Tiba-tiba Jadi Calon Istri Orang

Tiba-tiba Jadi Calon Istri Orang
Bab 61


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


"Capek?" tanya Davin yang baru saja masuk ke dalam kamar yang di peruntukkan untuk mereka berdua.


Pertama kali masuk Davin melihat Sira yang sedang menyenderkan tubuhnya di sofa.


"Lumayan." sahut Sira yang langsung menegakkan tubuhnya begitu mendengar suara suaminya.


"Lebih baik sekarang kamu mandi gih, terus istirahat." kata Davin yang ikut duduk di sebelah Sira. "Nanti malam bakal lebih banyak lagi tamu yang datang." sambungnya.


"Hem, baiklah." sahut Sira yang langsung berdiri dan berjalan dengan lunglai menuju ke arah kamar mandi, tapi sebelum itu tak lupa dirinya pun mengambil pakaian dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi.


Sebenarnya tak tega juga kalau melihat wanita yang baru beberapa jam lalu menyandang sebagai istrinya begitu lelah, tapi ya mau bagaimana lagi ... semuanya sudah di atur oleh keluarganya.

__ADS_1


Sambil menunggu Sira selesai, Davin memilih untuk menyadarkan tubuhnya seperti posisi Sira tadi, bahkan matanya pun juga sudah tertutup saat ini.


"Dav." panggil Sira dengan pelan begitu keluar dari kamar mandi.


Tak mendapatkan respon dari sang empunya, membuat Sira lebih mendekat dan memanggilnya kembali.


Bisa saja Sira memanggil dengan suara yang lebih keras, namun wanita itu tak ingin jika suaminya itu mereda terkejut sehingga bisa membuatnya pusing.


"Hem." gumam Davin begitu merasa ada yang memegang lengannya.


"Dav, bangun dulu." kata Sira. "Nanti tidurnya di terusin setelah mandi." sambungnya lagi.


Mendengar penuturan sang istri membuat Davin langsung membuka kedua matanya, bahkan menguceknya beberapa kali baru setelah itu berdiri untuk mandi.

__ADS_1


Sira yang melihat sang suami seperti ngantuk berat pun merasa kasihan sendiri. Dia tau jika pria yang baru menghalalkannya beberapa jam yang lalu itu akhir-akhir ini begitu sangat sibuk bahkan bisa di bilang terlalu diforsir bekerja.


Davin bekerja keras untuk menyelesaikan segala pekerjaannya sebelum dia tinggal untuk cuti. Dia tak ingin hari liburnya di ganggu dengan berbagai macam pekerjaan sehingga membuat quality time bersama sang istri menjadi terganggu. Dia ingin benar-benar menikmati honeymoon tanpa gangguan apapun.


Dia juga tak ingin jika di akhir masa cutinya harus di hadapkan dengan banyaknya tumpukan kertas yang membuat dirinya harus bekerja ekstra. Kan gak lucu jadinya jika pengantin baru harus meninggalkan istrinya untuk lembur setiap malam. Dia bukan lagi seorang lajang, namun saat ini ada perasan yang harus begitu dia jaga.


Siapa bilang jadi pemimpin perusahaan itu enak? Uang mungkin iya ... Mereka sangat berkecukupan bahkan lebih, tapi untuk tanggung jawab tentu saja jauh lebih berat, bagaimanapun mereka harus memikul beban sebab banyak nyawa yang bergantung pada kelangsungan perusahaannya yang berarti secara tidak langsung juga bergantung padanya.


Tak membutuhkan waktu yang lama untuk Davin membersihkan tubuhnya, dirinya pun segera menyusul Sira yang sudah lebih dulu membaringkan tubuhnya di ranjang tanpa melakukan hal-hal yang romantis terlebih dahulu.


Mereka berdua pun langsung tertidur dengan lelap sangking lelahnya, apalagi nanti malam harus menghadapi tamu yang lebih banyak lagi.


Karena untuk pesta resepsi nanti malam, tamu undangan terdiri dari para rekan bisnis Davin juga papa Diki, serta para karyawan perusahan DV yang Davin pimpin dan Sira pejabat negara pun tak luput dari undangan.

__ADS_1


__ADS_2