Tiba-tiba Jadi Calon Istri Orang

Tiba-tiba Jadi Calon Istri Orang
Bab 65


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Setelah setengah hari di gunakan untuk beristirahat di dalam kamar hotel. Sore ini Davin dan Sira akan berjalan-jalan sambil berburu kuliner di sana. Rasanya tenaga mereka berdua sudah benar-benar full untuk menjelajah sore ini.


Bisa saja mereka makan di resto hotel, namun Sira ingin mencari makan di luar sambil menikmati indahnya malam ini di suasana yang berbeda.


"Jadi mau makan apa?" tanya Davin ketika mereka berdua berjalan menyelusuri tempat-tempat makan di sekitar sana.


"Enaknya makan apa?" bukannya menjawab, eh istri barunya itu malah balik bertanya.


"Ya kamu maunya apa sayang?" tanya Davin kembali.


"Aku gak tau ... bingung, lagian ini juga pertama kalinya aku ke sini." jawab Sira.


"Ya udah kalau gitu kita jalan lagi aja, nanti kalau ada yang menggugah seleramu ... Kita tinggal pesen." kata Davin lagi.


Mereka berdua melanjutkan aksi jalan-jalan mereka hingga ada yang begitu mencuri perhatian Sira.


Pandang matanya tak pernah lepas dari sana, bahkan langkah kakinya pun terhenti sehingga membuat Davin pun ikut menghentikan langkahnya dan melihat kemana arah pandangan sang istri.


"Mau itu?" tanya Davin.


"He'em." sahut Sira dengan menganggukkan kepalanya, tapi pandangan mata masih tak lepas dari yang di lihatnya sejak tadi.


"Ya udah ayo." aja Davin yang langsung melangkah ke sana sambil menggenggam tangan Sira karena keadaan di sana cukup ramai oleh pengunjung lokal maupun mancanegara.


Mereka berdua saat ini sedang berada di kuliner pasar Sindhu, yaitu salah satu pasar tradisional yang terletak di Sanur, Denpasar. Ya saat ini Davin dan Sira memang ada di Denpasar, Bali. Kenapa memutuskan untuk berhoneymoon di sana, karena selain bagus, waktu cuti Davin juga sudah tak lama lagi, jadi lebih memilih tempat yang dekat dari pada waktu mereka habis di perjalanan.


Pasar Sindhu ini merupakan salah satu tempat wisata kuliner malam favorit bagi para wisatawan yang buka antara pukul18.00-23.00Wita. Makanan yang di jual di pasar ini pun bisa di bilang cukup murah untuk sekelas tempat pariwisata dengan jumlah pengunjung yang lumayan banyak.


Davin membawa Sira ke salah satu gerobak penjual makanan, yaitu ayam bakar yang sedetik tadi sudah begitu menggoda Sira.


Aroma yang di keluarkan sungguh mampu membuat perut Sira keroncongan seketika, bahkan hanya mencium aromanya saja air liur Sira seakan ingin menetes.


"Pesan dua porsi yang pedas Pak." kata Davin.

__ADS_1


"Baik, silahkan di tunggu sebentar." sahutnya.


Davin langsung mengajak Sira untuk duduk di kursi yang masih kosong.


Mata Sira terus menatap sekeliling sambil menunggu pesanan mereka datang. Matanya terus memindahi gerobak-gerobak di sana, barangkali saja ada yang bisa menggugah seleranya lagi.


Tak lama kemudian pesanan mereka pun datang, Davin dan Sira benar-benar menikmati sajian kuliner yang ada di hadapannya saat ini.


"Bagaimana? Enak?" tanya Davin saat melihat Sira begitu lahap.


Tak langsung menjawab, Sira menelan dahulu makan yang ada di mulutnya saat ini.


"Enak pakek banget." jawab Sira.


Ayam bakar di warung ini memang memiliki cita rasa pedas manis, karena bumbunya sendiri di campur dengan madu.


Davin dan Sira juga mampir di warung sate gule Madura untuk membeli sate kambing yang memang salah satu makaan favorit Davin. Tak hanya itu ... Untuk memuaskan rasa dahaga, mereka membeli es buah campur yang berisi berbagai macam piringan buah yang di tambah dengan gula merah, susu dengan berbagai toping.


Bahkan sebelum pulang kembali ke hotel, mereka membeli roti panggang dengan berbagai toping, tapi pilihan mereka jatuh pada toping nutela juga coklat dan satu lagi, tak lupa pula mereka membeli gorengan ... tahu isi, ote-ote, tempe juga molen.


❤️


"Kamu bersih-bersih dulu ya sayang, biar aku simpan ini di kitchen." kata Davin dengan membawa dua kantung plastik berisi jajanan.


Khusus kamar yang di tempati dirinya memilik fasilitas yang begitu lengkap, ada dapur yang meskipun kecil namun lengkap dengan kulkas juga oven serta perlengkapan lainnya. Maklum, namanya juga kamar khusus untuk pemilik hotel.


"Loh sayang kok belum bersih-bersih juga?" tanya Davin saat kembali dari dapur malah melihat Sira dengan posisi yang hampir sama, bedanya kini dia malah menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.


"Kamu duluan aja Dav." sahut Sira dengan begitu malas.


Tak ingin mnadebat, Davin pun memilih untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Mungkin istrinya itu memang sedang benar-benar kekenyangan saat ini sehingga membuatnya masih malas untuk bergerak.


Hanya butuh waktu sepuluh menit untuk Davin membersihkan tubuhnya. Dia menggelengkan kepalanya saat melihat Sira malah memejamkan kedua matanya.


"Sayang, ayo bersih-bersih dulu." kata Davin dengan lirih sambil mengelus pipi Sira.

__ADS_1


Merasakan sentuhan serta merasa dingin di pipinya, membuat Sira langsung membuka kedua matanya dengan malas. Namun sedetik kemudian matanya menjadi terbelalak dan terbuka sempurna melihat pemandangan yang ada di depan matanya. Menikmati mahakarya yang begitu sempurna dari sang Pencipta.


"Mau bersih-bersih atau mau memandang tubuh aku terus." goda Davin sambil menaik-turunkan kedua alisnya.


Mendengar perkataan Davin, sontak saja membuat Sira tersadar dan langsung memalingkan wajahnya yang sudah memerah. Malu sekali rasanya karena sudah tertangkap basah.


Davin memegang tangan Sira dan mengarahkan ke tubuh bagian atasnya yang tak terbalut apapun.


"Jangankan melihat, menyentuhnya pun kamu boleh." kata Davin. "Berhak malahan." sambungnya lagi hingga tangan Sira yang di pegangnya berhasil sedikit menyentuh kulitnya.


Namun Sira langsung menarik tangannya dan buru-buru berlari menuju ke kamar mandi.


Brak


Sira menyandarkan kepalanya di balik pintu dengan perasan yang berdebar, bahkan nafasnya begitu memburu saat ini. Bagaimana pun baru kali ini dirinya melihat pria yang bertelanjang dada seperti itu.


"Ototnya ... keras gak ya kira-kira kalau di pegang." gumam Sira yang malah kebayangkan otot dada dan otot perut milik Davin tadi. "Ish Sira, kamu itu mikir apa." katanya lagi sambil sedikit memukul kepalanya sendiri. "Mendingan sekarang aku mandi." sambungnya.


❤️


"Ish, bodoh ... bodoh ... bodoh ... Aku lupa bawa baju ganti lagi." rutuk Sira pada dirinya sendiri. "Terus gimana caranya aku keluar coba." sambungnya.


Sira terus berjalan mondar-mandir sambil terus berpikir bagaiman caranya untuk keluar dari sana, sedangkan saat ini dia hanya memakai selembar handuk yang hanya bisa menutupi bagian dada hingga dibawah pangkal pahanya saja.


"Mudah-mudahan Davin sudah tidur." gumam Sira karena merasa dirinya sudah terlalu lama di kamar mandi, bahkan saat ini tubuhnya pun sudah merasa dingin. Apalagi di luar tak terdengar suara apa-apa sehingga membuat dirinya beranggapan bahwa suaminya itu telah terlelap.


Cklek


Di bukanya pintu kamar mandi dengan begitu pelan, setelah itu dirinya pun mulai keluar.


"Sudah selesai?" tanya Davin dengan tiba-tiba sehingga membatasi Sira yang sedang menutup pintu kamar mandi berjingkat kaget. "Apa kamu sedang berusaha untuk menggoda suamimu ini istriku?" goda Davin dengan mata memindahi tubuh Sira yang tampak belakang.


Tanpa sadar sudah ada yang begitu memberontak di bawah sana.


Melihat sang istri yang tak kunjung berbalik, membuat Davin melangkah untuk menghampiri. Bahakan tangannya pun saat ini sudah melingkar dengan manis di perut Sira.

__ADS_1


"Aku mau memiliki kamu dengan seutuhnya malam ini." bisik Davin dengan nafas yang menerpa tengkuk Sira sehingga membuat si empunya meremang bahkan sampai menahan nafasnya. "Boleh?" tanyanya dengan suara yang sudah begitu serak dan nafas yang memburu. Sehingga pada akhirnya Sira pun menganggukkan kepalanya untuk menyetujui permintaan sang suami.


Davin pun langsung membalikkan tubuh Sira dan menggendongnya ala bridal style untuk di bawanya ke ranjang mereka. Ranjang yang akan menjadi saksi bisu aksi panas mereka berdua, menjadi saksi bagiamana mereka melupakan cinta yang mereka miliki, saksi di mana penerus seorang Davin Brian Ardiansyah akan mulai di buat untuk pertama kalinya.


__ADS_2