
❤️ Happy Reading ❤️
Seperti biasa, weekend selalu di gunakan Sira juga Davin untuk menghabiskan waktu bersama.
Ada kalanya mereka di Davin berkunjung ke rumah Sira, namun juga Sira datang ke kediaman Davin seperti hari ini atas permintaan mama Dinar.
Wanita yang sudah tak muda namun masih terlihat sangat cantik itu ingin menghabiskan hari minggu ini bersama suami serta kedua putra dan pasangannya.
Al hasil masih jam delapan pagi, mobil milik Davin sudah nongkrong di halaman rumah Sira.
"Pagi banget datangnya?" tanya Sira sambil membawakan satu gelas air mineral ke hadapan Davin.
Bukannya pelit karena tak menghidangkan teh atau kopi, tapi pemuda itu sendiri yang minta air mineral.
"Habisnya mama sudah ribut aja dari pagi." sahut Davin. "Dari pada dengerin mama ngomel-ngomel, ya mendingan aku langsung berangkat ke sini aja." sambungnya.
"Ada acara apa sih sebenarnya?" tanya Sira lagi yang begitu penasaran kenapa calon mama mertuanya itu sampai segitunya pengen dia kerumah.
"Hah ya gak ada acara apa-apa, cuma mama pengen kita semua ngumpul aja." sahut Davin. "Katanya biar kita semua lebih akrab." imbuhnya lagi.
"Jujur ya Dav, aku itu sebenarnya masih kurang begitu nyaman sama kakak juga kakak ipar kamu itu." kata Sira. "Kamu tau sendiri gimana sikap serta sinisnya mereka kalau sama aku." katanya lagi.
"Iya aku tau, tapi ya mau gimana lagi." kata Davin. "Berangkat sekarang aja yuk..." ajaknya kemudian.
"Sebentar, aku ambil tas dulu." kata Sira yang langsung berdiri dari duduknya.
Sira langsung pergi ke kamar untuk mengambil tas selempangnya, setelah itu beralih ke ruang makan untuk mengambil kue yang sudah disiapkan oleh ibu Lena di atas meja.
"Lah itu bawa apa?" tanya Davin menunjuk ke arah tangan Sira yang membawa sesuatu.
"Ini kue, titipan dari ibu buat mama sama yang lainnya." jawab Sira.
"Ibu ini selalu aja repot-repot pakai bikinin kue segala, jadi gak enak." kata Davin.
"Sudah gak apa-apa, lagian mau di cegah juga gak bisa kalau ibu sudah berkehendak." sahut Sira.
__ADS_1
Mereka berdua pun langsung keluar rumah, tapi sebelum mereka pergi...Sira tak lupa untuk mengunci pintu rumahnya agar semuanya aman.
❤️
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Apa kabar ma?" tanya Sira saat mengalami wanita yang begitu istimewa di hidup kekasihnya.
"Mama baik, kamu sama ibu gimana sayang?" tanya balik mama Dinar.
"Kami juga baik ma." sahut Sira. "Oiya ma, ini ada titipan dari ibu." kata Sira menyerahkan satu kantong plastik yang dia bawa pada mama Dinar.
"Aduh, selalu deh kayak gini " kata mama Dinar. "Sampe'in sama ibu kalau mama sekeluarga ngucapin terimakasih ya sayang." katanya lagi.
"Iya ma." sahut Sira yang langsung beralih ke arah papa Diki dan langsung menyalami dengan takzim tangan pria paruh baya itu.
"Kita ngobrol di gazebo taman belakang aja yuk sayang, di sana lebih sejuk dan lagian Damar sama istrinya juga sudah ada di sana." ajak mama Dinar yang langsung mengandeng tangan Sira untuk di ajaknya kesana sehingga Sira tak enak jika ingin menolaknya.
Di belakang mama Dinar dan Sira, ada papa Diki yang berjalan bersama dengan Davin.
"Aku mau ke kamar." kata Cika, namun Damar memegang tangannya sebelum wanita itu turun dari gazebo sehingga membuat Cika langsung menatap tajam ke arah suaminya.
"Jangan, tetap di sini." kata Damar pelan namun penuh penekanan.
Cika yang melihat Damar seperti tak ingin di bantah pun mau tak mau tetap diam di sana meskipun dengan sangat-sangat terpaksa.
Akhirnya keenam orang itu duduk di dalam gazebo sambil bercengkerama. Tak lupa minuman dan makanan pun di sajikan untuk menjadi pelengkapnya.
"Ini bolu gulung bikin ibunya Sira loh pa, enak ya..." kata mama Dinar.
"Iya enak, rasanya begitu pas hingga tak bikin enek, padahal di dalamnya ada creamnya." sahut papa Diki mengomentari kue buatan calon besan.
"Kue buatan ibu kamu itu enak banget loh Ra, gak ada gitu buatan mau bikin toko yang besar atau cabang barang kali." kata mama Dinar sambil melahap kue yang ada di tangannya.
__ADS_1
"Ibu sudah nyaman dengan yang sekarang ini ma, walaupun tokonya kecil namun hasil penjualannya lebih dari cukup." sahut Sira.
Tak terasa waktu cepat berlalu, hingga makan siang pun tiba.
Mama Dinar meminta para art untuk membawa makan siang mereka ke sana.
Ada saja tingkah dari Davin yang sebenarnya biasa aja namun terlihat begitu romantis di mata orang-orang yang melihatnya saat ini.
"Kalau gini jadi enak makannya." kata Davin saat selesai mengikat rambut Sira, entah dari mana dia mendapatkan ikat rambut, mungkin minta ke salah satu art karena Davin sempat masuk ke dalam rumah sebentar.
Setelah itu Davin tak segan-segan mengambil ikan yang ada di piring Sira, lalu memisahkan durinya.
"Ini tinggal makan." kata Davin meletakkan ikan itu kembali ke piring Sira. "Tapi jangan terburu-buru, takutnya masih ada duri yang nyelip." sambungnya.
Mama Dinar selalu saja tersenyum di kala melihat perlakuan Davin pada Sira yang terlihat begitu cintanya.
Setelah makan siang usai, seperti biasa mereka akan istirahat sejenak di kamar masing-masing, begitu pula Sira yang lagi dan lagi di minta untuk istirahat di kamar Davin.
Kerena capek...iya, kenyang...iya, ngantuk juga iya... akhirnya Sira terlelap begitu saja di atas ranjang Davin saat pemuda itu sedang di kamar mandi bergantian dengan untuk membersihkan tubuh.
Davin hanya bisa menggelengkan kepala pelan sambil tersenyum saat melihat Sira begitu nyenyaknya.
Davin yang juga mengantuk, setelah berganti pakaian memilih untuk ikut Sira terbang ke alam mimpi.
❤️
Sira yang sudah terbangun, berusaha menyingkirkan tangan Davin yang melingkar di perutnya, dirinya butuh ke kamar mandi sekarang untuk membuang sesuatu yang penuh di kantong kemihnya.
Cklek
Melihat Davin yang masih saja terlelap, Sira memutuskan untuk keluar kamar.
"Wah...wah siapa ini." kata Cika yang mengagetkan Sira yang baru saja menutup pintu kamar. "Kamu ini dasar wanita tak tau diri...j****h, m****an." cibirnya. "Gak ada takut-takutnya ya kamu...kamu sudah peringatkan untuk jauhin Davin, tapi apa...kalian malah bertunangan." kata Cika dengan tangan kanannya yang mencekam dagu Sira setelah itu menghempaskanhya dengan kasar.
"Kamu gak ada hal buat aku deket sama Davin, karena kamu bukan apa-apa juga bukan siapa-siapa." kata Sira dengan setenang mungkin. "Selain kakak ipar yang tentunya tak punya hak sama sekali." imbuh Sira.
__ADS_1
Cika yang geram pun langsung berusaha mendorong Sira, hingga.
Bugh