk aku selalu menjamahmu, bahkan untuk memggempurmu setiap saat saja rasanya masih kurang." kata Davin. "Kamu dan semua yang ada di dalam dirimu sudah begitu membuatku sangat candu sehingga ingin lagi dan lagi, terus dan terus." imbuhnya.


"Sudah - sudah, sekarang lepaskan aku dan biarkan istriku ini untuk turun membuat sarapan." pinta Sira. Karena kalau posisi mereka tetap seperti ini dengan pembicaraan yang begini pula, maka sudah dapat di pastikan mereka berdua akan berakhir dimana.


Bukannya melepaskan tapi Davin malah lebih erat memeluk tubuh Sira dalam pangkuannya.


"By, lepas atau tak ada jatah selama satu minggu." ancam Sira.


Mendengar hal itu sontak saja langsung membuat tangan Davin mengendurkan pelukannya.


"Jahat banget sih my cherry, terlalu berat ancamannya." kata Davin dengan wajah yang sudah memberengut dan hal itu terlihat begitu lucu di mata Sira.


Pria yang selalu bertahan datar, cool dan tegas tiba-tiba berekpresi seperti itu.


Cup


"Aku kebawah sebentar." kata Sira setelah mengecup sekilas bibir suaminya sebelum turun dari pangkuan.


"My cherry ... kurang." protes Davin dengan tangan yang memegang bibirnya.


"Tidak sekarang, nanti kita lanjutkan setelah aku selesai memasak." kata Sira dan langsung melenggang keluar dari kamar.

__ADS_1


❤️


Hai teman-teman semua, maaf kalau aku baru up ... soalnya aku lagi rawat Mbah aku yang lagi sakit, sudah 8 hari ini dari Mbah aku yang jatuh dan berakibat gak bisa jalan karena tulangnya ada yang patah. Jadi mohon pengertiannya ya teman-teman. Dan minta doanya agar beliau lekas sembuh. Terimakasih 🙏


__ADS_2