Tiba-tiba Jadi Calon Istri Orang

Tiba-tiba Jadi Calon Istri Orang
Bab 71


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


"Apa ini gak terlalu mewah by?" tanya Sira dengan melihat sekeliling tempat yang akan menjadi hunian sementara untuk mereka bertiga.


"Enggak dong my cheri, kamu lupa suami kamu ini siapa." sahut Davin dengan sebuah kesombongan tersemat di dalamnya.


Davin memboyong istri dan ibu mertuanya ke apartemen miliknya begitu pulang dari bekerja, sedangkan untuk Sira sendiri memang sudah resign begitu resmi menyandang status sebagai nyonya muda Davin Brian Ardiansyah.


Bukannya ingin membatasi kegiatan seorang wanita ketika sudah menyandang status sebagai seorang istri, namun Davin memang hanya ingin istrinya itu lebih fokus mengurus keluarga kecil mereka terutama dirinya. Toh uang yang dia miliki sudah lebih dari cukup bisa memenuhi semua kebutuhan mereka.


"Ini adalah apartemen pribadi milik aku yang artinya ini juga sudah menjadi milik kamu, jadi Ibu juga kamu my cheri jangan sungkan-sungkan jika di sini." kata Davin. "Dari sini ke pasar tempat ibu berjualan kue jika lewat jalan x, agar jarak tempuhnya lebih dekat dan cepat, nanti aku akan meminta seseorang untuk khusus mengantar serta menjemput ibu. " sambungnya lagi.


"Terimakasih Nak Davin, maaf kalau jadi merepotkan." ucap ibu Lena pada menantunya.


Davin pun mulai berjalan untuk menunjukkan satu per satu ruangan di apartemen tersebut hingga mereka bertiga masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


"Bagaimana? Apa kamu suka?" bisik Davin tepat di telinga kala memeluk tubuh wanitanya dari belakang.


Begitu masuk ke alam kamar, Sira memilih untuk langsung membersihkan tubuhnya dan menggunakan pakaian yang lebih santai. Setelah selesai, barulah Davin bergantian melakukan hal yang sama seperti Sira.


Namun saat keluar dari kamar mandi, Davin malah melihat sang istri sedang berdiri di dekat jendela, entah apa yang menarik perhatiannya sehingga begitu serius melihat ke arah luar sehingga tak menyadari kehadirannya yang sudah selesai membersihkan tubuh.


"Sedang lihat apa?" bisik Davin tepat di telinga Sira sampai hembusan nafas hangat yang menerpa lehernya itupun begitu membuat si empunya merasa meremang.


"A-aku cuma lihat pemandangan di luar aja by." jawab Sira yang entah kenapa merasa begitu gugup kali ini.


Davin memeluk tubuhnya dengan begitu erat dari arah belakang, bahkan dagunya pun di topangkannya tepat di pundak Sira.


Bibir Davin yang tak mau diam pun mulai menjelajahi satu persatu dari bagian tubuh atas Sira, mulai dari bahu hingga ke leher nan putih sampai telinga pun tak terlewatkan satu inci pun.

__ADS_1


"By ... " lirih Sira menahan gejolak yang kini sudah mulai bangkit, bahkan tangan Sira pun mencengkram gorden yang ada di sampingnya ... berusaha mati-matian agar desahannya tak keluar mengingat kamar mereka dan sang Ibu yang hanya bersebalahan.


"Iya my cherry." sahut Davin dengan sama sekali tak menghentikan aktifitasnya. "Keluarka my cherry, aku suka mendengar suara d*****nmu yang sangat begitu terdengar seksi." bisik Davin mengatakan yang sejujurnya. Karena bagi Davin suara d*****n yang keluar dari mulut Sira sangat terdengar begitu merdu dan semakin membangkitkan hasratnya jadi semakin menggebu.


"G-ak bisa by ... ada Ibu." sahut Sira yang mati-matian agar tak mengeluarkan suara yang di inginkan oleh Davin.


"Kamu mau teriak sekalipun Ibu gak bakal dengar, kamar ini di lengkapi dengan kedap suara my cherry." lirih Davin yang setelahnya langsung menghisap bahu Sira yang sudah terekspos sempurna karena ulahnya.


Karena perbuatan Davin tersebut akhirnya membuat Sira sudah tak mampu menahan lagi sehingga suara laknat itu pun akhirnya keluar juga.


Davin membuat tubuh Sira untuk berbalik menghadap ke arahnya, setelah itu membimbing tubuh wanita itu untuk terus bergerak tanpa menggantikan kegiatan mereka hingga tubuh Sira telah sampai tepat di samping ranjang.


Dengan perlahan Davin mulai merebahkan tubuh yang kini sudah begitu menjadi candu untuknya itu dengan perlahan sehingga kini tubuh Sira sudah berada di bawah kunjungannya.


Tapi sayang baru setengah jalan, sedang asyik-asyiknya berkelana kesana kemari pintu kamar mereka di ketuk dari luar yang tentu saja pelakunya adalah sang mertua.


"Davin, Sira ... ayo keluar Nak, kita makan malam!" seru ibu Lena di balik pintu.


"Biarin aja Cherry, nanggung." sahut Davin dengan seenaknya karena hasratnya sudah tak terbendung.


"Ish." desis Sira.


Ibu Lena mengetuk pintu dan memanggil nama mereka berdua kembali, mungkin karena panggilan sebelumnya tak mendapatkan sahutan dari dalam.


Melihat Davin yang sama sekali tak menghiraukan panggilan tersebut membuat Sira akhirnya mendorong Davin ke samping dengan sekuat tenaga lalu bangkit dan melangkah ke arah pintu, tapi sebelum itu dirinya tak lupa untuk membenarkan bajunya yang sudah hampir terlepas karena ulah Davin.


Cklek


"Bu." kata Sira.

__ADS_1


"Itu makanannya sudah datang, atau makan malam ... nanti keburu dingin." kata ibu Lena memberi tahu.


"Ah iya Bu, Sira panggil Davin dulu." kata Sira yang di angguki oleh ibu Lena.


Kemudian wanita paruh baya itupun memilih untuk pergi duluan ke ruang makan.


❤️


Sira kembali lagi mausi ke kamar dan tak lupa menutup pintu kamar mereka. Dilihatnya Davin masih dengan penampilan seperti tadi namun dengan posisi yang berbeda, sudah duduk di tepi ranjang dengan tatapan mata yang terus menatap ke arah Sira seolah-olah seperti ingin mengikuti tubuh sang wanita.


"Khem, by." cicit Sira sambil berjalan mendekat dengan pelan. Melihat tatapan mata dari Davin sudah membuatnya begitu sudah hanya untuk sekedar menelan ludahnya sendiri. "By, di tunggu ibu buat makan malam." kata Sira lagi dengan lirih.


Ada perasan bersalah menyelimuti hati Sira kala mengingat dirinya tadi yang sudah berani mendorong tubuh sang suami. Eh tapi salahnya jugakan, sudah atau ada yang mengetuk pintu dan memanggil mereka namun sama sekali tak perduli dan lebih asik dengan segala kegiatannya.


Melihat Davin yang sama sekali tak bergeming, membuat Sira menjadi bingung sendiri.


"Ayo makan by, kasihan ibu sudah nunggu dari tadi." ujar Sira.


"Memangnya kamu gak kasihan sama aku." kata Davin yang sukses menghentikan pergerakan Sira yang tadinya hendak berbalik membuatnya tak jadi.


Tak hanya kepala kepala atas yang pusing tapi juga kepala bawah kala hasratnya yang sudah naik ke ubun-ubun terhempas begitu saja tanpa belum tersalurkan.


Mendengar perkataan Davin membuat Sira tercengang dan langsung merasa bersalah, sungguh dirinya tak ada niatan seperti itu ... tapi ya mau bagaimana lagi, di sana bukan hanya ada mereka berdua namun juga ada ibu.


"Aku minta maaf by." ucap Sira. "Bagaimana nanti kalau dilanjut setelah makan malam saja." usulnya.


"Janji." kata Davin yang tentu saja merasa senang mendengarnya.


"He'em." sahut Sira.

__ADS_1


Dengan wajah yang begitu sumringah Davin langsung berdiri dan merangkul pundak Sira dengan sebelah tangannya dan keluar bersama.


__ADS_2