Tiba-tiba Jadi Calon Istri Orang

Tiba-tiba Jadi Calon Istri Orang
Bab 77


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


"Ada apa Dav?" tanya Damar yang melihat Davin sudah selesai dengan istrinya melalui sambungan telpon. "Gak ada masalahkan?" tanyanya lagi.


"Enggak kok Kak, semuanya baik-baik saja." jawab Davin. "Nanti malam kerumah ya Kak, ajak mama sama papa sekalian."


"Rumah yang mana ... Apartemen maksud kamu?" tanya Damar.


"Bukan, rumah orangtua Sira." sahut Davin. "Kebetulan proses renovasinya sudah selesai dan rencananya nanti sore kami semua mau kembali ke sana." imbuhnya.


"Cepet juga ya." ujar Damar.


"Khem Kak, apa Kakak gak berniat untuk membuka hati kembali?" tanya Davin dengan hati-hati karena takut pertanyaannya malah akan menyinggung perasaan sang kakak.


"Hah ... entahlah Dav, mungkin tidak untuk saat ini." sahut Damar dengan helaan nafas yang begitu berat. "Aku malah takut jika nanti secara tidak sadar wanita yang dekat denganku hanya menjadi pelampiasan saja.'' katanya mengemukakan alasan kenapa dirinya menutup pintu hatinya rapat-rapat.


"Bukannya aku sok dewasa dan sok menasehati, tapi cobalah untuk berdamai dengan masa lalu Kak." papar Davin. "Eh gak usah jauh-jauh, contoh aja Sira ... Kakak bisa sedikit banyak belajar dari apa yang dia alami." sambungnya.


"Sira?" tanya Damar dengan mengernyitkan dahinya, kenapa dengan adik iparnya itu? Apa yang sudah terjadi padanya sehingga Davin bisa membuatnya menjadi contoh?


"Iya Sira." sahut Davin. "Sira memang tak mengalami secara langsung, namun semua yang terjadi pada sang ibu, dia melihatnya langsung ... dia pun juga merasakan penderitaan yang teramat dalam dari kisah rumah tangga ibunya, dia tau semua perlakuan buruk yang ayahnya dulu lakukan, dia juga mengalami kehilangan seorang kakak dengan begitu tragis dan semua itu di sebabkan oleh seorang pria, peristiwa demi peristiwa itu membuatnya mengalami yang mananya trauma, sehingga dulu dirinya begitu menutup pintu hati serapat-rapatnya, menganggap semua pria itu sama ... hanya makhluk yang bisanya menyakiti dan menjadi penyebab penderitaan seorang wanita." cerita Davin. "Tapi semua anggapan itu berubah kala dirinya berusaha untuk berdamai dengan keadaan." sambungnya.


"Aku gak nyangka kalau Sira mengalami semua itu." kata Damar.


"Hem, dan apa Kakak tau ... akulah cinta serta kekasih pertama dan terakhir untuknya." kata Davin dengan sedikit rasa bangga.


"Bagaimana cara kamu meluluhkan dia dan bisa merubah segala persepsinya sehingga dirinya mau mulai membuka hati?" tanya Damar secara beruntun karena begitu penasaran dengan usaha apa yang di lakukan sang adik.

__ADS_1


"Itu rahasia Kak, privasi." jawab Davin yang begitu enggan untuk menceritakan awal mula hubungannya dengan Sira yang di landasi dengan hubungan palsu, biarlah semua itu menjadi rahasia mereka berdua untuk selamanya.


"Cih, sok rahasia-rahasiaan." decih Damar dengan begitu kesal karena rasa penasarannya tak mendapatkan sebuah jawaban.


Mereka kemudian melanjutkan obrolan dengan bahasan lain, rasanya sudah lama sekali mereka berdua tak berbincang panjang lebar seperti ini. Benar-benar momen yang sejujurnya sangat mereka rindukan.


❤️


Sedangkan di apartemen, Sira yang sudah bangun dari tidurnya langsung pergi ke arah dapur begitu mendengar suara berisik di sana. Dan rupanya sudah ada sang ibu yang ada di sana.


"Bu, kok gak bangunin Sira?" tanya Sira sambil menghampiri ibu Lena yang sedang mengaduk adonan menggunakan mixer.


"Gak apa-apa Nak, Ibu gak mau ganggu waktu istirahat kamu." sahut ibu Lena.


"Ibu ini." beo Sira. "O iya Bu tadi Sira sudah hubungi Davin, katanya Ibu di minta untuk menghubungi para tetangga kita supaya nanti malam datang ke rumah ... karena kita akan mengadakan acara pengajian kecil-kecilan." kata Sira memberi tahu apa yang di katakan suaminya di telpon tadi.


"Ya ampun Ibu, Ibu tenang dulu ya ... biar Sira selesai dulu ngomongnya." kata Sira dengan memegang kedua lengan sang Ibu. "Semuanya sudah di atur sama Davin Bu, makanan, buah-buahan sudah di pesan sama dia, jadi kita berdua hanya tinggal bikin kuenya aja." sambung Sira.


Sebenarnya tadi Davin sekalian ingin pesan kuenya, tapi karena kata Sira dirinya dan sang ibu akan membuat kue, jadi Davin mengurungkan rencananya yang satu itu.


Dia tau dan begitu hafal dengan tabiat ibu mertuanya yang pasti akan menolak jika dirinya tetap memesan kue, karena kata ibu Lena ... orang dirinya aja tukang buat kue dan jualan kue, kok malah beli.


"Sekarang mendingan kita lanjutin aja bikin kuenya Bu, karena mungkin yang datang sekitar tiga puluhan sampai lima puluh orang termasuk mama sama papa." ujar Sira.


"Iya kamu bener, takutnya nanti malah gak keburu." sahut ibu Lena.


Mereka berdua pun berkolaborasi untuk membuat beberapa jenis kue, mulai dari cake, lapis dan beberapa kue basah lainnya.

__ADS_1


Setelah setengah hati berkutat dengan alat perang di dapur, akhirnya semua selesai dan tentunya dengan hasil yang memuaskan.


"Akhirnya selesai juga ya Bu." kata Sira saat ibu Lena selesai mengepak kue yang akan di berikan pada besannya, sedangkan Sira juga sudah selesai memasuk-masukan kue-kue ke box yang biasanya di gunakan sang ibu untuk membawa barang dagangan ke toko.


"Iya, hem kemampuan kamu bikin kue sepertinya semakin baik." kata ibu Lena memuji putrinya.


"Tapi tetap saja masih kalah sama kemampuan Ibu." kata Sira.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Mendengar suara Davin, membuat Sira langsung berjalan untuk menghampiri guna menyambut kedatangan sang suami yang baru pulang dari mencari rezeki untuk menafkahinya.


"By." sapa Sira yang langsung menyodorkan tangannya untuk menyalami Davin dengan takzim.


"Hem, masih bau acem." goda Davin setelah memeluk serta mencium wanitanya.


"Namanya juga aku belum mandi By, ini aja baru selesai bikin kue." kata Sira dengan sedikit cemberut.


"Bercanda my cherry, bagiku aroma tubuhmu tetap jadi candu terlepas sudah mandi ataupun belum, tetep wangi." kata Davin dengan tangan yang masih melingkar di pinggang Sira.


"Ini mulut manis banget sih." kata Sira yang langsung mengecup sekilas bibir suaminya.


"Ayo ke kamar, aku ingin mandi berdua." bisik Davin tepat di telinga Sira.


"Ish, nakal." kata Sira dengan sedikit memukul dada bidang Davin, tapi tak ayal wajah wanita itu saat ini sedang bersemu merah.

__ADS_1


Dia bukan wanita bodoh yang tak tau maksud terselubung dari sang suami dengan mengatasnamakan mandi berdua, apalagi kalau bukan tak jauh-jauh dari kegiatan iya-iya yang bisa membuat peluh mereka bercampur jadi satu. Kegiatan yang selalu menguras keringat namun membuat suaminya itu tak kenal lelah dan selalu ketagihan untuk melakukannya lagi dan lagi.


__ADS_2