
❤️ Happy Reading ❤️
Cup
Davin yang baru saja datang langsung mengecup sebelah pipi Sira.
Sira yang sedang memandang area luar, lebih tepatnya halaman belakang dengan pikiran yang melanglang buana sampai tak menyadari jika sudah ada suaminya di sana.
"By." kata Sira yang sedikit kaget, takut juga jika ada yang berbuat tidak senonoh padanya, apalagi dirinya hanya seorang diri di dalam rumah.
"Lagi mikirin apa sih sampai suami datang gak tau." kata Davin yang sudah memposisikan dirinya untuk duduk di samping sang istri.
Dengan reflek Sira menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.
"Aku cuma lagi mikir mau aku apain halaman belakang ini." kata Sira.
"Bagaimana? Apa sudah menemukan sebuah ide?" tanya Davin mengelus surai kepala Sira dengan sayang.
"Em, kalau di bikin seperti kebun mini gimana By?" tanta Sira. "Akukan sudah gak bekerja, jadi biar gak jenuh aku bisa menyibukkan diri dengan berkebun." sambungnya.
"Boleh, apapun keinginan kamu my cherry." kata Davin.
"Aku ingin menanam banyak pohon buah-buahan di sini, juga ingin menanam sayur-sayuran yang organik untuk kita konsumsi sendiri di sebelah sana sama beberapa bunga di situ, terus pengen di kasih kayak gazebo gitu biar bisa buat ngadem kalau siang." papar Sira mengungkapkan semua yang ada di benaknya, jangan lupakan tangannya yang ikut andil menunjuk di mana tempat-tempat yang dia maksudkan.
"Ide bagus, besok aku akan minta orang untuk mencarikan tukang kebun, jadi semua ide kamu itu bisa segera terealisasi." kata Davin memberikan tanggapan.
"Terimakasih By." ucap Sira dengan mata yang sudah beralih melihat suaminya.
"Cuma bilang terimakasih aja nih?" tanya Davin yang balik menatap ke arah Sira.
Sira mendekatkan wajahnya, kemudian memberikan satu kecupan di bibir milik Davin.
"Cuma segitu aja?" tanya Davin.
Sira mendekatkan kembali wajahnya, namun bukan bibir Davin yang kali ini menjadi tujuannya.
__ADS_1
"Ucapan terimakasihnya aku kasih nanti malam di apartemen." bisik Sira tepat di telinga Davin dengan suara lirih namun terdengar begitu sensual. Kata-kata itu sukses membuat Davin menarik sudut bibirnya membentuk seulas senyuman.
"Aku sangat menantikan ungkapan rasa terimakasih yang kamu katakan my cherry." sahut Davin. "Hem jadi gak sabar nunggu malam." kata Davin yang membuat Sira tersenyum.
"Jam berapa sekarang By?" tanya Sira.
Davin yang mendengar pertanyaan sang istri pun langsung melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Jam lima Cherry." jawab Davin sambil menunjukkan jam tangannya di hadapan Sira.
"Sudah sore ternyata." gumam wanita cantik itu. "Ayo pulang By, biar nanti kita gak kemalaman sampainya." ajak Sira yang langsung berdiri dari duduknya dan di susul oleh Davin yang melakukan hal yang sama.
Mereka berdua melangkah keluar bersama dengan saling bergandeng tangan hingga di mobil.
Davin yang memang menggunakan jasa supir untuk berkendara jadi bisa duduk santai di kursi belakang dengan Sira di sampingnya.
Sebenarnya Davin lebih memilih mengendarai mobilnya sendiri, tapi karena Sira terus mengomel akhirnya Davin mulai memakai supir yang dia tarik dari salah satu supir di kediaman Ardiansyah.
Bukan tanpa sebab Sira melakukan hal itu, dirinya hanya tak ingin Davin celaka jika berkendara sendiri dalam keadaan lelah.
❤️
"Bagaimana rumah Ra?" tanya ibu lena sambil mulai mengisi piringnya.
"Semuanya sudah hampir beres Bu." jawab Davin. Pria itu sengaja menyela saat istrinya hendak menjawab pertanyaan ibu Lena. "Nanti Ibu bisa mulai beres-beres, besok sore kita akan kembali ke rumah." sambungnya.
"Benarkah itu Nak?" tanya ibu Lena dengan menatap Davin, dirinya ingin mendapatkan sebuah kepastian dari apa yang baru saja di dengarnya.
Memang benar dirinya saat ini tinggal di sebuah apartemen yang mewah, namun tak bisa di pungkiri jika hati kecilnya begitu merindukan rumahnya. Sebagus-bagusnya rumah orang, tetap nyaman rumah sendiri.
"Iya Bu, tadi Sira pulang ke sana untuk menata furniturenya." jawab Davin yang membuat ibu Lena begitu bahagia, terlihat jelas dari raut wajah serta matanya yang begitu berbinar.
"Kenapa gak pulang pagi aja?" tanya ibu Lena yang sekan sudah tidak sabar.
"Gak mungkin Bu, Ibukan pagi masih harus ke toko dan mas Davin juga mesti kerja dulu." kali ini Sira yang ikut angkat bicara.
__ADS_1
"Ah iya benar, Ibu sampai lupa sangking bahagianya." kata ibu Lena yang membuat Davin dan Sira saling pandang dan melemparkan senyuman.
❤️
Usai makan malam, ibu Lena memilih untuk segera masuk ke dalam kamar guna mulai membereskan beberapa barangnya yang besok tak terpakai.
Davin dan Sira pun juga masuk ke dalam kamar mereka.
"Mana ucapan terimakasihnya?" kata Davin menagih apa yang di katakan Sira tadi sore.
Pria itu langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang begitu masuk ke dalam kamar dan memastikan pintu kamarnya terkunci dari dalam.
"Kamu bersih-bersih dulu ya By, habis itu gantian aku." kata Sira. "Ucapan terimakasihnya aku aksi setelah itu." sambungnya lagi yang membuat Davin langsung melepaskan pelukannya dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi.
Rasanya dirinya sudah begitu penasaran dengan apa yang akan di berikan oleh sang istri.
Tak membutuhkan waktu yang lama untuk Davin. Pria itu sudah keluar dengan mengenakan celana bokser serta kaos putih polos lengan pendek.
Kini gantian Sira yang masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Sambil menunggu sang istri selesai, Davin memilih untuk duduk di tepi ranjang sambil memeriksa beberapa email pekerjaan yang masuk menggunakan ponsel.
Cklek
Mendengar pintu terbuka membuat Davin langsung mengalihkan pandangannya.
Mulut pria itu tak sampai terbuka dan mata pun sampai tak berkedip melihat sesuatu di depan sana. Suatu pemandangan yang membuat dirinya begitu terpana serta membangkitkan yang ada di dalam tubuhnya.
Sira yang melihat respon dari sang suami pun tersenyum dengan begitu indahnya.
Wanita itu kemudian berjalan pelan dengan melenggak-lenggok bak seorang model profesional.
"Kedip sayang." bisik Sira tepat di tengah Davin, bahkan wanita itu pun sempat meniup telinga sang suami dengan pelan namun dapat membuat si empunya langsung meremang.
Davin yang baru sadar pun langsung menutup mulutnya dan mengedipkan matanya, setelah itu tanahnya merengkuh pinggang ramping di depannya.Di duduknya Sira tepat di atas pangkuan.
__ADS_1
"Kamu begitu **** Cherry, aku suka." bisik Davin. "Hanya dengan melihat penampilanmu saat ini sudah mampu membuat gairahku bangkit seketika.
Bagaimana tidak, saat ini Sira memakai pakaian super mini dengan bahan yang menerawang, serta belahan dada yang hanya bisa menutupi sebagian asetnya, sehingga membuat orang yang melihatnya ingin segera melahap bagiannya yang terlihat menyembul keluar. Belum lagi potongannya yang sangat pendek, mungkin hanya satu jengkal dari pangkal paha membuat tambah berkesan ****. Di tambah dengan bagian bahu yang hanya menggunakan tali kecil sehingga membuat bahu putih mulus itu terekspos secara sempurna. Warnanya yang merah yang di pilihnya terlihat begitu kontras dengan kulit si pemakai yang putih bersih.