Tiba-tiba Jadi Calon Istri Orang

Tiba-tiba Jadi Calon Istri Orang
Bab 80


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Tak terasa sudah beberapa bulan Davin dan Sira membina rumah tangga. Sejauh ini perjalan rumah tangga mereka begitu baik-baik saja dan terlihat semakin harmonis.


Bahkan Davin sang CEO dingin pun semakin memperlihatkan sisi romantisnya pada istri tercinta.


Siang ini, Davin yang baru selesai mimpin rapat akhir bulan dengan para jajarannya di kejutkan dengan suara dering ponsel yang menunjukan nomor telpon rumahnya.


Davin bahkan sempat mengernyitkan dahinya kala melihat latar ponsel miliknya, karena tak biasa-biasanya ada panggilan dari nomor telpon rumah. Kalaupun Sira ingin menghubunginya pasti menggunakan nomor ponsel pribadinya.


"Halo."


"Tuan ... Nyonya ... Nyonya ... " sahutan dari yang di sebrang sana sukses membuat perasan Davin gelisah.


"Bicara yang jelas, nyonya kenapa?" tanya Davin penuh dengan penekanan.


"Nyonya ... Nyonya pingsan."


"Apa?" kata Davin kaget. "Tunggu saya di rumah."


Setelah mengatakan hal itu Davin langsung pergi bergegas dengan begitu saja tanpa menghiraukan panggilan dari asisten pribadinya. Padahal satu jam lagi pemuda itu akan mempunyai janji temu dengan salah satu klien perusahaan.


"Tuan ... Tuan ... !" seru Riko dengan mengikuti langkah kaki Davin.


"Tuan." panggil Riko kembali yang kali ini sudah berdiri di depan Davin.


"Minggir Ko." perintah Davin yang terlihat geram dengan apa yang di lakukan asisten sekaligus sahabatnya itu.


"Tuan mau kemana? Satu jam lagi kita ada janji dengan tuan Adam." sahut Riko.


"Kamu saja yang datang mewakili saya, atau batalkan saja." kata Davin dengan seenaknya saja. "Minggir, saya mau pulang." katanya lagi.


Jawaban Davin sontak saja membuat Riko refleks mengerutkan keningnya. Tak biasa-biasanya atasannya ini pulang begitu saja dan meninggalkan semua pekerjaannya. Walaupun sudah menikah ... Davin tetap profesional dalam bekerja, dia masih menjadi tipe pria pekerja keras, hanya saja tak segila dulu sehingga tak memikirkan waktu dan malah lembur karena sibuk dengan pekerjaan-pekerjaannya.


"Ada apa?" tanya Riko.


"Sira tiba-tiba tak sadarkan diri." jawab Davin. "Aku titip kantor." sambungnya dan langsung melangkah pergi, bahkan dirinya sampai setengah berlari sehingga membuat para karyawan yang melihatnya saling bertanya-tanya ada apa gerangan dengan big bos mereka.

__ADS_1


❤️


Dengan perasaan yang tak tenang, perjalan yang hanya membutuhkan waktu kurang dari setengah jam terasa begitu lama. Davin bahkan berkali-kali meminta pada supir pribadinya untuk menambah laju jalannya kendaran.


Tanpa ba bi bu, sebelum mobil benar-benar berhenti Davin sudah lebih dahulu keluar dari mobil, untung saja dirinya tak sampai terjungkal karena ulahnya tersebut.


"Sira mana?" tanya Davin begitu masuk ke dalam rumah.


"Nyonya ada di kamar Tuan." jawab Mina sang art.


Brak


Karena begitu tergesa, sehingga tanpa di sadari ... Davin telah membuka pintu kamar dengan kasar sehingga membuat Bik Marni yang ada di dalam menemani sang nyonya berjingkat kaget.


"Tuan." sapa Bik Marni pada majikannya.


"Bagaimana keadaan Nyonya?" tanya Davin sambil melangkah mendekat.


"Dari tadi nyonya belum sadarkan diri dan tadi saat menemukan Nyonya kami melihat ada darah yang keluar dari ... em maaf pangkal paha Nyonya Tuan." jawab Bik Marni.


"Minta supir untuk siapkan mobil Bik, saya akan bawa Nyonya ke rumah sakit." kata Davin yang langsung membuka jas miliknya dan menggulung lengan kemejanya hingga ke siku, baru setelah itulah dirinya mengngakat tubuh sang istri ala bridal style dan bergegas membawanya melangkah keluar.


"Belum Tuan." jawab Bik Marni.


"Bagus, jangan di telpon ... nanti kalau ibu pulang, baru bilang kalau kami kerumah sakit." kata Davin sambil terus berjalan.


Bukan tanpa sebab Davin berkata seperti itu, dirinya hanya tak ingin membuat ibu mertuanya kepikiran.


❤️


Sesampai di rumah sakit, Sira pun langsung di arahkan ke IGD untuk mendapatkan tindakan.


"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" tanya Davin seusai sang dokter memeriksa Sira.


"Kita bicara di ruangan saya saja Tuan." ucap sang dokter.


Davin pun hanya bisa menganggu patuh dan setelah itu berjalan di belakang mengikuti langkah sang dokter.

__ADS_1


"Apa sebelumya Nyonya Sira meminum obat atau terjatuh Tuan?" tanya sang dokter saat dirinya dan Davin sudah duduk berhadapan di ruangannya.


"Saya tidak tau Dok, karena saat kejadian saya berada di perusahaan." jawab dokter.


"Kami akan melakukan tes darah pada pasien, dan setelah sadar kamu juga kan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan melakukan USG untuk memastikan keadaan kandungan Nyonya." ucap dokter. "Selanjutnya istri anda akan langsung di temani oleh dokter kandungan di rumah sakit ini." sambungnya.


"Dokter kandungan ... " gumam Davin. "Ibi maksudnya apa ya Dok? kenapa istri saya di alihkan ke dokter kandungan?" tanyanya yang penasaran atas apa yang di katakan dokter.


"Menurut dugaan saya saat ini istri anda sedang mengandung." jawab dokter. "Apa anda belum tau tantang hal ini?" tanyanya.


Davin hanya bisa menggeleng dengan lemah untuk menjawab pertanyaan dokter tersebut.


Setelah tak ada lagi yang perlu di bicarakan, Davin lebih memilih untuk kembali ke ruangan di mana istrinya berada.


Davin berjalan dengan sedikit lunglai, memikirkan semua yang di katakan oleh dokter. Kenapa kabar yang seharusnya membuatnya bahagia, tapi justru harus dia dengar dengan situasi seperti ini. Harus dia ketahui saat sang istri terbaring lemah, dengan segala kemungkinan apakah semuanya masih baik-baik saja atau justru sebaliknya.


❤️


"My cherry ... ayo bangun, kamu harus cepat sadar." lirih Davin sambil menggenggam salah satu tangan Sira. "Jangan bikin aku cemas seperti ini." ucapnya lagi.


Davin duduk di kursi sebelah Sira, tangannya terus menggenggam tangan sang istri dengan sesekali mengecupnya dengan sayang, bahkan pandangan matanya sama sekali tak teralihkan dari wajah pucat namun masih terlihat sangat ayu itu.


"Eugh ... ish ... " Sira sedikit meringis merasakan sakit di perut bawahnya begitu dirinya sadar.


"Sayang ... My cherry." panggil Davin begitu mendengar suara Sira.


Perlahan Sira mulai membuka matanya dan melihat sekeliling hingga pandangannya terhenti pada infus yang menggantung di sebelahnya, sehingga membuatnya sadar jika kini dirinya berada di rumah sakit.


"My cherry, akhirnya kamu sadar juga sayang." kata Davin dengan wajah yang penuh dengan kelegaan.


"By, aku kenapa?" tanya Sira.


Davin menggelengkan kepalanya "Nanti kita tanya dokternya." jawab Davin.


Tak berselang lama dokter dan perawat yang menangani Sira masuk ke dalam ruangan begitu mendapatkan panggilan. Karena begitu Sira sadar Davin langsung menekan tombol untuk memanggil perawat.


Dokter memberikan hasil tes darah milik Sira dan semuanya menunjukkan kalau tak ada kandungan obat apapun pada darahnya.

__ADS_1


Baru setelah itu Sira di bawa ke ruangan lain untuk USG guna penanganan lebih lanjut.


__ADS_2