Tiba-tiba Jadi Calon Istri Orang

Tiba-tiba Jadi Calon Istri Orang
Bab 64


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Tepat pukul sepuluh pagi, Sira dan Davin langsung bertolak untuk pergi berbulan madu.


"Kita ini sebenarnya mau kemana sih Dav?" tanya Sira pada Davin saat mereka berdua sedang di dalam mobil. "Loh bukannya ini jalan menuju ke bandara?" tanya Sira lagi sebelum di jawab oleh pria yang duduk di sampingnya.


"Iya memang." sahut Davin dengan singkat sehingga membuat Sira memberengut kesal karena rasa penasarannya tak terjawab. "Jangan di gituin dong bibirnya, memang mau aku cium di sini." goda Davin dengan tangan yang yang sudah mencapit bibir Sira yang cemberut.


"Dasar mesum." ketus Sira.


"Lah mesum sama istri sendiri ini ... ya gak masalahkan, malah dapat pahala tau." sahut Davin. "Kamu bilang aku mesum, apa mau aku tunjukkin arti mesum yang sesungguhnya, hem." kata Davin lagi dengan berbisik tepat di telinga Sira sehingga membuat si empunya langsung melemparkan tatapan tajam setajam silet.


Setelah itu tak ada lagi pembicaraan di antara mereka berdua sampai tiba di bandara.


Sira sedikit tercengang ketika Davin mengajaknya pergi begitu ada panggilan untuk penumpang dengan tujuan ke suatu tempat.

__ADS_1


"Ayo." ajak Davin. "Kok malah bengong." sambungnya lagi dengan sedikit menarik salah satu tangan Sira.


"Kita seriusan mau kesana?" tanya Sira yang langsung di angguki oleh Davin.


Sira pun langsung mengikuti langkah kaki Davin dengan perasan girang.


Tak sampai dua jam kedua pasangan pasangan pasutri itu sudah sampai di tempat tujuan.


Kedatangan mereka langsung di sambut oleh orang suruhan dari Davin.


"Selamat siang tuan, nona." sapanya begitu melihat atasannya sudah mendekat.


"Kita langsung ke hotel." kata Davin yang merupakan sebuah perintah.


"Baik tuan, nona." sahutnya.

__ADS_1


Orang itupun langsung mengambil alih koper yang ada di tangan Davin, karena mereka hanya pergi dengan membawa satu koper saja untuk bersama mengingat tak akan lama di tempat itu, karena harus kembali melakukan rutinitas.


Bisa saja mereka pergi berdua dengan menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Ardiansyah, namun Davin lebih memilih untuk melakukan penerbangan komersial, tapi dia mengambil kelas yang tak main-main jadi penerbangan kelas first class yang menjadi pilihannya. First class merupakan penerbangan dengan kelas yang paling mahal, karena di tunjang dengan fasilitasnya yang paling mewah sehingga sudah berasa kayak raja dan ratu saja.


Kenapa berada seperti raja dan ratu? karena penumpang akan di dampingi asisten yang mengurus semua hal, mulai dari membawa bagasi, membantu proses imigrasi bagi yang akan keluar negri, sampai mengantar ke pesawat. Bahkan penumpang pun tak perlu mengantri untuk masuk ke dalam pesawat, sebab penumpang kelas ini lewat jalur khusus.


Untuk tempat duduk pun berbeda dengan kelas lainnya, menggunakan kursi yang empuk dengan pembatas di sekeliling tiap penumpang untuk menjaga privasi, selain itu juga tersedia layar LCD dengan handphone untuk menonton berbagi hiburan selama perjalanan, makanannya pun lebih mewah dan juga komplit, jadi penumpang merasa sangat begitu puas.


Davin dan Sira langsung di bawa ke salah satu hotel keluarga Ardiansyah yang kini tampu kepemimpinannya ada di tangan Davin.


"Mau jalan-jalan boleh?" tanya Sira yang rasanya sudah sangat tak tahan untuk segera pergi berjalan-jalan di sana, di salah satu kota yang memang ingin di kunjungi Sira dari dulu.


"Nanti sore ya, aku lelah dan ingin segera beristirahat." jawab Davin yang memang sudah mengantuk, bahkan bila di perhatikan dengan teliti ... mata pria itu sudah memerah saat ini dan seolah meminta untuk segera di pejamkan.


Karena selama dalam perjalanan, Davin sama sekali tak bisa memejamkan matanya karena begitu sibuk memeriksa dokumen yang telah di kirimkan oleh Riko padanya. Berbeda lagi dengan Sira, wanita itu sejak pesawat mengudara langsung saja memejamkan matanya sehingga saat ini terlihat jauh lebih segar.

__ADS_1


"Ya sudah, kamu bersih-bersih dan langsung tidur gih." kata Sira yang merasakan kasihan pada sang suami. "Aku masih mau beresin ini sebentar, baru menyusul untuk istirahat." imbuhnya sambil menunjuk ke arah koper yang berisi pakaian mereka berdua.


"Hem." jawab Davin yang hanya mampu menjawab dengan sebuah gumaman.


__ADS_2